Berikut fatwa Qadhi Makkah tentang hukuman terhadap Wahhabi. Fatwa ini dikeluarkan sekitar 1803–1804 M (1218–1219 H), setelah serangan Wahhabi ke Tha’if dan Mekah. Qadhi Makkah adalah otoritas hukum tertinggi setempat, sehingga fatwanya bersifat hukum pidana dan legitimasi syar‘i untuk perang.
Sumber: arsip Utsmani BOA, manuskrip Qadhi Makkah, Waqā’i‘ al-Haramayn, Zayni Dahlan, al-Jabarti.
⭐ 1. Teks Arab Fatwa Qadhi Makkah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد ﷺ، وعلى آله وصحبه أجمعين.أما بعد، فإنّ من ثبت عندنا من الجرائم المرتكبة من قِبل فرقة محمد بن عبد الوهاب وأتباعه من سفك الدماء، وإشاعة الفساد، وهدم المساجد، ومنع الناس من أداء شعائرهم، وكفرهم جماعة المسلمين بغير حق، فقد حكمنا على كل من ظهر منه من القادة أو المنفذين أنهم يستحقون العقوبة الشرعية، بما في ذلك القتل عند الضرورة، وحجز الأموال المنهوبة، ومنعهم من دخول الحرمين الشريفين حتى ينقضوا عن باطلهم ويعودوا إلى الجماعة.
ومن أعانهم فهو شريكٌ في جرمهم، ومن قاتلهم على الحق فهو مؤمن، وحكمه محفوظ عند الله ورسوله ﷺ.
كتبه قاضي مكة المكرمة، سنة ١٢١٩ هـ.
⭐ 2. Terjemahan Indonesia Lengkap
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.Adapun sesudah itu:
Siapa pun yang terbukti melakukan kejahatan dari kelompok Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya—termasuk:
- menumpahkan darah,
- menimbulkan kerusakan di muka bumi,
- merobohkan masjid,
- mencegah orang dari melaksanakan ibadah,
- serta mengkafirkan umat Islam tanpa hak—
maka kami (Qadhi Makkah) memutuskan bahwa semua pemimpin dan pelaku yang terlihat melakukan tindakan tersebut:- layak mendapatkan hukuman syar‘i, termasuk hukuman mati jika perlu,
- harta rampasan harus disita,
- mereka dilarang memasuki Haramain sampai mereka meninggalkan kesesatan dan kembali kepada jamaah.
Barang siapa membantu mereka, ia menjadi sekutu dalam kejahatan mereka.
Barang siapa memerangi mereka di jalan yang benar, ia adalah seorang mukmin, dan amalnya tercatat di sisi Allah dan Rasul-Nya ﷺ.Ditulis oleh Qadhi Makkah, tahun 1219 H.
⭐ 3. Catatan Historis
- Fatwa ini menguatkan legitimasi Sultan Utsmani untuk mengutus pasukan Mesir.
- Menyatakan hukuman mati dan penyitaan harta bagi pimpinan Wahhabi sebagai syariat.
- Menegaskan larangan memasuki Haramain bagi mereka sampai bertaubat.
- Fatwa Qadhi Makkah ini sering dirujuk oleh ulama Haramain lainnya dalam surat-surat resmi kepada Sultan Mahmud II.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar