Sabtu, 15 November 2025

MENEPIS KEANGKUHAN & KETERLALUAN BATAS WAHHABI



*MENEPIS KEANGKUHAN & KETERLALUAN BATAS WAHHABI*

Jangankan dapat melihat Allah,
Melihat Malaikat saja belum !
Melihat Ruh saja belum !
Melihat Hati saja belum !
Melihat Akal saja belum !

Jangankan untuk bisa melihat semua itu, sedangkan Ciptaan Allah saja belum pernah bisa sempurna, koq sudah seakan tahu lalu *Membahas-bahas DZAT-NYA.*

*Saat kau bilang "BUMI"...*
Kala gelap menjelang,
Kala hijab mendindingi,
Kala jauh tak terjangkau pandangan,
Kala itu mata tak mampu melihat sempurna dan kala tak bisa mengurangaikan (mendeskripsikan) apa yang dilihatnya. Lalu *Bagaimana bisa kau hendak membahas Dzat Sang Pencipta ?!*

*Saat kau bilang "LANGIT"*
Saat menengadah ke atas, lalu kau hendak melihat langit luas itu.
Mata kepala hanya mampu melihat dalam keterbatasan,
Hanya mampu berkata "Aku melihat banyak bintang" tapi tak pernah bisa meraih keseluruhannya.
Mata kepala tak mampu merangkumnya. Lalu *Bagaimana bisa kau hendak membahas Dzat Sang Pencipta ?!*

*Saat kau bilang "ARSY"*
Jangankan melihat keseluruhannya, bahkan sedikit dari bagian-bagiannya saja pun, mata kepala kau tidak pernah melihatnya. Lalu *Bagaimana bisa kau hendak membahas Dzat Sang Pencipta ?!*

*Saat kau bilang "ALLAH"*
Lalu kau hendak memperinci-NYA,
dengan rincian yang tersusun seakan kau pernah melihat-NYA. Jika tetap kau memaksanya, maka *pastilah akan akan menjadi senyata-nyatanya pendusta !*

*DALAM HAL CIPTAAN-NYA* saja kau _tak pernah mampu meraih penglihatan dan pemahaman dengan sempurna._ Seperti: "Bumi, Langit yang 7 Lapis dan 'Arsy Allah saja" kau belum pernah bisa menjangkaunya dengan pandangan mata kepalamu secara sempurna ! Lalu *Bagaimana bisa kau hendak membahas Dzat Sang Pencipta ?!*

*Bahkan kau tak mampu menyebut NAMA-NAMA yang ada dibumi secara sempurna.* Kau hanya mampu berkata dalam jumlah pengetahuan yang sangat terbatas. _Apa nama-nama tumbuhan, rerumputan & buah-buahannya, Apa nama-nama hewan-hewan yang berjalan dan merambat di atasnya, Apa nama-nama ikan-ikan yang berenang di lautannya, Apa nama-nama burung yang beterbangan diudaranya, Apa nama-nama serangga, Apa nama-nama bebatuan, mineral & logamnya, Apa nama-nama segala macam / jenis sesuatu diatasnya, bagaimana tentang sifat-sifatan kebendannya. Pengetahuanmu sangat terbatas ! Bahkan apa-apa yang *DI DIRIMU SENDIRI* saja, kau tak pernah mampu menguraikan semuanya!_

Apatah lagi hendak menyebutkan nama-nama segala sesuatu yang ada di langit yang tujuh lapis itu dan menyebutkan segala sifat-sifatnya. Kau hanya bisa mengucapkan: Planet, Satelit, Matahari, Bulan dan Bintang_ Tapi nyatanya kau tidak pernah mampu menyebutkannya satu-persatu nama-namanya, jumlahannya, warnanya, bentuknya apalagi pensifatan keseluruhannya.

Manakala kau menyebut *'ARSY AL MAJIID, AL KARIIM, AL 'AZHIIM,* yang kita semuanya ini hanya bisa sebutkan NAMANYA saja, tapi tak pernah mengenalnya secara mendalam, padahal melihatnya pun tidak. Bagaimanakah hendak melampaui kemampuan terbatas seorang manusia ? *CARA BERFIKIR* orang-orang *(:Wahhabi Musyabbihah dan mujassimah)* yang melampaui batas kemampuannya ini, koq hendak *MENDESKRIPSIKAN tentang SHIFAT DZAT ALLAH ??*

Padahal *melihat Allah* belum pernah!
Padahal *melihat Malaikat* juga belum pernah!
Padahal *melihat Ruh* pun belum pernah!
Bahkan melihat *Hatinya* sendiri pun belum pernah!
Dan melihat *Akalnya* sendiri juga belum pernah!
Lalu bagaimana ceritanya ... koq  _berani-beraninya membahas-bahas_ soal *DZAT ALLAH,* sedangkan *SHIFAT-SHIFAT-NYA* saja takkan pernah bisa faham secara sempurna‼️

Daripada kalian _(wahai Musyabbihah Mujassimah Al Wahhabiyyah)_ membahas segala urusan yang *TAK LAYAK* kau bahas *(Ayat-Ayat Mutasyaabihaat:  DZAT ALLAH)* ... Lebih baik memperbaiki: _'Amaliyyah, Iman, Ichsan dan Akhlaq_ terlebih dahulu. Dan memaksimakan berfikir di soal-soal yang di ciptakan Allah saja, *AGAR HATIMU BISA RUNDUK* kepada Allah dan *TERHINDAR DARI KESOMBONGAN* terhadap sesama muslim‼️

Kemudian *LURUSKANLAH HATI*  kalian yakni menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dengan *NIATAN HANYA UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH* semata (bukan yang lainnya!).

Mari kita semua belajar bersama dan terus belajar untuk *menambah wawasan agama Islam ini.*
Jangan hanya untuk tujuan *mencari kemenangan apalagi pembenaran semata saat berdiskusi !* Hal itu hanya akan *menambah kerasnya hati lalu jatuh ke dalam  TAKABBUR atau SOMBONG* _(menolak kebenaran)_ dan akan menyebabkan diri *'UJUB* _(heran diri  dengan kemampuan, kepandaian yang ada pada diri sendiri dan lalu merasa lebih benar & baik daripada lainnya)._

Ketahuilah ! Telah ada di antara kita, makhluk Allah.... selain malaikat dan manusia yang _Sangat Pandai_ dari *GOLONGAN JINN* lalu ia Menyombongkan diri. Sehingga disebut dengan *IBLIS KAFIR dan  DILA'NAT oleh ALLAH ‼️*   Dia merugi dan celaka selama-lamanya !

Maka dari itu ... Janganlah ikuti jejak langkahnya, sebab ia *musuh yang nyata* ('aduwwun mubiin) bagi kita manusia.

Siapalah kita ini, ... yang hanya diselimuti oleh *kelemahan, kebodohan dan keterbatasan ini.* Lalu hendak petantang-petenteng hendak *MEMBAHAS-BAHAS DZAT ALLAH?* Sedangkan untuk menshifati-NYA saja, kita *haruslah benar-benar harus berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad ﷺ* 

Maka sebaiknya kita suka mengucapkan:

سبحان من لا يعلم قدره غيره ولا يبلغ الواصنون صفته - سبحان ربي العلي الاعلى الوهاب - لا اله الا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي دائم لا يموت بيد الخير وهو على كل شيء قدير - لا سبحان الملك القدوس صبوح قدوس ربنا ورب الملائكه والروح -  لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم - لا اله الا الله الملك الحق المبين محمد رسول الله  صادق وعد الامين

Wallahu A'lam Bish_Showaab.
Saya sampaikan _Tanpa Niatan Menggurui_ tapi saya tetap mohon maaf kepada انتم bila ada salah atau khilaf kata. Semoga Ummat Muhammad ﷺ mendapatkan Syurga dan Ridho Allah.


0 komentar:

Posting Komentar