Berikut ringkasan lengkap bantahan ulama Ahlussunnah (Asy‘ari–Maturidi) terhadap konsep “Tauhid Rububiyyah – Uluhiyyah” yang dianggap pemisahan bid‘ah dalam akidah:
🕌 RINGKASAN BANTAHAN ASY‘ARI TERHADAP PEMISAHAN RUBUBIYYAH–ULUHIYYAH
Konsep “tauhid rububiyyah – uluhiyyah – asma’ wa shifat” tidak ditemukan dalam:
- Al-Qur’an
- Sunnah
- Sahabat
- Tabi‘in
- Imam empat mazhab
- Imam Asy‘ari – Maturidi
- Imam Ghazali
- Para ulama klasik Hijaz, Syam, Maghrib, Yaman, Mesir
- Seluruh teks akidah pra-Wahabi
Konsep itu baru dibuat oleh Ibn Taymiyyah dan dipopulerkan oleh Muhammad ibn Abdil-Wahhab (abad 12 H).
1️⃣ Ahlussunnah: Tauhid hanya satu — Iman kepada Allah secara total
Imam Abu al-Hasan al-Asy‘ari tidak mengenal pembagian 2–3 macam tauhid.
Beliau dalam al-Ibanah dan al-Luma‘ hanya menyebutkan:
- tauhid = i’tiqad bahwa Allah Esa, tidak menyerupai makhluk, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Tidak ada pembagian-pembagian.
2️⃣ Mengapa pemisahan rububiyyah–uluhiyyah dianggap bid‘ah?
(A) Karena memecah tauhid yang satu menjadi dua hal yang tidak dipisahkan syariat
Dalam Al-Qur’an, “rabb” dan “ilah” digunakan saling menjelaskan, bukan sebagai dua jenis tauhid berbeda.
Contoh:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ • إِلٰهِ النَّاسِ
“Tuhan manusia … ilah manusia.”
(An-Nas: 1–3)
Satu dzat, satu pengertian, tidak dua tauhid.
(B) Karena kesimpulan Wahhabi salah besar:
“Kaum Quraisy sudah bertauhid rububiyyah tapi musyrik uluhiyyah.”
Ahlussunnah menjawab:
✔ Kaum Quraisy tidak bertauhid rububiyyah; mereka musyrik rububiyyah juga.
Mereka meyakini malaikat adalah putri-putri Allah, menjadikan makhluk “pengatur urusan”, menetapkan sekutu Allah.
Allah menolak klaim mereka:
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ
“Mayoritas mereka tidak beriman kepada Allah kecuali dalam keadaan musyrik.”
(Yusuf: 106)
Artinya: mereka tidak punya tauhid rububiyyah yang benar.
Ibn Abbas berkata:
كانوا يعبدون الله ويشركون به
“Mereka menyembah Allah dan pada saat yang sama menyekutukan-Nya.”
=> Tidak ada “tauhid rububiyyah murni”.
(C) Karena pemisahan Wahhabi menyimpulkan bahwa:
📌 “Iblis bertauhid rububiyyah.”
📌 “Firaun bertauhid rububiyyah.”
📌 “Kaum musyrikin bertauhid rububiyyah.”
Ini kesimpulan paling aneh dalam sejarah teologi Islam.
Ulama menjawab:
Iblis dan Firaun tidak bertauhid apapun. Mereka kafir total.
Firaun bahkan mengaku tuhan:
أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى
“Aku adalah rabb kalian yang tertinggi.”
(An-Naz‘iat: 24)
Bagaimana mungkin disebut “bertauhid rububiyyah”?
(D) Karena pembagian ini mengubah definisi syirik secara baru
Wahhabi mendefinisikan syirik sebagai:
- berdoa kepada selain Allah,
- tawassul,
- tabarruk,
- ziarah kubur,
- meminta syafaat,
➡ padahal menurut para fuqaha’: itu bukan syirik bila diyakini bahwa Allah pelaku hakiki.
Definisi syirik versi Wahhabi berbeda total dari definisi seluruh ulama klasik.
(E) Karena menyebabkan pengkafiran ulama, masyarakat dan para wali
Pemisahan rububiyyah–uluhiyyah dipakai untuk:
- mengklaim kaum muslimin “menyembah wali”
- menuduh dunia Islam “musyrik”
- melegitimasi jihad membunuh muslim
Ulama menolak pemisahan itu karena menghasilkan konsekuensi takfir massal.
3️⃣ Bantahan inti para ulama Asy‘ari sepanjang 1000 tahun
1. Al-Asy‘ari
Tauhid = mengesakan Allah dalam dzat, sifat dan perbuatan.
Tidak ada dua bagian.
2. Al-Baqillani
Menolak syirik kategori baru; syirik hanya menyamakan Allah dengan makhluk.
3. Al-Juwayni
Fa‘il (Pelaku hakiki) hanya Allah; meminta doa dari wali bukan uluhiyyah.
4. Al-Ghazali
Memecah tauhid jadi dua bagian adalah penyimpangan dan tidak dikenal salaf.
5. Fakhruddin ar-Razi
Quraisy tidak punya tauhid rububiyyah. Tauhid tidak terbagi.
6. An-Nawawi
Syirik = menyembah selain Allah dengan keyakinan ketuhanan, bukan tawassul.
7. Ibnu Hajar al-‘Asqalani
Salah besar menuduh umat Islam musyrik karena tabarruk.
8. As-Subki
Tauhid itu satu; pemisahan adalah bid‘ah dan tidak diajarkan salaf.
9. Al-Sanusi
Dalam Umm al-Barahin tauhid = satu: i‘tiqad akan keesaan Allah.
4️⃣ Ringkasan inti:
❌ Rububiyyah ≠ “tauhid khusus”
❌ Uluhiyyah ≠ “tauhid khusus”
❌ Tidak ada dalil pemisahan
✔ Tauhid menurut Ahlussunnah =
Meyakini Allah Esa, tidak menyerupai makhluk, tidak bersekutu, Dialah satu-satunya yang wajib disembah.
Tanpa pembagian. Tanpa model Wahhabi.
5️⃣ VERSI RINGKAS (SUPER-PADAT)
Ahlussunnah:
Tauhid = keesaan Allah tanpa pembagian.
Wahhabi:
Membagi tauhid menjadi rububiyyah–uluhiyyah, lalu menuduh umat Islam musyrik.
Ulama Asy‘ari menolak karena:
- Tidak pernah diajarkan salaf.
- Quraisy tidak punya rububiyyah.
- Menyimpulkan Firaun dan Iblis bertauhid.
- Mengubah definisi syirik.
- Menjadi landasan takfir dan perang atas sesama muslim.






0 komentar:
Posting Komentar