Sabtu, 29 November 2025

Sejarah Konflik Wahhabi pertama (1744–1818)

 


Berikut sejarah konflik Wahhabi pertama (1744–1818) secara sangat detail, terstruktur, dan kronologis—meliputi fase kemunculan, perluasan, invasi, hingga kehancuran Daulah Saudiyyah I oleh Kekhalifahan Utsmani.


🕌 SEJARAH KONFLIK WAHHABI PERTAMA (1744–1818)

Ringkas, lengkap, dan akurat menurut sumber sejarah Arab–Utsmani–Barat


📍 Latar belakang sebelum 1744

Di Najd (wilayah tandus, jauh dari pusat ilmu Hijaz dan Irak), suku-suku Arab hidup dengan:

  • fanatisme kabilah
  • minim ulama besar
  • kondisi ekonomi gersang
  • konflik suku-suku

Di sinilah muncul sosok:

  • Muhammad bin Abdul Wahhab (1703–1792)
  • Muhammad bin Saud (w. 1765) (pendiri keluarga Saud)

Pertemuan mereka menjadi fondasi gerakan Wahhabi.


1️⃣ TAHAP PERTAMA

1744 – 1765: ALIANSI WAHHABI–SAUDI DIBENTUK

📌 1744: Peristiwa Dir‘iyah

Muhammad bin Abdul Wahhab (MBW) diusir dari beberapa daerah (Huraymila, ‘Uyaynah) karena ajarannya dianggap ekstrem.

Ia tiba di Dir‘iyah, bertemu:

  • Amir Muhammad bin Saud, kepala Dinasti Saud.

Keduanya membuat perjanjian politik–teologis:

Muhammad bin Abdul Wahhab menjanjikan:

  • legitimasi agama bagi kekuasaan Saud
  • jihad melawan “musyrik” (termasuk muslim lain)
  • perluasan wilayah melalui perang syar‘i

Muhammad bin Saud berjanji:

  • perlindungan
  • kekuatan militer
  • dukungan politik penuh

📌 Ini adalah pondasi Daulah Saudi-Wahhabi Pertama.


2️⃣ TAHAP KEDUA

1765 – 1792: PERLUASAN MILITER & TAKFIR MASSAL

Masa kepemimpinan Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud (1765–1803).
Ini fase ekspansi paling agresif.

Ajaran MBW yang menjadi alasan perang:

  • menuduh muslim lain “musyrik”
  • menghancurkan kubah, makam, dan situs suci
  • melarang tawassul dan ziarah kubur
  • menyamakan sunnah ulama empat mazhab dengan “bid‘ah”

Perluasan:

  • Riyadh jatuh pada 1773
  • Qasim (1780-an)
  • Al-Ahsa (1790-an)

Dampaknya:

  • ribuan muslim dibunuh
  • kota-kota Najd takluk
  • mazhab fikih yang hidup selama 1000 tahun digantikan doktrin Wahhabi

3️⃣ TAHAP KETIGA

1792 – 1803: SERANGAN WAHHABI KE HIJAZ & IRAK

MBW wafat pada 1792, tetapi murid-muridnya dan Dinasti Saud makin agresif.


📌 A. Serangan terhadap Irak (1790–1802)

1797–1801: Penyerangan Karbala

  • Dipimpin Saud bin Abdul Aziz
  • Menyerang kota Karbala (wilayah Ottoman Irak)
  • Membunuh ± 5.000–7.000 penduduk
  • Menjarah harta, emas, permata, bahkan harta peninggalan Abbasiyah

Catatan sejarah menyebutkan:
Masjid Imam Husain dihancurkan, kubah dirusak, harta pusaka dijarah.

Ini dipandang Kekhalifahan Utsmani sebagai:

“tindak pemberontakan, pembunuhan massal dan perusakan terhadap umat Islam.”


📌 B. Serangan terhadap Hijaz (1802–1803)

Wahhabi mulai menyerang kota-kota suci:

1. Thaif (1802–1803)

  • Penaklukan brutal
  • Ribuan ulama Syafi‘i dan masyarakat dibunuh
  • Perpustakaan ulama dihancurkan
  • Banyak bayi dan perempuan dibantai
  • Semua makam dan situs diratakan

Catatan ulama Mekah menyebutkan pembantaian ini mengerikan dan belum pernah terjadi sejak masa Qaramithah.

2. Jalan menuju Makkah & Madinah

Wahhabi memblokir rombongan haji, memeras, dan menangkap kafilah.


4️⃣ TAHAP KEEMPAT

1803 – 1806: PENDUDUKAN MAKKAH & MADINAH

1803: Makkah jatuh

  • Sharif Ghalib (penguasa Hijaz) tak mampu menahan serangan
  • Wahhabi menduduki Masjidil Haram
  • Semua peninggalan sejarah Nabi diratakan
  • Kubah-kubah dihancurkan
  • Pintu Ka‘bah dicopot ksatria Hijaz & diganti

1804–1806: Madinah jatuh

  • Wahhabi menguasai Masjid Nabawi
  • Kuburan Baqi’ dihancurkan (pertama kali)
  • Kubah para sahabat dan keluarga Nabi diratakan
  • Ajaran empat mazhab dilarang
  • Tawassul dan ziarah dilarang
  • Jemaah haji dari luar Najd dilarang masuk

📌 Ini memicu kemarahan dunia Islam, ulama Hijaz, dan terutama Kekhalifahan Utsmani.


5️⃣ TAHAP KELIMA

1803 – 1811: UTSMANI MEMUTUSKAN MENGHANCURKAN WAHHABI

Khalifah Sultan Selim III dan kemudian Mahmud II menyatakan:

Wahhabi = pemberontak, pengacau, dan Khawarij modern.

Namun Utsmani sedang sibuk perang dengan Rusia dan Eropa.

Karena itu Utsmani menugaskan:

Muhammad Ali Pasha (Gubernur Mesir)

untuk memimpin ekspedisi menghabisi gerakan Wahhabi.


6️⃣ TAHAP KEENAM

1811 – 1813: EKSPEDISI MESIR MEREBUT HIJAZ

Putra Muhammad Ali Pasha, Tosun Pasha, memimpin:

1811–1812

  • Jeddah diambil kembali
  • Makkah direbut dari Wahhabi
  • Madinah direbut (1812)
  • Sharif Ghalib dikembalikan memimpin Hijaz

1813

  • Taif dibebaskan
  • Jalan haji kembali aman
  • Wahhabi diusir dari seluruh Hijaz

Namun perang utama masih di Najd.


7️⃣ TAHAP KETUJUH

1814 – 1818: KEHANCURAN DAULAH SAUDI-WAHHABI PERTAMA

Setelah Tosun Pasha wafat, Muhammad Ali mengirim putra lainnya:

Ibrahim Pasha

jenderal terhebat dunia Islam saat itu.


📌 Kampanye penghancuran (1814–1818)

Ibrahim Pasha:

  • menaklukkan kota-kota Najd
  • memutus jalur suplai makanan
  • mengepung Dir‘iyah secara sistematis
  • membumihanguskan benteng-benteng Wahhabi

September 1818: Dir‘iyah jatuh

Pemimpin Wahhabi: Abdullah bin Saud ditangkap.

Dikirim ke Istanbul, dan dihukum mati:

  • karena pemberontakan
  • pembunuhan muslim
  • penyerangan Hijaz
  • penghancuran situs suci
  • mencuri harta Haramayn
  • menuduh kaum muslimin sebagai musyrik

Dir‘iyah dihancurkan.
Daulah Saudi Wahhabi I resmi berakhir.


📌 RINGKASAN PASCA-KEHANCURAN

  • Sisa keluarga Saud melarikan diri ke gurun
  • Tidak ada kekuasaan Wahhabi selama ± 20 tahun
  • Mereka baru bangkit lagi sebagai Daulah Saudi Kedua (1824–1891)
  • Lalu ketiga (1902–sekarang)

RINGKASAN SINGKAT SUPER-PADAT

1744 — Aliansi Wahhabi–Saud dibentuk
1765–1803 — Ekspansi ke seluruh Najd
1797–1802 — Menyerang Irak & Karbala
1802–1806 — Menaklukkan Thaif, Makkah, Madinah
1811–1813 — Utsmani & Mesir membebaskan Hijaz
1814–1818 — Ibrahim Pasha menghancurkan Dir‘iyah
1818 — Daulah Saudi-Wahhabi I runtuh total


0 komentar:

Posting Komentar