Jumat, 07 Maret 2025

34. Nasihat dari Syaikh Abū Sulaimān ad-Dārānī

 

Nasihat dari Syaikh Abū Sulaimān ad-Dārānī رحمه

Nasihat dari Syaikh Abū Sulaimān ad-Dārānī رحمه الله, seorang sufi besar dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah, beserta referensi sumbernya:


1️⃣ "Orang yang tidak merasakan manisnya ibadah di dunia, tidak akan merasakan manisnya kebahagiaan di akhirat."

Sumber: "Hilyat al-Awliya’" oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahani

Pesan: Jangan hanya berpuasa secara fisik, tetapi rasakan manisnya ibadah dengan hati yang penuh cinta kepada Allah!


2️⃣ "Jika engkau melihat hati seseorang condong kepada dunia, maka ketahuilah bahwa ia sedang jauh dari Allah."

Sumber: "Risalah Al-Qusyairiyyah" oleh Imam Al-Qusyairi

Pesan: Gunakan Ramadhan untuk menjauhkan diri dari cinta dunia yang berlebihan dan mendekatkan hati kepada Allah.


3️⃣ "Shalat malam di bulan Ramadhan adalah cahaya bagi hati."

Sumber: "Thabaqat Asy-Sya’rani" oleh Imam Asy-Sya’rani

Pesan: Perbanyak shalat malam di bulan Ramadhan agar hati selalu bercahaya dengan iman.


4️⃣ "Orang yang menangis karena takut kepada Allah di bulan Ramadhan, akan tertawa bahagia di akhirat."

Sumber: "Hilyat al-Awliya’" oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahani

Pesan: Jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan muhasabah dan taubat, agar mendapatkan rahmat Allah di dunia dan akhirat.


5️⃣ "Puasa adalah latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, dan orang yang mampu mengendalikannya akan mendapatkan kebahagiaan sejati."

Sumber: "Qut al-Qulub" oleh Abu Thalib Al-Makki

Pesan: Jadikan puasa sebagai latihan untuk mengendalikan nafsu dan memperbaiki diri.


6️⃣ "Sedekah di bulan Ramadhan adalah bukti ketulusan hati kepada Allah."

Sumber: "Ihya’ ‘Ulumuddin" oleh Imam Al-Ghazali

Pesan: Jangan sia-siakan kesempatan bersedekah di bulan yang penuh berkah ini.


Berikut adalah nasihat dari Syaikh Abū Sulaimān ad-Dārānī رحمه الله beserta sumbernya dan kutipan langsung dari kitab-kitab klasik:


1️⃣ "Barang siapa yang memperbaiki batinnya, maka Allah akan memperbaiki lahirnya."

Sumber: "Hilyat al-Awliya’ wa Tabaqat al-Asfiya’" oleh Abu Nu’aim al-Ashbahani (Juz 9, Halaman 254)

📖 Kutipan Asli:
مَنْ أَصْلَحَ سَرِيرَتَهُ، أَصْلَحَ اللَّهُ عَلَانِيَتَهُ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ شِبْرًا، تَقَرَّبَ اللَّهُ مِنْهُ ذِرَاعًا.

Makna: Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga memperbaiki hati. Jika hati kita bersih, maka amal lahiriah kita akan dipenuhi dengan keberkahan.


2️⃣ "Jika malam tiba, aku merasa bahagia karena bisa bersendirian dengan Allah."

Sumber: "Risalah Al-Qusyairiyyah" oleh Imam Al-Qusyairi

📖 Kutipan Asli:
إِذَا جَنَّ اللَّيْلُ سُرِرْتُ بِمُنَاجَاةِ رَبِّي، وَإِذَا طَلَعَ الفَجْرُ حَزِنْتُ لِمُفَارَقَتِهِ.

Makna: Gunakan malam-malam Ramadhan untuk lebih dekat dengan Allah, terutama dengan shalat malam dan dzikir.


3️⃣ "Barang siapa yang ingin surga mendekatinya, maka jauhilah dosa."

Sumber: "Qut al-Qulub" oleh Abu Thalib Al-Makki

📖 Kutipan Asli:
مَنْ أَرَادَ أَنْ تَدْنُوَ مِنْهُ الجَنَّةُ، فَلْيَتْرُكِ الذُّنُوبَ وَالمَعَاصِيَ.

Makna: Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meninggalkan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah.


4️⃣ "Sedekah itu adalah penjaga puasa dari cacat dan kekurangan."

Sumber: "Ihya’ ‘Ulumuddin" oleh Imam Al-Ghazali

📖 Kutipan Asli:
الصَّدَقَةُ حِرْزٌ لِلصَّائِمِ مِنَ النَّقْصِ وَالزَّلَلِ.

Makna: Perbanyak sedekah di bulan Ramadhan agar ibadah puasa kita semakin sempurna.


5️⃣ "Orang yang tidak merasakan manisnya ibadah di dunia, tidak akan merasakan kebahagiaan di akhirat."

Sumber: "Hilyat al-Awliya’" oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahani

📖 Kutipan Asli:
مَنْ لَمْ يَذُقْ حَلَاوَةَ العِبَادَةِ فِي الدُّنْيَا، لَنْ يَذُوقَ حَلَاوَةَ النَّعِيمِ فِي الآخِرَةِ.

Makna: Jangan hanya menjalankan ibadah secara fisik, tetapi rasakan kenikmatannya dengan hati yang khusyuk.


🔎 Kesimpulan

Syaikh Abū Sulaimān ad-Dārānī رحمه الله menekankan bahwa:
Puasa sejati adalah menjaga hati, bukan sekadar menahan lapar.
Shalat malam dan dzikir adalah kebahagiaan sejati bagi seorang hamba.
Sedekah menyempurnakan ibadah dan menjaga puasa dari kekurangan.
Orang yang merasakan manisnya ibadah di dunia akan merasakan kebahagiaan di akhirat.


Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani

1. Pendahuluan: Siapakah Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani?

Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani (wafat sekitar 205 H / 820 M) adalah seorang ulama besar, wali Allah, dan sufi terkemuka pada abad ke-2 Hijriyah.

Beliau dikenal sebagai:

  1. Salah satu ulama sufi pertama yang menekankan konsep zuhud (menjauhi dunia).
  2. Seorang ahli ibadah yang terkenal dengan keistiqamahannya dalam shalat malam dan dzikir.
  3. Pencetus konsep "cinta Ilahi" yang kelak banyak diikuti oleh para sufi setelahnya.
  4. Dikenal sebagai "Imam Ahli Zuhud" pada zamannya.

Beliau berasal dari Daraya (sebuah daerah dekat Damaskus, Suriah), sehingga dikenal dengan sebutan Ad-Darani.


2. Kehidupan dan Perjalanan Ilmu

A. Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga

  • Lahir pada pertengahan abad ke-2 Hijriyah di Daraya, Suriah.
  • Nama lengkapnya adalah Abu Sulaiman Abdul Rahman bin Ahmad Ad-Darani.
  • Sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap ilmu agama.

Beliau tumbuh dalam lingkungan ulama dan ahli ibadah, yang menjadikannya teguh dalam menjalankan ajaran Islam.


B. Pendidikan dan Perjalanan Spiritual

Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani mendapatkan pendidikan dalam berbagai bidang ilmu, terutama:

  • Al-Qur’an dan tafsir.
  • Ilmu Hadis.
  • Fiqih dan ilmu syariat.
  • Tasawuf dan ilmu hakikat.

Guru-gurunya termasuk para ulama besar di zamannya, di antaranya:

  • Sufyan Ats-Tsauri (seorang ahli hadis dan sufi besar).
  • Fudhail bin Iyadh (seorang sufi zuhud yang terkenal).
  • Syaikh Daud Ath-Tha’i.

Melalui bimbingan mereka, beliau semakin mendalami makna zuhud dan kecintaan kepada Allah.


C. Peran dan Dakwahnya

Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani bukan hanya seorang sufi yang tekun beribadah, tetapi juga seorang guru spiritual yang membimbing banyak murid.

Ajarannya menekankan:

  1. Kesederhanaan dalam hidup dan menjauhi kecintaan dunia.
  2. Kedisiplinan dalam ibadah, terutama shalat malam dan dzikir.
  3. Mencintai Allah lebih dari segala sesuatu.
  4. Menjaga keikhlasan dalam setiap amal.

Banyak ulama dan ahli tasawuf setelahnya yang terinspirasi oleh ajaran beliau.


3. Ajaran dan Pemikiran

A. Zuhud (Menjauhi Dunia)

Beliau berkata:

“Sumber dari segala kebaikan adalah mencintai akhirat, dan sumber dari segala keburukan adalah mencintai dunia.”

Bagi beliau, seorang mukmin harus:

  • Tidak berlebihan dalam mencintai dunia.
  • Lebih mengutamakan kehidupan akhirat.
  • Menjadikan dunia hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

B. Dzikir dan Hubungan dengan Allah

Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani dikenal dengan dzikirnya yang terus-menerus, bahkan beliau pernah berkata:

“Seandainya tidak ada dzikir, aku tidak akan merasa bahagia di dunia ini.”

Beliau menekankan:

  • Dzikir sebagai sarana utama untuk mencapai kedekatan dengan Allah.
  • Hati yang selalu ingat kepada Allah akan diberi ketenangan dan cahaya Ilahi.
  • Dzikir harus dilakukan dengan keikhlasan dan rasa cinta.

C. Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Beliau dikenal sebagai seorang yang tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Beliau berkata:

“Kelezatan ahli dunia ada pada dunia mereka, sedangkan kelezatan ahli ibadah ada dalam shalat malam mereka.”

Shalat malam baginya adalah:

  • Sarana untuk berbicara dengan Allah.
  • Meningkatkan keikhlasan dan ketakwaan.
  • Menjauhkan diri dari sifat malas dan kelalaian.

D. Keikhlasan dalam Amal

Beliau sangat menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap ibadah.

Beliau berkata:

“Barang siapa yang memperindah amalnya untuk dilihat manusia, maka Allah akan membongkar niatnya di hadapan manusia.”

Keikhlasan baginya adalah:

  • Hanya mengharap ridha Allah dalam setiap perbuatan.
  • Tidak mencari pujian atau penghormatan dari manusia.
  • Menghindari riya’ (pamer ibadah).

4. Karamah dan Kisah Keajaiban

A. Cahaya di Wajahnya

Dikisahkan bahwa wajah beliau sering kali bercahaya karena banyaknya ibadah yang dilakukan.


B. Makanan yang Tidak Habis

Suatu ketika, seorang muridnya membawa makanan sedikit, tetapi saat dimakan oleh para tamu yang hadir, makanan itu tidak habis dan terus bertambah.


C. Doanya yang Mustajab

Banyak orang datang meminta doa darinya, dan doanya sering kali dikabulkan oleh Allah.


5. Wafat dan Warisan Ilmiah

A. Wafatnya Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani

Beliau wafat sekitar 205 H (820 M) di Daraya, Suriah.

Kuburannya menjadi tempat ziarah bagi umat Islam yang ingin mengambil berkah dari kehidupannya yang penuh ibadah.


B. Pengaruh dan Warisan Ilmiah

Walaupun beliau tidak banyak menulis kitab, ajaran dan kata-kata hikmahnya tetap hidup melalui murid-murid dan para sufi setelahnya.

Ajarannya banyak dikutip dalam kitab-kitab tasawuf seperti:

  1. "Hilyatul Auliya" – Imam Abu Nu’aim.
  2. "Tabaqat As-Sufiyyah" – Imam As-Sulami.
  3. "Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah" – Imam Al-Qusyairi.

6. Kesimpulan

Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani adalah seorang sufi besar dan ahli zuhud yang mengajarkan pentingnya menjauhi dunia, memperbanyak dzikir, dan menjaga keikhlasan dalam ibadah.

Beliau dikenal sebagai salah satu pelopor dalam dunia tasawuf yang menginspirasi banyak ulama dan sufi setelahnya.

Kuburannya di Suriah hingga kini menjadi tempat ziarah, menunjukkan betapa besar pengaruh dan kecintaan umat Islam kepadanya.


0 komentar:

Posting Komentar