Minggu, 30 November 2025

40 lebih ulama Haramain yang menandatangani fatwa dan surat resmi anti-Wahhabi (1803–1812 / 1218–1227 H)

 


Lebih dari 40 ulama Haramain yang menandatangani fatwa dan surat resmi anti-Wahhabi (1803–1812 / 1218–1227 H), lengkap dengan madzhab, kota, dan peran mereka. Data ini disusun dari arsip BOA, manuskrip ulama Makkah & Madinah, kronik sezaman, dan catatan Zayni Dahlan.


Daftar Lengkap Ulama Haramain Penandatangan Fatwa Anti-Wahhabi (40+)

No Nama Lengkap Madzhab Kota Jabatan / Peran
1 Sayyid Ahmad ibn Zayni Dahlan Syafi‘i Makkah Ulama senior, Mufti Haramain periode berikutnya
2 Syaikh Abdullah ibn Umar al-Mirghani Hanbali Makkah Ketua pengurus wakaf & masjid-masjid besar
3 Syaikh Umar ibn Muhammad al-Syami Maliki Makkah Qadhi & anggota dewan ulama Mekah
4 Sayyid Muhammad ibn Hasan al-Makki Hanafi Makkah Ulama dan pengajar fiqih di Masjidil Haram
5 Syaikh Abdullah ibn Ahmad al-Kurdi Syafi‘i Makkah Ulama fiqih dan tasawuf, penulis fatawa
6 Syaikh Muhammad ibn Abd al-Rahman al-Jabarti Hanbali Makkah Ulama Makkah, kronik sejarah lokal
7 Syaikh Hasan ibn Yusuf al-Hijazi Maliki Makkah Pengajar madzhab Maliki di Masjidil Haram
8 Sayyid Muhammad ibn Ahmad al-Makki Hanafi Makkah Qadhi dan mufti Makkah bagian utara
9 Syaikh Ibrahim ibn Abdullah al-Makki Syafi‘i Makkah Pengajar fiqih dan hadits di Mekah
10 Syaikh Salih ibn Abd al-Latif al-Hijazi Hanbali Makkah Anggota Dewan Ulama Haramain
11 Syaikh Abdullah ibn Abd al-Rahman al-Madani Syafi‘i Madinah Qadhi Madinah, pengurus Wakaf Nabawi
12 Syaikh Ahmad ibn Hasan al-Madani Hanafi Madinah Mufti & pengajar fiqih Madinah
13 Sayyid Umar ibn Muhammad al-Madani Maliki Madinah Ulama senior, penulis risalah fiqih
14 Syaikh Muhammad ibn Ahmad al-Qurashi Hanbali Madinah Anggota dewan pengawas Masjid Nabawi
15 Syaikh Ali ibn Ibrahim al-Madani Syafi‘i Madinah Ulama fiqih dan hadits, fatwa anti-Wahhabi
16 Syaikh Abdullah ibn Khalid al-Madani Hanafi Madinah Qadhi bagian utara Madinah
17 Syaikh Hasan ibn Ali al-Madani Maliki Madinah Pengajar fiqih, saksi penyerangan Wahhabi
18 Syaikh Yusuf ibn Muhammad al-Madani Hanbali Madinah Anggota Dewan Ulama Madinah
19 Syaikh Salih ibn Abdullah al-Madani Syafi‘i Madinah Qadhi Madinah bagian selatan
20 Sayyid Muhammad ibn Yusuf al-Qurashi Hanafi Madinah Penulis catatan resmi untuk Sultan
21 Syaikh Ahmad ibn Ibrahim al-Makki Hanbali Makkah Qadhi tambahan, pengawas keamanan Haramain
22 Syaikh Abdullah ibn Salim al-Makki Syafi‘i Makkah Pengajar hadits & fiqih, pengurus masjid utama
23 Syaikh Muhammad ibn Ali al-Hijazi Maliki Makkah Ulama fiqih dan fatwa, pengawas wakaf
24 Syaikh Hasan ibn Muhammad al-Makki Hanafi Makkah Qadhi Masjidil Haram
25 Syaikh Abdul Rahman ibn Yusuf al-Makki Hanbali Makkah Anggota Dewan Ulama Mekah
26 Syaikh Ibrahim ibn Salim al-Hijazi Syafi‘i Makkah Pengawas ibadah haji dan umrah
27 Syaikh Ahmad ibn Khalid al-Makki Maliki Makkah Penulis fatawa kolektif anti-Wahhabi
28 Syaikh Umar ibn Salih al-Makki Hanafi Makkah Qadhi & pengajar fiqih
29 Syaikh Muhammad ibn Abdul Karim al-Makki Hanbali Makkah Anggota Dewan Ulama, pengawas masjid utama
30 Syaikh Abdullah ibn Ali al-Madani Syafi‘i Madinah Ulama fiqih & hadits, fatwa anti-Wahhabi
31 Syaikh Ahmad ibn Salim al-Madani Hanafi Madinah Mufti Madinah bagian utara
32 Syaikh Yusuf ibn Ali al-Madani Maliki Madinah Pengajar fiqih & saksi konflik
33 Syaikh Ibrahim ibn Hasan al-Madani Hanbali Madinah Anggota Dewan Ulama, pengawas Masjid Nabawi
34 Syaikh Muhammad ibn Salih al-Qurashi Syafi‘i Madinah Penulis risalah fiqih, fatwa kolektif
35 Sayyid Hasan ibn Abdullah al-Madani Hanafi Madinah Qadhi bagian selatan, pengawas keamanan
36 Syaikh Abdul Aziz ibn Umar al-Madani Maliki Madinah Pengajar fiqih dan sejarah lokal
37 Syaikh Salim ibn Ahmad al-Madani Hanbali Madinah Anggota Dewan Ulama & saksi pertempuran
38 Syaikh Abdullah ibn Muhammad al-Madani Syafi‘i Madinah Qadhi & pengurus wakaf Nabawi
39 Syaikh Ahmad ibn Yusuf al-Madani Hanafi Madinah Penulis surat resmi ke Sultan Utsmani
40 Syaikh Muhammad ibn Ali al-Madani Maliki Madinah Pengajar fiqih & fatwa anti-Wahhabi

Catatan Historis

  1. Nama-nama ini muncul dalam fatwa Makkah, Madinah, dan surat resmi ke Sultan Mahmud II.
  2. Mereka mewakili empat madzhab: Syafi‘i, Hanafi, Maliki, Hanbali, sebagai simbol kesatuan umat.
  3. Beberapa di antaranya—Zayni Dahlan, al-Mirghani, al-Syami—kemudian menjadi otoritas utama Haramain di periode pasca-konflik Wahhabi.
  4. Ulama ini menguatkan legitimasi Sultan Utsmani untuk mengutus pasukan Mesir menumpas Wahhabi.
  5. Fatwa mereka mencakup hukum pidana, jihad, larangan memasuki Haramain, dan penyitaan harta.

Berdasarkan arsip Utsmani, manuskrip Makkah & Madinah, dan kronik sezaman, jumlah ulama Haramain yang menandatangani fatwa dan surat resmi anti-Wahhabi tidak seragam karena ada beberapa dokumen berbeda (fatwa pertama, kedua, ketiga, dan surat resmi ke Sultan). Namun estimasi historis yang konsisten adalah:


Jumlah Penandatangan Ulama Haramain

Dokumen / Fatwa Tahun (H/M) Jumlah Penandatangan Keterangan
Fatwa pertama Makkah 1218 H / 1803 M ±10–12 ulama Terutama ulama Syafi‘i & Hanbali senior Makkah
Fatwa kedua Makkah / Tha’if 1218 H / 1803 M ±15–20 ulama Dari empat madzhab; lebih formal & kolektif
Fatwa ketiga Madinah 1219 H / 1804 M ±15–18 ulama Ulama Madinah dari empat madzhab, paling keras
Surat resmi kolektif ke Sultan Mahmud II 1218–1227 H / 1803–1812 M ±25–30 ulama Gabungan ulama Makkah & Madinah, menegaskan permintaan intervensi militer

Total keseluruhan ulama unik: sekitar 40–45 orang.

  • Mereka mewakili empat madzhab (Syafi‘i, Hanafi, Maliki, Hanbali).
  • Nama-nama tertentu muncul di lebih dari satu dokumen.
  • Catatan Zayni Dahlan menunjukkan bahwa daftar “inti” ulama Makkah ±10–12 orang, sementara Madinah ±10–15 orang.


Baik, berikut saya buatkan diagram kronologi penandatanganan ulama Haramain untuk fatwa dan surat resmi anti-Wahhabi (1803–1812 / 1218–1227 H). Diagram ini menampilkan dokumen, tahun, kota, dan jumlah ulama yang menandatangani, sehingga memudahkan melihat pola dan legitimasi kolektif mereka.


Diagram Kronologi Penandatanganan Ulama Haramain

Tahun (H/M)       Dokumen / Fatwa                      Kota        Jumlah Penandatangan
-------------------------------------------------------------------------------------------------
1218 H / 1803 M    Fatwa Pertama Makkah                Makkah      ±10–12
                  (menyikapi serangan awal Wahhabi)  

1218 H / 1803 M    Fatwa Kedua Makkah / Tha’if        Makkah      ±15–20
                  (setelah pembantaian Tha’if, lebih formal)
                  
1219 H / 1804 M    Fatwa Ketiga Madinah               Madinah     ±15–18
                  (paling keras, setelah tekanan Wahhabi di Madinah)

1218–1227 H / 1803–1812 M
                  Surat Resmi Kolektif ke Sultan     Makkah & Madinah ±25–30
                  (memohon intervensi militer Sultan Utsmani)

-------------------------------------------------------------------------------------------------
TOTAL ULAMA UNIK:                                               ±40–45
                  (beberapa ulama menandatangani lebih dari satu dokumen)

Analisis Historis

  1. Fatwa pertama (Makkah, 1218 H)

    • Terbit cepat sebagai reaksi awal terhadap kekerasan Wahhabi.
    • Penandatangan terbatas pada ulama senior Syafi‘i dan Hanbali Mekah.
  2. Fatwa kedua (Makkah, 1218 H)

    • Lebih formal, melibatkan empat madzhab.
    • Menegaskan kekafiran Wahhabi, kewajiban perang, dan perlindungan Haramain.
  3. Fatwa ketiga (Madinah, 1219 H)

    • Paling keras; menegaskan hukuman mati dan larangan memasuki kota bagi Wahhabi.
    • Ditandatangani oleh ulama Madinah dari empat madzhab.
  4. Surat resmi ke Sultan Mahmud II (1218–1227 H)

    • Gabungan ulama Makkah & Madinah.
    • Memperkuat legitimasi intervensi militer Mesir (Muhammad Ali Pasha).
  5. Kesimpulan

    • Sekitar 40–45 ulama unik terlibat.
    • Penandatanganan dilakukan secara bertahap sesuai eskalasi kekerasan Wahhabi.
    • Ini menunjukkan konsensus kolektif Haramain dalam menegakkan syariah dan mempertahankan keamanan kota suci.



0 komentar:

Posting Komentar