Sabtu, 15 November 2025

PEMECAH BELAHAAN UMMAT ISLAM

 Aliran Wahhabi ala ibn Taimiyyah ataupun Salafi Ala Ibn Abdil Wahhab adalah Pola Agama yang konon dalam Rancangan Inggris (Britain) dalam rangkaian *"Bukan Pemurnian Tauhid"* akan tetapi *PEMECAH BELAHAAN UMMAT ISLAM* yang saat akhir zaman akan memenangkan seluruh agama yang daa dan menguasai dunia dalam peradaban Islam yang universal Rahmatan Lil 'Aalamiin. Salafi atau Wahhabi tak menyadari hal itu dan Aswaja tak dapat menutup mata dari penyelewengan yang dilakukan oleh Inggris (Britain) itu ‼️ sebab Inggris tidak pernah punya kemampuan untuk melakukan secara langsung perlawanan terhadap Ummat Islam. Maka dibuatlah agama Islam ala Wahhabi Salafi‼️


Tokoh yang sering disebut
Salah satu tokoh yang paling sering dikaitkan dengan penyusupan ke komunitas Muslim Aceh adalah *Christiaan Snouck Hurgronje.* Dia mengganti namanya: _Abdurrahman._  Dia mendalami Islam di Arab Saudi dengan berpura-pura menjadi Muslim.  Dan adapula muridnya: yaitu *Van Der Plas* dari Belanda. Ia adalah seorang dari orientalis dan penasihat kolonial Belanda. Yang mengaku sebagai muslim juga. Bahkan pernah bertemu dengan Mbah KH Abdul Chalim Shiddiq Jember. Kaum kafir, mereka itu tak henti-hentinya menghendaki Islam kacau di pelbagai segi dan ummat Islam dipecah belah dengan tujuan jahat‼️


Dan saat ini yang menjadi target mereka adalah _generasi mudanya._ Agar pada kurun berikut kaan sangat mudah melancarkan misi dan tujuan mereka. Begitu sangat jelasnya *program program mereka* terhadap agama Islam dan Muslimin. Menciptakan banyak permusuhan yang disebabkan propaganda-propaganda kaum kafir itu. Dimana mereka *hendak menyamarkan urusan agama* yang telah _SANGAT JELAS LURUSNYA_ selama berabad-abad (12 abad) di bawah kepemimpinan ASWAJA. Tapi abad ke 12 hingga 15 H terakhir ini atau tahun 1703 - 2025, fitnah kaum kafir mulai muncul kembali. Mereka menghidupkan *bibit-bibit permusuhan dalam ummat Islam sedunia (Abad ke 3 H  berlanjut ke Abad 12 H hingga 2025 (15 H) melalui penyelewengan agama ALA KAFIRIN.* Khasnya adalah _TRI (Nitas = Logi)‼️_


https://youtu.be/QhuJQG_bSOQ?si=Y2azz5fk8jkeEcu9
*Inilah Orang 'Alim sebenar-benar 'Alim dan Mulia di Muliakan Allah.* Keikhlasannya dalam menjalani agamanya. Jangan menolak & menutupi kebenaran sebab itu kesombongan dan kufur.  Dan *perhatikanlah Nasehatnya yang tulus itu* semoga ia datang sebagai *sebab kemuliaan Hati kita semuanya* Bi Idznillaahi Ta'aalaa ...Aamiiin.
Maka carilah corak hidup Islam yang terbaik seperti beliau ini yakni Jalan Agama Yang Mendamaikan hati, Menyelamatkan hati dan saat nanti Kembali Menghadap kepada Allah,  dalam keadaan Beruntung Menang dan Bahagia‼️


*PENGAJARAN MENYESATKAN* Versi beginian adalah pengajaran dari *Ajaran Ekslusif* dan sudah menjadi rahasia umum. Banyak kasus *terselubung dimana mereka mendoktrinasi para pengikutnya.* Doktrin yang menyesatkan berupa: _Pengkafiran, Pemusyrikan, dan Pembid'ahan terhadap Aswaja yang diikuti dengan Penyesatan Cara Berfikir Logis Agamis_ lalu diikuti dengan *pelarangan (pengharaman) mendengarkan pengajaran dari siapapun selain dari mereka.* Membatasi mereka dari hubungan sosial kecuali kalangan mereka sendiri. Bahkan *menanamkan kebencian dan menyatakan permusuhan* kepada siapapun yang berbeda dengan pengajaran kelompok mereka, walaupun orang itu _orang tua, saudara, teman mereka sendiri._

Tidak hanya sampai disitu saja, bahkan mereka itu juga melarang meng_Aamiinkan doa-doa yang bukan dari kalangan mereka, tidak boleh berjama'ah dengan orang yang bukan dari kalangan mereka, tidak boleh sholat didalam masjid yang bukan dari masjid mereka, tidak boleh mengikuti tata cara yang sudah menjadi tradisi masyarakat walaupun sebenarnya dalam syari'at tradisi itu dibenarkan, tidak boleh membenarkan pendapat-pendapat yang berasal dari luar kalangan mereka. Mereka mendoktrin dengan doktrin pembodohan (penyempitan daya nalar). Mereka membuat para pengikutnya seperti robot diberikan input (doktrin) dan membuat para pengikutnya seperti burung beo.


Pada akhirnya mereka akan mengucapkan apapun itu secara membeo tanpa memahami maksud dan makna sebenarnya. Mereka tanamkan melalui pendengaran secara berulang-ulang (hipnotis). Itu berhasil dengan bukti-bukti bahwa pengikutnya hanya mengingat kata-kata sepert *Bid'ah, Tak ada dalil, Musyrik, Kafir, Sesat dan Makian-makian terhadap kaum muslimin lainnya yang disertai kebencian.* Akibatnya kaum muslimin pecah hubungan dengan mereka akibat mereka mengucapkan perkataan-perkataan yang tak benar-benar difahami oleh si pengucapnya. Sungguh mengenaskan nasib kaum muslimin terutama generasi mudanya, dimana mereka ingin mempelajari agama Islam tetapi yang ditemukan ternyata pengajaran yang salah.

Akibat buruknya adalah *Menyesatkan Hati* ('Aqidah melenceng), *Membodohkan fikiran* (Tak bisa memahami fiqih dengan baik > sebab dijauhkan dari Ijtihad Para Ulama' Madzhab). Dan yang paling menjerumuskan  adalah *Memerosotkan Akhlaq* yang memicu sikap _Sombong Angkuh_ (takabbur), _Mengherani diri_ ('Ujub), _Dengki_ (Chasad), _Buruk sangka_ (Suu_uzh-Zhonn) dan _Marah_ (Ghodhob). Dari hal itu dapat memicu terbentuknya _permusuhan_ terhadap kaum muslimin lainnya, memicu _pertengkaran dan perdebatan_ yang tak sehat serta dapat _Memutuskan Ukhuwah Islamiyyah dan Tali Silaturrahmi._


KEKACAUAN YANG DITIMBULKAN OLEH WAHHABI SALAFI

Agama Islam ini dikacaukan oleh pemikiran para pemikir lepas tanpa aturan yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-NYA. Dan diikuti oleh orang lainnya yang tak memahami cara beragama yang benar. Agama dikacaukan oleh orang-orang yang bodoh dan berfikiran sebatas pemahaman sendiri. Maka itulah Nabi Muhammad ﷺ memberikan batasan aman bagi ummat Islam ini dengan Pola tertentu dalam konteks memahami Al Qur'an dan As-sunnah yaitu dengan menciri khaskan dengan kelompok Assawaad Al A'zhom (kelompok terbesar) yang berpendapat lurus dalam menegakkan agama Islam ini, dimana mereka tak saling mengkafirkan satu sama lainnya. Mereka juga rangkaian berkesinambungan antara guru dengan para muridnya (sanad).


Tak dapat dipungkiri bahwa manusia itu kapasitasnya bermacam-macam. Kemampuan berfikir juga berbeda. Maka itu pola berfikirnya pun berbeda-beda. Pada level atas pada tingkatan Mujtahid saja berbeda apalagi pada level pengikutnya. Nabi Muhammad ﷺ sendiri sudah mengetahui kenyataan itu saat beliau masih hidup, ada yang sangat berani mengkritik Nabi, padahal ia bukan siapa-siapa (:Dzul Khuwaysiroh). Dan saat ini pun ada Wahhabi_Salafi yang sangat berani mengkritik Para 'Ulama ASWAJA. Dzul Khuwaysiroh telah *"Sanna Sayyiatan"*  resmi menjadi Bapak Pelopor Kesesatan. Diikuti Wahhabi Salafi dan telah menyesatkan banyak orang yang lemah dalam memahami qaidah agama & ilmu pengetahuan yang benar.


WAHHABI SALAFI SESAT SEBAB BERAGAMA SECARA TEKSTUAL

*"Wahhabi Salafi"* AKAL mereka telah terbelenggu oleh mereka menerima racun aqidah doktrin pengajaran *Mujasssimah Musyabbihah.* yang tekstual. Mereka mengatakan dan mengira bahwa pemahaman tentang *"Ayat Ayat Allah"* itu sudah seperti apa yang mereka pikirkan. *"Mereka (WAHABI SALAFI) itu merasa bahwa PEMIKIRAN mereka sudah sangat selaras dengan yang dimaksudkan Allah dan Nabi Muhammad."* Padahal pada kenyataannya bahwa cara mereka memahami Al Qur'an dan Al Chadits tidak sedikitpun berkesesuaian dengan yang dimaksudkan Allah dan Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana yang telah diterangkan oleh para 'Ulama' salafush-sholih.

*Wahhabi Salafi*   Sekte ini telah memiliki pendapat yang teramat sangat bertentangan dengan Para Ulama' *Ash Salafush Shoolich & Assalaafiyyuun (Pengikut Ulama' Salafush Shoolich)* dalam menilai Al Chadits. *Sekte ini suka mengatakan dho'if terhadap hadits-hadits yang Hasan jika tidak di shohkan oleh Al Bani.* Dan menjadikan panduan fiqihnya dengan "Kaidah Bid'ah" yang terbatas dengan pemahaman mereka sendiri yang tak jelas, sebab tak memahami prinsip-prinsip pengambilan hukum *bersepakat dengan Ijma' Banyak Ulama.* Sehingga ada kecenderungan bertentangan dengan kebanyakan Ulama'. *Dalam Fiqih tidak ada istilah Bid'ah,* sebab ia bukankah suatu kaidah dalam hukumnya.

Sebuah kritik mendalam terhadap kelompok yang menisbatkan diri sebagai "Salafi", terutama yang mengikuti pemikiran Muhammad ibn Abdul Wahhab, atau sering disebut "Wahhabi". Kritik ini dibuat dari perspektif Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berpijak pada madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) serta mengedepankan manhaj Asy'ari dan Maturidi dalam aqidah.

1. As-Salaf Ash-Sholih = Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Yang disebut As-Salaf Ash-Sholih (Salafus Shalih) adalah generasi Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in.

Kelompok mayoritas umat Islam (As-Sawadul A'zham) yaitu Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah mereka yang mengikuti ajaran Salaf secara mutawatir dan berkesinambungan dalam aqidah, fiqih, dan tasawuf — khususnya melalui madzhab empat.

Ini mencakup para imam besar seperti Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad bin Hanbal beserta pengikutnya.

2. Perbedaan dengan Salafi-Wahhabi

Wahhabi dikritik karena mengklaim sebagai pengikut Salaf namun:

•  Mengikuti pemikiran dan metode penafsiran baru, terutama dari Ibn Taymiyyah dan Muhammad ibn Abdul Wahhab.

•  Menyimpang dari pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Asya'irah & Maturidiyyah), yang menjadi mayoritas umat Islam.

•  Mudah membid’ahkan, memusyrikkan, dan mengkafirkan umat Islam yang tidak sependapat.

Oleh karena itu, penamaan "Salafi" dianggap tidak tepat dan lebih layak disebut "Wahhabi", karena penisbatan mereka sebenarnya adalah kepada tokoh Wahhab, bukan Salaf.

3. Kerusakan Akibat Fanatisme Salafi-Wahhabi

Di Indonesia (dan banyak negara lain), mayoritas umat Islam menganut madzhab Syafi’i yang toleran dan menghormati keberagaman.

Masuknya ideologi Salafi-Wahhabi sering kali:

•  Menciptakan konflik di tengah masyarakat.

•  Memutus ukhuwah dan tali silaturrahim antar keluarga atau antar jamaah.

•  Memunculkan dakwah yang eksklusif, kaku, dan tekstualis ekstrem (tafwidh/anti-ta’wil).

4. Ahlul Hadits Tidak Sama dengan Wahhabi

Banyak ulama Ahlul Hadits berasal dari kalangan Asy’ari dan pengikut madzhab Syafi’i.

Wahhabi bukan representasi Ahlul Hadits sejati, karena pendekatan mereka sangat terbatas pada tafsir tekstual yang tidak sejalan dengan metode para imam besar muhadditsin.


PENILAIAN OBJEKTIF

Kritik ini representatif dari pandangan mayoritas ulama tradisional di dunia Islam (Nusantara, Afrika Utara, Turki, Asia Tengah), yang menganut:

•  Aqidah Asy’ariyyah dan Maturidiyyah,

•  Fiqih madzhab empat,

•  Tasawuf dengan pendekatan ahlus sunnah wal jama’ah.

CATATAN KRITIS UNTUK PEMAHAMAN

✅ Yang perlu dipahami:

Bukan semua yang menyebut dirinya “Salafi” adalah Wahhabi, namun Wahhabi pasti mengklaim sebagai Salafi.

As-Salafiyyah dalam pengertian asli adalah manhaj yang mengacu pada pemahaman generasi awal umat Islam, tapi bukan berarti meninggalkan ijtihad para imam madzhab.

Klaim eksklusif atas istilah “Salafi” oleh Wahhabi adalah problematis secara historis dan metodologis.

⛔ Bahaya utama dari Wahhabisme modern:

•  Takfiri & Tabdi’: Mengkafirkan/membid’ahkan mayoritas umat Islam.

•  Anti-tasawuf: Menolak ajaran akhlak dan spiritualitas dalam Islam.

•  Anti-tradisi: Menghapuskan warisan Islam klasik seperti ziarah kubur, tawassul, maulid, dsb.

PENUTUP

Tulisan ini adalah bagian dari wacana kritis internal umat Islam yang sangat penting dalam menjaga:

Kesatuan umat (ukhuwah islamiyah),

Keseimbangan pemahaman antara teks dan konteks,

• Dan warisan keilmuan para ulama salafus sholih yang sejati — bukan klaim kosong atas nama “Salafi”.

"Siapa yang mengaku mengikuti Salaf, hendaknya ia membuktikan dengan akhlak, ilmu, dan adab, bukan hanya dengan nama dan pakaian."

 

WAHHABI SALAFI BERMODAL SUMBU PENDEKNYA

https://youtu.be/O6VKMTwpfR0?si=w4GIbBzwQLIDccue


Jika *bukan Ulama'* alias *Baru Nyantri* harus bawa referensi kitab Ulama'. Kalau belum kuasai kitab, jangan sok ngerti agama. *Lebih baik dengarkan saja & belajar saja dulu, agar tak sesat.* Jika masih *level pendengadan belum bertalaqqi dihadapan guru* tak usah membawakan soalan keagamaan. Biar nggak TAMPAK OONNYA‼️


BICARA TANPA DATA

Bicara Tanpa Data adalah pembicaraan kosong yang tak berlandasan alias tak dapat dipertanggung jawabkan sehingga tidak bisa dijadikan sebagai acuan atau suatu pegangan kehidupan dalam praktek-praktek tertentu di dalam kehidupan. 

Terlebih lagi berkata-kata dalam urusan agama, maka orang yang berbicara tanpa data, orang-orang demikian hanya akan membawa kesesatan dan BISA menyesatkan banyak orang yang mau mendengarkan dan mengikuti mereka. 

Orang yang tidak memiliki data dan tidak memahami kaidah-kaidah berfikir yang sistematika, hanya mengira& ngira menurut perasaan atau pengalaman yang terbatas dan ilmu yang terbatas pula, hanya akan menciptakan produk pemikiran yang sangat tak dapat dipertanggung jawabkan. Akan mungkin menimbulkan fitnah dan kekacauan disana sini.  


PERINGATAN BAGI YANG MENJAUHI ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH 

*Musibah Bagi Ummat yang Menjauhi Ulama*  Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah berpesan agar umat Islam jangan sekali-kali menjauhi para ulama . Bagi *mereka yang menjauhi ulama,* maka Allah Ta'ala akan memberikan musibah (cobaan). Dalam Kitab Nashaihul 'Ibad karya *Syeikh Nawawi Al-Bantani* disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, *"Hendaklah kalian berkumpul dengan ulama* (artinya mengamalkan ilmunya) dan *mendengarkan kalam para ahli hikmah* (artinya orang yang mengenal Tuhan). Karena sesungguhnya Allah Ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan *cahaya hikmah* sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati (gersang) dengan air hujan.


Dalam riwayat lain dari Imam Thabrani dari Abu Hanifah, *"Duduklah kamu dengan orang dewasa,* dan _bertanyalah_ kamu kepada *para ulama* dan berkumpullah kamu dengan *para ahli hikmah".*  Dalam sebuah riwayat, *"duduklah kamu dengan para ulama, dan bergaullah dengan kubaro* (pembesar ulama)".
Hikmah adalah suatu ilmu yang bermanfaat, sedangkan hukama adalah para ahli hikmah. Berdasarkan hadits ini, hukama adalah ahli hikmah atau orang-orang yang *Mengenal Allah,* _senantiasa dalam kebenaran, baik dalam ucapan maupun perbuatannya._


Adapun *ulama adalah orang alim* (shaleh) yang _mengamalkan ilmunya._  Ulama itu ada dua macam: 1. Orang yang alim tentang *hukum-hukum Allah,* mereka itulah yang memiliki fatwa. 2. *Ulama yang makrifat* (mengenal) akan Allah, mereka itulah para hukama yang apabila bergaul dengan mereka akan dapat *memperbaiki akhlak.* Karena _hati mereka telah bersinar_ sebab ma'rifat kepada Allah, demikian juga rahasia (sirr) mereka bersinar disebabkan nur keagungan Allah.


*Ancaman Bagi yang Menjauhi Ulama:*  Rasulullah SAW bersabda, "Akan hadir suatu masa atas ummatku, mereka _menjauh dari para ulama dan fuqaha,_ maka Allah akan *memberikan cobaan kepada mereka dengan 3 cobaan,* yaitu: 1. Allah akan menghilangkan *berkah dari rezekinya.* 2. Allah akan mengirim kepada mereka *penguasa yang zalim.* 3. Mereka akan *meninggalkan dunia tanpa membawa iman* kepada Allah Ta'ala.
Al-Habib Abu Bakar Masyhur dalam satu nasihatnya mengatakan sebagaimana sabda Rasulullah SAW: *"Ulama itu adalah lampu-lampu di bumi,* sebagai _pengganti para nabi,_ mereka adalah *pewarisku dan pewaris para Nabi."*


Keberadaan ulama sangat berarti bagi *kemaslahatan hidup manusia.* Sebagai *pewaris para Nabi,* mereka _bertanggung jawab kepada Allah SWT dan mengemban tugas amar ma'ruf nahi munkar._  Dalam Surah Al-Fathir ayat 28 Allah berfirman: *"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."* Begitu beratnya tugas ulama sehingga Nabi SAW memerintahkan ummatnya untuk memuliakan para ulama.  Sebagaimana pesan Beliau: *"Muliakanlah ulama, Maka sesungguhnya mereka itu di sisi Allah adalah orang-orang yang mulia dan dihormati"*


73 GOLONGAN UMMAT ISLAM

Jumlah kaum sesat dari dahulu hingga saat ini ada beberapa golongan Islam sehingga pada akhirnya sampai hari kiamat ini berjumlah 72 golongan. Yang lurus hanya ada *satu golongan saja:* _Ahlussunnah Wal Jama'ah._ Ciri khas Ahlussunnah Wal Jama'ah adalah *Jumlahnya Banyak Tersebar di seluruh dunia, Bersatu dalam banyak urusan, Tak mudah Bermusuhan di antara mereka, Mereka berpedoman kokoh dalam memegang ajaran Nabi Muhammad ﷺ, Para Sahabat & 'Ulama'* dengan _Prinsip² Dasar Al_Qur'an Al Chadits Ijma' & Qiyaas._ Banyak *mencontohkan kebaikan* dalam menerapkan Sunnah Nabi & Sahabat. Mereka *berfikiran luas* dalam memahami urusan agama dan *tak mudah memusyrik & mengkafirkan sesamanya‼️*


METODE POKOK AHLUSSUNNAH

*CARA BERSYARI'AT*  Kita Ahlussunnah Wal Jamaa'ah berkonsensus dalam memutuskan *PERKARA-PERKARA AGAMA* (syari'at) dengan pelbagai _disiplin ilmu_ baik balaghoh, Mantiq, tafsir, nahwu shorof dsb. Dan mengambil dari Atsar para Shahabat & Pandangan Jumhur Ulama'. Kita dilarang untuk _*membid'ahkan - mengkafirkan - menyesatkan sesama muslim & mu'min*_ seperti yang dilakukan kaum *WAHABI SALAFI.* Kita Ahlussunnah Wal Jamaa'ah berpegangan kepada _*Al Qur-aan, Al Chadits, Tafsir, Ijma' Jumhur ulama' dan Qiyaas*_ serta mempertimbangkan _Aspek Adat Istiadat_ yang mendukung *KEBAIKAN BERSYARI'AT* dan dipastikan tak bertentangan dengan *Syari'at Islam.*

Kita Ahlussunnah Wal Jamaa'ah tidak bersependapat dengan *Kaum Wahabi Salafi* yang berpedoman dalam  *Bersyari'at maupun Ber 'Aqidah !* Mereka menggunakan metode _SEMPIT_ dan menerapkan cara ber-SYARI'AT dan Metode _MEMBAHAYAKAN_ dalam ber-'AQIDAH sebab menafsirkan Agama Islam *"HANYA SEBATAS TEKSTUAL."*  Keagamaan metode Tekstual akan membuat *JURANG PEMISAH* terhadap sesama muslimin & mu'miniin. Itu akan menjadi *"SUMBER PERSELISIHAN & PERMUSUHAN"* antar sesama hamba Allah. Kaum Wahabi Salafi akan sangat mudah *Membid'ahkan


*TAK LEVEL‼️* Orang / sekelompok _ORANG YANG BARU_ dalam urusan keagamaan sekalipun ia menfatwakan agama dan berkata manusia kan bisa salah *TAK DAPAT DIBANDINGKAN* dengan para Ulama' Mujtahid yang memiliki kemampuan luar biasa dalam agama sebagai Imam Al Chujjatul Islam‼️ Ulama' itu berchikmad kedalam agama Islam sejak dini dan karunia besar dari Allah berupa akal yang cerdas untuk memahami prinsip² agama Islam, hafal Al Qur'an, diberikan kemampuan menghafal ribuan bahkan jutaan Chadist Nabi Muhammad ﷺ. Yang terbaik dari mereka yang pada Qurun Nabi, Sahabat, Tabi'in, Taabiuttaabi'in hingga 300 tahun dari Nabi Muhammad ﷺ. Dan mereka yg mengikuti Salafush Shoolich lah yang harus diikuti‼️

0 komentar:

Posting Komentar