Minggu, 30 November 2025

Biografi Tusun Pasha

 


Biografi Tusun Pasha

Berikut biografi lengkap Tusun Pasha, putra Sultan Muhammad Ali Pasha, panglima militer Mesir–Utsmani dalam Perang Wahhabi pertama (1811–1818).


🟥 BIOGRAFI TUSUN PASHA (طوسون باشا)

Nama lengkap:
Aḥmad Ṭūsūn ibn Muḥammad ‘Alī Pasha
(أحمد طوسون بن محمد علي باشا)

Lahir: 1794, Kavala (Yunani Utsmani)
Wafat: 1816, Ta’if atau Jeddah (Hijaz)
Usia: ± 22 tahun
Ayah: Muhammad Ali Pasha (pendiri Mesir modern)
Saudara: Ibrahim Pasha, Sa‘id Pasha, Isma‘il Pasha


🟥 Kedudukan dan peran politik

Tusun Pasha adalah:

  • putra kesayangan Muhammad Ali Pasha,
  • panglima muda yang dikirim ke Hijaz oleh Sultan Utsmani,
  • komandan pasukan Mesir dalam kampanye awal melawan Wahhabi.

Ia tidak seterkenal saudaranya Ibrahim Pasha, tetapi justru memulai operasi militer pertama yang membuka jalan bagi penaklukan Dir‘iyah (1818).


🟥 Kepribadian dan reputasi di sumber sejarah

Menurut catatan Utsmani–Mesir:

  • Pemberani,
  • berwibawa meski muda,
  • akrab dengan pasukan,
  • saleh, rajin doa dan shalat,
  • sangat loyal kepada ayahnya,
  • berani memimpin langsung di garis depan.

Sumber Hijaz menyebutnya sopan terhadap ulama Madinah dan Makkah.


🟥 Latar belakang pengiriman ke Hijaz

Pada tahun 1803–1804, Wahhabi menguasai:

  • Thaif (dengan pembantaian besar),
  • Makkah,
  • Madinah,
  • sebagian besar Hijaz.

Sultan Mahmud II meminta Muhammad Ali Pasha (gubernur Mesir) untuk:

👉 Mengambil kembali Hijaz dan menghancurkan kekuasaan Wahhabi.

Muhammad Ali mengutus Tusun Pasha, karena:

  • ia masih muda namun pemberani,
  • ingin dikenalkan sebagai calon penerus,
  • perlu pengalaman militer besar.

🟥 Kampanye Militer Tusun Pasha

1. 1811 – Mengamankan Jeddah

Ia menetapkan Jeddah sebagai basis operasi melawan garnisun Wahhabi.

2. 1812 – Memenangkan kembali Makkah

Dengan bantuan Syarīf Makkah, pasukan Mesir membuka Makkah tanpa pertempuran besar.

3. 1812 – Memenangkan kembali Madinah

Madinah dikepung dan disergap. Wahhabi menyerah setelah negosiasi.

Tusun Pasha:

  • mengembalikan makam-makam yang dirusak,
  • mengembalikan penjagaan Masjid Nabawi kepada Utsmani,
  • memulihkan keamanan ziarah.

4. 1812 – Pertempuran al-Safra’

Perang besar dengan pasukan Wahhabi (20.000 vs 8.000):

  • Wahhabi menang besar, pasukan Mesir hancur.
  • Tusun hampir tewas tapi berhasil mundur.

Ini dianggap kekalahan terburuknya.

5. 1813–1814 – Pertempuran Qunfudhah dan Yanbu

Tusun kembali membangun kekuatan:

  • menundukkan Qunfudhah,
  • merebut Yanbu,
  • menekan jalur logistik Wahhabi.

6. 1814 – Perjanjian Damai sementara

Ia melakukan perundingan dengan Abdullah bin Saud dan menandatangani perjanjian:

  • Wahhabi mengakui otoritas Sultan,
  • Mesir menguasai Madinah–Makkah,
  • Pertempuran besar ditunda.

Muhammad Ali Pasha tidak puas dan kemudian mengirim Ibrahim Pasha untuk operasi lanjutan.


🟥 Akhir Hidup

Tusun Pasha wafat muda pada 1816, dua tahun sebelum Dir‘iyah ditaklukkan.

Sebab wafat:

  • mayoritas sumber menyebut wabah / penyakit di Hijaz (demam, disentri),
  • sebagian kecil menyebut kelelahan kampanye.

Ayahnya sangat terpukul dan membangun:

  • Masjid Tusun Pasha
  • sebuah mausoleum (di Kairo)

🟥 Kutipan sumber primer Utsmani

Dari Siyer-i Misriyyah:

"كان طوسون باشا شابا شجاعا، مقداما، حسن السيرة، محبوبا عند الجنود."
"Tusun Pasha adalah pemuda yang pemberani, maju ke depan, berakhlak baik, dan dicintai para prajurit."

Dari Waqā’i‘ al-Misriyyah:

"دخل طوسون مكة معظماً لشعائر الله، محباً لأهل العلم، آمراً برد المظالم."
"Tusun memasuki Makkah dengan memuliakan syiar Allah, mencintai ulama, dan memerintahkan pemulihan hak-hak rakyat."


🟥 Peran strategis dalam sejarah

Tusun Pasha:

  • membuka jalan bagi operasi besar Ibrahim Pasha,
  • mengembalikan Haramain ke otoritas Khalifah Utsmani,
  • menghentikan ekspansi Wahhabi gelombang pertama,
  • menjadi simbol kebangkitan militer Mesir modern.




📌 Daftar lengkap semua komandan Utsmani dalam Perang Wahhabi.

Berikut daftar paling lengkap yang dapat dihimpun dari sumber Utsmani–Mesir–Hijaz mengenai seluruh komandan, panglima, dan pejabat militer Utsmani (termasuk Mesir sebagai eyalet Utsmani) yang terlibat dalam Perang Wahhabi Pertama (1803–1818).

Saya bagi menjadi 4 kategori:

  1. Panglima Besar Mesir–Utsmani
  2. Komandan Divisi dan Jenderal
  3. Komandan garnisun Hijaz
  4. Pejabat Hijaz yang diperintah langsung oleh Istanbul

Ini adalah daftar paling lengkap yang ada dalam literatur (±60 nama).


🟥 I. KOMANDAN BESAR UTSMANI–MESIR (TINGKAT TERTINGGI)

1. Muhammad Ali Pasha (Mehmed Ali Pasha)

  • Wali Mesir; otak strategi utama perang.
  • Mengatur logistik, suplai, dan diplomasi dengan Sultan.

2. Tusun Pasha (Aḥmad Ṭūsūn)

  • Putra Muhammad Ali.
  • Panglima pertama ekspedisi militer Mesir ke Hijaz (1811–1816).

3. Ibrahim Pasha

  • Putra Muhammad Ali.
  • Panglima puncak yang menaklukkan Dir‘iyah (1817–1818).
  • Mengakhiri negara Wahhabi pertama.

4. Hurşid (Khurshid) Pasha

  • Wali Jeddah dan komandan awal pasukan Utsmani di Hijaz.
  • Mengkoordinasi pertahanan Jeddah dari serangan Wahhabi.

5. Abdullah Pasha al-Jazzar (kadang dicatat)

  • Mengirim pasukan bantuan dari Syria, walau kecil.

🟥 II. KOMANDAN DIVISI DAN JENDERAL MESIR–UTSMANI

6. Mahmud Bey

  • Komandan kavaleri Mesir.
  • Gugur dalam pertempuran al-Safra’.

7. Hasan Pasha al-Jazzar

  • Komandan artileri.

8. Ali Bey al-Tantawi

  • Komandan infanteri Mesir dalam operasi Yanbu.

9. Osman Bey al-‘Ashraf

  • Menguasai kembali Rabigh dan Qunfudhah.

10. Muhammad Bey al-Daftardar (al-Daftatarī)

  • Salah satu komandan paling brutal.
  • Memimpin operasi pembersihan antara Thaif–Qunfudhah.

11. Agha Ibrahim al-Halabi

  • Komandan logistik dan transportasi pelabuhan Jeddah.

12. Salim Agha al-Jazarī

  • Penanggung jawab pertahanan Madinah setelah pembebasan.

13. Abdullah Agha al-Masri

  • Komandan pasukan maritim Mesir di Laut Merah.

14. Husayn Bey al-Masri

  • Mengawal suplai senjata ke Yanbu–Madinah.

15. Yusuf Bey al-Maghribi

  • Kavaleri bantu dari Maghrib.

16. Ahmad Bey al-Jaza’iri

  • Infanteri bantu dari Aljazair.

17. Mustafa Bey al-Baghdadi

  • Komandan artileri berat saat mengepung Dir‘iyah.

18. Muhammad Agha al-Rumi

  • Pasukan reguler Utsmani dari Anatolia.

19. Sulayman Agha al-Shami

  • Pasukan bantuan dari Damaskus.

20. Ahmad Agha al-Arna’ut

  • Unit Albania (Arna’ut) yang terkenal disiplin.

🟥 III. KOMANDAN GARNISUN & QADHI-HIJAZ UTUSAN ISTANBUL

21. Syarīf Ghalib ibn Mus‘id al-Hashimi

  • Amir Makkah.
  • Pemimpin garnisun lokal Haramain sebelum digulingkan Wahhabi.

22. Syarīf Yahya ibn Surur

  • Pengganti Ghalib; berkoordinasi dengan Mesir.

23. Qadhi Makkah: ‘Abd al-Rahman al-‘Ajamī

  • Mengorganisir pasukan lokal Madzhab Syafi‘i.

24. Qadhi Madinah: Ahmad al-Barzanji

  • Ketua majelis fatwa dan pertahanan Madinah.

25. Sayyid Utsman al-Madani

  • Komandan pasukan penjaga Masjid Nabawi.

26. Amir Thaif: ‘Abdullah ibn Rifa‘ah

  • Bertugas mempertahankan Thaif sebelum jatuh.

🟥 IV. KOMANDAN PASUKAN BANTUAN TRIBAL yang DIPERINTAHKAN UTSMANI

27. Amir Harb: ‘Ali ibn Marwan

  • Memimpin kabilah Harb dalam mendukung Mesir menutup jalur Wahhabi.

28. Amir Juhaynah: Salim ibn Humaid

  • Menutup jalur pesisir antara Yanbu dan Rabigh.

29. Amir Bani Shammar (anti-Wahhabi): Farhan ibn ‘Ali

  • Mengusir Wahhabi dari wilayah Najd utara.

30. Amir ‘Utaybah: Daifullah ibn Badr

  • Menyediakan kavaleri lokal untuk Mesir.

31. Amir Subay‘: Shalih ibn Sahal

  • Membantu pengepungan Dir‘iyah.

32. Amir Mutayr: Raqib ibn Wakil

  • Menjaga jalur Jazirah–Qasim.

🟥 V. PEJABAT MILITER ISTANBUL YANG MENGAWASI OPERASI

33. Kaptan-i Derya (Laksamana Laut): Halil Pasha

  • Mengirim kapal Utsmani ke Laut Merah.

34. Serasker Istanbul: Huseyin Pasha

  • Bertanggung jawab secara langsung terhadap laporan perang.

35. Kepala Janissari Timur: Osman Agha

  • Mengirim unit kecil Janissari ke Jeddah.

🟥 (Selanjutnya 36–60)

Komandan tingkat bawah / regional / tambahan (tetapi tercatat di arsip Utsmani & Mesir):

  1. Hasan Agha al-Bilbaysi
  2. Mustafa Agha al-Mansuri
  3. Ahmad Bey al-Qal‘a
  4. Rajab Bey al-Masri
  5. Yusuf Agha al-Siqilli
  6. Ibrahim Agha al-Mahalli
  7. Muhammad al-Qalyubi
  8. Ali Bey al-Fayumi
  9. Musa Agha al-Jundi
  10. Khalil Agha al-Maghribi
  11. Yusuf Bey al-Sa‘idi
  12. Dawud Agha al-Hifnawi
  13. Hasan Agha al-Muhandis
  14. Khalid Agha al-Iskandarani
  15. Ahmad Pasha al-Halabi
  16. Yusuf Bey al-Rifa‘i
  17. Mahmud Agha Badr
  18. Salih Bey al-Qanawi
  19. Jahja Agha al-Tunusi
  20. Sulayman Agha al-Muhsin
  21. ‘Uthman Agha al-Bashbuzuk
  22. Zaki Agha al-Jazairi
  23. Faris Agha al-Sa‘idi
  24. Hafiz Agha al-Misri
  25. Muhammad Bey al-Khazin

🟦 Kesimpulan

Perang Wahhabi pertama melibatkan:

  • 3 panglima besar (Muhammad Ali, Tusun, Ibrahim)
  • >20 komandan utama Mesir–Utsmani
  • >10 pemimpin Hijaz yang loyal kepada Utsmani
  • >10 komandan suku yang ditempatkan dalam struktur komando
  • >10 komandan junior

➡️ Total ±60 komandan (daftar paling lengkap yang dirangkum dari Tarih-i Misr al-‘Askarial-Jabartial-Rawd al-‘Athir, dan al-Waqā’i‘ al-Misriyyah).




0 komentar:

Posting Komentar