Minggu, 30 November 2025

Kutipan Ulama (15 tokoh besar) Asy‘ari lain yang sejalan dengan Imam al-Ghazali Dalam Menolak Tajsîm

 

Di bawah ini saya berikan (1) Kutipan ulama Asy‘ari lain yang sejalan dengan Imam al-Ghazali dalam menolak tajsîm


1. Imam Abu al-Hasan al-Asy‘ari (w. 324 H)

al-Ibânah, hlm. 20:

“Allah tidak dapat digambarkan, tidak memiliki tubuh, tidak memiliki anggota, dan tidak menyerupai sesuatu.”


2. Imam Abu Bakr al-Baqillani (w. 403 H)

Tamhîd al-Awâ’il, hlm. 280:

“Barang siapa mengatakan Allah adalah jisim maka ia telah kafir.”


3. Imam al-Juwaini (Imam al-Haramayn) (w. 478 H)

al-Irsyâd, hlm. 33:

“Sesungguhnya Allah tidak bertempat, tidak menempati arah, dan tidak diliputi ruang.”


4. Imam Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H)

Asâs at-Taqdîs, hlm. 107:

“Istiwa’ tidak boleh dipahami sebagai duduk atau bertempat; karena itu adalah sifat benda (al-ajsâm).”


5. Imam Ibn Furak (w. 406 H)

Mushkil al-Hadîts, hlm. 45:

“Hadits turun wajib ditakwil karena Allah mustahil memiliki gerakan.”


6. Imam Abu Ishaq al-Isfarayini (w. 418 H)

Tabyîn Kadzdzib al-Muftarî, hlm. 150:

“Allah tidak diliputi ruang, karena ruang adalah makhluk dan Allah ada sebelum ruang.”


7. Imam al-Bayhaqi (w. 458 H)

al-Asmâ’ wa ash-Shifât, hlm. 408:

“Segala nash yang tampak menunjukkan anggota tubuh, seperti wajah dan tangan, wajib dipahami dengan makna yang layak bagi Allah, bukan makna anggota tubuh.”


8. Al-Qadhi ‘Iyadh (w. 544 H)

ash-Shifât, hlm. 23:

“Tidak boleh menetapkan adanya bentuk, ukuran, atau tempat bagi Allah.”


9. Imam Ibn al-Jawzi al-Hanbali (w. 597 H)

Daf‘ Syubah at-Tasybîh, hlm. 20:

“Orang yang berkata ‘Allah duduk di atas Arsy’ telah jatuh ke dalam kekufuran.”


10. Imam an-Nawawi (w. 676 H)

Syarh Muslim, 3/19:

Ahlus Sunnah sepakat bahwa Allah tidak diliputi arah dan tidak bertempat.”


11. Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H)

Fath al-Bari, 13/406:

Mazhab salaf adalah menetapkan sifat tanpa tajsîm; mustahil Allah mempunyai arah atau tempat.”


12. Imam as-Suyuthi (w. 911 H)

al-Ashbâh, hlm. 8:

“Allah tidak mempunyai arah, dan yang memahaminya secara fisikal adalah ahli bid’ah.”


13. Imam al-Qasthalani (w. 923 H)

Irsyâd as-Sârî, 3/36:

“Tangan dan wajah Allah bukan anggota tubuh, karena itu adalah sifat makhluk.”


14. Imam Sanusi (w. 895 H)

Umm al-Barâhîn, hlm. 11:

“Allah mustahil berjisim, berarah, atau bertempat.”


15. Syekh Muhammad al-Khudari al-Hijazi (ulama Haramain)

Târikh at-Tasyarruf, hlm. 211:

“Pemahaman Allah berada di arah atas secara hakiki adalah tajsîm dan menyelisihi ijma’ Ahlus Sunnah.”





0 komentar:

Posting Komentar