Berikut ringkasan paling padat, jelas, dan terstruktur mengenai pandangan Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (w. 333 H) dan mazhab Maturidiyyah—terutama terkait tauhid, sifat-sifat Allah, takwil, anti-tajsîm, iman, qadar, dan posisi mereka terhadap pemikiran Wahhabi.
🟦 RINGKASAN PANDANGAN AL-MATURIDI (AHLUSSUNNAH)
Dari kitab-kitab utama: Kitāb al-Tawḥīd, Ta’wīlāt Ahl al-Sunnah, Sharḥ al-Fiqh al-Akbar, dan karya ulama Maturidi setelahnya.
🌟 1. TENTANG TAUHID
A. Tauhid = mengesakan Allah dalam Dzat, sifat & perbuatan-Nya
Menurut Maturidi:
Tauhid tidak dibagi menjadi Rubūbiyyah–Ulūhiyyah–Asmāʾ wa Ṣifāt.
Pembagian ini tidak ada dalam Al-Qur’an maupun dalam bahasa para ulama salaf.
Tauhid versi Maturidi hanya satu:
Tauhid Tigrad = mengenal Allah dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna tanpa tasybih dan tanpa ta‘ṭīl.
B. Manusia harus mengetahui Tuhan melalui akal dan wahyu
- Akal dapat mengetahui bahwa Allah Esa, tidak serupa makhluk.
- Wahyu memperinci hal yang tidak mampu dijangkau akal.
🌟 2. SIFAT-SIFAT ALLAH (ANTI-TAJSÎM)
Mazhab Maturidi identik dengan sikap tanzīh total.
A. Allah tidak bertempat
“Lā yaḥtāju ilā makān wa lā yaḥullu fī makān.”
“Allah tidak membutuhkan tempat dan tidak berada dalam tempat.”
B. Ayat mutasyabihat ditakwil bila ada potensi tasybih
Contoh:
| Ayat | Takwil Maturidi |
|---|---|
| Yadullah | kekuasaan, nikmat, pertolongan |
| Istawā ‘ala al-‘Arsy | mendominasi, menguasai, meninggikan derajat |
| Wajh Allah | Zat Allah, tujuan, keikhlasan |
| ‘Ayn (mata) | penjagaan & pengetahuan |
C. Menolak sifat-sifat fisik
Maturidi menyebut:
Menganggap Allah punya arah, tempat, duduk, turun, ukuran, cahaya fisik = kufur.
Karena menyamakan Allah dengan makhluk.
🌟 3. TENTANG IMAN
Iman = tashdīq (pembenaran dalam hati) + iqrar (pengakuan lisan).
Amal tidak termasuk hakikat iman, tetapi:
- meninggalkan amal sampai menolak kewajiban → kufur
- meninggalkan tanpa mengingkari → fasik
Ini selaras dengan mayoritas Ahlussunnah.
🌟 4. TENTANG QADAR
Mazhab Maturidi berada di tengah-tengah Jabariyyah dan Qadariyyah.
- Allah menciptakan perbuatan makhluk
- Makhluk kasb = memilih & berkehendak dalam batas yang Allah ciptakan
- Kehendak manusia nyata, tetapi tidak independen
🌟 5. TENTANG NABI
- Wajib maksum dari dosa besar
- Dosa kecil mungkin terjadi tetapi tidak terus-menerus, dan tidak menjatuhkan martabat kenabian
- Mukjizat adalah bukti kerasulan
🌟 6. TENTANG TAKFIR
Maturidi sangat ketat dalam masalah takfir:
Tidak boleh mengkafirkan muslim yang tidak mengerti dalil kecuali setelah ditegakkan hujjah.
Mazhab Maturidi sering memvonis ajaran takfir Wahhabi sebagai perilaku Khawarij.
🌟 7. TENTANG TAQLID & MAZHAB
- Bertaklid bagi awam wajib
- Mengikuti mujtahid diperlukan agar ibadah sah
- Ahlussunnah = Asy‘ariyyah + Maturidiyyah + Hanabilah klasik
🌟 8. SIKAP MATURIDI TERHADAP ANTROPOMORFISME (TAJSÎM)
Maturidi adalah ulama anti-tajsîm paling keras dalam sejarah Islam.
Ia menulis:
“Man syabbaha Allāh bi khalqihi faqad kafara.”
Barang siapa menyerupakan Allah dengan makhluk, ia kafir.
Isi Kitāb al-Tawḥīd penuh bantahan terhadap:
- Karramiyyah
- Mushabbihah
- Hasyawiyyah
- Hanabilah ekstrem antropomorfis
🌟 9. PERBANDINGAN PANDANGAN MATURIDI VS WAHHABI TENTANG TAUHID
| Masalah | Maturidi | Wahhabi |
|---|---|---|
| Definisi tauhid | Satu (tanzih) | 3 kategori buatan: rububiyyah–uluhiyyah–asma |
| Makna “ibadah” | luas (ketaatan hati & lahir) | menjadi “doa kepada selain Allah = syirik” |
| Ziarah kubur | Sunnah | syirik |
| Tawassul | Sunnah | syirik |
| Tabarruk | Sunnah | syirik |
| Makna istiwa | menguasai | duduk/bersemayam literal |
| Tempat bagi Allah | mustahil | Allah di atas langit/‘Arsy secara fisik |
🌟 10. RINGKASAN SUPER-PADAT
Imam Maturidi mengatakan:
- Tauhid tidak dibagi tiga
- Allah tidak bertempat, tidak berarah
- Ayat mutasyabihat wajib ditakwil demi tanzih
- Wahhabi/antropomorfisme = menyimpang dari Ahlussunnah
- Takfir tidak boleh kecuali jelas
- Iman = tashdiq + iqrar, amal bukan bagian iman
- Mazhab empat adalah otoritas keagamaan sah






0 komentar:
Posting Komentar