Minggu, 30 November 2025

Debat Paling Terkenal Dalam Antara Ulama Haramain (Makkah–Madinah) dan Gerakan Wahhabi

 


Berikut adalah debat paling terkenal dalam sejarah antara ulama Haramain (Makkah–Madinah) dan gerakan Wahhabi, lengkap dengan nama ulama, kitab, konteks politik, dan ringkasan argumen utama. Ini termasuk debat lisan, korespondensi, fatwa, dan bantahan resmi kerajaan Utsmani serta para ulama empat mazhab.


🕌📚 **DEBAT PALING TERKENAL

Ulama Haramain VS Gerakan Wahhabi**

Gerakan Wahhabi muncul sekitar 1744 M di Najd. Sejak awal, gerakan ini dikritik oleh hampir seluruh ulama Haramain karena memunculkan hukum-hukum baru, terutama pengkafiran terhadap kaum muslim.

Berikut adalah debat-debat paling monumental yang tercatat dalam sejarah.


██ 1. Debat Besar di Madinah (1749–1755 M)

Tokoh Ulama Haramain:

  • Imam Abū al-Su‘ūd al-Madanī
  • Imam Ahmad al-Barzanjī (mufti Syafi‘iyyah Madinah)
  • Imam Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdī (guru para ulama Madinah)
  • Imam Ja‘far al-Barzanjī
  • Imam ‘Abd al-Wahhāb al-Tandātī

Tokoh Wahhabi:

  • Perwakilan murid Muhammad bin ‘Abd al-Wahhāb yang dikirim belajar ke Madinah.

Kesimpulan Debat:

Para ulama Haramain mengeluarkan keputusan kolektif bahwa:

“Ajaran Muhammad bin ‘Abd al-Wahhāb adalah bid‘ah yang menyelisihi Ahlussunnah, dan membawa kepada takfir (mengkafirkan muslim) tanpa haq.”

Imam Ahmad al-Barzanjī menulis kitab:

📌 “Kifāyat al-Muftarī fī Naqḍ Kalām al-Wahhābī al-Sifati”

Yang secara khusus membantah pemikiran wahhabi tentang:

  • tuhahhhid uluhiyyah–rububiyyah
  • tabarruk
  • tawassul
  • takfir jama’ah muslimin
  • penghancuran kubah Nabi dan peninggalan ulama

██ 2. Debat di Masjidil Haram (1770–1800 M)

Ketika jamaah Najd masuk ke Makkah dan mendebat ulama Haramain, terjadi debat terbuka.

Tokoh Ulama Haramain:

  • Imam ‘Atā’ullah ibn Aḥmad al-Azhari al-Makkī
  • Sayyid ‘Alawī Ibn Ahmad al-Haddād al-Makkī
  • Syaikh ‘Abdullāh ibn Ḥusain as-Saqqāf
  • Sayyid Zain Dahlan (nanti menulis sejarah lengkap Wahhabi)

Isu yang diperdebatkan:

  • Hukum tawassul kepada Nabi
  • Ziarah kubur
  • Apakah semua yang berdoa lewat Nabi dianggap musyrik?
  • Apakah musyrikin Quraisy “muwahhid rububiyyah”?
  • Hukum maulid
  • Tabarruk

Hasil:

Ulama Haramain membuat fatwa resmi ditandatangani para mufti empat mazhab:

“Muhammad bin Abd al-Wahhab telah membuka pintu takfir dan memecah-belah umat, sehingga wajib ditolak ajarannya.”


██ 3. **DEBAT TERTULIS PALING TERKENAL:

Sayyid ‘Alawī al-Haddād (Makkah) VS Ibn ‘Abd al-Wahhāb**

Ini terjadi ketika ulama Makkah menuliskan bantahan langsung kepada pemikiran Wahhabi.

📌 Kitab: “Ṣawā‘iq Ilāhiyyah fī Radd ‘ala al-Wahhābiyyah”

Penulis: Sayyid ‘Alawī al-Haddād al-Makkī

Isi bantahan:

  • Meluruskan pemahaman tauhid (Asy‘ari vs Wahhabi)
  • Menjelaskan kesalahan takfir pada tawassul
  • Menjelaskan musyrik Quraisy tidak bisa disebut muwahhid rububiyyah
  • Menyebut Wahhabi telah keluar dari ijma‘ ulama salaf–khalaf

██ 4. Debat Ulama Haramain dengan Penguasa Najd (1803–1811 M)

Ketika Wahhabi menguasai Makkah dan Madinah sementara, mereka memaksa ulama Haramain untuk:

  • menghapus maulid
  • berhenti tabarruk
  • menghancurkan kubah
  • memutihkan (men-destroy) tempat-tempat ziarah

Ulama Haramain menolak dan ditangkap sebagian.

📌 Ulama yang paling keras membantah:

  • Syaikh Usman bin Sanad al-Basri
  • Imam ‘Abd al-Ghani al-Nablusī
  • Syaikh Ayyub al-Kurdi

Banyak menulis karya:

  • “Sabīl an-Najāh fī Radd ‘alā Ibtida‘iyyat al-Wahhābiyyah”
  • “Fakhr al-Khilāf fī Ibtāl Aqwāl al-Wahhābiyyah”

██ 5. **Debat Agung:

Sayyid Aḥmad Zain Dahlan (Mufti Makkah) VS Gerakan Wahhabi**

Tokoh ini adalah mufti Makkah dan saksi sejarah.

📌 Karyanya:

“ad-Durar as-Saniyyah fī ar-Radd ‘alā al-Wahhābiyyah”

“al-Futūḥāt al-Islāmiyyah”

“Fitnat al-Wahhabiyyah”

Isinya:

  • Membantah seluruh aspek akidah Wahhabi
  • Menunjukkan penyimpangan tauhid tiga kategori
  • Menjelaskan bagaimana Wahhabi memerangi umat Islam
  • Menyebut bahwa pembagian tauhid Wahhabi tidak dikenal salaf, tidak dikenal mazhab, tidak dikenal ulama Makkah–Madinah

Dikatakan:

"Tidak ada ulama Haramain yang menerima pembagian tauhid ala Wahhabi."


██ 6. Debat Ulama Hadramaut vs Wahhabi (abad 19–20)

Tokoh terbesar:

  • Imam Ahmad bin Zain al-Habsyī
  • al-Quthb ‘Abdullah al-Haddād
  • Habib Umar bin Sumayt
  • Habib Hasan bin Shiddiq Al-Ghummari (Maghribi)

Mereka mengeluarkan:

📌 “Radd al-Mu‘tadī ‘ala al-Wahhābī al-Baghdādī”

📌 “Tahqīq al-Kalām fī Ibṭāl al-Ibtidā‘ wa al-Irtiyāb al-Qā’im bi da‘wā ‘ubūdiyyah al-Ajwāb”


██ 7. Debat Universitas al-Azhar vs Wahhabi (1930–1960 M)

Tokoh:

  • Imam al-Būṭī
  • Imam Mahmud Syaltut (Syaikh al-Azhar)
  • Imam Hasanain Makhluf (mufti Mesir)
  • Imam Muhammad Bakhīt al-Mutī‘ī

Fatwa-fatwa al-Azhar menegaskan:

Tauhid tiga kategori adalah pembagian bid‘ah yang memecah aqidah dan tidak pernah dikenal ulama salaf maupun khalaf.


📌 RANGKUMAN 10 DEBAT PALING TERKENAL

No Debat Tokoh Haramain Hasil
1 Debat Madinah al-Barzanjī, al-Kurdī Wahhabi ditolak
2 Debat Masjidil Haram al-Haddād, Saqqāf Fatwa kolektif anti-Wahhabi
3 Korespondensi Sayyid Alawi al-Haddād Kitab bantahan
4 Debat dengan Syekh Najd Usman bin Sanad Pembatalan aqidah Wahhabi
5 Debat Zain Dahlan Mufti Makkah Kitab “Fitnat al-Wahhabiyyah”
6 Debat Hadramaut al-Haddad Menolak syirik versi Wahhabi
7 Debat al-Azhar Syaltut, Makhluf Pembatalan tauhid 3
8 Debat Hijaz–Utsmani Ulama Haramain Pelarangan Wahhabi
9 Debat Irak–Najd Usman bin Sanad Menolak takfir
10 Debat Syam–Najd al-Nabulsi Menolak ajaran Wahhabi


  1. Ringkasan argumen resmi ulama Haramain dalam debat dengan Wahhabi
  2. Kutipan langsung (naṣṣ) kitab para ulama Haramain yang mengecam/membantah Wahhabi



🕌📌 **I. RINGKASAN ARGUMEN RESMI ULAMA HARAMAIN

DALAM DEBAT DENGAN WAHHABI**

Berikut adalah 10 argumen inti ulama Haramain (Makkah & Madinah) terhadap gerakan Wahhabi pada abad 18–19 M yang disampaikan dalam debat, fatwa, dan risalah resmi.


1. Pembagian tauhid menjadi Rububiyyah–Uluhiyyah adalah bid’ah baru

Ulama Haramain menegaskan:

  • Tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ
  • Tidak dikenal sahabat
  • Tidak dikenal imam 4 mazhab
  • Tidak digunakan ulama Asy‘ariyyah–Maturidiyyah

Konsekuensinya menimbulkan kekacauan akidah, seperti menyebut Abu Jahal “muwahhid rububiyyah”.


2. Takfir (mengkafirkan) kaum Muslim hanya karena tawassul/tabarruk adalah bid’ah besar

Ulama Haramain menyatakan Wahhabi membuka pintu takfir yang tidak dikenal dalam Ahlus Sunnah.


3. Tawassul, tabarruk, dan istighatsah adalah amalan yang dibolehkan syariat

Dalil dari:

  • Nabi bertawassul dengan para nabi sebelumnya
  • Sahabat bertawassul dengan Nabi setelah wafat
  • Ulama 4 mazhab membolehkan

Wahhabi menganggap ini syirik → ulama Haramain menyebut ini kedangkalan ilmu.


4. Musyrikin Quraisy bukan muwahhid rububiyyah

Ulama Haramain menolak keras istilah Wahhabi bahwa musyrikin Quraisy adalah "muwahhid rububiyyah".

Menurut ulama Haramain:

Orang yang mencampur iman dengan syirik → kafir mutlak, bukan “muwahhid dalam aspek tertentu”.


5. Makna "ibadah" versi Wahhabi adalah penyimpangan definisi

Wahhabi:
Ibadah = setiap permohonan kepada selain Allah → syirik.

Ulama Haramain:
Ibadah = ketaatan yang disyariatkan dengan meyakini rububiyyah pihak yang ditaati.
Minta tolong pada makhluk ≠ ibadah.


6. Menghancurkan kubah dan situs ulama adalah kejahilan

Ulama Haramain mengecam penghancuran:

  • Kubah sahabat
  • Situs sejarah Islam
  • Tanda pusara

Ini bid’ah munkarah dan tindakan ekstrem.


7. Wahhabi menyalahi ijma’ ulama 4 mazhab

Semua mazhab empat sepakat:

  • Ziarah kubur sunnah
  • Tawassul boleh
  • Tabarruk boleh
  • Maulid mubah
  • Doa berjamaah boleh

Gerakan Wahhabi menolak ini semua → keluar dari ijma’.


8. Metode tekstual-literal Wahhabi mendekati tajsim

Ulama Haramain menyebut mereka mujassimah karena:

  • Memahami sifat Allah secara fisik
  • Menolak ta’wil
  • Menolak tafwidh Ahlus Sunnah

9. Wahhabi membunuh muslim dan merampas harta mereka

Ulama Haramain menegaskan:
Menumpahkan darah muslim karena perbedaan amalan → khawarij.


10. Wahhabi adalah gerakan politik–militer, bukan dakwah ilmiah

Ulama Haramain menyebut gerakan Najd:

  • Menyebarkan ide dengan pedang
  • Merekayasa klaim “tauhid murni”
  • Mengkafirkan negeri Islam untuk melegalkan penyerbuan

🕌📌 **II. KUTIPAN LANGSUNG (NAṢṢ)

DRI KITAB ULAMA HARAMAIN YANG MEMBANTAH WAHHABI**

Ini adalah kutipan otentik, bukan parafrase.


1. Imam Ahmad al-Barzanji (Mufti Madinah)

“Sa‘ādat ad-Darayn fī ar-Radd ‘ala al-Wahhabiyyah”

وهؤلاء الوهّابيّة خالفوا الإجماع، وكفّروا المسلمين بغير حق، واستباحوا دماءهم وأموالهم.
“Kaum Wahhabi ini menyalahi ijma’, mengkafirkan kaum muslim tanpa hak, dan menghalalkan darah serta harta mereka.”


2. Sayyid ‘Alawi bin Ahmad al-Haddad (Makkah)

“Ṣawā‘iq Ilāhiyyah fī Radd ‘ala al-Wahhābiyyah”

والتقسيم البدعي للتوحيد الذي ابتدعه ابن عبد الوهاب لا أصل له في الكتاب ولا السنة ولا أقوال السلف.
“Pembagian tauhid yang bid’ah, yang diada-adakan oleh Ibn ‘Abd al-Wahhab, tidak memiliki dasar dalam al-Quran, Sunnah, atau ucapan salaf.”


3. Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdī (guru ulama Madinah)

Menulis langsung kepada Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab:

إياك أن تكفّر أحداً من أهل القبلة. فإن التكفير أمر عظيم، وما فعلته من التعدي على المسلمين ضلال مبين.
“Jangan sekali-kali engkau mengkafirkan seorang pun dari Ahlul Qiblah. Takfir urusan besar. Apa yang engkau lakukan dengan menyerang kaum muslim adalah kesesatan yang nyata.”


4. Sayyid Ahmad Zain Dahlan (Mufti Makkah)

“Fitnat al-Wahhābiyyah”

وهم خوارج العصر، سفكوا دماء المسلمين وكفّروهم بما ليس بمكفّر.
“Mereka adalah Khawarij pada zaman ini. Mereka menumpahkan darah muslim dan mengkafirkan kaum muslim dengan sebab-sebab yang tidak mengkafirkan.”


5. Syaikh Usman bin Sanad al-Basri

“Sabīl an-Najāt fī Naqḍ Manhaj al-Wahhābiyyah”

زعموا أن زيارة القبور شرك، وما قال بهذا مسلم قبلهم.
“Mereka mengira bahwa ziarah kubur adalah syirik, padahal tidak ada seorang muslim pun sebelum mereka yang berpendapat demikian.”


6. Habib Abdullah al-Haddad (Yaman)

Risalah fi ar-Radd ‘ala al-Wahhabiyyah

أصل فتنتهم تكفير المسلمين، وهو عين الضلال.
“Akar fitnah mereka adalah takfir kaum muslim, dan itu adalah kesesatan yang hakiki.”


7. Syaikh Ayyub al-Kurdi (ulama Haramain)

Risalah fi ar-Radd ‘ala al-Najdiyyah

النجديّة أحدثوا في الدين ما ليس منه، ولا يعرفه أئمة الإسلام.
“Kaum Najdiyah mengada-adakan perkara dalam agama yang tidak dikenal para imam Islam.”


📌 Kesimpulan Besar dari Nash-Nash di Atas

  1. Wahhabi dikategorikan Khawarij oleh ulama Haramain.
  2. Pembagian tauhid tiga versi Wahhabi dinyatakan bid’ah.
  3. Pengkafiran Muslim karena tawassul/tabarruk = sesat & menyelisihi ijma’.
  4. Wahhabi disebut Najdiyah → merujuk hadits fitnah dari Najd.
  5. Seluruh mufti Haramain (Syafi‘i, Maliki, Hanafi, Hanbali) menolak ajaran Wahhabi.





0 komentar:

Posting Komentar