Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

NASHIRUDDIN ALBANI TAK DAPAT DIJADIKAN CHUJJAH

NASHIRUDDIN  ALBANI  TAK  DAPAT  DIJADIKAN  CHUJJAH (   Aib Dan Kesalahan Besar   Bagi Seorang Pelajar Ilmu  Hadits  ) Seringkali Albani menilai shahih sebuah hadis, dari sisi sanadnya saja, tidak mengkaji lebih detail terkait  illat  atau cacat yang tersembunyi baik dalam redaksi ataupun jejaring sanadnya. Kontroversi Nashirudin al-Albani memang tak pernah berhenti diulas. Langkahnya yang gemar mengkritik dan mendhaifkan hadits shahih al-Bukhari dan shahih Muslim selalu menimbulkan hujatan dari para ulama. Bila kitab Shahih al-Bukhari sebagai kitab kumpulan hadits shahih terbaik saja beliau (al-Albani) ragukan keshahihannya, apalagi kitab-kitab kumpulan hadits lainnya? Mari kita meneliti kembali “Bolehkah ulama kontemporer sebagaimana al-Albani berijtihad mendhaifkan dan menshahihkan hadits tanpa merujuk kepada pendapat ulama hadits terdahulu?” Dalam Ranah Ini Ada Dua Pendapat Terkuat, Yaitu: Pertama , pintu penelitian (ijtihad) te...

Kembalilah ke jalur Ahlussunnah Wal Jama'ah Sunni Assawaad Al A'zhom

Gregetan kalau dengar wahhabi ngomong. Jadi muslimin itu yang baiklah pada sesama.  Berhentilah pakai doktrin al wahhabiyyah. Kembalilah ke jalur Ahlussunnah Wal Jama'ah Sunni Assawaad Al A'zhom. Karena jalur ini, dapat memuliakan akal, pemikiran akan lebih jernih dan sehat. Jauhi Sekte Wahhabi yang suram itu, sebab diliputi oleh pekatnya Kegelapan Madzhab Ibn Abdil Wahhab yang dipenuhi _ Syakwa Sangka dan Perampasan Akal Sehat. _ Menjadikan para pengikutnya bergelimang dengan Rusuhnya Permusuhan, Rusuhnya Penuduhan, Rusuhnya Penentangan terhadap Ulama' Salaf Sholich terdahulu, Rusuhnya Pemecah-belahan ummat Islam, Rusuhnya fiqih & Aqidah, serta Rusuhnya Penghalalan harta dan darah muslimin. Menjadikan pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai kelompok orang-orang yang keras kepala dan merasa paling benar sendiri dalam urusan agama (urusan fiqh & Aqidah). Dan menjadikan pengikutnya sebagai orang-orang yang _ berakhlak buruk _ karena telah mengingkari denga...

Keyakinan Syi'ah Yang Mencela Sahabat Nabi Muhammad ﷺ

Ijma' itu terbanyak Ulama', bukan semua Ulama' (tidak harus seluruh Ulama'). Bilamana ada segelintir Ulama' yang tidak bersepakat ... apalagi yang tak bersepakat itu adalah ULAMA' YANG TAK MU'TABAR, maka hal itu tak manafikan ketetapan Para Ulama' Aswaja sama sekali ‼️ Tanpa  Ulama' "yang tak muktabar" pun ... hal itu sudah masuk ke kategori IJMA' menurut para Ulama' Aswaja. Tapi kalau Ulama' Mu'tazillah - Khowarij - Wahhabi & Syi'ah harus dipersyaratkan sebagai kelengkapan bagian Ulama' yang harus juga bersetuju atau bersepakat... lalu BARU BISA DIBILANG IJMA' maka hal itu tak sesuai dengan kesepakatan para aswaja sebagai JUMHUR ULAMA'. Jika hendak memaksakan... maka silahkan buktikan KONSEP ULAMA' MANA yang Mendefinisikan secara KHUSUS   seperti apa yang dikatakan oleh Syi'ah ??? COBA PAKAI LOGIKA KEMUNGKINAN ... Bahwa bisa saja Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan jalan keluar terbaik bag...

15 Bidang Ilmu yang Dibutuhkan untuk Tafsir Alquran

  15 Bidang Ilmu yang Dibutuhkan untuk Tafsir Alquran Perlu ilmu pendukung untuk tafsir Alquran. Ilmu Ini Harus Dikuasai Jika Ingin Menafsirkan Al-Qur'an Rasulullah SAW pernah bersabda, "barangsiapa mengemukakan pendapatnya sendiri tentang isi Al-Qur'an , maka ia telah melakukan kesalahan walaupun pendapatnya itu benar". Untuk menafsirkan kandungan Al-Qur'an, diperlukan keahlian dalam 15 bidang ilmu. Untuk diketahui, Al-Qur'anul-Karim memiliki zahir dan batin. Adapun maksud zahir Al-Qur'an adalah lafaz-lafaz Al-Qur'an yang dapat dibaca oleh semua orang. Sedangkan Batin Al-Qur'an adalah makna atau maksud Al-Qur'an yang dapat dipahami menurut keahlian masing-masing. Ibnu Mas'ud RA berkata, "Jika kita ingin memperoleh ilmu, maka pikirkan dan renungkanlah makna-makna Al-Qur'an, karena di dalamnya terkandung ilmu orang-orang dahulu dan sekarang." Berdasarkan keterangan para ulama, Maulana Zakariyya menyebut untuk menafsirkan ...

MENGAPA SALAFI WAHHABI SANGAT BERBEDA DENGAN SUNNI ASWAJA ?

MENGAPA SALAFI WAHHABI SANGAT BERBEDA DENGAN SUNNI ASWAJA ? Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara Wahhabi dengan Aswaja dengan perbedaan seperti yang diumpamakan jurang yang sangat luas dan dalam". Sekte wahhabi sangat-sangat  berpegangan kepada model penafsiran secara tekstual yang asal-asalan, baik itu penafsiran ayat ayat Al Qur-aan maupun penafsiran Al-Chadits , sehingga mereka hasil tafsiran mereka menjadi  sangat   bertentangan dengan kebanyakan ahli tafsir dan para Mujtahid Islam kebanyakan . Akibatnya mereka sangat mudah  membid'ahkan amaliah kaum Sunni Asy Syafi'iyyah  dan  menganggap   kafir sesat bahkan murtad dari Islam  terhadap kaum Sunni Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Al 'Asy'aariyyah Wal Maturidiyyah di seluruh dunia. Saat banyak perbedaan pada sisi fiqih yang kita sebut ikhtilaf atau perbedaan pendapat itu sebenarnya sah-sah saja. Sedangkan pada sisi Aqidah, sekte salafi wahhabi sangat jauh perbedaannya dengan Asyaa'iroh A...

Tahlilan dan Doa untuk Mayit

  Tahlilan dan Doa untuk Mayit ❌ Klaim Wahhabi: “Tahlilan (doa bersama untuk mayit) adalah bid’ah karena tidak dilakukan Nabi ﷺ.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 QS. Al-Hasyr: 10 “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berkata: ‘Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu dalam iman…’” ➡️ Ayat ini  membolehkan bahkan memerintahkan doa untuk orang yang sudah wafat . 🔹 Hadits Sahih Muslim “Mintalah ampunan untuk saudara kalian dan mohonkan keteguhan hati baginya, karena sekarang dia sedang ditanya.” ➡️ (HR. Muslim, no. 2877) 🔹 Ulama besar seperti  Imam Nawawi ,  Imam as-Subki ,  Imam Ghazali , dll., menyatakan bahwa  doa berjamaah untuk mayit adalah mubah dan tidak termasuk bid’ah dhalalah.

Talqin Mayit setelah dikuburkan

  Talqin Mayit setelah dikuburkan ❌ Klaim Wahhabi: “Talqin setelah mayit dikubur adalah bid’ah mungkarah.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 Hadits (dengan sanad hasan): “Talqinu mautākum lā ilāha illallāh.” ➡️ HR. Muslim no. 916 — meskipun dalam riwayat ini untuk orang menjelang wafat,  ulama menganalogikan boleh untuk setelah dikubur. 🔹 Imam al-Nawawi dalam  Majmu’  dan Imam al-Ghazali dalam  Ihya’  menyatakan: “Disunnahkan talqin setelah mayit dikubur, karena berdasarkan riwayat dari banyak sahabat.”

Zikir Berjamaah dan Wirid Setelah Shalat

  Zikir Berjamaah dan Wirid Setelah Shalat ❌ Klaim Wahhabi: “Zikir keras bersama setelah shalat adalah bid’ah dan riya’.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 Hadits riwayat Bukhari & Muslim: "Kami mengetahui shalat telah selesai dari suara takbir." ➡️ (HR. Bukhari no. 841, Muslim no. 583) ➡️ Zikir keras setelah shalat  adalah sunnah Nabi ﷺ. 🔹 Ibn Abbas berkata: “Aku tahu shalat mereka telah selesai karena aku mendengar suara zikir dari luar masjid.” ➡️ (HR. Bukhari) 🔹 Imam Nawawi: “Disunnahkan berdzikir dengan suara keras setelah shalat fardhu bagi imam dan makmum.”

Sumber Sumber Penetapan Hukum Dalam Islam Berdasarkan Manhaj Salaafunash Sholih

Sumber Sumber Penetapan Hukum Dalam Islam Berdasarkan Manhaj Salaafunash Sholih AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH Ketika ditanya tentang pengambilan hukum jika tidak ada dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, Ibnu Abbas akan merujuk pada ijtihad. Ijtihad adalah proses berpikir dan berusaha untuk menemukan hukum syariat Islam melalui penalaran dan pemahaman mendalam terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip umum dan nilai-nilai Islam. Ijtihad sebagai Sumber Hukum: Jika suatu masalah tidak secara eksplisit dijelaskan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka ulama (mujtahid) dapat menggunakan ijtihad untuk menetapkan hukumnya. Proses Ijtihad: Proses ijtihad melibatkan pemahaman mendalam tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta penggunaan akal dan penalaran untuk menemukan solusi hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA)  sangat berbeda dengan  SALAFI WAHABI,  dimana mereka hanya berlandaskan atau berdalil hanya menggunak...

Qiyas Dalam Zakat Fitrah

Qiyas dalam zakat fitrah adalah metode penalaran hukum Islam (fiqih) yang digunakan untuk menyimpulkan hukum suatu masalah baru yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an maupun Hadis, dengan cara menganalogikan (menyamakan) masalah tersebut dengan masalah yang hukumnya sudah jelas. Topik ini menjadi sangat relevan dalam pembahasan kontemporer mengenai pembayaran zakat fitrah menggunakan uang (nilai harga makanan pokok) sebagai pengganti makanan pokok itu sendiri (beras, gandum, kurma, dll.) Penerapan Qiyas dalam Zakat Fitrah Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan membayar zakat fitrah dengan uang, dan perbedaan ini seringkali berakar pada cara pandang mereka terhadap penerapan metode qiyas:  Pendapat yang melarang (Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali ): Asal ( Maqis 'alaih):  Dalil syariat yang memerintahkan pembayaran zakat fitrah dengan  sha'  (takaran) makanan pokok tertentu, seperti kurma, gandum, atau beras, sebagaimana yang dilakuk...

Contoh-contoh Qiyas dalam Ibadah dan Muamalah

Contoh-Contoh Mengenai Penerapan Metode  qiyas  (analogi) dalam ibadah dan muamalah sudah cukup jelas dan mencakup poin-poin utama yang sering dibahas dalam fiqh menurut pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Berikut adalah rangkuman contoh-contoh tersebut, yang mengilustrasikan bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam yang sudah mapan ( dalil asal ) diterapkan pada kasus-kasus baru ( kasus baru ) berdasarkan kesamaan illat atau alasan hukumnya ( qiyas ): ✅ QIYAS DALAM IBADAH Metode qiyas dalam ibadah digunakan secara terbatas dan hati-hati, terutama dalam menerapkan keringanan ( rukhsah ) atau hal-hal yang berkaitan dengan syarat dan rukun yang memiliki kesamaan fungsi. Mengusap Kaos Kaki Nabi ﷺ membolehkan mengusap  khuff   (sepatu kulit) saat wudhu (HR. Muslim 276). Mengusap  kaos kaki  biasa saat wudhu. Illat (alasan hukum):   Baik khuff maupun kaos kaki berfungsi menutupi kaki, dipakai dalam kondisi suci, dan sulit dilepas di tempat umum. Maka, hukum...

Penetapan Hukum Tawassul, Tabarruk, Istighatsah, Dan Ziarah Kubur

 Penetapan hukum  tawassul ,  tabarruk ,  istighatsah , dan  ziarah kubur  dalam Ahlussunnah wal Jama’ah ditetapkan  bukan semata berdasarkan qiyas , tapi melalui gabungan beberapa  sumber dan metode istinbath hukum (penetapan hukum)  utama, yaitu: ✅ 1.  Al-Qur’an Sebagai sumber hukum utama, hal-hal ini memiliki  indikasi keumuman dan isyarat pembolehan  dalam ayat-ayat tertentu. Contoh untuk masing-masing: Tawassul: ➤ QS. Al-Ma’idah: 35 "Carilah wasilah kepada Allah..." → digunakan untuk membolehkan bertawassul kepada Allah dengan amal saleh, dan menurut sebagian ulama, juga dengan orang saleh yang masih hidup. Tabarruk: ➤ QS. Yusuf: 93 –  Nabi Ya’qub mendapatkan kesembuhan lewat baju Nabi Yusuf . Istighatsah: ➤ QS. Al-Qashash: 15 –  Seorang dari kaumnya memohon pertolongan (استغاثه) kepada Musa . Ziarah Kubur: Tidak disebut eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi didukung oleh hadits shahih. ✅ 2.  As-Sunnah (Hadits N...

Dalil-dalil dari Ahlussunnah Wal Jama’ah yang secara khusus membantah dan menggugurkan dalil-dalil Wahhabi/Salafi

Berikut ini adalah  dalil-dalil dari Ahlussunnah Wal Jama’ah  yang  secara khusus membantah dan menggugurkan dalil-dalil Wahhabi/Salafi  yang melarang  tawassul ,  tabarruk ,  istighatsah , dan  ziarah kubur . Fokus kita adalah  mementahkan tuduhan syirik dan bid’ah  yang sering dilontarkan oleh mereka. 🟨 1.  Masalah Tawassul Klaim Wahhabi: “Bertawassul kepada Nabi ﷺ atau wali = syirik, karena meminta kepada selain Allah.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 Hadits Orang Buta – Tawassul Diajarkan Langsung oleh Nabi ﷺ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ... "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad..." ➡️ (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Hakim dan al-Thabrani) 🔸 Nabi tidak melarang tawassul kepada dirinya, justru  mengajarkan lafaznya . 🔸 Bahkan setelah wafatnya Nabi ﷺ, sahabat  Utsman bin Hunaif  mengajarkan doa ...

Daftar Amalan Aswaja Yang Dituduh Bid'ah Oleh Wahhabi

 Daftar Amalan Aswaja  Tuduhan Wahhabi Dalil Mereka Bantahan Ahlussunnah dengan Dalil Tawassul = Syirik QS. Al-Fatihah: hanya kepada Allah Hadits orang buta, QS. Al-Ma’idah:35, praktik sahabat Tabarruk = Syirik Tidak ada contoh sahabat (klaim) Hadits air wudhu Nabi, rambut Nabi ﷺ, benda Nabi ﷺ Istighatsah = Syirik QS. Al-Fatihah, QS. Al-Jin Hadits meminta doa pada orang saleh, tafsir QS. Al-Ma’idah:35 Maulid = Bid’ah Tidak dilakukan Nabi ﷺ QS. Ibrahim:5, Hadits puasa Senin, ijma’ ulama setelahnya Tahlilan = Bid’ah Tidak dilakukan sahabat QS. Al-Hasyr:10, HR. Muslim, ijma’ ulama doa untuk mayit Talqin = Bid’ah Tidak ada dalam hadits shahih Diterapkan oleh sahabat, Imam Nawawi dan Imam Ghazali membolehkan Zikir Jamaah = Bid’ah Tidak sesuai sunnah Nabi ﷺ HR. Bukhari dan Muslim, Imam Nawawi menyatakan sunnah Qunut = Bid’ah Nabi kadang-kadang melakukannya HR. Ahmad, Baihaqi, pendapat Syafi’iyah Haul = Bid’ah Tasyabbuh QS. Maryam:15, ijma’ ulama nusantara dan masyaikh klasik  

Bacaan Qunut Subuh

      Bacaan Qunut Subuh Klaim Wahhabi: “Qunut Subuh bid’ah karena tidak dilakukan oleh Nabi secara terus-menerus.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 Hadits: “Rasulullah ﷺ membaca qunut pada shalat Subuh sampai beliau wafat.” ➡️ (HR. Ahmad dan al-Baihaqi, shahih menurut al-Nawawi) 🔹 Imam Syafi’i dalam  al-Umm : “Aku memilih qunut subuh sebagaimana dilakukan Umar bin Khattab, Utsman, dan Ali.”

Maulid Nabi ﷺ

   Maulid Nabi ﷺ ❌ Klaim Wahhabi: “Maulid Nabi adalah bid’ah dhalalah karena tidak dilakukan Rasulullah ﷺ.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 QS. Ibrahim: 5 "Dan ingatkanlah mereka pada hari-hari Allah." ➡️ Kata  “ayyāmillāh”  menurut sebagian mufassir seperti Mujahid, termasuk  hari kelahiran para nabi. 🔹 Hadits Sahih Muslim "Aku berpuasa hari Senin karena hari itu aku dilahirkan." ➡️ (HR. Muslim no. 1162) ➡️ Rasulullah sendiri  menunjukkan penghormatan terhadap hari kelahirannya. 🔹 Kaidah Ushuliyyah: "ما ثبت أصله شرعاً، ولم ينكر عليه، فليس بدعة" ➡️ “Sesuatu yang asalnya ada dalam syariat, lalu dilakukan dalam bentuk baru selama tidak bertentangan, maka tidak bid’ah.” 🔹 Imam as-Suyuthi dalam  Husn al-Maqshid fi Amal al-Maulid : “Maulid adalah amal kebaikan dan bentuk kecintaan kepada Nabi ﷺ, dan siapa pun yang melakukannya dengan adab syar’i maka dia berpahala.”

Haul (peringatan tahunan wafat ulama/wali)

   Haul (peringatan tahunan wafat ulama/wali) ❌ Klaim Wahhabi: “Haul adalah tasyabbuh dengan Yahudi-Nasrani dan bid’ah.” ✅ Bantahan Ahlussunnah: Dalil Ahlussunnah: 🔹 QS. Maryam: 15 “Dan kesejahteraan atasnya (Yahya) pada hari ia dilahirkan, hari ia wafat, dan hari ia dibangkitkan hidup kembali.” ➡️ Menunjukkan  hari wafat adalah hari yang dimuliakan . 🔹 Para sahabat mengenang wafat Rasulullah setiap tahun, dan banyak tabiin seperti Hasan al-Bashri mengingat hari wafat Imam Ali. 🔹 Imam Suyuthi: “Mengadakan haul itu sunnah hasanah karena mengingat jasa dan ilmu para ulama serta memperkuat semangat keagamaan.”

Hadits tentang Perayaan Maulid Nabi ﷺ

Hadits tentang Peringatan Maulid Nabi 📜  Nabi ﷺ sendiri memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa, tetapi Wahabi melarang Maulid! 🔹 Rasulullah ﷺ bersabda: _"Aku berpuasa pada hari Senin, karena hari itu adalah hari kelahiranku." ( HR. Muslim no. 1162 ) ✅  Bantahan terhadap Salafi/Wahabi: Hadits ini menunjukkan bahwa memperingati hari kelahiran Nabi adalah sunnah. Salafi/Wahabi melarang Maulid Nabi dengan alasan bid’ah, padahal Rasulullah ﷺ sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa. Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa Maulid adalah bentuk cinta kepada Nabi ﷺ, bukan bid’ah sesat. ⏩  Jadi, larangan Wahabi terhadap Maulid Nabi adalah keliru dan bertentangan dengan sunnah Nabi sendiri!

Hadits tentang Doa di Makam Rasulullah ﷺ

  Hadits tentang Doa di Makam Rasulullah ﷺ 📜  Nabi ﷺ membolehkan doa di makamnya, tetapi Wahabi melarangnya dan menganggapnya sesat! 🔹 Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa yang datang berziarah ke makamku, maka wajib baginya syafaatku." ( HR. Ad-Daraquthni dan Ibnu Asakir, dishahihkan oleh Ibnu Hajar ) ✅  Bantahan terhadap Salafi/Wahabi: Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah ibadah yang dianjurkan. Salafi/Wahabi justru melarang ziarah dan menuduhnya bid’ah atau syirik. Jika memang ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah kesesatan, mengapa Rasulullah sendiri menjanjikan syafaat bagi yang melakukannya? ⏩  Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah batil dan bertentangan dengan hadits!

Hadits tentang Islam yang Mudah

  Hadits tentang Islam yang Mudah 📜  Nabi ﷺ mengajarkan Islam yang mudah, tetapi Wahabi membuat agama menjadi sulit dan penuh larangan! 🔹 Allah berfirman :  يُريدُ الله بكُمُ اليُسْرَ وَلا يُريدُ بِكُمُ العُسْر  "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah; 18  عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا  "Permudahlah dan jangan mempersulit. Gembirakanlah. Jangan bikin takut orang". ✅  Bantahan terhadap Salafi/Wahabi: Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan. Salafi/Wahabi sering membuat banyak larangan yang tidak perlu, seperti mengharamkan doa berjamaah setelah shalat, mengharamkan dzikir bersama, dan sebagainya. Nabi ﷺ mengajarkan untuk memudahkan agama, tetapi Wahabi justru mempersulit! ⏩  Jadi, pemahaman Wahabi yang keras dan kaku bertentangan dengan ajaran Nab...

Hadits tentang Mendekat kepada Orang Shalih

Hadits tentang Mendekat kepada Orang Shalih 📜  Nabi ﷺ mengajarkan untuk mencari keberkahan dari orang shalih, tetapi Wahabi mengharamkannya! 🔹  Dari Anas bin Malik radhiyallahu ' anhu: عن أنس قال:  قام  رجل فقال: يا رسول الله، هلكت المواشي وتقطعت السبل ، فادع الله أن يغيثنا ، فرفع يديه وقال: ( اللهمَّ اسْقِنَا ، اللهمَّ اسْقِنَا ، اللهمَّ اسْقِنَا )   قال أنس : فلا والله لا نري في السماء من سحاب ولا قزعة ولا شيئا، فطلعت سحابة من وراء سلع مثل الترس ، فلما توسطت السماء انتشرت ثم أمطرت إلي الجمعة  فقال رجل: يا رسول الله، هلكت الأموال وانقطعت السبل ، فادع الله يمسكها ، فرفع رسول الله صلي الله عليه وسلم بيده وقال: ( اللهمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ) فانجاب السحاب عن المدينة حتي أحدق بها كالإكليل “Dari Anas, ia berkata: “Seorang laki-laki berdiri, ia berkata: ‘Wahai Rasulullah binatang ternak telah mati (kehausan) dan jalanan telah retak-retak, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami.” Kemudian Rasulu...