Berikut kronologi lengkap dan terperinci tentang perang antara gerakan Wahhabi (Daulah Saud) melawan Khilafah Utsmaniyah, berdasarkan sumber sejarah klasik:
Ibn Bishr (“ʿUnwān al-Majd”), Ibn Ghannam, catatan resmi Utsmani, Arsip Istanbul, dan kitab ulama Haramain.
🟥 FASE AWAL: KEMUNCULAN WAHHABI (1744–1765)
1744 – Persekutuan Muhammad bin Abdul Wahhab & Muhammad bin Saud
- Muhammad bin Abdul Wahhab (Najd) membentuk aliansi dengan Amir al-Dir‘iyyah, Muhammad bin Saud.
- Perjanjian: Saud menguasai politik, Wahhab menguasai agama.
- Target: “membersihkan” Jazirah dan menaklukkan wilayah sekitarnya.
1750–1765 – Ekspansi awal
- Suku-suku Najd dipaksa tunduk.
- Mereka menyerang desa dan kota yang menolak ajaran baru.
- Banyak ulama dibunuh karena dianggap musyrik.
🟥 FASE EKSPANSI BESAR & PERANG REGIONAL (1765–1803)
1765 – Abdulaziz bin Saud menjadi pemimpin
- Lebih agresif; mulai menyerang daerah Syam, Irak, dan Hijaz.
1773 – Penguasaan Riyadh
- Riyadh jatuh ke tangan Wahhabi.
1790–1798 – Penyerangan wilayah Syam dan Irak
- Kafilah haji Suriah dicegat dan dibunuh.
- Mereka menyerang Karbala (Irak), membunuh ribuan orang.
🟥 1802 – Tragedi Karbala yang terkenal
- Pasukan Wahhabi menyerang Karbala pada hari Asyura.
- Menurut catatan Utsmani: ± 5.000–7.000 warga sipil dibunuh.
- Makam Husain ra dijarah; emas dan perak diambil.
🟥 1803–1805 – PENAKLUKAN HIJAZ (MAKKAH & MADINAH)
1803 – Makkah jatuh ke tangan Wahhabi
- Makam-makam para sahabat dihancurkan.
- Ziarah kubur dilarang.
- Kitab mazhab empat dibakar karena dianggap “sesat”.
1804–1805 – Madinah direbut
- Kubah-kubah sahabat dan makam Ahlul Badr dihancurkan.
- Perpustakaan masjid Nabawi dijarah.
Sultan Utsmani Murad IV mengumumkan Wahhabi sebagai pemberontak.
🟥 FASE 1806–1811: KONTROL HIJAZ OLEH WAHHABI & TEGANGAN UTSMANI
- Wahhabi menguasai Makkah 7 tahun dan mengubah banyak syiar.
- Haji dari Irak, Suriah, Mesir dilarang.
- Khilafah Utsmani melihat ini sebagai ancaman serius.
1811 – Sultan mengutus Muhammad Ali Pasha (Wali Mesir)
- Mesir diberi mandat memerangi pemberontakan Wahhabi.
- Putranya, Tusun Pasha, memimpin pasukan pertama.
🟥 FASE 1812–1813: REBUTAN KEMBALI MAKKAH – MADINAH
1812 – Madinah direbut kembali oleh pasukan Utsmani-Mesir
- Kekuasaan Wahhabi runtuh di Madinah.
1813 – Makkah dibebaskan
- Sharif Hijaz diangkat kembali.
- Penguasa Wahhabi kabur ke Najd.
🟥 FASE 1816–1818: PERANG BESAR & KEHANCURAN DIR‘IYYAH
Sultan memerintahkan serangan final.
1816 – Ibrahim Pasha memimpin 30.000 pasukan
- Menghancurkan benteng-benteng Najd.
- Meruntuhkan satu demi satu kota Wahhabi.
1818 – Dir‘iyyah dikepung & hancur total
- Ibu kota Wahhabi dihancurkan.
- Pemimpin Wahhabi, Abdullah bin Saud, ditangkap.
1818 – Abdullah bin Saud dieksekusi di Istanbul
- Kepala dipenggal di Hippodrome (Istanbul) sebagai penghukuman pemberontakan.
- Ratusan tokoh Wahhabi ditawan.
Ini mengakhiri Negara Saud I.
🟥 PASCA KEHANCURAN (1818–1902)
◼ Najd dikuasai Mesir dan kemudian kembali di bawah Utsmani.
◼ Keluarga Saud tercerai-berai, sebagian lari ke Kuwait.
Perang berhenti hampir satu abad.
🟥 Kebangkitan Saud II & III (1902–1932)
1902 – Abdulaziz ibn Saud (pendiri Saudi modern) merebut Riyadh.
1913–1926 – Mendirikan negara baru dengan kembali memakai ajaran Wahhabi.
1925–1926 – Makkah dan Madinah jatuh lagi ke tangan Saud-Wahhabi.
1932 – Terbentuk Kingdom of Saudi Arabia.
Khilafah Utsmani sudah runtuh (1924), sehingga tidak terjadi perang kedua.
🟦 RINGKASAN SUPER-PADAT (MUDAH INGAT)
| Tahun | Kejadian Utama |
|---|---|
| 1744 | Wahhab & Saud bersekutu → Negara Wahhabi I lahir |
| 1802 | Serangan Karbala (ribuan terbunuh) |
| 1803–1805 | Makkah & Madinah dikuasai Wahhabi |
| 1811 | Utsmani mengutus Muhammad Ali Pasha (Mesir) |
| 1813 | Makkah-Madinah direbut kembali |
| 1818 | Dir‘iyyah dihancurkan, Negara Wahhabi I runtuh |
🟧 KESIMPULAN BESAR
- Khilafah Utsmani memandang Wahhabi sebagai pemberontak politik dan penyerang suku-suku Muslim.
- Utsmani berhasil menghancurkan negara Wahhabi pertama pada 1818.
- Arab Saudi modern muncul setelah runtuhnya Utsmani, bukan karena mengalahkannya.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar