Jumat, 07 Maret 2025

28. Nasihat dari Syaikh Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi رحمه الله,

 

Nasihat dari Syaikh Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi

Nasihat dari Syaikh Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi رحمه الله, seorang ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah, ahli fikih, hadis, dan tasawuf dalam mazhab Syafi’i. Beliau dikenal sebagai Imam An-Nawawi, penulis kitab-kitab penting seperti Riyadhus Shalihin, Al-Adzkar, dan Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab. Berikut nasihat beliau tentang Ramadhan dan bagaimana meraih kemenangan serta keberuntungan abadi di dalamnya.


1️⃣ "Ramadhan adalah ladang amal yang tidak boleh disia-siakan."

"Orang yang cerdas adalah yang memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak amal shalih, sebab pahala di bulan ini berlipat-lipat dan tidak bisa dibandingkan dengan waktu lainnya."

📖 Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi

Pesan: Gunakan Ramadhan untuk beramal sebanyak-banyaknya. Jangan sia-siakan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Perbanyak ibadah, dzikir, dan amal kebajikan.


2️⃣ "Siapa yang ingin meraih keutamaan Ramadhan, hendaknya menjaga puasanya dari segala yang merusaknya."

"Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk. Jangan sampai puasa hanya menjadi sekadar menahan makan, tetapi tidak menahan hawa nafsu."

📖 Sumber: Al-Adzkar – Imam An-Nawawi

Pesan: Jaga hati, lisan, dan perbuatan selama berpuasa. Jangan sampai puasamu hanya tinggal lapar dan haus karena terkotori oleh dosa dan maksiat.


3️⃣ "Berbuka dengan makanan yang halal dan sederhana akan membawa keberkahan."

"Jangan jadikan waktu berbuka sebagai ajang memenuhi nafsu makan, tetapi cukupkan dengan yang halal dan sederhana, agar keberkahan Ramadhan tetap terjaga."

📖 Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi

Pesan: Sederhanakan makanan berbuka. Jangan berlebihan dalam menyantap makanan agar tetap fokus pada ibadah.


4️⃣ "Lailatul Qadar adalah kesempatan emas yang tidak boleh terlewatkan."

"Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebab ia lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang mendapatkannya dengan ibadah dan dzikir, maka ia telah meraih keberuntungan besar."

📖 Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi

Pesan: Perbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.


5️⃣ "Ramadhan adalah bulan ampunan, maka perbanyaklah istighfar."

"Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa. Maka, hendaklah setiap Muslim memperbanyak istighfar dan taubat agar mendapatkan rahmat Allah."

📖 Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi

Pesan: Gunakan Ramadhan sebagai momentum bertaubat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah dengan memperbanyak istighfar.


6️⃣ "Orang yang paling beruntung di bulan Ramadhan adalah yang paling banyak berbuat kebaikan."

"Barang siapa yang ingin sukses di bulan Ramadhan, hendaklah ia memperbanyak shalat, sedekah, dan membantu sesama, karena amal di bulan ini dilipatgandakan."

📖 Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi

Pesan: Jadilah orang yang dermawan di bulan Ramadhan. Jangan hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga bantu sesama dengan sedekah dan kebaikan.


7️⃣ "Jangan tinggalkan shalat Tarawih dan Witir, karena ia adalah tanda cinta kepada Ramadhan."

"Shalat malam di bulan Ramadhan adalah sunnah yang ditekankan oleh Rasulullah ﷺ. Barang siapa yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, maka dosanya akan diampuni."

📖 Sumber: Al-Adzkar – Imam An-Nawawi

Pesan: Jangan tinggalkan shalat malam, khususnya Tarawih dan Witir. Ibadah ini adalah kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.


KESIMPULAN: RAMADHAN ADALAH MADRASAH KETAQWAAN

Dari nasihat Imam An-Nawawi رحمه الله, kita bisa mengambil pelajaran bahwa:

Ramadhan adalah ladang amal, manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah.
Jaga puasa dari hal-hal yang bisa merusaknya, baik ucapan maupun perbuatan.
Berbuka dengan sederhana dan makanan halal agar keberkahan tetap terjaga.
Kejar Lailatul Qadar dengan ibadah dan dzikir, karena ia adalah hadiah besar dari Allah.
Perbanyak istighfar dan taubat, karena Ramadhan adalah bulan maghfirah.
Bersedekahlah sebanyak mungkin, karena sedekah di bulan ini dilipatgandakan.
Jangan tinggalkan shalat malam, karena ia adalah tanda cinta kepada Ramadhan.


Syaikh Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi (Imam An-Nawawi) – Ulama Besar Mazhab Syafi’i

1. Pendahuluan: Siapakah Imam An-Nawawi?

Imam An-Nawawi (631-676 H / 1233-1277 M) adalah salah satu ulama besar Islam dalam mazhab Syafi’i yang terkenal karena keilmuan, kezuhudan, dan karyanya yang monumental dalam hadis, fiqh, dan akhlak.

  • Lahir di Nawa, Suriah dan menjadi salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam.
  • Menghafal Al-Qur’an sejak kecil dan dikenal karena ketekunannya dalam menuntut ilmu.
  • Karyanya, seperti Riyadhus Shalihin dan Al-Minhaj, masih menjadi rujukan utama umat Islam hingga kini.

2. Latar Belakang dan Pendidikan

Imam An-Nawawi lahir pada 631 H (1233 M) di kota Nawa, Suriah, dari keluarga yang saleh.

  • Sejak kecil, memiliki kecerdasan luar biasa dan tekun dalam menuntut ilmu.
  • Pada usia 10 tahun, telah menghafal Al-Qur’an dan mulai mempelajari hadis serta fiqh.
  • Pada usia 18 tahun, beliau dikirim ke Damaskus untuk belajar di Madrasah Ar-Rawahiyyah, salah satu pusat ilmu Islam pada masanya.

Di Damaskus, beliau belajar kepada banyak ulama besar dan menghabiskan waktunya dalam ibadah serta menulis kitab.

Guru-Guru Imam An-Nawawi:

  • Syaikh Kamaluddin bin As-Syirazi
  • Syaikh Abu Ishaq As-Syirazi
  • Syaikh Abu Muhammad At-Tanukhi
  • Syaikh Al-Farkah

3. Kehidupan Ilmiah dan Kezuhudan

Imam An-Nawawi dikenal sangat zuhud (menjauhi dunia) dan tidak pernah menikah karena sepenuhnya mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan ibadah.

  • Tidak pernah tidur nyenyak karena sibuk menuntut ilmu dan beribadah.
  • Menolak menerima hadiah dan gaji dari penguasa.
  • Menyampaikan kritik kepada penguasa yang zalim.

Setelah menyelesaikan studinya, beliau diangkat menjadi pengajar di Darul Hadis Asy-Syarifiyyah di Damaskus.


4. Karya-Karya Imam An-Nawawi

Imam An-Nawawi menulis banyak kitab dalam berbagai cabang ilmu Islam, terutama fiqh, hadis, dan akhlak.

A. Ilmu Hadis

  1. Riyadhus Shalihin – Kitab hadis yang membahas akhlak dan tasawuf.
  2. Al-Arba’in An-Nawawiyyah – Kumpulan 42 hadis pilihan tentang dasar-dasar Islam.
  3. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab – Kitab fiqh yang menjadi rujukan utama dalam Mazhab Syafi’i.
  4. Syarh Shahih Muslim – Penjelasan lengkap terhadap kitab Shahih Muslim.

B. Fiqh dan Ushul Fiqh

  1. Al-Minhaj – Kitab fiqh dalam mazhab Syafi’i.
  2. Raudhah At-Talibin – Ringkasan dari kitab fiqh besar Mazhab Syafi’i.
  3. Al-Iqtirah – Kitab ushul fiqh (kaidah hukum Islam).

C. Akhlak dan Tasawuf

  1. Bustanul ‘Arifin – Kitab tentang tasawuf dan akhlak.
  2. At-Tibyan fi Adab Hamalatul Qur’an – Kitab tentang adab penghafal Al-Qur’an.
  3. Al-Adzkar – Kitab kumpulan doa dan dzikir dari hadis-hadis sahih.

5. Keistimewaan dan Keutamaan Imam An-Nawawi

  • Keilmuannya sangat luas dan mendalam dalam fiqh, hadis, dan tasawuf.
  • Dikenal karena kezuhudan dan ketakwaannya yang luar biasa.
  • Berani menegur penguasa yang tidak menjalankan syariat Islam dengan baik.
  • Meninggalkan karya-karya yang masih menjadi rujukan utama hingga kini.

6. Wafat dan Warisan Ilmu

Pada usia 45 tahun, Imam An-Nawawi wafat di kampung halamannya di Nawa, Suriah, pada 676 H (1277 M).

  • Jenazahnya dimakamkan di Nawa, dan makamnya masih diziarahi hingga kini.
  • Warisan ilmunya terus hidup dalam kitab-kitabnya yang digunakan di seluruh dunia Islam.

7. Kesimpulan: Warisan Besar Imam An-Nawawi

  • Seorang ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan ibadah.
  • Karyanya menjadi rujukan utama dalam bidang hadis, fiqh, dan akhlak.
  • Dikenal sebagai tokoh Mazhab Syafi’i yang berpengaruh.
  • Meninggalkan warisan ilmu yang terus digunakan oleh umat Islam hingga kini.

Semoga Allah merahmati Imam An-Nawawi dan menjadikan kita termasuk orang yang mengambil manfaat dari ilmunya.


0 komentar:

Posting Komentar