Sabtu, 15 November 2025

MENENTANG AQIDAH SESAT

 

*SIKAP SALAF SHOLIH*
Al Maturidiyyah dan Asy-Syaa'iroh sepakat dalam membahas *Ayat Ayat Mutasyaabihaat* bersikap Mengimaninya, Tak mencari maknanya (arti atau terjamahannya) dan Kaiyyahnya (Perkara yang sebenarnya yang hanya Allah saja yang mengetahui) dan Sebagiannya ada yang *MEN'TA'WIL* dengan sikap *TANZIH* (tetap bersikap mensucikan Allah dalam menshifati-NYA). Pastinya adalah MENGIMANINYA saja ayat itu secara apa adanya dan *MENOLAK TA'THIL* (menolak shifat) dan tapi juga tidak mengalih_bahasakannya alias menterjamahkan atau memberikan makna dengan bahasa lain). Dan *MENOLAK TAJSIM* (menshifati Allah dengan bertubuh atau fisik

atau fisik dan  beranggota fisik atau bersusun seperti berwajah, bertangan, berkaki, berbetis, dll walaupun tidak mengatakan bagaimana bentuknya) dan juga *MENOLAK TASYBIH* (menshifati Allah seperti perilaku makhluk dan atau mengkaitkannya dengan arah, tempat dan waktu).

*CONTOH TASYBIH*


*"Jika ada yang mengatakan, saya tidak tahu apakah Allah ada di Langit atau di atas Arasy".* Maka perkataan ini adalah sesat. Dikatakan sesat karena ia telah menetapkan arah dan tempat bagi Allah. Dan itu tidak layak bagi Allah. Bukan sesat sebab ketidaktahuannya

Sama halnya seseorang yang mengatakan, *"Saya tidak mengerti apakah batu ini jantan ataukah betina."* Perkataan itu sesat karena kita mengetahui bahwa batu itu tidaklah memiliki jenis kelamin. Sesat sebab telah mengatakan batu berjenis kelamin, bukan sesat karena ketidaktahuannya.

Dan sama halnya dengan orang yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Allah istiwa' diterjamahkan dengan duduk atau bersemayam dan meyakini bahwa Dzat Allah ada di atas 'Arsy. Walaupun mereka menambah keterangan bahwa mereka tak mengetahui & tak menetapkan bagaimana bersemayamnya, tetap saja perkataan itu telah didahului oleh penetapan bahwa Allah membutuhkan tempat. Perkataan seperti itu perkara yang sesat, sebab Allah Maha Suci dari membutuhkan atau terhubung dengan tempat ('Arsy).

Sama halnya dengan mengatakan bahwa Allah Meniupkan Ruh-KU (Nafakhtu min Ruuhii). Sebab memperkatakan bawa Allah meniup sebagaimana manusia meniup itu TASYBIH.  Dan itu tak layak bagi Allah.

Sama halnya kesesatan orang yang menetapkan bahwa Allah dengan Arah (kanan, kiri, atas dan bawah), Tempat ('arsy, assamaa', dibumi, digunung, dimana-mana, ditubuh manusia dan sebagainya tempat) dan Waktu atau Zaman. Sebab semuanya sebutan itu hanya berlaku bagi makhluk dan tak berlaku bagi Allah atau tak layak bagi-NYA.... Subachaanallaah!

*CONTOH TAJSIM* Adapun orang-orang yang mengatakan dan meyakini bahwa Allah beranggota tubuh. Walaupun mereka tidak mengatakan bagaimana anggota tubuhnya atau membedakan dengan anggota tubuh makhluk. Mereka mengatakan bahwa Allah punya wajah punya tubuh punya tangan dan jari jemari (:punya satu, punya dua tangan, punya banyak tangan, punya tangan tapi kanan dua-dunya dan punya jari jemari) ada perkataan yang dimaksudkan dengan tajsim dan orang-orang yang meyakini demikian adalah sebagai *kelompok mujassimah.* Subachaanallaah! Mereka pasti akan kacau jika ditanya, *anggota tubuh yang mana yang mereka imani ?* Apalagi ayat *Kullu Syay-in Haalikun illaa wajhah: "TINGGAL WAJAH ALLAH SAJA‼️"*

*

0 komentar:

Posting Komentar