PUISI CINTA HIDUPKU
Menapaki Kehidupan Menapaki tajamnya kehidupan Terjalnya hawa nafsu Liciknya iblis dengan para setan setan durjananya Hendak meluluh lantakkan jiwa Metafora adalah gaya bahasa yang menggambarkan sesuatu dengan membandingkannya secara implisit dengan sesuatu yang lain, tanpa menggunakan kata “seperti” atau “bagai.” Pada puisi ini, sudah terdapat metafora kuat, misalnya: “Menapaki tajamnya kehidupan” → kehidupan digambarkan seperti jalan penuh benda tajam. “Terjalnya hawa nafsu” → nafsu digambarkan seperti tanjakan terjal yang sulit didaki. “Liciknya iblis dengan para setan setan durjananya” → iblis dan setan disimbolkan sebagai tokoh licik yang menggoda manusia. “Meluluh lantakkan jiwa” → menggambarkan serangan batin atau kehancuran mental secara dramatis. Menapaki Tajamnya Kehidupan Kehidupan, sebilah pedang tanpa gagang Menusuk telapak iman tanpa ampun Setiap langkah, pertarungan sunyi Antara langit yang memanggil Dan jurang yang menggoda bisu Hawa nafsu — gunung es dalam ...