Minggu, 30 November 2025

Bantahan Ilmiah Lengkap Asy‘ariyyah–Maturidiyyah dan Ulama Mazhab Empat

 


Berikut adalah bantahan ilmiah lengkap menurut Asy‘ariyyah–Maturidiyyah dan ulama mazhab empat terhadap konsep tauhid tiga (Rububiyyah – Uluhiyyah – Asma wa Shifat) yang diperkenalkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Ibnu Taimiyyah.
Penjelasan ini bersifat akademik, tertib, dan sesuai dengan metode teologi Ahlussunnah wal Jama’ah.


🟥 I. RUMUSAN: Kenapa Asy’ariyyah Menolak Tauhid Tiga?

Karena:

1. Pembagian tauhid menjadi 3 kategori tidak pernah dikenal di kalangan salaf, tabi‘in, imam mazhab, atau ulama Asy‘ari.

➤ Tidak ada dalam:

  • al-Qur’an
  • Hadits
  • Imam Syafi‘i
  • Imam Malik
  • Imam Abu Hanifah
  • Imam Ahmad
  • Imam al-Asy‘ari
  • Imam al-Baqillani
  • Imam al-Juwaini
  • Imam al-Ghazali
  • Imam Fakhruddin ar-Razi

Jadi, pembagian ini baru dan dianggap bid‘ah dalam definisi aqidah.


🟥 II. Bantahan Ilmiah Asy’ariyyah: “Tauhid itu satu, bukan tiga”

Para imam Asy‘ariyyah menegaskan:

Tauhid = Meng-Esakan Allah dalam Dzat, Sifat, dan Af‘al-Nya.

Tidak pernah dipisahkan menjadi rububiyyah dan uluhiyyah.

Imam al-Asy‘ari dalam al-Ibanah:
“Allah esa dalam rububiyyah dan uluhiyyah-Nya.”

Artinya:
Rububiyyah dan Uluhiyyah tidak dipisah.


🟥 III. Bantahan 1 — Pemisahan Rububiyyah & Uluhiyyah Menyesatkan

(A) Menurut Wahhabi:

  • Orang musyrik mengakui tauhid rububiyyah
  • Hanya gagal tauhid uluhiyyah

(B) Menurut Asy’ariyyah:

💥 Salah total.
Karena:

Orang musyrik tidak bertauhid sama sekali.

Mereka tidak mengakui rububiyyah dalam arti tauhid.

Mereka mengakui Allah sebagai pencipta, tetapi tidak mengesakan-Nya, karena tetap:

  • Menyembah berhala
  • Menjadikan sekutu dalam ibadah
  • Mensyirikkkan Allah dalam maslahat
  • Menganggap selain Allah memberi manfaat-mudharat

→ Maka mereka tidak disebut bertauhid, meski mengakui bahwa Allah adalah pencipta.

📌 Pendapat ulama:

🔹 Imam Fakhruddin ar-Razi:

"Pengakuan bahwa Allah mencipta langit bumi bukanlah tauhid. Sebab tauhid adalah meniadakan sekutu bagi Allah dalam ibadah dan hukum."

🔹 Imam al-Ghazali:

"Al-Musyabbihah dan kaum musyrik pernah mengakui penciptaan Allah, namun mereka bukan muwahhid."


🟥 IV. Bantahan 2 — Tauhid Rububiyyah Versi Wahhabi Membuat Abu Jahal “muwahhid”

Ini adalah akibat paling fatal.

Menurut doktrin Wahhabi:

  • Abu Lahab mengakui tauhid rububiyyah
  • Abu Jahal mengakui rububiyyah
  • Kaum Quraisy adalah “muwahhid rububiyyah”
  • Hanya tidak bertauhid uluhiyyah

Ini ditolak keras oleh ulama Ahlussunnah.

Ulama Asy‘ariyyah menyerang keras doktrin ini:

📌 1. Imam al-Baqillani

"Musyrik tidak memiliki tauhid sedikitpun. Pengakuan rububiyyah tidak bermanfaat bersama syirik."

📌 2. Imam al-Juwaini

"Mengakui adanya Pencipta tidak menjadikan seseorang muwahhid. Sebab tauhid itu menafikan sekutu dari segala sisi."

📌 3. Imam al-Ghazali

"Kaum musyrik tidak mengenal tauhid, meski mereka mengakui adanya Tuhan."

📌 4. Imam Fakhruddin ar-Razi

"Ketika mereka menyekutukan Allah dalam ibadah, maka batallah pengakuan mereka tentang rububiyyah."

Kesimpulan Asy’ariyyah:

➡ Mengatakan Abu Jahal / Abu Lahab “bertauhid” adalah kesesatan, karena tauhid itu satu kesatuan.


🟥 V. Bantahan 3 — Tauhid Uluhiyyah Versi Wahhabi Tidak Ada Dasarnya

Wahhabi mendefinisikan:
Tauhid uluhiyyah = meng-Esa-kan Allah dalam ibadah.

Masalahnya:

1. Kata “uluhiyyah” tidak digunakan ulama salaf untuk istilah khusus ibadah.

Tidak ada Imam Mazhab yang menggunakan pembagian ini.

2. Al-Qur’an tidak membagi tauhid.

Setiap ayat tauhid, selalu menyatukan:

  • Rububiyyah
  • Uluhiyyah
  • Sifat

3. Uluhiyyah = ‘ubudiyyah itu definisi baru.

Tidak dikenal sebelum Ibnu Taimiyyah.


🟥 VI. Bantahan 4 — Tauhid Asma wa Shifat Versi Wahhabi Berlawanan Dengan Aqidah Salaf

Wahhabi memasukkan:

  • tangan Allah
  • wajah Allah
  • turun
  • duduk
  • istiwa’ sebagai “sifat hakiki”

Sementara Asy'ari–Maturidi:

1. menetapkan sifat, tetapi menolak tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk)

2. mentakwil bila ada potensi tasybih

3. atau mentafwidh makna (serahkan pada Allah)

Ini sesuai dengan Imam Malik, Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar.

Wahhabi menolak takwil → sehingga memunculkan tajsim (menyerupakan Allah dengan makhluk).


🟥 VII. Bantahan 5 — Pembagian Tauhid Tiga = Bid‘ah dalam Aqidah

Para ulama Asy’ari menegaskan:

Imam al-Buthi (al-Tawassul wa al-Wasilah):

"Pembagian tauhid menjadi tiga adalah bid‘ah yang menyalahi manhaj salaf."

Imam Ali Jum‘ah (Mufti Mesir):

"Tauhid tiga hanyalah konstruksi baru yang tidak dikenal para imam."

Syaikh al-Saqqaf:

"Ini rekayasa teologis yang tidak memiliki dalil syar‘i."

Syaikh Muhammad Alawi al-Maliki:

"Tauhid itu satu. Pemisahan menjadi tiga adalah distorsi dan melahirkan kekacauan aqidah."


🟩 KESIMPULAN ILMIAH ASY’ARIYYAH

1. Tauhid tiga adalah ajaran baru (bid‘ah) dalam aqidah.

Tidak dikenal imam mazhab & salaf.

2. Pemisahan rububiyyah–uluhiyyah adalah cacat metodologis.

Karena tauhid tidak bisa dipisah.

3. Doktrin “Kaum Quraisy bertauhid rububiyyah” adalah kesesatan.

Karena syirik membatalkan tauhid secara total.

4. Tauhid Asma wa Shifat Wahhabi mendekati tajsim.

5. Tauhid yang benar menurut Asy‘ariyyah:

Meng-Esakan Allah dalam Dzat, Sifat, dan Perbuatan-Nya, serta menafikan sekutu dari segala sisi.
Tanpa pembagian rububiyyah, uluhiyyah, sifat.



0 komentar:

Posting Komentar