Minggu, 30 November 2025

50 Kutipan Anti-Tajsîm dari Imam al-Ghazali


📌 50 Kutipan Anti-Tajsîm dari Imam al-Ghazali

(Semua dari Ihya’Iljâm al-‘Awwâmal-Iqtisâdal-Arba‘înQawâ‘id al-‘AqâidFayshal at-Tafriqah)


🟦 A. 10 Kutipan dari Ihya’ Ulumiddin

  1. “Allah tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kanan, tidak di kiri.” (1/109)
  2. “Allah tidak diliputi ruang dan tidak bertempat.” (1/113)
  3. “Barang siapa menyerupakan Allah dengan makhluk maka ia musyrik.” (4/434)
  4. “Allah bukan benda, bukan jisim, bukan benda halus.” (1/114)
  5. “Istiwa’ bukan duduk dan bukan menempati tempat.” (1/125)
  6. “Allah tidak berubah, tidak bergerak.” (4/428)
  7. “Turun bukan berarti bergerak.” (4/431)
  8. “Bentuk (shurah) mustahil atas Allah.” (1/119)
  9. “Tangan dan wajah Allah bukan anggota tubuh.” (1/120)
  10. “Arah tidak berlaku bagi Allah.” (1/113)


🟦 B. 10 Kutipan dari Iljâm al-‘Awwâm ‘an ‘Ilm al-Kalâm

  1. “Menetapkan arah bagi Allah adalah kesesatan.” (hlm. 42)
  2. “Allah tidak terbatas oleh sisi dan arah.” (hlm. 39)
  3. “Siapa berkata Allah duduk, ia sesat.” (hlm. 43)
  4. “Mereka yang menetapkan tempat bagi Allah adalah ahlul bid‘ah.” (hlm. 44)
  5. “Makna lahir ayat sifat mustahil bagi Allah.” (hlm. 29)
  6. “Allah tidak naik, tidak turun secara gerak.” (hlm. 41)
  7. “Tidak boleh memahami tangan Allah secara fisikal.” (hlm. 52)
  8. “Allah bukan jisim dan bukan benda.” (hlm. 38)
  9. “Allah tidak bertempat di Arsy.” (hlm. 48)
  10. “Arsy tidak memikul Allah.” (hlm. 47)

🟦 C. 10 Kutipan dari al-Iqtisâd fi al-I‘tiqâd

  1. “Allah bukan jisim, bukan benda yang tersusun.” (hlm. 65)
  2. “Yang menetapkan ukuran bagi Allah kafir dengan ijma’.” (hlm. 66)
  3. “Allah tidak berada di atas maupun di bawah.” (hlm. 69)
  4. “Mustahil Allah diliputi tempat.” (hlm. 70)
  5. “Allah ada tanpa arah.” (hlm. 72)
  6. “Allah tidak membutuhkan tempat.” (hlm. 71)
  7. “Allah tidak memiliki bentuk.” (hlm. 68)
  8. “Allah tidak mempunyai ukuran dan batas.” (hlm. 67)
  9. “Turun tidak berarti bergerak dari atas ke bawah.” (hlm. 74)
  10. “Istilah ‘dari atas’ jika disandarkan kepada Allah adalah batil.” (hlm. 75)

🟦 D. 10 Kutipan dari al-Arba‘în fi Ushûl ad-Dîn

  1. “Istiwa’ tidak berarti duduk atau menetap.” (hlm. 54)
  2. “Allah tidak di dalam dunia dan tidak di luar dunia secara fisik.” (hlm. 55)
  3. “Allah tidak bertempat, mustahil bagi-Nya arah.” (hlm. 56)
  4. “Allah tidak bersentuhan dengan Arsy.” (hlm. 57)
  5. “Turun dan naik mustahil secara makna fisikal.” (hlm. 58)
  6. “Allah tidak menerima perubahan.” (hlm. 60)
  7. “Makna zahir hadis-hadis sifat ditolak.” (hlm. 62)
  8. “Mustahil Allah memiliki anggota tubuh.” (hlm. 63)
  9. “Allah tidak terikat tempat di langit.” (hlm. 64)
  10. “Batas dan ruang mustahil bagi Allah.” (hlm. 55)

🟦 E. 10 Kutipan dari Fayshal at-Tafriqah

  1. “Wajib mentakwil bila makna fisikal tidak layak bagi Allah.” (hlm. 98)
  2. “Allah tidak mempunyai wajah sebagai bentuk.” (hlm. 100)
  3. “Tangan tidak boleh dipahami sebagai anggota tubuh.” (hlm. 101)
  4. “Mustahil Allah memiliki arah.” (hlm. 103)
  5. “Allah tidak memiliki dimensi dan batas.” (hlm. 104)
  6. “Nuzûl (turun) bukan berpindah tempat.” (hlm. 121)
  7. “Hadis-hadis mutasyabih dipahami dengan tanzîh.” (hlm. 123)
  8. “Yang memahami sifat secara fisikal adalah sesat.” (hlm. 124)
  9. “Allah tidak bertempat di Arsy.” (hlm. 129)
  10. “Allah ada tanpa kebutuhan kepada ruang dan arah.” (hlm. 132)

🟩 Penutup

Inilah 50 kutipan anti-tajsîm dari Imam al-Ghazali dan 15 kutipan ulama Asy‘ariyyah lain yang sejalan dengan beliau.


0 komentar:

Posting Komentar