Berikut sejarah konflik Wahhabi pertama (1744–1818) secara sangat detail, terstruktur, dan kronologis—meliputi fase kemunculan, perluasan, invasi, hingga kehancuran Daulah Saudiyyah I oleh Kekhalifahan Utsmani.
🕌 SEJARAH KONFLIK WAHHABI PERTAMA (1744–1818)
Ringkas, lengkap, dan akurat menurut sumber sejarah Arab–Utsmani–Barat
📍 Latar belakang sebelum 1744
Di Najd (wilayah tandus, jauh dari pusat ilmu Hijaz dan Irak), suku-suku Arab hidup dengan:
- fanatisme kabilah
- minim ulama besar
- kondisi ekonomi gersang
- konflik suku-suku
Di sinilah muncul sosok:
- Muhammad bin Abdul Wahhab (1703–1792)
- Muhammad bin Saud (w. 1765) (pendiri keluarga Saud)
Pertemuan mereka menjadi fondasi gerakan Wahhabi.
1️⃣ TAHAP PERTAMA
1744 – 1765: ALIANSI WAHHABI–SAUDI DIBENTUK
📌 1744: Peristiwa Dir‘iyah
Muhammad bin Abdul Wahhab (MBW) diusir dari beberapa daerah (Huraymila, ‘Uyaynah) karena ajarannya dianggap ekstrem.
Ia tiba di Dir‘iyah, bertemu:
- Amir Muhammad bin Saud, kepala Dinasti Saud.
Keduanya membuat perjanjian politik–teologis:
Muhammad bin Abdul Wahhab menjanjikan:
- legitimasi agama bagi kekuasaan Saud
- jihad melawan “musyrik” (termasuk muslim lain)
- perluasan wilayah melalui perang syar‘i
Muhammad bin Saud berjanji:
- perlindungan
- kekuatan militer
- dukungan politik penuh
📌 Ini adalah pondasi Daulah Saudi-Wahhabi Pertama.
2️⃣ TAHAP KEDUA
1765 – 1792: PERLUASAN MILITER & TAKFIR MASSAL
Masa kepemimpinan Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud (1765–1803).
Ini fase ekspansi paling agresif.
Ajaran MBW yang menjadi alasan perang:
- menuduh muslim lain “musyrik”
- menghancurkan kubah, makam, dan situs suci
- melarang tawassul dan ziarah kubur
- menyamakan sunnah ulama empat mazhab dengan “bid‘ah”
Perluasan:
- Riyadh jatuh pada 1773
- Qasim (1780-an)
- Al-Ahsa (1790-an)
Dampaknya:
- ribuan muslim dibunuh
- kota-kota Najd takluk
- mazhab fikih yang hidup selama 1000 tahun digantikan doktrin Wahhabi
3️⃣ TAHAP KETIGA
1792 – 1803: SERANGAN WAHHABI KE HIJAZ & IRAK
MBW wafat pada 1792, tetapi murid-muridnya dan Dinasti Saud makin agresif.
📌 A. Serangan terhadap Irak (1790–1802)
1797–1801: Penyerangan Karbala
- Dipimpin Saud bin Abdul Aziz
- Menyerang kota Karbala (wilayah Ottoman Irak)
- Membunuh ± 5.000–7.000 penduduk
- Menjarah harta, emas, permata, bahkan harta peninggalan Abbasiyah
Catatan sejarah menyebutkan:
Masjid Imam Husain dihancurkan, kubah dirusak, harta pusaka dijarah.
Ini dipandang Kekhalifahan Utsmani sebagai:
“tindak pemberontakan, pembunuhan massal dan perusakan terhadap umat Islam.”
📌 B. Serangan terhadap Hijaz (1802–1803)
Wahhabi mulai menyerang kota-kota suci:
1. Thaif (1802–1803)
- Penaklukan brutal
- Ribuan ulama Syafi‘i dan masyarakat dibunuh
- Perpustakaan ulama dihancurkan
- Banyak bayi dan perempuan dibantai
- Semua makam dan situs diratakan
Catatan ulama Mekah menyebutkan pembantaian ini mengerikan dan belum pernah terjadi sejak masa Qaramithah.
2. Jalan menuju Makkah & Madinah
Wahhabi memblokir rombongan haji, memeras, dan menangkap kafilah.
4️⃣ TAHAP KEEMPAT
1803 – 1806: PENDUDUKAN MAKKAH & MADINAH
1803: Makkah jatuh
- Sharif Ghalib (penguasa Hijaz) tak mampu menahan serangan
- Wahhabi menduduki Masjidil Haram
- Semua peninggalan sejarah Nabi diratakan
- Kubah-kubah dihancurkan
- Pintu Ka‘bah dicopot ksatria Hijaz & diganti
1804–1806: Madinah jatuh
- Wahhabi menguasai Masjid Nabawi
- Kuburan Baqi’ dihancurkan (pertama kali)
- Kubah para sahabat dan keluarga Nabi diratakan
- Ajaran empat mazhab dilarang
- Tawassul dan ziarah dilarang
- Jemaah haji dari luar Najd dilarang masuk
📌 Ini memicu kemarahan dunia Islam, ulama Hijaz, dan terutama Kekhalifahan Utsmani.
5️⃣ TAHAP KELIMA
1803 – 1811: UTSMANI MEMUTUSKAN MENGHANCURKAN WAHHABI
Khalifah Sultan Selim III dan kemudian Mahmud II menyatakan:
Wahhabi = pemberontak, pengacau, dan Khawarij modern.
Namun Utsmani sedang sibuk perang dengan Rusia dan Eropa.
Karena itu Utsmani menugaskan:
Muhammad Ali Pasha (Gubernur Mesir)
untuk memimpin ekspedisi menghabisi gerakan Wahhabi.
6️⃣ TAHAP KEENAM
1811 – 1813: EKSPEDISI MESIR MEREBUT HIJAZ
Putra Muhammad Ali Pasha, Tosun Pasha, memimpin:
1811–1812
- Jeddah diambil kembali
- Makkah direbut dari Wahhabi
- Madinah direbut (1812)
- Sharif Ghalib dikembalikan memimpin Hijaz
1813
- Taif dibebaskan
- Jalan haji kembali aman
- Wahhabi diusir dari seluruh Hijaz
Namun perang utama masih di Najd.
7️⃣ TAHAP KETUJUH
1814 – 1818: KEHANCURAN DAULAH SAUDI-WAHHABI PERTAMA
Setelah Tosun Pasha wafat, Muhammad Ali mengirim putra lainnya:
Ibrahim Pasha
jenderal terhebat dunia Islam saat itu.
📌 Kampanye penghancuran (1814–1818)
Ibrahim Pasha:
- menaklukkan kota-kota Najd
- memutus jalur suplai makanan
- mengepung Dir‘iyah secara sistematis
- membumihanguskan benteng-benteng Wahhabi
September 1818: Dir‘iyah jatuh
Pemimpin Wahhabi: Abdullah bin Saud ditangkap.
Dikirim ke Istanbul, dan dihukum mati:
- karena pemberontakan
- pembunuhan muslim
- penyerangan Hijaz
- penghancuran situs suci
- mencuri harta Haramayn
- menuduh kaum muslimin sebagai musyrik
Dir‘iyah dihancurkan.
Daulah Saudi Wahhabi I resmi berakhir.
📌 RINGKASAN PASCA-KEHANCURAN
- Sisa keluarga Saud melarikan diri ke gurun
- Tidak ada kekuasaan Wahhabi selama ± 20 tahun
- Mereka baru bangkit lagi sebagai Daulah Saudi Kedua (1824–1891)
- Lalu ketiga (1902–sekarang)
⭐ RINGKASAN SINGKAT SUPER-PADAT
1744 — Aliansi Wahhabi–Saud dibentuk
1765–1803 — Ekspansi ke seluruh Najd
1797–1802 — Menyerang Irak & Karbala
1802–1806 — Menaklukkan Thaif, Makkah, Madinah
1811–1813 — Utsmani & Mesir membebaskan Hijaz
1814–1818 — Ibrahim Pasha menghancurkan Dir‘iyah
1818 — Daulah Saudi-Wahhabi I runtuh total
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar