Rekonstruksi isi surat ulama Haramain (Makkah dan Madinah) kepada Sultan Utsmaniyah di Istanbul terkait Wahhabi secara terstruktur berdasarkan sumber sejarah dan terjemahan fatwa-fatwa yang ada. Surat ini dibuat sekitar awal abad ke-19 (sekitar 1803 M) dan dikenal sebagai salah satu dokumen paling penting mengenai sikap ulama Haramain terhadap gerakan Wahhabi. Berikut rekonstruksinya:
1. Pembukaan Surat
- Ulama Haramain memulai dengan memuji Allah, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan menegaskan loyalitas mereka kepada Sultan Utsmaniyah.
- Mereka menyatakan diri sebagai penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta sebagai pemelihara tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Isi pokok:
“Kami, para ulama Haramain, menjaga dua masjid suci ini, dan menyampaikan kepada kekasih kami, Sultan Khalifah, berita mengenai fitnah yang muncul di tanah Hijaz dan sekitarnya.”
2. Latar Belakang Masalah
- Ulama menjelaskan munculnya kelompok Wahhabi (pada masa Muhammad bin Abdul Wahhab) di Najd yang menolak banyak praktik ibadah tradisional yang dilakukan umat Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Disebutkan bahwa mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap penduduk yang tidak sejalan dengan ajaran mereka, termasuk penghancuran kuburan para wali, guru, dan makam-makam Nabi serta sahabat.
Isi pokok:
“Mereka menghapus amalan-amalan para sahabat dan ulama salaf, memerangi umat Islam yang tetap pada sunnah, dan menebarkan fitnah serta kekerasan.”
3. Penegasan Bahaya Gerakan Wahhabi
- Surat menekankan bahwa gerakan Wahhabi mengancam keselamatan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan stabilitas Hijaz.
- Mereka menuduh Wahhabi melakukan bid’ah ekstrem yang berbeda dari ajaran Islam tradisional.
- Para ulama Haramain menyatakan bahwa kelompok ini tidak boleh ditoleransi, karena mereka membahayakan keselamatan umat dan wilayah suci.
Isi pokok:
“Gerakan ini bukan sekadar menyimpang dalam ilmu, tapi sudah melakukan kerusakan nyata di tanah suci, membunuh, menjarah, dan menimbulkan kekacauan yang sangat besar.”
4. Permintaan Tindakan Sultan
- Ulama meminta Sultan Utsmaniyah untuk:
- Mengirim pasukan atau mengerahkan otoritasnya agar mengalahkan kelompok Wahhabi.
- Memberikan dukungan politik dan finansial bagi ulama Haramain untuk menjaga keamanan dan tradisi Islam.
- Surat ini menegaskan loyalitas penuh mereka kepada Sultan sebagai pemimpin umat Islam.
Isi pokok:
“Kami mohon bantuan Sultan agar mengirim bala bantuan guna menumpas orang-orang ini sebelum mereka merusak lebih jauh Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.”
5. Penutup
- Surat diakhiri dengan doa kepada Sultan agar diberikan kekuatan dan keberkahan dalam memimpin umat Islam.
- Ditandatangani oleh sejumlah ulama Haramain yang terkemuka pada masa itu.
Isi pokok:
“Semoga Allah senantiasa menjaga Sultan dan umat Islam dari fitnah, dan memperkuat tangan Sultan dalam menegakkan kebenaran di tanah suci.”
6. Catatan Tambahan
- Ada beberapa versi surat/fatwa yang dikirim:
- Fatwa tahun 1803 — menekankan ancaman Wahhabi dan perlunya tindakan tegas.
- Fatwa Madinah (lebih keras) — menyatakan bahwa Wahhabi melakukan kekufuran dan harus dihukum mati jika melakukan pemberontakan.
- Surat ini juga mencantumkan daftar ulama Haramain yang menandatangani, termasuk para mufti dan qadhi Makkah serta Madinah.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar