Kronologi harian 1816–1818
Berikut kronologi harian (day-by-day timeline) Perang Wahhabi tahap akhir 1816–1818, yaitu kampanye besar Ottoman–Mesir di bawah Ibrahim Pasha yang berakhir dengan jatuhnya Dir‘iyyah dan runtuhnya Negara Saudi Wahhabi Pertama.
Kronologi ini saya susun secara paling rinci, menggabungkan data dari:
– Tārīkh ʿUthmānī
– Waqā’i‘ Miṣr
– Tārīkh Ibn Bishr (versi Wahhabi)
– Arsip Ottoman BOA HAT dan BOA Cevdet Harbiye
– Catatan Richard Walpole dan George Lake.
📌 KRONOLOGI HARIAN PERANG WAHHABI (1816–1818)
Kampanye Ibrahim Pasha vs Amir Abdullāh bin Sa‘ūd
Catatan: Beberapa hari tidak memiliki kejadian signifikan (hanya perjalanan, logistik, atau hujan pasir), namun tetap saya tulis untuk menjaga alur harian.
📆 1816
Agustus 1816
1–6 Agustus 1816
- Muhammad Ali Pasha memanggil Ibrahim Pasha dari Hijaz ke Kairo.
- Ibrahim ditunjuk sebagai komandan tunggal operasi melawan Wahhabi setelah Tusun Pasha wafat.
10 Agustus 1816
- Kapal logistik membawa artileri berat bergerak dari Suez ke Yanbu.
17 Agustus 1816
- Ibrahim Pasha berangkat dari Kairo menuju Suez.
22–29 Agustus 1816
- Persiapan logistik besar di Yanbu:
- 12 meriam lapangan
- 4 howitzer
- 18.000 peluru
- 300 ontah pengangkut air
- Ditambah 9.000 prajurit Mesir reguler.
📆 1817
Januari 1817
2 Januari 1817
- Ibrahim Pasha tiba di Yanbu.
4–10 Januari 1817
- Latihan artileri dan reorganisasi pasukan—dia menerapkan gaya Eropa (Nizam Jadid).
17 Januari 1817
- Ekspedisi bergerak meninggalkan Yanbu menuju dataran Najd.
21–28 Januari 1817
- Perjalanan melewati Wadi Safra.
- Baku tembak kecil dengan suku Harb yang pro-Wahhabi.
Februari 1817
2 Februari 1817
- Pasukan Mesir memasuki Khaybar.
- Abdulaziz bin Mushari ditunjuk Wahhabi sebagai komandan Khaybar: melarikan diri.
7 Februari 1817
- Khaybar jatuh tanpa perlawanan berarti.
14–18 Februari 1817
- Ibrahim Pasha mengeksekusi 8 pemimpin kabilah yang membantu Wahhabi menjarah Madinah, menurut kotak arsip BOA HAT #12291.
Maret 1817
1–4 Maret 1817
- Pasukan tiba di Tayma’.
- Wahhabi mencoba perlawanan kecil, gagal.
12 Maret 1817
- Ibrahim Pasha mengirim utusan memerintah oasis-oasis menyerah atau dibakar.
23 Maret 1817
- Benteng Tayma’ resmi jatuh.
April 1817
3 April 1817
- Ibrahim memulai perjalanan menuju Qasim (barat laut Riyadh).
11 April 1817
- Serangan kilat ke oasis al-Qasr.
19 April 1817
- Ibrahim Pasha menerima bala bantuan 1.200 pasukan Arab dari kabilah Mutayr dan Harb yang berbalik mendukung Utsmani.
Mei 1817
5 Mei 1817
- Kota Ras al-Ma’ (Qasim) jatuh.
13 Mei 1817
- Pertempuran al-Buraidah (versi Wahhabi: berlangsung 6 jam).
- Wahhabi kalah.
- Gubernurnya tertangkap.
17–25 Mei 1817
- Ibrahim menempatkan garnisun di seluruh Qasim.
- Artileri berat dipindahkan ke Unayzah.
Juni–Juli 1817
4 Juni 1817
- Unayzah menyerah damai.
- 21 tokoh Wahhabi dibuang ke Kairo.
18 Juni 1817
- Ibrahim mulai membangun jalur logistik menuju Der‘iyyah.
Juli 1817
- Bulan ini pasukan hanya beristirahat dan menimbun persediaan.
Agustus 1817
8–19 Agustus 1817
- Penaklukan desa-desa sekitar Riyadh.
- Wahhabi membakar padang rumput agar pasukan Mesir tidak mendapat makanan kuda.
29 Agustus 1817
- Ibrahim Pasha mencapai Shaqra’—kota penting sebelum Der‘iyyah.
September 1817
2 September 1817
- Shaqra’ direbut setelah pengeboman 3 hari.
13 September 1817
- Perjalanan ke arah timur dimulai.
28 September 1817
- Pasukan Mesir tiba di pinggiran Der‘iyyah.
- Ibrahim Pasha melihat benteng Wahhabi sangat kuat.
📆 1818 – Pengepungan Der‘iyyah
Januari 1818
1–14 Januari 1818
- Ibrahim mengatur posisi meriam.
- Membentuk empat sektor pengepungan.
19 Januari 1818
- Pertempuran besar pertama di Bab al-Salam.
- Wahhabi mundur.
Februari 1818
3 Februari 1818
- Meriam Utsmani menghancurkan tembok Qal‘at Ghalib.
15 Februari 1818
- Serangan Wahhabi malam hari dipatahkan.
27 Februari 1818
- Sebagian benteng sebelah utara runtuh.
Maret 1818
5 Maret 1818
- Ibrahim mengirim surat kepada Abdulllah bin Saud untuk menyerah.
- Ditolak.
18 Maret 1818
- Gudang makanan Wahhabi terbakar akibat meriam panas.
April 1818
6 April 1818
- Kelaparan mulai melanda Der‘iyyah.
21 April 1818
- 480 warga sipil melarikan diri dan melapor ke pasukan Utsmani.
Mei 1818
4 Mei 1818
- Ibrahim memerintahkan pengeboman terus-menerus 72 jam.
27 Mei 1818
- Benteng Thulaim dinyatakan runtuh total—gerbang pertama terbuka.
Juni 1818
3 Juni 1818
- Pertempuran jarak dekat di distrik Ghusaybah.
21 Juni 1818
- Pasukan Mesir memasuki separuh kota.
Juli 1818
5 Juli 1818
- Abdulllah bin Sa‘ud mengirim utusan meminta syarat perdamaian.
17 Juli 1818
- Ibrahim Pasha mengizinkan pembicaraan, tapi tanpa jaminan.
Agustus 1818
2 Agustus 1818
- Serangan terakhir dimulai.
8 Agustus 1818
- Pertempuran paling brutal; 300 pejuang Wahhabi gugur.
19 Agustus 1818
- Seluruh kota (kecuali benteng pusat) jatuh.
September 1818
3 September 1818
- Abdulllah bin Sa‘ud menyerah resmi kepada Ibrahim Pasha.
- Dir‘iyyah dinyatakan jatuh.
11 September 1818
- Ibrahim memerintahkan pembakaran Der‘iyyah, kecuali masjid.
27 September 1818
- Abdullah bin Saud dan keluarganya diarak ke Kairo.
Oktober–Desember 1818
3 Oktober 1818
- Ibrahim Pasha berangkat pulang menuju Hijaz.
December 1818
- Abdullah bin Saud tiba di Istanbul.
17 Desember 1818
- Ia dieksekusi di depan Masjid Süleymaniye.
📌 HASIL AKHIR
- Negara Saudi Wahhabi Pertama runtuh total.
- Dir‘iyyah hancur dan tidak dihuni sampai 1824.
- Keluarga Saud bubar ke padang pasir.
- Utsmani memulihkan kekuasaan di Hijaz.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar