Berikut ringkasan lengkap bantahan Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (w. 333 H) terhadap konsep pembagian tauhid menjadi rubūbiyyah–ulūhiyyah sebagaimana muncul dalam ajaran Wahhabi/Salafi modern.
Semua berdasarkan Kitāb al-Tawḥīd, Ta’wīlāt Ahl al-Sunnah, dan syarah-syarah ulama Maturidiyyah.
📌 BANTAHAN IMAM MATURIDI TERHADAP PEMISAHAN RUBŪBIYYAH–ULŪHIYYAH
1. Maturidi menegaskan bahwa tauhid hanya satu: mengesakan Allah sebagai Rabb dan Ilah sekaligus
Imam al-Maturidi tidak pernah memisahkan rububiyyah dan uluhiyyah. Baginya, dua istilah tersebut merupakan satu kesatuan tauhid.
🔹 Teks Arab
قال الإمام الماتريدي:
«التوحيدُ هو إثباتُ الوحدانية لله تعالى في ربوبيته وإلهيته بلا تفريقٍ بينهما»
(Ta’wīlāt, 1/52)
➡️ Artinya: Tauhid adalah menetapkan keesaan Allah dalam rububiyyah dan uluhiyyah tanpa memisahkan keduanya.
✔ Konsekuensi:
Pembagian menjadi dua (atau tiga) dianggap tafsīl muhdath (penjelasan baru yang tidak dikenal ulama salaf).
2. Maturidi menegaskan bahwa syirik kaum musyrikin adalah syirik rububiyyah dan uluhiyyah sekaligus
Aqidah Wahhabi menyatakan:
“Kaum Quraisy mentauhidkan rububiyyah tetapi syirik dalam uluhiyyah.”
📌 Maturidi membantah keras pandangan ini.
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«المشركون جَعَلوا لآلهتهم تدبيرًا وتأثيرًا، فكان شركُهم في الربوبية قبل الإلهية»
(Kitāb al-Tawḥīd, hlm. 145)
➡️ Musyrikin memberikan kekuasaan dan pengaruh kepada berhala, sehingga syirik mereka dalam rububiyyah lebih dahulu daripada uluhiyyah.
✔ Kesimpulan:
Quraisy tidak bertauhid rububiyyah sebagaimana klaim Wahhabi.
Maka pembagian rububiyyah–uluhiyyah runtuh sejak premis awal.
3. Menurut Maturidi, mengakui Allah sebagai satu-satunya Khāliq otomatis mengharuskan ibadah hanya kepada-Nya
Aqidah Wahhabi:
“Mengakui Allah sebagai Pencipta tidak cukup untuk menjadi muslim.”
Maturidi:
“La ilaha illallah mencakup rububiyyah dan uluhiyyah sekaligus.”
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«الربُّ هو الإله، ولا يُتصوَّر توحيدُ الربوبية دون توحيد الإلهية»
(Ta’wīlāt, 1/301)
➡️ “Rabb itu adalah Ilah, dan tidak mungkin memisahkan tauhid rububiyyah dari tauhid uluhiyyah.”
4. Maturidi menolak pemahaman bahwa seseorang dapat menjadi “muwahhid rububiyyah tetapi musyrik ibadah”
Ini inti akidah Wahhabi.
Maturidi menganggap istilah ini kontradiktif.
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«من أقرَّ بربوبية الله حقًّا فقد أقرَّ بألوهيته، إذ لا يمكن أن يكون الربُّ غير الإله»
(Kitāb al-Tawḥīd, hlm. 112)
➡️ Siapa yang mengakui Rububiyyah Allah secara benar, niscaya ia mengakui Uluhiyyah-Nya. Tidak mungkin Rabb itu bukan Ilah.
✔ Konsekuensi:
Konsep Wahhabi tidak mungkin berlaku menurut logika teologi Sunni.
5. Maturidi menjelaskan bahwa syirik terjadi karena keyakinan bahwa selain Allah memiliki “pengaruh” (ta’thīr)
Wahhabi mendefinisikan syirik uluhiyyah sebagai memohon kepada selain Allah.
Maturidi far more precise:
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«الشرك اعتقادُ تأثيرِ غير الله استقلالًا أو مشاركةً»
(Kitāb al-Tawḥīd, hlm. 156)
➡️ “Syirik adalah keyakinan bahwa selain Allah memiliki pengaruh secara mandiri atau bersekutu.”
✔ Berdoa melalui perantaraan Nabi/Wali tidak termasuk syirik menurut definisi Maturidi.
**6. Maturidi: Musyrikin menjadikan berhala sebagai pemberi manfaat, penolak mudarat, penolong, dan pemberi syafaat independen
Bukan sekadar “perantara”.
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«ظنّوا في أصنامهم الضر والنفع والشفاعة، وهذا شركٌ في الربوبية»
(Ta’wīlāt, 3/18)
➡️ Mereka meyakini patung memberi manfaat/mudarat/ syafaat, itulah syirik rububiyyah.
✔ Jadi bukan seperti tabarruk, tawassul, ziyarah, dsb. (yang Wahhabi salah definisi sebagai “syirik uluhiyyah”).
7. Maturidi menyebut pembagian tauhid menjadi beberapa kategori sebagai “bid‘ah dalam istilah”
Ini sangat eksplisit.
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«التقسيم في التوحيد محدثٌ، وقد يكثُر بغير حاجة»
(Ta’wīlāt, 1/60)
➡️ “Pembagian dalam tauhid adalah hal baru (muhdats), dan sering berlebihan tanpa kebutuhan.”
✔ Tegas bahwa rububiyyah–uluhiyyah adalah istilah bid‘ah yang tidak dikenal oleh para imam kalam.
8. Maturidi menegaskan bahwa penyembahan berhala pada zaman Quraisy termasuk syirik rububiyyah
Wahhabi menganggap syirik Quraisy hanya dalam uluhiyyah.
Maturidi membantah:
🔹 Teks Arab
«كانوا يعتقدون في آلهتهم التصرف، فهذا شركٌ في الربوبية»
(Kitāb al-Tawḥīd, hlm. 149)
➡️ “Mereka percaya berhala memiliki pengaturan (tasharruf), maka itulah syirik rububiyyah.”
✔ Wahhabi salah membaca sumber sejarah.
9. Maturidi menyatakan bahwa “ilāh” berarti “yang disembah karena memiliki sifat rububiyyah”
Ini mematikan pembagian Wahhabi secara mendasar.
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«الإله من له الربوبية، فالإلهية تتضمن الربوبية»
(Ta’wīlāt, 2/102)
➡️ “Ilah adalah yang memiliki sifat rububiyyah, maka uluhiyyah mencakup rububiyyah.”
✔ Maturidi menyatukan; Wahhabi memisahkan.
10. Maturidi: orang yang percaya hanya Allah pencipta tetapi menyembah selain-Nya akan jatuh pada syirik jenis rububiyyah juga
Karena penyembahan itu pasti mengandaikan “daya pengaruh.”
🔹 Teks Arab
قال الماتريدي:
«السجود لغير الله يتضمن اعتقادَ تأثيرٍ فيه»
(Kitāb al-Tawḥīd, hlm. 159)
➡️ “Sujud kepada selain Allah pasti mengandung keyakinan adanya pengaruh padanya.”
✔ Bukan sekadar ritual.
📌 KESIMPULAN SINGKAT
| Konsep | Maturidi | Wahhabi |
|---|---|---|
| Pembagian tauhid | Bid‘ah | Wajib |
| Syirik Quraisy | Rububiyyah & Uluhiyyah | Hanya uluhiyyah |
| Definisi Ilah | Yang memiliki Rububiyyah | Yang disembah |
| Rububiyyah ≠ Uluhiyyah | Tidak boleh dipisah | Dipisah tegas |
| Tawassul/tabarruk | Bukan syirik | Syirik uluhiyyah |
| Sumber akidah | Quran, akal, kalam Sunni | Pembacaan literal sebagian ayat |
*






0 komentar:
Posting Komentar