Minggu, 30 November 2025

Rekonstruksi isi surat ulama Haramain (Makkah dan Madinah) kepada Sultan Utsmaniyah di Istanbul terkait Wahhabi

 


Rekonstruksi isi surat ulama Haramain (Makkah dan Madinah) kepada Sultan Utsmaniyah di Istanbul terkait Wahhabi secara terstruktur berdasarkan sumber sejarah dan terjemahan fatwa-fatwa yang ada. Surat ini dibuat sekitar awal abad ke-19 (sekitar 1803 M) dan dikenal sebagai salah satu dokumen paling penting mengenai sikap ulama Haramain terhadap gerakan Wahhabi. Berikut rekonstruksinya:


1. Pembukaan Surat

  • Ulama Haramain memulai dengan memuji Allah, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan menegaskan loyalitas mereka kepada Sultan Utsmaniyah.
  • Mereka menyatakan diri sebagai penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta sebagai pemelihara tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Isi pokok:

“Kami, para ulama Haramain, menjaga dua masjid suci ini, dan menyampaikan kepada kekasih kami, Sultan Khalifah, berita mengenai fitnah yang muncul di tanah Hijaz dan sekitarnya.”


2. Latar Belakang Masalah

  • Ulama menjelaskan munculnya kelompok Wahhabi (pada masa Muhammad bin Abdul Wahhab) di Najd yang menolak banyak praktik ibadah tradisional yang dilakukan umat Ahlussunnah wal Jama’ah.
  • Disebutkan bahwa mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap penduduk yang tidak sejalan dengan ajaran mereka, termasuk penghancuran kuburan para wali, guru, dan makam-makam Nabi serta sahabat.

Isi pokok:

“Mereka menghapus amalan-amalan para sahabat dan ulama salaf, memerangi umat Islam yang tetap pada sunnah, dan menebarkan fitnah serta kekerasan.”


3. Penegasan Bahaya Gerakan Wahhabi

  • Surat menekankan bahwa gerakan Wahhabi mengancam keselamatan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan stabilitas Hijaz.
  • Mereka menuduh Wahhabi melakukan bid’ah ekstrem yang berbeda dari ajaran Islam tradisional.
  • Para ulama Haramain menyatakan bahwa kelompok ini tidak boleh ditoleransi, karena mereka membahayakan keselamatan umat dan wilayah suci.

Isi pokok:

“Gerakan ini bukan sekadar menyimpang dalam ilmu, tapi sudah melakukan kerusakan nyata di tanah suci, membunuh, menjarah, dan menimbulkan kekacauan yang sangat besar.”


4. Permintaan Tindakan Sultan

  • Ulama meminta Sultan Utsmaniyah untuk:
    1. Mengirim pasukan atau mengerahkan otoritasnya agar mengalahkan kelompok Wahhabi.
    2. Memberikan dukungan politik dan finansial bagi ulama Haramain untuk menjaga keamanan dan tradisi Islam.
  • Surat ini menegaskan loyalitas penuh mereka kepada Sultan sebagai pemimpin umat Islam.

Isi pokok:

“Kami mohon bantuan Sultan agar mengirim bala bantuan guna menumpas orang-orang ini sebelum mereka merusak lebih jauh Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.”


5. Penutup

  • Surat diakhiri dengan doa kepada Sultan agar diberikan kekuatan dan keberkahan dalam memimpin umat Islam.
  • Ditandatangani oleh sejumlah ulama Haramain yang terkemuka pada masa itu.

Isi pokok:

“Semoga Allah senantiasa menjaga Sultan dan umat Islam dari fitnah, dan memperkuat tangan Sultan dalam menegakkan kebenaran di tanah suci.”


6. Catatan Tambahan

  • Ada beberapa versi surat/fatwa yang dikirim:
    1. Fatwa tahun 1803 — menekankan ancaman Wahhabi dan perlunya tindakan tegas.
    2. Fatwa Madinah (lebih keras) — menyatakan bahwa Wahhabi melakukan kekufuran dan harus dihukum mati jika melakukan pemberontakan.
  • Surat ini juga mencantumkan daftar ulama Haramain yang menandatangani, termasuk para mufti dan qadhi Makkah serta Madinah.


0 komentar:

Posting Komentar