Kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam dalam Kitab Qashash al-Anbiya’
Kitab Qashash al-Anbiya’ karya Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam dengan fokus pada kesabaran luar biasa beliau dalam menghadapi ujian dari Allah. Berikut ini adalah rangkuman kisahnya berdasarkan kitab tersebut:
1. Nabi Ayyub ‘alayhis salam: Seorang Nabi yang Kaya dan Dermawan
Nabi Ayyub ‘alayhis salam berasal dari keturunan Nabi Ishaq bin Ibrahim ‘alayhimassalam. Allah memberinya kekayaan melimpah berupa tanah yang luas, hewan ternak, banyak keturunan, dan kehidupan yang makmur. Beliau dikenal sebagai sosok yang saleh, sabar, dan selalu bersyukur kepada Allah.
2. Ujian Berat dari Allah
Allah menguji Nabi Ayyub dengan cobaan yang sangat berat:
- Kehilangan harta: Semua kekayaan dan tanahnya musnah.
- Kehilangan anak-anak: Semua anaknya meninggal dunia.
- Penyakit parah: Nabi Ayyub terkena penyakit kulit yang membuat tubuhnya membusuk dan menjijikkan di mata manusia, hingga ditinggalkan oleh masyarakat.
Namun, dalam kondisi itu, beliau tetap bersabar dan terus bersyukur kepada Allah.
3. Kesabaran Nabi Ayyub dalam Menghadapi Ujian
Istrinya yang setia tetap merawatnya meskipun hidup dalam kesulitan. Suatu hari, istrinya meminta Nabi Ayyub untuk berdoa agar Allah mengangkat penyakitnya, tetapi beliau berkata:
"Aku telah hidup dalam kenikmatan selama tujuh puluh tahun, maka aku akan bersabar atas cobaan ini selama tujuh puluh tahun juga."
Kesabaran beliau begitu luar biasa, hingga Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:
إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
"Sesungguhnya Kami dapati dia seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)
4. Pengabulan Doa dan Kesembuhan
Setelah bertahun-tahun bersabar, Nabi Ayyub akhirnya berdoa:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya: ‘Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.’” (QS. Al-Anbiya’: 83)
Allah kemudian memerintahkannya untuk menghentakkan kakinya ke tanah, lalu muncullah mata air yang menyembuhkan penyakitnya. Nabi Ayyub pun kembali sehat, dan Allah mengembalikan harta serta anak-anaknya dengan jumlah yang lebih banyak.
5. Hikmah dari Kisah Nabi Ayyub
- Kesabaran adalah kunci menghadapi ujian hidup.
- Kesyukuran harus tetap ada dalam segala keadaan.
- Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang bersabar dan terus berdoa.
- Pahala kesabaran sangat besar, sebagaimana Allah meninggikan derajat Nabi Ayyub setelah ujiannya berakhir.
Kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam menjadi teladan bagi setiap Muslim dalam menghadapi kesulitan hidup. Semoga kita dapat meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi ujian dunia.
SISI TASAWUF DALAM KISAH NABI AYYUB ‘alayhis salam banyak berkaitan dengan kesabaran, kepasrahan (tawakkal), dan kefakiran hakiki kepada Allah. Para ulama tasawuf sering menjadikan Nabi Ayyub sebagai contoh ketahanan spiritual yang luar biasa dalam menghadapi ujian. Berikut beberapa aspek tasawuf dari kehidupan Nabi Ayyub:
1. Kesabaran sebagai Makam Spiritual Tertinggi
- Nabi Ayyub dikenal sebagai simbol ṣabr (kesabaran) dalam menghadapi ujian.
- Dalam tasawuf, kesabaran adalah maqam (tingkatan spiritual) yang harus ditempuh oleh seorang salik.
- Kesabaran Nabi Ayyub tidak hanya dalam menanggung sakit, tetapi juga dalam kehilangan harta, keluarga, dan kedudukan.
- Dalil:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” (QS. Shaad: 44)
2. Tawakkal dan Penyerahan Diri kepada Allah
- Nabi Ayyub tidak mengeluh kepada makhluk, tetapi menyerahkan urusannya hanya kepada Allah.
- Dalam tasawuf, tawakkal adalah keadaan hati yang bergantung sepenuhnya kepada Allah, tanpa berharap kepada selain-Nya.
- Bahkan dalam kondisi sakit parah, beliau hanya berdoa kepada Allah dengan penuh adab dan ketundukan:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) - Doa ini menunjukkan bahwa Nabi Ayyub tidak menuntut kesembuhan, tetapi tetap memohon dengan penuh kelembutan dan pengharapan hanya kepada Allah.
3. Kefakiran Hakiki kepada Allah (Faqr Ilallah)
- Dalam tasawuf, faqr (kemiskinan hakiki) adalah keadaan hati yang tidak melihat dirinya memiliki apa-apa selain Allah.
- Nabi Ayyub diuji dengan kehilangan seluruh duniawi—harta, keluarga, dan kesehatan—tetapi tetap menyadari bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik sejati.
- Ini sesuai dengan ajaran sufi yang menekankan bahwa segala sesuatu bukanlah milik manusia, tetapi hanya titipan Allah.
4. Penyucian Jiwa Melalui Ujian (Tazkiyatun Nafs)
- Dalam tasawuf, ujian bukan sekadar cobaan, tetapi sarana tazkiyatun nafs (pensucian jiwa).
- Nabi Ayyub menjalani ujian panjang tanpa keluhan, sehingga semakin dekat dengan Allah.
- Para sufi memandang bahwa musibah adalah cara Allah membersihkan hati seorang hamba dari ketergantungan dunia.
5. Keberkahan dan Karomah dalam Kesabaran
- Setelah melewati ujian, Nabi Ayyub mendapatkan kembali kesehatan, keluarga, dan hartanya dengan keberkahan yang lebih besar (QS. Shaad: 43).
- Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan penyerahan diri membawa anugerah ilahi.
- Dalam tasawuf, keberkahan sejati datang setelah keridhaan terhadap ketetapan Allah.
Kesimpulan
Sisi tasawuf dalam kisah Nabi Ayyub menekankan bahwa kesabaran, tawakkal, dan kefakiran kepada Allah adalah kunci kebahagiaan sejati. Nabi Ayyub mengajarkan bahwa penderitaan di dunia adalah ujian yang harus diterima dengan hati yang ridha, karena semua itu datang dari Allah untuk mendekatkan hamba kepada-Nya.
Kisah Nabi Ayyub menjadi pelajaran bagi para salik bahwa cinta kepada Allah harus lebih kuat daripada cinta kepada dunia, dan musibah adalah jalan menuju pencerahan ruhani.
Kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam
Dalam Kitab Qashash al-Anbiya’ (Ibnu Katsir)
- Nabi Ayyub diuji dengan penyakit yang berat dan kehilangan harta serta keluarga.
- Kesabaran luar biasa dalam menghadapi ujian.
- Istrinya tetap setia dan melayaninya hingga Allah menyembuhkan Nabi Ayyub.
- Allah memerintahkannya untuk menghentakkan kakinya, lalu keluar air yang menyembuhkannya.
Dalam Kitab-Kitab Lain
- Tafsir al-Kashshaf (Az-Zamakhsyari) – Menafsirkan kesabaran Ayyub dalam konteks akidah.
- Al-Mu’jam al-Kabir (At-Thabarani) – Menyebut hadits-hadits tentang kesabaran Nabi Ayyub.
Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam berdasarkan berbagai kitab:
1. Qashash al-Anbiya’ (Ibnu Katsir)
Kitab ini menyajikan kisah para nabi, termasuk Nabi Ayyub, dengan mengacu pada sumber Al-Qur'an dan hadits.
- Ujian Berat: Nabi Ayyub diuji dengan kehilangan harta, keluarga, dan penyakit kulit yang sangat parah hingga ia dijauhi oleh masyarakat.
- Kesabaran Luar Biasa: Ia tidak pernah mengeluh kepada Allah dan terus bersyukur dalam keadaan sakit.
- Kesetiaan Istri: Istrinya tetap merawatnya meskipun dalam kesulitan.
- Kesembuhan: Allah memerintahkannya untuk menghentakkan kakinya ke tanah, lalu keluar air yang menjadi penyembuh baginya.
- Pemulihan Keluarga dan Harta: Setelah sembuh, Nabi Ayyub mendapatkan kembali harta dan keluarganya dengan jumlah yang lebih banyak.
2. Tafsir al-Kashshaf (Az-Zamakhsyari)
Az-Zamakhsyari menafsirkan kisah Nabi Ayyub dengan pendekatan linguistik dan akidah:
- Kesabaran dalam Akidah: Kesabaran Nabi Ayyub bukan sekadar ketahanan fisik, tetapi juga ujian keimanan.
- Ujian sebagai Bukti Keimanan: Kisah ini menunjukkan bahwa ujian adalah bagian dari sunnatullah untuk menguji manusia.
- Makna Doa Nabi Ayyub: Doa “Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang” (QS. Al-Anbiya: 83) ditafsirkan sebagai bentuk tawakkal.
3. Al-Mu’jam al-Kabir (At-Thabarani)
Kitab ini menyebutkan hadits-hadits yang berkaitan dengan kesabaran Nabi Ayyub:
- Hadits tentang Kesabaran: Nabi Muhammad ﷺ menyebut Nabi Ayyub sebagai teladan utama dalam kesabaran.
- Pahala bagi yang Bersabar: Hadits-hadits dalam kitab ini menjelaskan bahwa kesabaran yang sempurna akan diganjar dengan balasan berlipat dari Allah.
- Doa Nabi Ayyub: Ada riwayat tambahan mengenai doa yang dibaca Nabi Ayyub saat ia diuji.
4. Tafsir al-Razi (Fakhruddin al-Razi)
Fakhruddin al-Razi menyoroti hikmah ujian Nabi Ayyub dalam konteks teologi Islam:
- Hikmah di Balik Ujian: Ujian bukan tanda kemurkaan Allah, tetapi sebagai bentuk peningkatan derajat seorang mukmin.
- Konsep Keadilan Ilahi: Nabi Ayyub adalah bukti bahwa Allah menguji hamba-Nya yang paling kuat untuk menjadi teladan bagi manusia.
- Pelajaran dari Kesembuhan: Air yang keluar setelah Nabi Ayyub menghentakkan kakinya adalah bentuk kasih sayang Allah yang diberikan kepada orang yang bersabar.
5. Ihya ‘Ulum ad-Din (Imam al-Ghazali)
Dalam kitab ini, Imam al-Ghazali mengaitkan kisah Nabi Ayyub dengan konsep kesabaran dan tawakkal:
- Kesabaran Aktif: Nabi Ayyub bukan hanya bertahan dalam penderitaan, tetapi juga tetap beribadah dengan penuh keyakinan.
- Zuhud dan Keikhlasan: Nabi Ayyub tidak menggantungkan diri pada harta dan keluarganya, tetapi hanya pada Allah.
- Kesembuhan sebagai Karunia Allah: Penyembuhannya menunjukkan bahwa semua penyakit memiliki solusi dari Allah.
6. Al-Bidayah wa an-Nihayah (Ibnu Katsir)
Kitab sejarah ini memberikan rincian lebih lengkap mengenai kisah Nabi Ayyub:
- Asal-usul dan Keturunan: Nabi Ayyub berasal dari keturunan Nabi Ishaq bin Ibrahim.
- Riwayat Penyakitnya: Dijelaskan bahwa penyakitnya begitu parah hingga sebagian besar orang menjauhinya, kecuali istrinya.
- Mukjizat Kesembuhan: Allah memberikan mukjizat penyembuhan yang cepat, dan Nabi Ayyub kembali menjadi pemimpin masyarakat.
7. Tafsir al-Qurtubi (Imam al-Qurtubi)
Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya membahas ayat-ayat yang berhubungan dengan kisah Nabi Ayyub:
- Makna Doa Nabi Ayyub: Doa yang diucapkannya menunjukkan keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah akan menolongnya.
- Perintah Menghentakkan Kaki: Tafsir ini menjelaskan bahwa perintah tersebut menunjukkan bahwa usaha manusia tetap diperlukan meskipun Allah memberikan pertolongan.
8. Madârij as-Sâlikîn (Ibnul Qayyim)
Dalam kitab ini, Ibnul Qayyim membahas makna kesabaran Nabi Ayyub dalam perjalanan spiritual:
- Kesabaran sebagai Tingkatan Iman: Nabi Ayyub mencapai maqam tertinggi dalam kesabaran.
- Hikmah di Balik Ujian: Ujian menjadi sarana pembersihan hati dan penguatan iman bagi seorang mukmin.
9. Tafsir at-Thabari (Imam at-Thabari)
Kitab ini menjelaskan secara rinci ayat-ayat yang berhubungan dengan Nabi Ayyub:
- Doa Kesembuhan: Disebutkan bahwa doa Nabi Ayyub menjadi contoh bagaimana seorang mukmin harus berserah diri kepada Allah.
- Makna Penyakit Nabi Ayyub: Penyakitnya bukanlah hukuman, tetapi ujian untuk menguji kesabarannya.
10. Ar-Risalah al-Qusyairiyyah (Al-Qusyairi)
Kitab ini menghubungkan kisah Nabi Ayyub dengan ajaran tasawuf:
- Kesabaran sebagai Jalan Menuju Allah: Nabi Ayyub menjadi contoh bahwa seorang hamba harus bersabar dalam suluk menuju Allah.
- Ketidakbergantungan kepada Dunia: Ia tidak mengeluh meskipun kehilangan segalanya, karena hatinya hanya terpaut kepada Allah.
Kesimpulan
Kisah Nabi Ayyub ‘alayhis salam dalam berbagai kitab memberikan beberapa pelajaran utama:
- Kesabaran adalah kunci utama menghadapi ujian hidup.
- Ujian bukanlah tanda kemurkaan Allah, tetapi cara Allah mengangkat derajat seseorang.
- Tawakkal dan doa harus selalu menyertai setiap kesulitan yang dihadapi.
- Mukjizat dan pertolongan Allah datang kepada orang-orang yang sabar dan ikhlas.
- Kesetiaan dalam hubungan keluarga, seperti yang ditunjukkan oleh istri Nabi Ayyub, adalah teladan bagi umat manusia.








0 komentar:
Posting Komentar