Berikut Beberapa Perintah, Anjuran, dan Larangan dari Al-Qur'an dan Al-Hadits
I. Perintah dan Anjuran
- Taqwa
- Shabar
- Tawakkal
- Ikhlas
- Syukur
- Sujud
- Dzikir
- Istighfar
- Sholat
- Zakat
- Sedekah
- Silaturahmi
- Amar Ma’ruf
- Nahi Munkar
- Jihad
- Adil
- Husnudzan
- Ridho
- Qana’ah
- Tawadhu'
- Khauf
- Raja’
- Mahabbah
- Siddiq
- Amanah
- Teguh
- Berbuat Baik
- Menepati Janji
- Menolong Sesama
- Menjaga Lisan
- Menjaga Pandangan
- Menjaga Wudhu
- Membaca Al-Qur’an
- Menghormati Orang Tua
- Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua)
- Menyayangi Anak Yatim
- Memaafkan Orang Lain
- Bersikap Lembut
- Saling Mencintai
- Menahan Amarah
- Menolong Orang Lemah
- Membantu Sesama Muslim
- Memberi Nasihat
- Menjaga Kesucian Hati
- Berbakti kepada Guru
- Menjaga Harta Anak Yatim
- Menghindari Perbuatan Sia-sia
- Berprasangka Baik
- Mengucapkan Salam
- Menjaga Aurat
- Menjaga Kehormatan Diri
- Mencari Ilmu
- Menghormati Tetangga
- Menyegerakan Shalat
- Berbakti kepada Suami/Istri
- Berbuat Adil dalam Hukum
- Menjaga Amanah Kepemimpinan
- Makan dan Minum dengan Tangan Kanan
- Menunaikan Hak Pekerja
- Berdoa kepada Allah
II. Larangan
- Syirik
- Riya’
- Hasad
- Dengki
- Dusta
- Fitnah
- Zina
- Maksiat
- Mencuri
- Membunuh
- Ghibah
- Namimah
- Takabbur
- Ujub
- Tamak
- Khianat
- Menyakiti Orang Lain
- Memutus Silaturahmi
- Bakhil
- Lalai dari Shalat
- Memakan Riba
- Menipu
- Menganiaya
- Bersumpah Palsu
- Mendustakan Agama
- Menyombongkan Diri
- Berbuat Zalim
- Meremehkan Orang Lain
- Melanggar Janji
- Mendustakan Rasulullah ﷺ
- Mengikuti Hawa Nafsu
- Berpakaian Tabarruj (menarik perhatian berlebihan)
- Menghambur-hamburkan Harta
- Berkata Kasar
- Makan dan Minum Berlebihan
- Melakukan Sihir
- Memboikot Sesama Muslim Tanpa Alasan
- Mengadu Domba
- Berbuat Curang dalam Timbangan
- Mencela Makanan atau Minuman
- Menghina Orang Lain
- Menuduh Tanpa Bukti
- Mengejek Agama
- Berbuat Kecurangan dalam Perdagangan
- Meninggalkan Keluarga Tanpa Nafkah
- Bersumpah dengan Nama Selain Allah
- Membenci Tanpa Sebab yang Benar
- Menghardik Anak Yatim
- Memakan Harta Anak Yatim Secara Zalim
- Menyakiti Hati Orang Tua
- Mengikuti Tradisi yang Bertentangan dengan Syariat
- Berkhianat dalam Perjanjian
- Membantu Orang Zalim
- Menyebarkan Kebohongan
- Memanfaatkan Jabatan untuk Kepentingan Pribadi
- Mengganggu Orang yang Beribadah
- Bermalas-malasan dalam Ibadah
- Menunda-nunda Kebaikan
- Membuka Aib Orang Lain
- Melakukan Perdukunan
Perintah dan Anjuran dalam Muamalat
- Bersikap jujur dalam transaksi dan perjanjian
- Menepati janji dan kesepakatan dalam muamalat
- Berbuat adil dalam jual beli dan perdagangan
- Menghindari riba dalam setiap transaksi
- Menggunakan harta dengan cara yang halal
- Berinfak dan bersedekah dari hasil usaha yang baik
- Menulis perjanjian utang-piutang dan memiliki saksi
- Mengembalikan amanah dan barang titipan kepada pemiliknya
- Memudahkan urusan orang lain dalam transaksi
- Memaafkan orang yang kesulitan membayar utang
- Menjauhi gharar (ketidakjelasan) dalam akad
- Menjalankan usaha dengan etika Islam
- Membantu pihak yang lemah dalam transaksi
- Menjauhi penipuan dan manipulasi dalam muamalat
- Berperilaku baik dalam bekerja dan berdagang
- Membayar upah pekerja sebelum keringatnya kering
- Tidak menunda pembayaran utang jika mampu
- Menjalankan akad yang sah dan sesuai syariat
- Menghindari transaksi yang mengandung unsur perjudian
- Mengedepankan maslahat dan keadilan dalam ekonomi
- Keberkahan
- Transparansi
- Menjaga Hak Konsumen
- Jual Beli dengan Ridha
- Modal yang Jelas
- Mengutamakan Kualitas
- Harga yang Adil
- Menghindari Spekulasi Berlebihan
- Memastikan Barang Layak Jual
- Menghindari Monopoli
- Mengedepankan Musyawarah
- Membayar Hutang Tepat Waktu
- Memberi Kemudahan kepada yang Kesulitan
- Berbisnis dengan Etika Islam
- Menjaga Niat Ibadah dalam Perdagangan
- Menggunakan Timbangan yang Benar
- Menjauhi Sumpah Palsu dalam Jual Beli
- Menjalin Kerjasama yang Baik
- Menunaikan Hak Pekerja
- Menghindari Sifat Tamak dalam Bisnis
- Mengutamakan Produk Halal
- Mengembangkan Usaha untuk Kemanfaatan Umat
- Menghindari Kecurangan dalam Promosi
- Berinteraksi dengan Baik kepada Pelanggan
- Menyampaikan Keunggulan dan Kekurangan Produk dengan Jujur
- Menghindari Penimbunan Barang yang Merugikan
- Menjalankan Prinsip Muamalah Syariah
- Menghindari Unsur Judi dalam Perdagangan
- Amanah
- Adil
- Tidak Menipu
- Tidak Curang dalam Timbangan
- Bersikap Ramah dan Santun
- Membantu Pembeli Memahami Produk
- Menjual Barang yang Halal dan Baik
- Menghindari Gharar (Ketidakjelasan)
- Menghindari Tadlis (Penipuan dalam Kualitas Barang)
- Tidak Menyembunyikan Cacat Barang
- Menawarkan Harga yang Wajar
- Memberikan Kemudahan dalam Transaksi
- Menghindari Sumpah Palsu dalam Jual Beli
- Menjalankan Perdagangan dengan Niat Ibadah
- Membantu Orang yang Kesulitan Bayar
- Menjaga Etika dalam Persaingan Dagang
- Menyegerakan Pembayaran Upah Pekerja
- Menghindari Perdagangan Barang Haram
- Membantu Ekonomi Umat dengan Dagangan yang Bermanfaat
- Menggunakan Timbangan dan Ukuran yang Benar
- Tidak Memonopoli Barang Dagangan (Ihtikar)
- Bersyukur atas Keuntungan yang Diperoleh
- Menghindari Kecurangan dalam Label dan Merek
- Menjaga Kualitas Barang
- Tidak Menimbun Barang untuk Menaikkan Harga
- Menjaga Hak dan Keuntungan yang Wajar
- Berdoa agar Usaha Diberkahi Allah
Larangan dalam Muamalat
- Melakukan riba dalam bentuk apa pun
- Menggunakan Sumpah Palsu untuk Melariskan Dagangan atau menipu pembeli atau menarik pembeli
- Menipu dan berdusta dalam jual beli
- Menimbun barang untuk menaikkan harga (ihtikar)
- Melakukan transaksi yang mengandung gharar (ketidakpastian ekstrem)
- Menjual barang yang belum menjadi hak miliknya
- Memakan harta orang lain dengan cara batil
- Mengurangi timbangan dan takaran dalam perdagangan
- Melanggar kesepakatan dalam akad
- Menunda pembayaran hutang padahal mampu
- Melakukan suap atau menerima suap dalam bisnis
- Memanfaatkan ketidaktahuan orang lain untuk keuntungan pribadi
- Melakukan transaksi yang merugikan salah satu pihak
- Bersikap zalim atau menipu dalam kontrak dan perjanjian
- Membeli barang curian atau hasil kezaliman
- Menghalangi orang lain dalam mendapatkan rezeki yang halal
- Menyalahgunakan jabatan untuk keuntungan pribadi dalam bisnis
- Bertransaksi dengan cara yang bertentangan dengan syariat Islam
- Berdagang barang yang diharamkan seperti khamr dan barang haram lainnya
- Memanipulasi Harga Pasar
- Mengambil Keuntungan Berlebihan Secara Zalim
- Menjual Barang Rusak Tanpa Penjelasan
- Memalsukan Produk atau Merek
- Mengganggu Persaingan Sehat
- Memanfaatkan Kelangkaan Barang untuk Keuntungan Berlebihan
- Memonopoli Pasar Secara Tidak Adil
- Menggunakan Iklan yang Menyesatkan
- Berbohong tentang Kualitas Barang
- Mengambil Keuntungan Secara Zalim
- Memanfaatkan Ketidaktahuan Pembeli / Konsumen
- Mencurangi Harga di Pasar (Kartel)
- Mendominasi Pasar dengan Cara Curang
- Memonopoli Harga
- Menjual Barang yang Tidak Dimiliki
- Menunda-nunda Pembayaran Hutang
- Mengambil Riba dalam Jual Beli
- Membantu Kezaliman dengan Perdagangan
- Memanipulasi Pasar dengan Isu Palsu
- Menjual Barang dengan Harga yang Tidak Wajar
- Menyembunyikan Cacat Barang dari Pembeli
- Bersikap Kasar kepada Pembeli
- Mengecoh Pembeli dengan Diskon Palsu
- Membuat Kesepakatan Dagang yang Merugikan Banyak Pihak
- Memanfaatkan Jabatan untuk Keuntungan Pribadi dalam Dagang
- Menipu dalam Jual Beli Online
- Menggunakan Testimoni Palsu
- Memanipulasi Foto Produk yang Tidak Sesuai Aslinya
- Memanfaatkan Keadaan Darurat Konsumen untuk Keuntungan Berlebihan
- Membuka Usaha yang Merusak Moral
- Menipu dalam Kontrak Kerja dan Gaji
- Menjual Barang Bajakan/Tidak Legal
- Memalsukan Produk atau Merek Dagang
- Menghambat Persaingan Sehat dengan Cara Tidak Adil
Perintah dan Anjuran dalam Akhlak
- Bertakwa kepada Allah dalam segala hal
- Berakhlak mulia sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ
- Bersikap jujur dalam ucapan dan perbuatan
- Bersikap sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan
- Bersikap tawadhu' (rendah hati) dan tidak sombong
- Menepati janji dan amanah yang diberikan
- Bersikap santun dan lembut dalam berbicara
- Menghormati dan menyayangi sesama manusia
- Menolong orang yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan
- Memuliakan tamu dan memperlakukannya dengan baik
- Menjaga hubungan baik dengan tetangga
- Memuliakan orang tua dan berbakti kepada mereka
- Menyayangi anak-anak dan mendidik mereka dengan baik
- Menghormati ulama dan orang yang lebih tua
- Memaafkan kesalahan orang lain dan tidak pendendam
- Menjaga lisan dari perkataan yang menyakitkan
- Bersikap dermawan dan tidak kikir
- Bersikap qana'ah (merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah)
- Menjaga kesopanan dalam pergaulan
- Mengucapkan salam dan doa kebaikan untuk orang lain
- Menjaga kesucian hati dari iri, dengki, dan hasad
- Bersikap adil dalam menilai dan memutuskan sesuatu
- Menutupi aib orang lain dan tidak menyebarkannya
- Menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya
- Bersikap istiqamah dalam kebaikan
- Menahan diri dari marah dan emosi yang berlebihan
- Bersikap amanah dan dapat dipercaya
- Menyebarkan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat
- Menjalin silaturahmi dengan baik
- Menghindari kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain
Larangan dalam Akhlak
- Bersikap sombong dan merasa lebih baik dari orang lain
- Berbohong dan menipu dalam perkataan atau perbuatan
- Bersikap kasar dan menyakiti perasaan orang lain
- Menggunjing (ghibah) dan membicarakan keburukan orang lain
- Memfitnah dan menyebarkan berita bohong (hoax)
- Iri hati dan dengki terhadap keberhasilan orang lain
- Bersikap bakhil (kikir) dan tidak mau berbagi
- Memutus tali silaturahmi tanpa alasan yang dibenarkan
- Bersikap tamak terhadap harta dan dunia
- Menyakiti orang lain baik secara fisik maupun verbal
- Menipu atau berbuat curang dalam transaksi dan janji
- Menghina atau merendahkan orang lain
- Bersikap riya’ (pamer) dalam ibadah dan kebaikan
- Meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dipikul
- Bersikap egois dan tidak peduli terhadap orang lain
- Berprasangka buruk tanpa alasan yang jelas
- Mengingkari janji yang telah dibuat
- Menunda-nunda kebaikan atau menyesali kebaikan yang telah dilakukan
- Menipu diri sendiri dengan membenarkan perbuatan dosa
- Bersikap munafik dan tidak konsisten dalam kebaikan
Perintah dan Anjuran dalam Zakat dan Shodaqoh
- Menunaikan zakat sebagai kewajiban bagi yang mampu
- Memberikan shodaqoh dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan
- Mendahulukan keluarga dan kerabat yang membutuhkan dalam shodaqoh
- Memberikan zakat dan shodaqoh dengan harta yang baik dan halal
- Menunaikan zakat tepat waktu sesuai ketentuan syariat
- Menyembunyikan shodaqoh agar lebih ikhlas, kecuali untuk motivasi kebaikan
- Memberikan zakat dan shodaqoh kepada yang benar-benar berhak menerimanya
- Berinfaq di jalan Allah dengan penuh keyakinan akan keberkahannya
- Memberikan shodaqoh meskipun dalam keadaan sulit sesuai kemampuan
- Menyayangi fakir miskin dan membantu mereka dengan zakat serta shodaqoh
- Bersyukur atas rezeki dengan memperbanyak shodaqoh
- Memberikan shodaqoh terbaik, bukan sisa atau yang tidak bermanfaat
- Bersedekah kepada anak yatim dan kaum dhuafa dengan penuh kasih sayang
- Memotivasi orang lain untuk berzakat dan bershodaqoh
- Menghindari sikap bakhil dan kikir dalam membelanjakan harta
- Menyadari bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan dengan baik
- Memberikan shodaqoh kepada orang yang berjuang di jalan Allah
- Membantu orang yang berhutang dengan zakat atau shodaqoh
- Meningkatkan shodaqoh di waktu-waktu utama seperti Ramadhan dan hari Jumat
- Menyadari bahwa zakat membersihkan harta dan menyucikan jiwa
Larangan dalam Zakat dan Shodaqoh
- Menunda-nunda pembayaran zakat padahal sudah wajib dikeluarkan
- Memberikan zakat atau shodaqoh dengan perasaan terpaksa atau tidak ikhlas
- Mengingat-ingat dan mengungkit pemberian kepada orang lain
- Menyakiti perasaan penerima zakat atau shodaqoh dengan perkataan yang buruk
- Menggunakan harta haram untuk zakat dan shodaqoh
- Memberikan zakat kepada orang yang tidak berhak menerimanya
- Menjadikan shodaqoh sebagai ajang pamer atau riya’
- Menggunakan zakat atau shodaqoh sebagai alat politik atau kepentingan pribadi
- Menolak kewajiban zakat dengan alasan mencintai harta secara berlebihan
- Menahan zakat yang seharusnya diberikan kepada yang berhak
Perintah dan Anjuran dalam Haji
- Berniat haji dengan ikhlas karena Allah
- Melaksanakan haji bagi yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan
- Memenuhi syarat dan rukun haji sesuai tuntunan syariat
- Berpakaian ihram dengan benar sesuai tata cara syariat
- Menghindari larangan ihram seperti memakai wewangian dan memotong kuku
- Melakukan tawaf dengan khusyuk dan mengikuti aturan
- Mengerjakan sa’i antara Shafa dan Marwah dengan niat ibadah
- Mabit di Muzdalifah dan Mina sebagai bagian dari manasik haji
- Melontar jumrah dengan tertib dan penuh ketakwaan
- Memotong rambut (tahalul) setelah melontar jumrah
- Menghindari perbuatan maksiat selama ibadah haji
- Berdoa dan berdzikir di tempat-tempat mustajab seperti Arafah dan Multazam
- Menjaga adab dan akhlak terhadap sesama jamaah haji
- Memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an selama di tanah suci
- Menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ
Larangan dalam Haji
- Melakukan haji tanpa memenuhi syarat mampu (istitha’ah)
- Berangkat haji dengan harta haram atau dari hasil yang tidak halal
- Melakukan perbuatan maksiat selama ihram, seperti bertengkar atau berkata kotor
- Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki saat ihram
- Menggunakan wewangian pada tubuh atau pakaian saat ihram
- Memotong kuku atau mencukur rambut sebelum tahalul
- Berburu atau membunuh hewan selama dalam keadaan ihram
- Memotong atau mencabut tanaman di tanah haram Mekah dan Madinah
- Melewati miqat tanpa berihram bagi yang wajib berihram di sana
- Mengabaikan rukun atau wajib haji sehingga hajinya tidak sah atau harus membayar dam
- Melontar jumrah dengan emosi atau menyakiti orang lain
- Meninggalkan mabit di Muzdalifah atau Mina tanpa uzur
- Tidak menjaga kebersihan dan adab di Masjidil Haram dan sekitarnya
- Mengabaikan doa dan dzikir di tempat-tempat mustajab selama haji
- Memandang remeh ibadah haji atau menganggapnya sekadar wisata religi
Perintah dan Anjuran dalam Sholat
- Mendirikan sholat tepat waktu
- Sholat dengan khusyuk dan penuh kesadaran
- Berwudhu dengan sempurna sebelum sholat
- Menghadap kiblat dan berniat dengan benar
- Mengenakan pakaian yang bersih dan menutup aurat
- Membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat
- Melaksanakan rukun dan sunnah sholat dengan baik
- Berjamaah dalam sholat wajib jika memungkinkan
- Sholat di tempat yang suci dan layak
- Berdoa dan berdzikir setelah sholat
- Menjaga sholat sunnah sebagai tambahan pahala
- Mengajarkan sholat kepada keluarga dan anak-anak
- Memahami makna bacaan dalam sholat
- Menghindari hal-hal yang dapat membatalkan sholat
- Menjaga kekhusyukan dan adab dalam sholat
Larangan dalam Sholat
- Meninggalkan sholat dengan sengaja
- Melakukan sholat dengan malas atau terburu-buru
- Sholat dalam keadaan najis atau tanpa wudhu
- Berbicara atau tertawa saat sholat
- Bermain-main atau melakukan gerakan berlebihan dalam sholat
- Sholat dengan pakaian yang kotor atau tidak menutup aurat
- Menunda sholat tanpa alasan yang dibenarkan
- Mengganggu orang lain saat sholat berjamaah
- Menyempurnakan gerakan sebelum imam dalam sholat berjamaah
- Sholat dengan niat riya’ (pamer) atau tidak ikhlas
- Mengabaikan bacaan dan gerakan yang benar dalam sholat
- Menghindari sholat sunnah tanpa alasan
- Sholat dengan posisi atau bacaan yang salah
- Mengantuk berat dalam sholat hingga tidak sadar bacaannya
- Memutus sholat tanpa alasan darurat
Perintah dan Anjuran dalam Puasa
- Berniat puasa dengan ikhlas karena Allah
- Menjaga lisan, hati, dan perbuatan dari hal yang membatalkan pahala puasa
- Makan sahur sebelum fajar, terutama di waktu akhir malam
- Berbuka puasa segera setelah matahari terbenam
- Membaca doa berbuka puasa dan memulai dengan kurma atau air
- Menjauhi dosa seperti ghibah, dusta, dan amarah saat puasa
- Melaksanakan ibadah tambahan seperti sholat tarawih dan membaca Al-Qur'an
- Memberi makan orang yang berbuka puasa
- Menjaga kebersihan diri dan wudhu saat berpuasa
- Bersedekah dan memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadhan
- Menghindari perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasa
- Memperbanyak doa, terutama menjelang berbuka puasa
- Melakukan i’tikaf di masjid, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan
- Mengerjakan sholat malam dan memperbanyak istighfar
- Membayar fidyah jika tidak mampu berpuasa karena alasan syar’i
Larangan dalam Puasa
- Meninggalkan niat puasa sebelum waktu subuh
- Makan dan minum dengan sengaja saat berpuasa
- Berbohong, bergunjing, dan berkata kotor saat berpuasa
- Marah dan berbuat zalim kepada orang lain
- Membatalkan puasa tanpa alasan yang sah
- Melakukan hubungan suami-istri di siang hari Ramadhan
- Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja (seperti suntikan nutrisi yang membatalkan puasa)
- Meninggalkan sholat karena merasa lemas saat berpuasa
- Membatalkan puasa karena hawa nafsu dan bukan karena uzur syar’i
- Menunda pembayaran qadha puasa tanpa alasan
- Mengabaikan amalan sunnah yang dianjurkan saat puasa
- Memaksakan puasa meskipun sakit parah atau dalam kondisi berbahaya
- Mengabaikan malam Lailatul Qadr dan tidak beribadah
- Menunda berbuka puasa dengan sengaja tanpa alasan
- Melakukan perbuatan sia-sia yang tidak bermanfaat selama berpuasa
Perintah dan Anjuran dalam Membaca Al-Qur'an
- Membaca Al-Qur'an dengan ikhlas karena Allah
- Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang benar
- Memulai bacaan dengan isti’adzah (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم) dan basmalah
- Berusaha memahami makna ayat yang dibaca
- Merenungi dan mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari
- Membaca Al-Qur'an dalam keadaan suci (berwudhu jika memungkinkan)
- Membaca Al-Qur'an secara rutin dan istiqamah
- Memuliakan Al-Qur'an dengan membacanya di tempat yang bersih dan tenang
- Membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh kekhusyukan
- Mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada orang lain
- Mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan penuh perhatian dan hormat
- Membaca Al-Qur'an di waktu-waktu yang utama, seperti setelah shalat atau di sepertiga malam
- Menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dalam kehidupan
- Berdoa setelah membaca Al-Qur'an agar mendapat manfaat dan keberkahan
- Mengikuti majelis tilawah dan tadabbur Al-Qur'an
Larangan dalam Membaca Al-Qur'an
- Membaca Al-Qur'an tanpa niat yang baik atau hanya untuk pamer
- Membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan tajwid
- Membaca Al-Qur'an dalam keadaan najis (bagi yang diwajibkan bersuci)
- Membaca Al-Qur'an dengan sikap malas atau tidak menghormatinya
- Membaca Al-Qur'an di tempat yang kotor atau tidak pantas
- Mengolok-olok bacaan Al-Qur'an atau membacanya dengan niat mempermainkan
- Menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu yang cukup
- Membaca Al-Qur'an dengan cara yang menyalahi adab Islam
- Mengabaikan makna dan isi Al-Qur'an setelah membacanya
- Tidak mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan
- Menggunakan ayat Al-Qur'an untuk tujuan duniawi yang tidak benar
- Membaca Al-Qur'an dalam keadaan mabuk atau tidak sadar
- Membaca Al-Qur'an dengan suara terlalu keras hingga mengganggu orang lain
- Melakukan amalan yang bertentangan dengan Al-Qur'an setelah membacanya
- Menggunakan ayat Al-Qur'an untuk menyesatkan orang lain atau menyebarkan kebatilan
Perintah dan Anjuran dalam Menyikapi Anak Yatim
- Menyantuni dan memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang
- Menjaga hak-hak mereka dalam harta dan kehidupan
- Memberikan pendidikan dan bimbingan yang baik
- Menjadi pelindung atau wali mereka dengan amanah
- Membantu memenuhi kebutuhan mereka, baik materi maupun spiritual
- Bersikap lembut dan tidak menyakiti hati mereka
- Mengajak mereka dalam kebersamaan agar tidak merasa kesepian
- Menolong mereka dengan ikhlas karena Allah
- Memberikan makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak
- Mengajarkan mereka akhlak dan agama yang benar
- Mendoakan mereka agar mendapat kehidupan yang lebih baik
- Menyayangi mereka seperti menyayangi anak sendiri
- Mengikutsertakan mereka dalam kebahagiaan dan kegembiraan
- Memperlakukan mereka dengan keadilan dan tanpa diskriminasi
- Memberikan mereka warisan atau hak harta yang sesuai syariat
Larangan dalam Menyikapi Anak Yatim
- Menelantarkan mereka tanpa perhatian dan kasih sayang
- Menyakiti atau memperlakukan mereka dengan kasar
- Mengambil atau memakan harta mereka dengan cara yang zalim
- Mengejek atau merendahkan mereka karena statusnya sebagai yatim
- Menipu atau memperdaya mereka dalam urusan harta dan kehidupan
- Menjadikan mereka objek eksploitasi atau kepentingan pribadi
- Membiarkan mereka tanpa pendidikan dan bimbingan
- Memperlakukan mereka dengan tidak adil dibandingkan anak kandung
- Mengabaikan hak mereka dalam warisan dan nafkah
- Tidak memberi mereka rasa aman dan perlindungan
- Menolak memberikan bantuan padahal mampu
- Menghardik atau mengusir mereka dengan kasar
- Meremehkan kedudukan mereka dalam masyarakat
- Menjauhkan mereka dari agama dan pendidikan Islam
- Menjauhkan mereka dari kesempatan untuk hidup lebih baik
Perintah dan Anjuran dalam Menyikapi Orang Berilmu
- Menghormati dan memuliakan orang berilmu
- Mendengarkan nasihat dan ajaran mereka dengan penuh perhatian
- Bersikap rendah hati di hadapan mereka
- Meminta ilmu dari mereka dengan sopan dan adab yang baik
- Mengamalkan ilmu yang mereka ajarkan
- Membantu mereka dalam kebaikan dan dakwah
- Mendoakan keberkahan dan kebaikan bagi mereka
- Menjaga hubungan baik dengan mereka
- Menyebarkan ilmu mereka dengan cara yang benar
- Menghormati pendapat mereka selama sesuai dengan syariat
- Menyampaikan kritik dengan adab jika terdapat kekeliruan
- Memuliakan mereka dalam pertemuan dan majelis ilmu
- Menyebut mereka dengan hormat dan tidak merendahkan
- Mencontoh akhlak dan adab mereka yang baik
- Menghindari perdebatan dengan mereka jika tidak memiliki ilmu yang cukup
Larangan dalam Menyikapi Orang Berilmu
- Meremehkan atau merendahkan orang berilmu
- Membantah mereka tanpa dasar yang kuat
- Menolak ilmu mereka karena kesombongan atau hawa nafsu
- Menuduh mereka tanpa bukti yang jelas
- Memutus hubungan dengan mereka karena tidak sependapat
- Mengejek atau mencela mereka di depan umum atau di belakang mereka
- Memanfaatkan ilmu mereka untuk kepentingan duniawi yang tidak halal
- Mendukung orang yang menzalimi atau merendahkan mereka
- Menjadikan mereka sebagai alat politik atau kepentingan pribadi
- Meniru mereka secara lahiriah tanpa mengambil manfaat dari ilmunya
- Menolak belajar dari mereka hanya karena perbedaan kelompok atau mazhab
- Menjelek-jelekkan mereka di hadapan orang lain tanpa sebab yang benar
- Membiarkan mereka dalam kesulitan tanpa memberikan bantuan
- Menggunakan ilmu mereka untuk tujuan yang tidak baik
- Mengabaikan peran mereka dalam membimbing umat
Perintah dan Anjuran dalam Menyikapi Kebodohan
- Bersikap sabar terhadap orang yang bodoh
- Menyikapi kebodohan dengan kelembutan dan hikmah
- Menjawab dengan kebaikan dan tidak membalas dengan kebodohan yang sama
- Menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat
- Memberikan pemahaman dengan cara yang baik dan bijak
- Mendoakan orang yang bodoh agar diberi hidayah
- Mencontoh akhlak Rasulullah ﷺ dalam menghadapi orang bodoh
- Menjauhi orang bodoh jika mereka tidak mau menerima nasihat
- Mengajarkan ilmu dengan penuh kesabaran
- Mengutamakan diam jika berbicara hanya akan memperburuk keadaan
- Memberikan contoh nyata melalui perbuatan yang baik
- Tetap menjaga akhlak dan tidak terpancing emosi
- Mengingatkan dengan cara yang tidak menyakiti hati
- Berusaha memahami alasan di balik kebodohan seseorang
- Mengedepankan kasih sayang dalam memberikan bimbingan
Larangan dalam Menyikapi Kebodohan
- Membalas kebodohan dengan kebodohan
- Menghina atau merendahkan orang yang bodoh
- Marah atau kehilangan kesabaran secara berlebihan
- Meninggalkan seseorang dalam kebodohan tanpa upaya memberi pemahaman
- Memanfaatkan kebodohan seseorang untuk keuntungan pribadi
- Berdebat dengan orang bodoh yang tidak mencari kebenaran
- Memaksakan pemahaman kepada orang yang belum siap menerimanya
- Menjadikan kebodohan orang lain sebagai bahan ejekan atau hiburan
- Berbicara dengan bahasa yang sulit dipahami oleh orang bodoh
- Mengabaikan upaya mendidik dan hanya menghakimi
- Menyesatkan orang bodoh dengan informasi yang salah
- Meninggikan suara atau bersikap kasar dalam menegur
- Bergaul terlalu dekat dengan orang bodoh hingga terpengaruh kebodohannya
- Membiarkan kebodohan berlanjut tanpa usaha untuk memperbaikinya
- Memandang rendah orang bodoh tanpa menyadari bahwa semua ilmu adalah karunia dari Allah
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berpendapat
- Berpendapat dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah
- Berpendapat berdasarkan ilmu dan fakta yang benar
- Berpendapat dengan adab dan sopan santun
- Berpendapat dengan jujur dan tidak menyembunyikan kebenaran
- Berpendapat dengan hikmah dan kelembutan
- Berpendapat untuk kebaikan bersama dan tidak menimbulkan perpecahan
- Berpendapat dengan menjaga akhlak dan etika dalam berbicara
- Berpendapat dengan rendah hati dan tidak merasa paling benar
- Berpendapat dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara
- Berpendapat dengan tetap menghormati pendapat orang lain
- Berpendapat dengan mengedepankan dalil yang kuat dari Al-Qur’an dan Hadits
- Berpendapat dengan bijak dalam memilih kata-kata yang tepat
- Berpendapat dengan menghindari debat kusir yang tidak bermanfaat
- Berpendapat dengan memahami duduk permasalahan sebelum menyampaikan pandangan
- Berpendapat dengan tetap menjaga persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah
Larangan dalam Hal Berpendapat
- Berpendapat tanpa ilmu yang cukup
- Berpendapat dengan hawa nafsu dan emosi tanpa kendali
- Berpendapat yang mengandung kebohongan atau fitnah
- Berpendapat dengan maksud menyesatkan atau mempengaruhi orang ke jalan yang salah
- Berpendapat dengan mencela atau merendahkan orang lain
- Berpendapat dengan niat memecah belah umat Islam
- Berpendapat dengan menolak kebenaran yang sudah jelas
- Berpendapat dengan cara memaksakan pendapat sendiri kepada orang lain
- Berpendapat dengan menjelek-jelekkan ulama atau orang yang berilmu
- Berpendapat dengan mengabaikan adab dalam berbicara
- Berpendapat dengan menggunakan kata-kata kasar atau tidak pantas
- Berpendapat tanpa mendengar atau memahami argumen orang lain terlebih dahulu
- Berpendapat dengan mendukung kemaksiatan atau kebatilan
- Berpendapat dengan niat mencari popularitas atau pujian dari manusia
- Berpendapat dengan menciptakan permusuhan atau provokasi yang tidak perlu
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berhias
- Berniat berhias untuk menjaga kebersihan dan kerapihan sesuai ajaran Islam
- Menjaga kebersihan tubuh, seperti mandi, memotong kuku, dan merapikan rambut
- Memakai pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai syariat
- Menggunakan wangi-wangian bagi laki-laki tanpa berlebihan
- Menata rambut dengan baik tanpa menyerupai gaya yang haram
- Mengenakan pakaian terbaik saat shalat, menghadiri majelis ilmu, dan bertemu tamu
- Bagi suami-istri, berhias untuk menyenangkan pasangannya
- Memakai perhiasan yang diperbolehkan bagi wanita tanpa berlebihan
- Memakai celak mata (kohl) yang dianjurkan dalam Islam
- Menggunakan siwak atau menjaga kebersihan mulut dan gigi
- Menjaga kerapihan janggut bagi laki-laki sesuai sunnah
- Memilih warna dan model pakaian yang sopan serta tidak mencolok
- Memotong rambut atau merawatnya sesuai sunnah
- Memakai perhiasan yang halal bagi wanita dengan tidak berlebihan
- Memelihara diri dari bau badan yang mengganggu orang lain
Larangan dalam Hal Berhias
- Berhias dengan tujuan kesombongan dan pamer (tabarruj berlebihan)
- Menyerupai lawan jenis dalam cara berhias (tasyabbuh)
- Menggunakan wangi-wangian bagi wanita yang menarik perhatian laki-laki non-mahram
- Mengubah ciptaan Allah, seperti operasi kecantikan tanpa keperluan medis
- Mencabut atau mencukur alis dengan tujuan merubah bentuk asli
- Mewarnai rambut dengan warna yang menyerupai orang kafir tanpa alasan syar'i
- Memakai pakaian yang transparan, ketat, atau berlebihan dalam berhias
- Menggunakan perhiasan atau simbol yang menyerupai kebiasaan non-Muslim dalam ibadah mereka
- Menggunakan tato permanen atau tindik yang tidak dibolehkan dalam Islam
- Memanjangkan kuku tanpa keperluan atau tidak memotongnya secara teratur
- Mengenakan perhiasan emas bagi laki-laki, karena diharamkan dalam Islam
- Menggunakan bulu mata palsu atau ekstensi rambut yang bukan dari rambut sendiri
- Berlebihan dalam berdandan hingga melampaui batas kewajaran
- Menggunakan kosmetik yang mengandung bahan haram
- Menciptakan gaya berhias yang bertentangan dengan akhlak Islam, seperti meniru budaya maksiat
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berpakaian
- Menutup aurat sesuai dengan syariat Islam
- Memakai pakaian yang bersih dan suci dari najis
- Memilih pakaian yang sederhana dan tidak berlebihan dalam kemewahan
- Memakai pakaian yang mencerminkan ketakwaan dan kesopanan
- Memakai pakaian yang tidak menyerupai lawan jenis
- Memakai pakaian yang tidak menyerupai orang kafir dalam hal yang khusus bagi mereka
- Memakai pakaian yang nyaman dan tidak menyiksa tubuh
- Memakai pakaian yang tidak transparan atau terlalu ketat
- Memakai pakaian yang sesuai dengan lingkungan dan keadaan
- Memakai pakaian terbaik saat sholat dan beribadah
- Memakai pakaian yang pantas ketika bertemu orang lain
- Memilih pakaian yang tidak mengandung unsur kesombongan
- Mengutamakan pakaian yang menunjukkan identitas Muslim
- Memakai wewangian yang halal dan tidak berlebihan bagi laki-laki
- Memanjangkan pakaian hingga menutup aurat sepenuhnya bagi wanita
Larangan dalam Hal Berpakaian
- Memakai pakaian yang tidak menutup aurat dengan benar
- Memakai pakaian yang ketat atau transparan sehingga memperlihatkan bentuk tubuh
- Memakai pakaian yang menyerupai lawan jenis
- Memakai pakaian yang menyerupai orang kafir dalam hal yang menjadi ciri khas mereka
- Memakai pakaian karena ingin pamer atau sombong
- Memakai pakaian yang bernajis atau kotor
- Memakai pakaian yang terlalu mewah dengan niat berbangga diri
- Memakai pakaian yang bergambar makhluk bernyawa dalam shalat
- Memakai pakaian yang memiliki simbol-simbol kesyirikan
- Memakai pakaian yang mengandung unsur maksiat atau provokasi
- Memakai pakaian yang berlebihan dalam berhias hingga melampaui batas
- Memakai pakaian yang menunjukkan kesombongan, seperti isbal (menjulurkan pakaian di bawah mata kaki bagi laki-laki)
- Memakai pakaian yang menarik perhatian lawan jenis dengan tujuan tidak baik
- Memakai pakaian yang mengandung bahan haram, seperti sutra bagi laki-laki
- Memakai pakaian yang mencolok atau tidak pantas untuk kondisi tertentu
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berjalan
- Berjalan dengan penuh ketawadhuan (rendah hati) dan tidak sombong
- Berjalan dengan tenang, tidak tergesa-gesa kecuali dalam keadaan darurat
- Berjalan di jalan yang baik dan aman, tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain
- Berjalan dengan sikap sederhana, tidak berlebihan dalam gerakan atau gaya
- Berjalan dengan menjaga pandangan agar tidak melihat hal yang diharamkan
- Berjalan dengan niat yang baik, seperti untuk ibadah, mencari nafkah halal, atau silaturahmi
- Berjalan dengan mengucapkan doa keluar rumah: Bismillah, tawakkaltu ‘alallah…
- Berjalan di tempat yang terang atau aman terutama di waktu malam
- Berjalan dengan memuliakan orang lain, memberi jalan jika diperlukan
- Berjalan menuju tempat ibadah seperti masjid dengan niat ikhlas
- Berjalan menuju tempat ilmu untuk menuntut pengetahuan yang bermanfaat
- Berjalan menuju tempat yang halal dan menjauhi tempat maksiat
- Berjalan dengan menghindari keramaian yang bisa menimbulkan fitnah
- Berjalan dengan menghindari menginjak tanaman atau merusak alam
- Berjalan dengan menyebarkan salam dan senyum kepada sesama Muslim
Larangan dalam Hal Berjalan
- Berjalan dengan sombong atau angkuh
- Berjalan dengan berlebihan dalam gaya, seperti berjalan dengan riya’ atau pamer
- Berjalan tergesa-gesa tanpa alasan yang benar
- Berjalan menuju tempat maksiat atau dosa
- Berjalan dengan sengaja mengganggu orang lain
- Berjalan sambil melalaikan hak orang lain, seperti menabrak tanpa meminta maaf
- Berjalan dengan cara yang membahayakan diri sendiri, seperti di pinggir jurang atau tempat berbahaya
- Berjalan di tengah jalan yang menghalangi kendaraan atau orang lain
- Berjalan sambil melihat sesuatu yang haram
- Berjalan tanpa memperhatikan keselamatan, seperti menyeberang jalan sembarangan
- Berjalan menuju tempat yang meragukan atau bisa menimbulkan fitnah
- Berjalan tanpa adab, seperti menginjak tanaman atau merusak lingkungan
- Berjalan dengan berisik atau mengganggu ketenangan orang lain
- Berjalan tanpa menghormati orang yang lebih tua atau orang yang lebih berhak mendapat jalan lebih dulu
- Berjalan dengan niat buruk, seperti ingin mencuri, mengintai, atau berbuat jahat
Pembolehan Memakan Makanan Kerabat Sendiri dalam Islam
Dibolehkan Memakan Makanan Milik Keluarga Sendiri Jika:
- Makanan milik sendiri atau dibeli dengan harta sendiri
- Makanan milik orang tua, karena anak dan orang tua saling berbagi nafkah
- Makanan milik suami atau istri karena mereka memiliki hak dalam nafkah keluarga
- Makanan milik anak jika orang tua membutuhkannya dan tidak membebani anak
- Makanan milik saudara kandung jika diizinkan atau sudah menjadi kebiasaan
- Makanan milik kakek-nenek yang mengizinkan cucunya memakannya
- Makanan milik paman atau bibi jika hubungan keluarga akrab dan ada kebiasaan berbagi
- Makanan yang disiapkan untuk keluarga bersama dan biasa dimakan bersama
- Makanan yang diperoleh dari warisan keluarga dengan kesepakatan ahli waris
- Makanan yang diberikan oleh anggota keluarga sebagai hadiah atau sedekah
- Makanan yang dimakan dalam rumah keluarga dengan izin pemilik rumah
- Makanan yang tersisa setelah anggota keluarga lain makan dan tidak dilarang
- Makanan yang biasa dikonsumsi bersama dalam acara keluarga tanpa perlu izin khusus
- Makanan yang disimpan di rumah sendiri dan bukan milik pribadi anggota keluarga lain
- Makanan yang diberikan oleh keluarga dengan niat untuk berbagi atau menjamu
Tidak Diperbolehkan Memakan Makanan Keluarga Jika:
- Makanan yang secara khusus disimpan oleh anggota keluarga tanpa izin
- Makanan yang diamanahkan untuk orang lain, bukan untuk keluarga sendiri
- Makanan yang menjadi milik pribadi anggota keluarga lain dan mereka tidak rela
- Makanan yang dibeli oleh salah satu anggota keluarga dengan tujuan tertentu
- Makanan yang dikhususkan untuk tamu atau orang lain yang membutuhkan
- Makanan yang menjadi bagian warisan tetapi belum dibagi secara adil
- Makanan yang diambil tanpa sepengetahuan pemiliknya dan bisa menyebabkan perselisihan
- Makanan yang dipakai untuk tujuan ibadah tertentu seperti zakat atau sedekah
- Makanan yang diperoleh dengan cara haram meskipun berasal dari keluarga sendiri
- Makanan yang diambil dengan cara memaksa atau tanpa persetujuan anggota keluarga lain
Yang Halal Dimakan dalam Islam
- Makanan dan minuman yang berasal dari rezeki halal
- Makanan yang diperoleh dari hasil usaha sendiri yang halal
- Makanan yang dibeli dengan harta yang bersih dari riba dan kecurangan
- Makanan yang diberikan oleh orang tua atau keluarga dengan cara halal
- Makanan yang diperoleh dari pemberian atau hadiah yang halal
- Makanan yang didapat dari sedekah atau wakaf yang diperuntukkan bagi penerimanya
- Makanan yang disediakan dalam jamuan tamu dengan izin tuan rumah
- Makanan yang berasal dari hasil kerja atau upah yang halal
- Makanan yang berasal dari hasil panen atau ternak sendiri yang diperoleh secara halal
- Makanan yang dibeli dari pasar atau pedagang dengan transaksi yang sah menurut syariat
- Makanan yang dimakan di restoran atau warung dengan izin pemiliknya
- Makanan yang diberikan kepada fakir miskin dari zakat, infaq, atau sedekah
- Makanan yang diberikan dalam acara walimah atau pesta dengan niat yang baik
- Makanan yang diperoleh dari hasil berburu dengan cara yang sesuai syariat
- Makanan yang diperoleh dari hasil menangkap ikan dengan cara yang diperbolehkan
Yang Haram Dimakan dalam Islam
- Makanan yang diperoleh dari hasil mencuri atau merampas hak orang lain
- Makanan yang berasal dari hasil riba, suap, atau penipuan
- Makanan yang diperoleh dengan cara korupsi atau penggelapan
- Makanan yang diberikan oleh seseorang dengan cara yang tidak halal
- Makanan yang diambil tanpa izin dari pemiliknya
- Makanan yang diberikan oleh orang dengan maksud maksiat atau suap
- Makanan yang berasal dari hasil perjudian atau taruhan
- Makanan yang berasal dari penjualan barang haram seperti narkoba atau minuman keras
- Makanan yang diperoleh dengan memanipulasi harga atau timbangan
- Makanan yang merupakan hak orang lain yang belum diizinkan untuk dimakan
- Makanan yang berasal dari hasil eksploitasi dan penindasan terhadap orang lain
- Makanan yang berasal dari transaksi yang mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) dan kecurangan
- Makanan yang berasal dari hasil sihir, perdukunan, atau hal-hal yang dilarang agama
- Makanan yang didapat dari hasil menipu atau menyakiti orang lain
- Makanan yang didapat dari gaji atau pendapatan yang tidak halal menurut syariat
Perintah dan Anjuran dalam Hal Penghormatan
- Menghormati Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
- Menghormati Rasulullah ﷺ dengan mengikuti sunnahnya dan bershalawat kepadanya
- Menghormati orang tua dengan berbakti, berbicara lemah lembut, dan tidak menyakiti mereka
- Menghormati ulama dan orang berilmu dengan menghargai pendapat mereka
- Menghormati pemimpin yang adil dengan menaati mereka dalam kebaikan
- Menghormati sesama Muslim dengan berkata baik dan tidak merendahkan mereka
- Menghormati tamu dengan menjamu mereka dengan baik
- Menghormati tetangga dengan tidak mengganggu dan berbuat baik kepada mereka
- Menghormati hak orang lain dengan tidak mengambil atau merusaknya
- Menghormati wanita dengan menjaga kehormatan mereka dan memperlakukan mereka dengan baik
- Menghormati anak-anak dengan memberikan kasih sayang dan pendidikan yang baik
- Menghormati orang yang lebih tua dengan bersikap sopan dan menghargai pengalaman mereka
- Menghormati orang yang lebih muda dengan membimbing mereka dengan hikmah
- Menghormati orang yang meninggal dengan mendoakan dan mengurus jenazahnya sesuai syariat
- Menghormati makhluk Allah lainnya seperti hewan dan alam dengan tidak merusaknya
Larangan dalam Hal Penghormatan
- Menghina Allah, Rasul, dan agama Islam
- Bersikap kasar atau berkata buruk kepada orang tua
- Merendahkan atau menghina ulama dan orang berilmu
- Tidak menghormati pemimpin yang adil dalam perkara yang baik
- Menghina atau mencaci sesama Muslim tanpa alasan yang benar
- Memperlakukan tamu dengan buruk atau mengusir mereka tanpa sebab
- Mengganggu tetangga dengan tindakan yang meresahkan
- Merampas atau mengambil hak orang lain tanpa izin
- Melecehkan wanita baik secara fisik, verbal, atau perbuatan
- Mengabaikan atau memperlakukan anak-anak dengan kasar
- Menghina atau merendahkan orang yang lebih tua atau lebih muda
- Tidak menghormati jenazah atau berbicara buruk tentang orang yang telah meninggal
- Menyiksa atau membunuh hewan tanpa alasan yang dibenarkan syariat
- Merusak lingkungan atau mengeksploitasi alam tanpa tanggung jawab
- Bersikap sombong dan meremehkan orang lain
Perintah dan Anjuran terhadap Hal-Hal Haram
- Menjauhi segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya
- Mencari yang halal dan meninggalkan yang haram
- Berhati-hati dalam setiap tindakan agar tidak terjerumus dalam yang haram
- Menjauhi segala bentuk makanan dan minuman yang diharamkan
- Menjaga lisan dari perkataan yang haram seperti ghibah, dusta, dan fitnah
- Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan
- Menggunakan harta hanya untuk yang halal dan baik
- Bergaul dengan orang-orang saleh agar terhindar dari yang haram
- Memilih pekerjaan yang halal dan tidak terlibat dalam usaha haram
- Menjaga kesucian diri dari zina dan perbuatan keji
- Menuntut ilmu agar dapat membedakan antara yang halal dan haram
- Mengingkari dan mencegah kemungkaran dengan cara yang baik
- Menyadari bahwa segala yang haram membawa keburukan dunia dan akhirat
- Memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari hal yang haram
- Beristighfar dan bertobat jika pernah terjerumus dalam yang haram
Larangan terhadap Hal-Hal Haram
- Melakukan atau mendukung perbuatan yang diharamkan
- Menganggap remeh perkara haram dan mengabaikan hukumnya
- Makan dan minum sesuatu yang diharamkan seperti bangkai, darah, dan khamr
- Mencari nafkah dari sumber yang haram seperti riba, penipuan, dan suap
- Melakukan praktik riba dalam perdagangan dan transaksi keuangan
- Melakukan zina atau mendekati perbuatan yang mengarah padanya
- Mendengarkan atau menyebarkan berita bohong dan fitnah
- Menggunakan sihir atau mendukung praktik perdukunan
- Menjual atau membeli barang haram seperti narkoba dan minuman keras
- Menggunakan kekuasaan atau kedudukan untuk kezaliman
- Berpakaian dengan cara yang tidak sesuai syariat, seperti membuka aurat
- Menonton, membaca, atau mendukung konten yang mengandung maksiat
- Berbohong atau bersaksi palsu untuk keuntungan pribadi
- Menipu dalam perdagangan dan transaksi bisnis
- Menghalalkan sesuatu yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah
Perintah dan Anjuran dalam Hal Kekayaan
- Mensyukuri kekayaan sebagai nikmat dari Allah
- Mencari kekayaan dengan cara yang halal dan baik
- Menggunakan kekayaan untuk kebaikan dan membantu sesama
- Membayar zakat sebagai kewajiban atas harta
- Berinfak dan bersedekah untuk orang yang membutuhkan
- Menjaga sifat qana’ah (merasa cukup) dan tidak tamak
- Mengelola harta dengan bijak dan tidak boros
- Menyadari bahwa kekayaan adalah ujian dari Allah
- Menghindari kesombongan dan tetap rendah hati meskipun kaya
- Membantu saudara, kerabat, dan tetangga dengan harta
- Menggunakan kekayaan untuk menegakkan agama dan amal kebaikan
- Membantu dalam pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat
- Mencari ilmu tentang pengelolaan keuangan yang sesuai syariat
- Memprioritaskan kebutuhan dasar sebelum keinginan duniawi
- Berdoa agar diberikan rezeki yang halal dan berkah
Larangan dalam Hal Kekayaan
- Mencari kekayaan dengan cara yang haram, seperti riba dan penipuan
- Menimbun harta tanpa mengeluarkan zakat dan infak
- Menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama hidup
- Bersikap kikir dan enggan membantu sesama
- Bermegah-megahan dalam harta hingga melupakan akhirat
- Menggunakan harta untuk maksiat dan perbuatan dosa
- Merasa aman dari ujian Allah hanya karena memiliki kekayaan
- Merendahkan orang miskin dan sombong dengan kekayaan
- Membiarkan keluarga dalam kesusahan padahal memiliki harta
- Menghamburkan kekayaan tanpa tujuan yang jelas (tabdzir)
- Menipu dalam bisnis atau perdagangan demi mendapatkan keuntungan
- Menggunakan harta untuk mempengaruhi keputusan yang zalim
- Mewariskan harta dengan cara yang tidak adil
- Mengabaikan kewajiban agama karena sibuk mengurus kekayaan
- Berhutang tanpa niat untuk melunasi meskipun memiliki kekayaan
Perintah dan Anjuran dalam Hal Kejahatan Penganiayaan
- Menjaga diri dari perbuatan zalim terhadap orang lain
- Mencegah penganiayaan dan kejahatan dengan cara yang baik
- Menegakkan keadilan dalam setiap urusan
- Membantu korban penganiayaan dan menolong yang tertindas
- Melaporkan kejahatan kepada pihak yang berwenang
- Bersikap sabar dan tidak membalas dengan kezaliman serupa
- Memberikan perlindungan kepada orang yang terancam bahaya
- Menegakkan hukum dengan adil tanpa pilih kasih
- Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan hikmah
- Memaafkan pelaku jika memungkinkan dan bermanfaat
- Mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk mencegah kejahatan
- Berdoa agar dijauhkan dari kejahatan dan penganiayaan
- Menyebarkan ilmu tentang hak-hak manusia dalam Islam
- Membantu pelaku kejahatan untuk bertobat dan memperbaiki diri
- Menjaga keamanan lingkungan dengan ikut serta dalam tindakan pencegahan
Larangan dalam Hal Kejahatan Penganiayaan
- Menganiaya atau menyakiti orang lain tanpa hak
- Membiarkan kejahatan terjadi tanpa berusaha mencegahnya
- Melakukan balas dendam dengan kejahatan yang sama atau lebih besar
- Menyebarkan kebencian yang dapat memicu penganiayaan
- Menutupi kejahatan atau melindungi pelaku kezaliman
- Menggunakan kekuasaan untuk menindas orang lain
- Menuduh seseorang melakukan kejahatan tanpa bukti yang jelas
- Menghukum seseorang secara sewenang-wenang tanpa dasar hukum yang sah
- Melakukan penyiksaan fisik atau mental terhadap orang lain
- Mengejek atau merendahkan orang lain hingga menyebabkan penderitaan
- Mendukung atau menyebarkan budaya kekerasan
- Menggunakan ancaman atau intimidasi untuk memaksakan kehendak
- Memanfaatkan kelemahan orang lain untuk menzalimi mereka
- Menjadikan penganiayaan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi
- Menghalangi upaya keadilan bagi korban penganiayaan
Perintah dan Anjuran dalam Hal Nyawa
- Menjaga nyawa sebagai amanah dari Allah
- Mensyukuri kehidupan sebagai nikmat dari Allah
- Menggunakan nyawa untuk beribadah dan berbuat kebaikan
- Menjaga diri dari hal-hal yang membahayakan nyawa
- Membantu menyelamatkan nyawa orang lain
- Bertawakkal kepada Allah dalam menghadapi ujian hidup
- Memohon perlindungan kepada Allah dari segala bahaya
- Menjaga kesehatan tubuh dan mental
- Menghindari makanan, minuman, dan kebiasaan yang merusak tubuh
- Berobat ketika sakit sebagai bentuk ikhtiar
- Bersabar dalam menghadapi cobaan terkait kesehatan dan kehidupan
- Berdoa agar diberi umur panjang yang berkah
- Menjaga diri dari tindakan ceroboh yang dapat mengancam nyawa
- Menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keselamatan jiwa
- Menghindari tindakan atau pekerjaan yang membahayakan nyawa tanpa keperluan mendesak
Larangan dalam Hal Nyawa
- Membunuh diri sendiri atau orang lain tanpa alasan yang dibenarkan
- Menyia-nyiakan nyawa dengan hidup dalam kemaksiatan
- Menggunakan nyawa untuk menzalimi orang lain
- Membahayakan diri sendiri dengan tindakan ceroboh
- Membiarkan diri dalam keadaan sakit tanpa berusaha berobat
- Menganggap nyawa sebagai milik sendiri tanpa menyadari bahwa itu amanah Allah
- Menyerahkan nyawa kepada sesuatu selain Allah (tahayul, perdukunan, dll.)
- Mengabaikan keselamatan diri dan orang lain
- Menjual organ tubuh atau melakukan tindakan ilegal yang mengancam nyawa
- Menggunakan zat berbahaya seperti narkoba yang merusak tubuh dan akal
- Memprovokasi atau mendukung kekerasan yang membahayakan nyawa
- Menyalahgunakan nyawa orang lain untuk kepentingan pribadi
- Menghilangkan nyawa dengan alasan duniawi seperti dendam atau kepentingan materi
- Menganggap remeh keselamatan jiwa dalam kehidupan sehari-hari
- Melakukan eksperimen atau tindakan ekstrem yang membahayakan nyawa tanpa alasan syar’i
Perintah dan Anjuran dalam Hal Kemiskinan
- Bersabar dan menerima kemiskinan sebagai ujian dari Allah
- Bertawakkal kepada Allah dalam mencari rezeki
- Tetap berusaha dan bekerja keras untuk keluar dari kemiskinan
- Memohon rezeki yang halal dan berkah kepada Allah
- Menjaga harga diri dan tidak meminta-minta kecuali dalam keadaan terpaksa
- Mensyukuri nikmat yang ada meskipun dalam keadaan miskin
- Mencari ilmu dan keterampilan untuk meningkatkan taraf hidup
- Berdoa agar diberikan kecukupan dan rezeki yang luas
- Menjalin hubungan baik dengan orang lain untuk membuka peluang rezeki
- Memanfaatkan sumber daya yang ada dengan bijak
- Tetap berbagi meskipun dalam keterbatasan
- Meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah
- Menjaga akhlak dan kehormatan meskipun dalam kondisi sulit
- Menghindari hutang kecuali dalam keadaan darurat
- Bersikap qana’ah (merasa cukup) dan tidak iri terhadap kekayaan orang lain
Larangan dalam Hal Kemiskinan
- Bermalas-malasan dan tidak berusaha keluar dari kemiskinan
- Bersikap putus asa dan berprasangka buruk kepada Allah
- Mencari rezeki dengan cara yang haram, seperti mencuri atau menipu
- Meminta-minta secara berlebihan tanpa kebutuhan mendesak
- Menghina atau merendahkan diri sendiri karena kemiskinan
- Berhutang tanpa niat untuk melunasi
- Mengandalkan bantuan orang lain tanpa usaha sendiri
- Menggunakan kemiskinan sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah
- Berpaling dari ilmu dan keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi
- Mengeluh terus-menerus tanpa berusaha mencari solusi
- Menyalahkan takdir dan merasa tidak adil terhadap ketentuan Allah
- Berbuat zalim atau menipu demi mendapatkan uang
- Mengabaikan keluarga dan tanggung jawab dengan alasan miskin
- Menggunakan kemiskinan sebagai alasan untuk bermaksiat
- Merasa rendah diri di hadapan orang kaya tanpa sebab yang benar
Perintah dan Anjuran dalam Hal Musibah
- Bersabar dan menerima musibah sebagai ujian dari Allah
- Bertawakkal kepada Allah dalam menghadapi musibah
- Beristighfar dan memohon ampun kepada Allah
- Mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ketika tertimpa musibah
- Menyadari bahwa musibah adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus dosa
- Memohon pertolongan kepada Allah melalui doa dan shalat
- Menyikapi musibah dengan introspeksi diri dan mengambil pelajaran
- Tetap bersyukur meskipun sedang mengalami musibah
- Mencari hikmah di balik setiap musibah yang terjadi
- Menolong dan membantu orang lain yang juga terkena musibah
- Menghibur dan memberikan dukungan kepada mereka yang tertimpa musibah
- Memperbanyak doa agar diberikan ketabahan dan kekuatan
- Memohon keselamatan dan perlindungan dari musibah yang lebih besar
- Tetap menjaga akhlak dan adab meskipun dalam kondisi sulit
- Meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah
Larangan dalam Hal Musibah
- Mengeluh dan berputus asa dari rahmat Allah
- Menyalahkan Allah atau takdir atas musibah yang terjadi
- Bersikap marah atau frustrasi secara berlebihan
- Mencela atau meratap terhadap musibah yang menimpa
- Menyalahkan orang lain tanpa sebab yang jelas
- Menghindari tanggung jawab atau lari dari kenyataan
- Melakukan tindakan maksiat sebagai pelampiasan akibat musibah
- Berprasangka buruk kepada Allah atas musibah yang terjadi
- Mengabaikan doa dan ibadah saat menghadapi musibah
- Mengisolasi diri secara berlebihan tanpa mencari solusi
- Mengorbankan orang lain demi menyelamatkan diri sendiri secara zalim
- Menyebarkan berita bohong atau memperkeruh keadaan saat terjadi musibah
- Menganggap musibah sebagai tanda kebencian Allah tanpa dasar yang benar
- Menjadi sombong dan merasa diri paling menderita dibanding orang lain
- Membiarkan diri tenggelam dalam kesedihan tanpa usaha untuk bangkit
Perintah dan Anjuran dalam Hal Perhiasan Dunia
- Mensyukuri perhiasan dunia sebagai nikmat dari Allah
- Menggunakan perhiasan dunia dengan niat yang baik dan tidak untuk kesombongan
- Menjaga kesederhanaan dalam menggunakan perhiasan dunia
- Menggunakan harta dan kekayaan untuk membantu sesama
- Menyadari bahwa perhiasan dunia hanyalah ujian dari Allah
- Menginfakkan sebagian dari perhiasan dunia untuk kebaikan
- Mengutamakan akhirat dibandingkan perhiasan dunia
- Mencari rezeki yang halal untuk memperoleh perhiasan dunia
- Menjadikan perhiasan dunia sebagai sarana untuk ibadah
- Menafkahkan perhiasan dunia untuk keluarga dan orang-orang yang membutuhkan
- Menggunakan pakaian dan perhiasan yang sesuai dengan adab Islam
- Menjaga kebersihan dan kerapihan dalam berpakaian
- Menggunakan perhiasan dan harta untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa berlebihan
- Berdoa agar perhiasan dunia tidak melalaikan dari mengingat Allah
- Menggunakan perhiasan dunia dengan tetap menjaga sifat qana’ah (merasa cukup)
Larangan dalam Hal Perhiasan Dunia
- Bersikap sombong dan bermegah-megahan dengan perhiasan dunia
- Menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat
- Berlebihan dalam mencari harta hingga melupakan akhirat
- Mencari perhiasan dunia dengan cara yang haram
- Menyombongkan diri karena memiliki banyak perhiasan dunia
- Menggunakan perhiasan dunia untuk menipu atau memanipulasi orang lain
- Menjadikan perhiasan dunia sebagai tujuan utama hidup
- Memakai pakaian atau perhiasan yang bertentangan dengan syariat
- Menggunakan emas dan sutra bagi laki-laki (karena dilarang dalam Islam)
- Menghalalkan segala cara demi mendapatkan perhiasan dunia
- Membeli barang mewah hanya untuk pamer dan riya'
- Meremehkan orang lain karena memiliki perhiasan dunia yang lebih sedikit
- Lalai dari ibadah karena sibuk mengurusi perhiasan dunia
- Menimbun harta tanpa mengeluarkan zakatnya
- Menyalahgunakan perhiasan dunia untuk kemaksiatan
Perintah dan Anjuran dalam Hal Alam, Hewan, dan Tumbuhan
1. Alam
- Mensyukuri nikmat alam sebagai ciptaan Allah
- Menjaga keseimbangan alam sesuai dengan amanah Allah
- Memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak dan tidak berlebihan
- Membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih
- Menanam pohon sebagai amal jariyah dan menjaga kelestarian alam
- Menggunakan air secara hemat dan tidak boros
- Mencegah pencemaran lingkungan yang merusak alam
- Menjaga udara tetap bersih dengan mengurangi polusi
- Melestarikan hutan dan tidak melakukan pembalakan liar
- Melindungi sumber air agar tetap bersih dan tidak tercemar
- Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan
- Menjaga kebersihan sungai, laut, dan danau dari limbah berbahaya
- Memanfaatkan energi terbarukan untuk mengurangi kerusakan alam
- Menghormati keindahan alam sebagai tanda kebesaran Allah
- Menghindari eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam
2. Hewan
- Menyayangi dan memperlakukan hewan dengan baik
- Memberi makan dan minum kepada hewan yang membutuhkan
- Memelihara hewan dengan tanggung jawab dan kasih sayang
- Menghindari menyiksa atau menyakiti hewan tanpa alasan yang benar
- Menyembelih hewan sesuai syariat Islam agar tidak menyiksanya
- Melepaskan hewan yang terjebak jika tidak membahayakan manusia
- Melindungi spesies hewan yang terancam punah
- Menghindari perburuan liar yang merusak ekosistem
- Menjaga keseimbangan populasi hewan di alam
- Mencegah perdagangan hewan secara ilegal dan eksploitasi hewan liar
- Menggunakan hewan untuk kebutuhan manusia dengan cara yang baik
- Membantu hewan yang sakit atau terluka jika mampu
- Menjadikan kasih sayang kepada hewan sebagai bagian dari ibadah
- Menghindari permainan yang melibatkan penyiksaan hewan
- Menghindari mengurung hewan tanpa kebutuhan yang mendesak
3. Tumbuhan
- Menanam pohon dan tanaman yang bermanfaat
- Memelihara tanaman dengan baik agar tetap tumbuh subur
- Menghindari perusakan tanaman dan hutan tanpa alasan yang jelas
- Menggunakan hasil tanaman dengan bijak dan tidak boros
- Mendukung penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan
- Menggunakan kayu dan hasil hutan secara bertanggung jawab
- Menanam tanaman yang bisa membantu keseimbangan ekosistem
- Mencegah penebangan liar yang dapat menyebabkan bencana alam
- Menghormati tumbuhan sebagai bagian dari makhluk Allah
- Menjaga kebun dan lahan pertanian agar tetap produktif
- Menghindari penggunaan bahan kimia berlebihan yang merusak tanah
- Mendaur ulang bahan berbasis kayu untuk mengurangi deforestasi
- Membantu petani dan mendukung pertanian berkelanjutan
- Menjaga kebersihan area hijau dan taman kota
- Menggunakan tumbuhan sebagai obat dan sumber pangan dengan bijak
Larangan dalam Hal Alam, Hewan, dan Tumbuhan
1. Alam
- Merusak alam dengan membuang limbah sembarangan
- Menebang pohon secara sembarangan tanpa menanam kembali
- Membakar hutan atau lahan yang menyebabkan kerusakan besar
- Membuang limbah beracun ke sungai atau laut
- Memanfaatkan sumber daya alam tanpa batas dan menyebabkan krisis lingkungan
- Mengotori udara dengan pembakaran yang tidak perlu
- Melakukan eksploitasi tambang yang merusak ekosistem
- Menggunakan bahan kimia yang merusak tanah dan air
- Mengabaikan kebersihan lingkungan dan membiarkan sampah berserakan
- Tidak peduli terhadap konservasi dan kelestarian lingkungan
2. Hewan
- Menyiksa hewan hanya untuk kesenangan
- Membunuh hewan tanpa alasan yang sah dalam Islam
- Membiarkan hewan kelaparan dan tidak memberi makan
- Memanfaatkan hewan untuk bisnis ilegal seperti perdagangan satwa liar
- Menggunakan hewan sebagai bahan eksperimen tanpa etika yang benar
- Menelantarkan hewan peliharaan hingga terlantar
- Menggunakan hewan untuk pertarungan atau hiburan yang menyakitkan
- Menyembelih hewan dengan cara yang kejam dan tidak sesuai syariat
- Mengambil anak hewan dari induknya tanpa alasan yang sah
- Merusak habitat hewan sehingga mengancam keberadaannya
3. Tumbuhan
- Menebang pohon tanpa menanam kembali
- Membakar hutan yang menyebabkan kerusakan lingkungan
- Merusak kebun atau lahan pertanian orang lain
- Menggunakan pestisida berbahaya yang mencemari tanah dan air
- Membuang sampah plastik yang mencemari tanah dan ekosistem tanaman
- Menjual tanaman obat atau langka secara ilegal
- Menghambat upaya penghijauan dan konservasi hutan
- Membuang minyak atau bahan kimia berbahaya ke tanah
- Menggunakan tanaman untuk sihir atau hal yang bertentangan dengan syariat
- Menghamburkan hasil panen dan tidak mensyukuri nikmat dari bumi
Perintah dan Anjuran dalam Hal Orang Tua
- Berbakti kepada orang tua dengan penuh kasih sayang
- Bersikap lemah lembut dalam berbicara kepada orang tua
- Mendoakan kebaikan bagi orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat
- Mematuhi perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat
- Membantu orang tua dalam urusan dunia dan akhirat
- Menafkahi orang tua jika mereka membutuhkan
- Menjaga kehormatan dan nama baik orang tua
- Mengucapkan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti hati mereka
- Melayani dan merawat orang tua saat mereka sakit atau lemah
- Menunjukkan wajah yang ramah dan penuh hormat kepada mereka
- Mengutamakan kepentingan orang tua dibanding kepentingan pribadi
- Meminta izin kepada orang tua dalam urusan yang besar
- Membantu pekerjaan rumah orang tua tanpa diminta
- Menjaga adab ketika berbicara dan berinteraksi dengan mereka
- Mengunjungi orang tua secara rutin jika tinggal berjauhan
- Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman-teman orang tua
- Menghibur orang tua saat mereka dalam kesedihan
- Menghormati keputusan mereka selama tidak bertentangan dengan agama
- Memberikan hadiah atau kejutan kecil sebagai bentuk perhatian
- Bersabar terhadap sikap orang tua yang mungkin tidak sejalan dengan keinginan kita
- Menjaga perasaan mereka dengan tidak melakukan hal-hal yang menyakiti
- Mengajarkan agama kepada orang tua jika mereka kurang memahami
- Melanjutkan amal baik yang pernah dilakukan orang tua
- Meminta maaf jika pernah berbuat salah kepada mereka
- Menghadiahkan pahala amal shalih kepada orang tua yang telah wafat
Larangan dalam Hal Orang Tua
- Berkata kasar atau membentak orang tua
- Meninggikan suara di hadapan mereka
- Mengabaikan panggilan atau permintaan mereka
- Meremehkan atau mempermalukan mereka di depan orang lain
- Mengeluh atau merasa terbebani saat membantu mereka
- Tidak memberikan nafkah saat mereka membutuhkan
- Mendahulukan pasangan atau teman daripada orang tua tanpa alasan yang benar
- Memutus hubungan dengan orang tua karena suatu perselisihan
- Menunda-nunda kewajiban berbakti kepada mereka
- Melupakan jasa dan pengorbanan mereka
- Tidak bersyukur atas kasih sayang dan didikan mereka
- Menyakiti hati mereka dengan perkataan atau perbuatan
- Menyuruh mereka melakukan pekerjaan berat di usia tua
- Tidak menemani mereka saat mereka membutuhkan kehadiran kita
- Tidak merawat mereka saat sakit atau tua renta
- Membuat mereka menangis karena perilaku buruk kita
- Melupakan mereka setelah memiliki keluarga sendiri
- Menolak permintaan mereka tanpa alasan yang syar’i
- Tidak menghadiri pemakaman atau tidak mendoakan saat mereka wafat
- Mengabaikan nasihat mereka yang baik
- Mengutamakan kesenangan dunia daripada berbakti kepada mereka
- Bersikap sombong kepada orang tua karena merasa lebih sukses atau lebih pintar
- Mengabaikan warisan ilmu atau pesan-pesan kebaikan dari mereka
- Tidak membela kehormatan mereka saat ada yang mencela
- Melupakan akhirat dengan tidak mendoakan atau tidak mengirim pahala untuk mereka
Perintah dan Anjuran dalam Hal Kematian
- Mengingat kematian sebagai motivasi untuk beramal shalih
- Mempersiapkan bekal kematian dengan amal yang baik
- Selalu bertobat sebelum ajal menjemput
- Memohon husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik)
- Menjalani hidup dengan taqwa karena kematian bisa datang kapan saja
- Meninggalkan wasiat yang jelas dan tidak menzalimi ahli waris
- Menyegerakan pemakaman jenazah setelah wafat
- Mengafani dan menguburkan jenazah sesuai syariat Islam
- Menshalatkan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir
- Mendoakan kebaikan bagi orang yang telah meninggal
- Menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik saat ada kematian
- Menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan sabar dan doa
- Membantu proses pemakaman tanpa meminta imbalan
- Bersedekah dan berbuat baik atas nama orang yang sudah wafat
- Menziarahi kubur untuk mengambil pelajaran tentang kehidupan
- Menjaga silaturahmi dengan keluarga almarhum
- Mendoakan dan memohon ampunan bagi diri sendiri sebelum mati
- Mempersiapkan diri menghadapi sakaratul maut dengan dzikir
- Berusaha mati dalam keadaan beriman dan bertakwa
- Menjaga hubungan baik dengan sesama sebelum meninggal
- Mengikhlaskan kepergian orang yang sudah meninggal
- Mengajarkan anak-anak tentang makna kematian dalam Islam
- Mencari ilmu tentang tata cara pengurusan jenazah
- Menghadapi kematian dengan tenang dan tidak berlebihan dalam kesedihan
- Bersabar saat kehilangan orang tercinta dan tidak meratapi secara berlebihan
Larangan dalam Hal Kematian
- Melupakan kematian dan hidup seolah tidak ada akhirat
- Menunda taubat dan menunggu waktu tua untuk berubah
- Menyesali hidup tanpa memperbaiki diri sebelum mati
- Melakukan maksiat dengan anggapan bisa bertaubat nanti
- Meratap dengan berlebihan saat ada kematian
- Membakar atau menghancurkan jasad setelah wafat
- Menguburkan jenazah dengan cara yang tidak sesuai syariat
- Mengabaikan kewajiban mengurus jenazah sesama Muslim
- Menolak takdir dan menyalahkan Allah atas kematian seseorang
- Menjadikan kuburan sebagai tempat ritual yang tidak sesuai syariat
- Membuat acara kematian yang berlebihan dan menyusahkan keluarga
- Menyalahkan diri sendiri secara berlebihan atas kematian seseorang
- Menghina atau berbicara buruk tentang orang yang telah meninggal
- Menggunakan kematian seseorang untuk mencari keuntungan pribadi
- Tidak menghormati jenazah dengan memperlakukannya sembarangan
- Membiarkan jenazah terlalu lama sebelum dikuburkan
- Mengadakan pesta atau perayaan setelah kematian seseorang
- Berbuat zalim sebelum mati tanpa meminta maaf atau memperbaiki kesalahan
- Memutus silaturahmi dengan keluarga almarhum setelah kematiannya
- Melalaikan kewajiban agama dengan alasan masih ada kesempatan sebelum mati
- Tidak berdoa untuk orang yang telah meninggal
- Membenci kematian secara berlebihan hingga takut menghadapi kenyataan
- Menganggap bahwa kematian adalah akhir dari segalanya tanpa adanya akhirat
- Tidak mempersiapkan harta warisan sesuai hukum Islam
- Menganggap bahwa orang yang sudah mati tidak perlu didoakan
Perintah dan Anjuran dalam Hal Akhirat
- Beriman kepada kehidupan akhirat dengan keyakinan penuh
- Mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat sejak di dunia
- Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan
- Beramal shalih sebagai bekal menuju akhirat
- Menjauhi dosa dan kemaksiatan yang dapat merugikan di akhirat
- Bersungguh-sungguh dalam ibadah kepada Allah
- Mengutamakan ridha Allah dalam setiap perbuatan
- Menjaga shalat lima waktu dengan khusyuk
- Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup
- Mengingat kematian dan menjadikannya sebagai motivasi ibadah
- Memohon ampun dan bertaubat sebelum ajal menjemput
- Bersedekah sebagai investasi pahala di akhirat
- Menjalin silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama
- Mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
- Berusaha mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ dengan bershalawat
- Mengharap rahmat Allah lebih dari sekadar mengandalkan amal
- Mengamalkan ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariyah
- Menyayangi dan mendidik anak agar menjadi anak shalih yang mendoakan orang tua
- Menghindari riba dan harta haram karena dampaknya di akhirat
- Menjalani hidup dengan zuhud, tidak terikat dengan dunia
- Mendoakan keselamatan diri dan keluarga di akhirat
- Menyantuni anak yatim dan orang yang membutuhkan
- Bersikap adil dalam setiap urusan, karena akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat
- Menjaga amanah karena akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat
- Menuntut ilmu agama agar memahami jalan menuju keselamatan akhirat
Larangan dalam Hal Akhirat
- Meragukan adanya akhirat dan kehidupan setelah mati
- Melupakan akhirat dan terlalu sibuk dengan dunia
- Menunda taubat dengan alasan masih ada waktu
- Berbuat dosa dengan anggapan bisa bertobat nanti
- Bersandar pada amal tanpa berharap rahmat Allah
- Mengabaikan kewajiban ibadah yang menjadi bekal akhirat
- Mendahulukan kesenangan dunia daripada ketaatan kepada Allah
- Meninggalkan shalat karena urusan dunia
- Menyepelekan dosa kecil, padahal bisa menjadi kebiasaan buruk
- Beramal karena riya’ dan ingin pujian manusia
- Berbuat zalim kepada orang lain tanpa rasa takut akan balasan di akhirat
- Mencari harta dengan cara haram tanpa peduli dampaknya di akhirat
- Tidak percaya adanya hisab dan pembalasan di akhirat
- Mengolok-olok perintah agama yang berkaitan dengan akhirat
- Meremehkan perbuatan baik dengan alasan kecilnya amal
- Menyesali amal kebaikan karena tidak mendapatkan keuntungan duniawi
- Meninggalkan Al-Qur’an dan tidak menjadikannya pedoman hidup
- Tidak peduli dengan nasib orang lain di akhirat
- Berbuat kemaksiatan secara terang-terangan tanpa rasa takut kepada Allah
- Menganggap bahwa dunia lebih penting daripada akhirat
- Tidak menyiapkan bekal kematian dan akhirat dengan amal shalih
- Menghabiskan harta hanya untuk dunia tanpa menyisihkan untuk akhirat
- Menipu diri sendiri dengan merasa sudah cukup beramal padahal masih lalai
- Mengejar popularitas dan pujian dunia dengan mengorbankan akhirat
- Mengandalkan syafaat tanpa berusaha beramal shalih
Perintah dan Anjuran dalam Hal Dunia
- Mencari rezeki yang halal dan baik
- Bekerja dengan tekun dan profesional
- Menggunakan harta untuk kebaikan dan berbagi kepada sesama
- Bersyukur atas nikmat dunia yang diberikan Allah
- Menggunakan dunia sebagai sarana menuju akhirat
- Menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat
- Mencari ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat
- Menggunakan waktu di dunia dengan sebaik-baiknya
- Membangun hubungan sosial yang baik dengan sesama
- Mengutamakan kejujuran dalam perdagangan dan bisnis
- Menggunakan harta untuk menolong fakir miskin dan anak yatim
- Menjaga amanah dalam pekerjaan dan tanggung jawab
- Mengembangkan potensi diri untuk manfaat yang lebih besar
- Berusaha menciptakan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat
- Mencari dunia tanpa melupakan kewajiban kepada Allah
- Menghormati hak orang lain dalam kepemilikan duniawi
- Menjaga kesehatan tubuh sebagai bagian dari ibadah
- Menjaga lingkungan dan tidak merusaknya
- Memanfaatkan teknologi dan kemajuan dunia untuk kebaikan
- Memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal
- Menjalankan bisnis dengan prinsip keadilan dan tidak menzalimi
- Menjaga kesederhanaan meskipun memiliki banyak harta
- Menggunakan dunia untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan
- Membangun generasi yang berakhlak dan berilmu
- Mencari kebahagiaan di dunia dengan tetap ingat kepada Allah
Larangan dalam Hal Dunia
- Mengejar dunia secara berlebihan hingga melupakan akhirat
- Menjadikan harta sebagai tujuan utama hidup
- Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan
- Bersikap sombong karena memiliki banyak harta
- Menghamburkan harta dalam kemewahan dan kesia-siaan
- Mencintai dunia secara berlebihan hingga melupakan ibadah
- Berbuat curang dalam perdagangan demi keuntungan duniawi
- Menumpuk harta tanpa memperhatikan hak fakir miskin
- Menggunakan dunia untuk mendukung kebatilan dan kemaksiatan
- Merusak lingkungan demi keuntungan duniawi
- Melupakan hak orang lain dalam mencari kekayaan
- Menganggap dunia lebih penting daripada akhirat
- Terlalu takut kehilangan dunia hingga meninggalkan kebenaran
- Memakai harta untuk menindas dan menzalimi orang lain
- Melakukan korupsi atau mencuri demi kepentingan duniawi
- Bersikap kikir terhadap harta yang dimiliki
- Mengabaikan keluarga karena terlalu sibuk mengejar dunia
- Menggunakan dunia untuk merusak moral dan akhlak masyarakat
- Menganggap dunia sebagai tujuan akhir dan melupakan kematian
- Menjadikan jabatan atau kekuasaan sebagai alat untuk menindas
- Mengandalkan dunia tanpa bertawakal kepada Allah
- Berlomba-lomba dalam kemewahan tanpa peduli terhadap orang miskin
- Bermegah-megahan dengan dunia tanpa ingat bahwa itu sementara
- Melupakan hakikat dunia sebagai ujian dan tempat sementara
- Terlalu sibuk dengan dunia hingga meninggalkan shalat dan ibadah lainnya
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berpikir
- Berpikir tentang kebesaran Allah dan ciptaan-Nya
- Berpikir sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain
- Berpikir positif terhadap Allah dalam segala keadaan
- Berpikir untuk mencari solusi dalam menghadapi masalah
- Berpikir tentang akhirat dan kehidupan setelah mati
- Berpikir sebelum mengambil keputusan agar tidak menyesal
- Berpikir dengan akal sehat dan tidak terburu-buru
- Berpikir untuk mengingat nikmat Allah dan bersyukur
- Berpikir dengan jernih dalam menilai suatu perkara
- Berpikir sebelum bertindak agar tidak melakukan kesalahan
- Berpikir kritis terhadap berita sebelum mempercayainya
- Berpikir tentang ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat
- Berpikir tentang dosa dan berusaha bertaubat
- Berpikir tentang manfaat dan mudharat sebelum melakukan sesuatu
- Berpikir tentang cara meningkatkan kualitas ibadah
- Berpikir tentang keadilan dalam mengambil keputusan
- Berpikir tentang kebutuhan orang lain sebelum meminta sesuatu
- Berpikir untuk mencari ilmu dan menambah wawasan
- Berpikir tentang kelemahan diri agar tidak sombong
- Berpikir tentang strategi dakwah dan menyebarkan kebaikan
- Berpikir untuk memperbaiki hubungan dengan sesama
- Berpikir tentang cara mendidik anak dengan baik
- Berpikir tentang cara meningkatkan kualitas diri
- Berpikir sebelum menuduh orang lain agar tidak menzalimi
- Berpikir tentang bagaimana menebar manfaat bagi orang lain
Larangan dalam Hal Berpikir
- Berpikir buruk tentang Allah dan merasa putus asa dari rahmat-Nya
- Berpikir negatif tentang orang lain tanpa bukti
- Berpikir untuk melakukan dosa dan kemaksiatan
- Berpikir untuk menipu atau berbuat curang
- Berpikir tentang hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat
- Berpikir untuk menyebarkan keburukan atau fitnah
- Berpikir dengan penuh prasangka buruk tanpa dasar
- Berpikir untuk membalas dendam dengan keburukan
- Berpikir untuk merugikan orang lain demi kepentingan pribadi
- Berpikir bahwa dunia ini kekal dan melupakan akhirat
- Berpikir bahwa rezeki hanya dari usaha sendiri tanpa bergantung kepada Allah
- Berpikir bahwa seseorang pasti buruk hanya karena latar belakangnya
- Berpikir bahwa doa dan ibadah tidak ada manfaatnya
- Berpikir bahwa kesuksesan hanya diukur dari harta dan jabatan
- Berpikir bahwa keburukan yang dilakukan tidak akan ada balasannya
- Berpikir bahwa ilmu agama tidak penting dalam kehidupan
- Berpikir untuk menunda taubat dan merasa masih lama hidup di dunia
- Berpikir untuk menghina atau merendahkan orang lain
- Berpikir bahwa semua orang pasti jahat dan tidak ada yang baik
- Berpikir bahwa dosa kecil tidak perlu dihindari
- Berpikir untuk berbuat curang dalam bisnis atau pekerjaan
- Berpikir bahwa semua orang harus selalu setuju dengan pendapatnya
- Berpikir untuk mengandalkan kekuatan sendiri tanpa bertawakal
- Berpikir untuk mengganggu ketenangan orang lain dengan sengaja
- Berpikir bahwa kesalahan sendiri tidak perlu diperbaiki
Perintah dan Anjuran dalam Hal Berdoa
- Berdoa hanya kepada Allah semata
- Berdoa dengan penuh keikhlasan dan keyakinan
- Berdoa dengan rendah hati dan penuh harap
- Mengangkat tangan saat berdoa
- Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ
- Berdoa dengan suara yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan
- Mengulang doa tiga kali untuk memperkuat permohonan
- Berdoa dalam keadaan suci dan menghadap kiblat
- Berdoa di waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, serta saat hujan turun
- Berdoa dengan menggunakan asmaul husna
- Mengawali doa dengan istighfar dan taubat
- Berdoa untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain
- Mengaminkan doa orang lain dengan ikhlas
- Berdoa dengan lafaz yang jelas dan penuh keyakinan
- Memohon kebaikan dunia dan akhirat dalam doa
- Berdoa dengan bersungguh-sungguh dan tidak terburu-buru
- Berdoa dalam sujud, karena sujud adalah salah satu waktu yang mustajab
- Berdoa setelah shalat fardhu dan shalat sunnah
- Mengajarkan doa-doa kepada anak-anak sejak kecil
- Berdoa untuk kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat
- Berdoa untuk keberkahan rezeki dan keselamatan keluarga
- Berdoa agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan hati yang bersih
- Memanjatkan doa sebelum tidur dan setelah bangun tidur
- Berdoa sebelum dan setelah makan
- Memohon perlindungan dari godaan setan sebelum masuk ke tempat gelap atau kamar mandi
Larangan dalam Hal Berdoa
- Berdoa kepada selain Allah atau meminta sesuatu yang hanya bisa diberikan oleh Allah
- Berdoa dengan hati yang lalai dan tidak khusyuk
- Berdoa dengan tergesa-gesa dan tidak sabar dalam menunggu jawaban Allah
- Memohon sesuatu yang haram atau keburukan bagi diri sendiri atau orang lain
- Mendoakan keburukan bagi orang tua atau keluarga sendiri
- Berdoa dengan niat untuk menyombongkan diri atau pamer
- Berdoa dengan kalimat yang tidak sesuai dengan syariat
- Meninggalkan doa karena merasa sudah cukup dengan usaha saja
- Mendoakan sesuatu dengan keraguan, seperti berkata "Ya Allah, jika Engkau mau, kabulkanlah doa ini"
- Berdoa hanya saat susah tetapi melupakan doa saat senang
- Meninggalkan doa di waktu-waktu yang mustajab
- Berdoa dengan kata-kata kasar atau tidak sopan kepada Allah
- Meminta kematian dalam doa karena putus asa
- Mendoakan kebinasaan bagi orang lain tanpa alasan yang benar
- Menggunakan doa untuk tujuan duniawi semata tanpa mengingat akhirat
- Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa dan hanya sekadar formalitas
- Menghina atau meremehkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ
- Mendoakan sesuatu yang bertentangan dengan syariat
- Berdoa untuk hal yang mustahil dan bertentangan dengan sunnatullah
- Memanjangkan doa dalam khutbah Jumat hingga melebihi batas wajar
- Tidak mengaminkan doa yang dipanjatkan oleh imam atau orang lain
- Menggunakan doa untuk menyakiti orang lain secara batin
- Mendoakan kehancuran bagi orang-orang yang tidak bersalah
- Menjadikan doa sebagai satu-satunya usaha tanpa melakukan ikhtiar
- Berhenti berdoa karena merasa doanya tidak dikabulkan
Perintah dan Anjuran dalam Hal Melihat dan Mendengar
- Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan
- Melihat dengan penuh kasih sayang kepada orang tua
- Melihat Al-Qur’an dan membacanya dengan penuh tadabbur
- Memperhatikan keindahan ciptaan Allah sebagai tanda kekuasaan-Nya
- Melihat dan mengambil pelajaran dari kejadian di sekitar
- Menjaga mata dari melihat aurat orang lain
- Melihat wajah guru atau orang yang memberi nasihat dengan hormat
- Menatap Ka’bah dengan kekhusyukan dan penuh penghormatan
- Melihat wajah suami atau istri dengan penuh cinta
- Melihat orang yang lebih fakir sebagai bentuk syukur kepada Allah
- Melihat anak kecil dengan kelembutan dan kasih sayang
- Melihat langit dan merenungkan kebesaran Allah
- Melihat mushaf Al-Qur'an saat membaca untuk menambah kekhusyukan
- Menjaga telinga dari mendengar perkataan yang buruk
- Mendengar Al-Qur’an dengan penuh perhatian
- Mendengarkan nasihat ulama dengan hati yang terbuka
- Mendengarkan adzan dan segera menjawab seruannya
- Mendengar hadits Nabi ﷺ dengan penuh hormat
- Mendengar doa orang lain dan mengaminkan kebaikannya
- Mendengar cerita para sahabat dan mengambil ibrah
- Mendengar suara anak yatim dengan penuh kepedulian
- Mendengarkan kebenaran meskipun pahit
- Menjaga telinga dari mendengar suara yang terlalu keras dan merusak
- Mendengarkan suara orang tua dengan adab dan sopan
- Mendengar permohonan orang yang meminta bantuan dengan empati
Larangan dalam Hal Melihat dan Mendengar
- Melihat aurat orang lain yang bukan mahram
- Menatap dengan penuh syahwat kepada yang bukan halal baginya
- Melihat tontonan yang mengandung kemaksiatan
- Melihat orang dengan pandangan merendahkan atau sombong
- Melihat seseorang dengan tatapan penuh kebencian dan hasad
- Melihat hal-hal yang memicu syahwat atau dosa
- Mengintip atau menguping urusan orang lain tanpa izin
- Menonton hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat
- Menatap seseorang dengan niat buruk atau jahat
- Melihat sesuatu dengan penuh kedengkian dan iri hati
- Mendengar ghibah dan ikut menikmatinya
- Mendengarkan fitnah atau perkataan yang memecah belah
- Mendengar suara musik yang melalaikan dari ibadah
- Mendengar ocehan yang mengandung kebohongan dan dusta
- Mendengar caci maki dan perkataan yang tidak pantas
- Mendengar berita hoax dan menyebarkannya tanpa tabayyun
- Mendengar seseorang sedang menggunjing dan tidak mencegahnya
- Mendengar suara yang dapat menimbulkan fitnah dalam hati
- Mendengarkan nasihat baik tetapi mengabaikannya
- Mendengar suara adzan tetapi tidak menanggapinya
- Mendengar bacaan Al-Qur'an tetapi tidak memperhatikannya
- Mendengarkan percakapan yang memancing permusuhan
- Mendengar dan ikut tertawa dalam ejekan terhadap orang lain
- Mendengarkan bisikan setan yang mengajak kepada keburukan
- Mendengar suara orang tua dengan tidak hormat atau acuh tak acuh
Perintah dan Anjuran dalam Hal Wanita
- Memuliakan wanita dan menghormatinya
- Menjaga hak-hak wanita sesuai syariat
- Memperlakukan wanita dengan baik dalam rumah tangga
- Menafkahi istri dan keluarga dengan rezeki yang halal
- Melindungi kehormatan wanita
- Memberikan pendidikan yang baik kepada wanita
- Menjaga pandangan terhadap wanita yang bukan mahram
- Memerintahkan wanita untuk menutup aurat dengan sempurna
- Mengizinkan wanita untuk beribadah dan menuntut ilmu
- Memberikan warisan kepada wanita sesuai hukum Islam
- Menyayangi ibu lebih dari siapa pun setelah Allah dan Rasul-Nya
- Menyuruh wanita untuk taat kepada suami dalam hal yang ma’ruf
- Mempergauli istri dengan baik dan penuh kasih sayang
- Memberikan hak kepada istri dalam hubungan suami istri
- Menyuruh wanita menjaga iffah (kesucian diri)
- Membantu wanita dalam urusan rumah tangga dengan adil
- Mengajarkan wanita ilmu agama dan akhlak mulia
- Menjaga hak-hak anak perempuan sejak lahir
- Menikahkan wanita dengan lelaki yang baik agamanya
- Menjalankan mahar dan hak-hak pernikahan dengan adil
- Melindungi wanita dari eksploitasi dan pelecehan
- Mendorong wanita untuk berperan dalam kebaikan sesuai syariat
- Menyuruh wanita untuk bersabar dalam menghadapi ujian hidup
- Menyuruh wanita untuk menjaga lisan dari ghibah dan fitnah
- Memberikan hak kepada ibu sebagai orang yang paling harus dihormati
Larangan dalam Hal Wanita
- Menindas atau mendzalimi wanita
- Mengurangi hak wanita dalam warisan atau harta
- Mengabaikan nafkah istri dan anak perempuan
- Memaksa wanita menikah tanpa keridhaannya
- Menghalangi wanita dari menuntut ilmu agama
- Memperbolehkan wanita membuka aurat di depan yang bukan mahram
- Memperlakukan wanita dengan kasar dalam rumah tangga
- Menganggap wanita sebagai makhluk yang rendah
- Memanfaatkan wanita untuk kepentingan duniawi yang haram
- Menuduh wanita baik-baik dengan tuduhan zina tanpa bukti
- Meninggalkan istri tanpa alasan yang jelas
- Menolak memberikan mahar yang layak saat menikahi wanita
- Mengabaikan hak istri dalam hubungan suami istri
- Mendzalimi wanita dalam perceraian
- Membiarkan wanita bebas bergaul tanpa batasan syariat
- Memaksa wanita untuk bekerja di lingkungan yang tidak sesuai syariat
- Membiarkan wanita bepergian jauh tanpa mahram
- Menjadikan wanita sebagai objek eksploitasi dalam hiburan atau iklan
- Melarang wanita melakukan ibadah yang wajib atau sunnah
- Memanfaatkan kelemahan wanita untuk keuntungan pribadi
- Membiarkan istri atau anak perempuan melakukan dosa tanpa menasihatinya
- Memaksa wanita melakukan sesuatu di luar kemampuan dan kewajibannya
- Menjadikan wanita sebagai alat pemuas nafsu tanpa memperhatikan haknya
- Meninggalkan tanggung jawab terhadap ibu dan saudara perempuan
- Meremehkan kedudukan ibu dalam keluarga dan masyarakat
Perintah dan Anjuran dalam Hal Harta
- Mencari harta dengan cara yang halal
- Membelanjakan harta di jalan Allah
- Membayar zakat sesuai ketentuan syariat
- Bersedekah kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan
- Membantu keluarga yang membutuhkan dengan harta
- Menggunakan harta untuk kebaikan dan kemaslahatan umat
- Menafkahi keluarga dengan baik dan mencukupi kebutuhannya
- Mengelola harta dengan bijak dan tidak boros
- Menyimpan harta dengan cara yang aman dan sesuai syariat
- Memberikan pinjaman tanpa riba kepada yang membutuhkan
- Menjauhi sumber harta yang haram (riba, perjudian, pencurian, dll.)
- Membayar hutang tepat waktu
- Memberikan warisan sesuai dengan hukum Islam
- Membantu orang lain dengan harta tanpa mengharapkan balasan duniawi
- Mencatat transaksi keuangan untuk menghindari perselisihan
- Bersikap qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah
- Menjaga harta dari pemborosan dan kezaliman
- Menggunakan harta untuk pendidikan dan ilmu yang bermanfaat
- Menggunakan harta untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam
- Mengutamakan kejujuran dalam perdagangan dan transaksi keuangan
- Menghindari gharar (ketidakjelasan) dalam jual beli
- Menghindari suap dan korupsi dalam memperoleh harta
- Memberikan mahar dalam pernikahan sesuai kemampuan
- Menggunakan harta untuk beribadah seperti haji dan umrah
- Menginvestasikan harta dalam usaha yang halal dan bermanfaat
Larangan dalam Hal Harta
- Mencari harta dengan cara yang haram (riba, judi, korupsi, dll.)
- Menimbun harta tanpa membayar zakatnya
- Bersikap kikir dalam membelanjakan harta
- Menghambur-hamburkan harta dalam hal yang sia-sia
- Menyalahgunakan harta amanah
- Tidak menafkahi keluarga padahal mampu
- Meninggalkan hutang tanpa berniat membayarnya
- Menyembunyikan harta untuk menghindari kewajiban zakat
- Menerima atau memberikan suap untuk memperoleh harta
- Memakan harta anak yatim secara zalim
- Mengurangi timbangan atau takaran dalam perdagangan
- Melakukan transaksi yang mengandung riba
- Menjual barang haram seperti minuman keras dan narkoba
- Mencuri atau merampas harta orang lain
- Menipu dalam jual beli
- Menggunakan harta untuk kemaksiatan
- Melakukan jual beli yang tidak sesuai dengan prinsip Islam
- Membeli barang dengan uang haram
- Meninggalkan wasiat yang bertentangan dengan hukum Islam
- Menunda pembayaran gaji pekerja tanpa alasan yang jelas
- Melakukan transaksi yang mengandung unsur spekulasi berlebihan (maisir/gambling)
- Menggunakan harta untuk menyombongkan diri dan merendahkan orang lain
- Tidak mendidik anak tentang cara mengelola harta dengan benar
- Tidak menepati janji dalam urusan harta
- Menggunakan harta untuk merusak atau menghancurkan kehidupan orang lain
Perintah dan Anjuran dalam Sholat
- Menjaga sholat lima waktu
- Sholat tepat waktu
- Sholat dengan khusyuk
- Menghadap kiblat saat sholat
- Menutup aurat dalam sholat
- Melaksanakan rukun dan sunnah sholat dengan sempurna
- Membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat
- Tuma’ninah dalam setiap gerakan sholat
- Membaca doa iftitah (sunnah)
- Mengeraskan bacaan dalam sholat jahr (maghrib, isya, subuh) bagi laki-laki
- Membaca bacaan sholat sesuai sunnah Rasulullah ﷺ
- Sholat berjamaah, terutama bagi laki-laki
- Menjaga shaf sholat agar rapat dan lurus
- Mengucapkan takbir saat perpindahan gerakan sholat
- Membaca doa dan dzikir setelah sholat
- Menghadirkan hati dalam sholat (ikhlas dan sadar akan berdiri di hadapan Allah)
- Mengerjakan sholat sunnah rawatib
- Sholat tahajud di sepertiga malam
- Sholat dhuha sebagai bentuk syukur
- Sholat witir sebagai penutup sholat malam
- Sholat istikharah untuk meminta petunjuk Allah
- Sholat taubat saat menyadari dosa
- Sholat hajat ketika memiliki kebutuhan
- Sholat jenazah untuk mendoakan saudara Muslim yang meninggal
- Memakai pakaian yang bersih dan wangi saat sholat
Larangan dalam Sholat
- Meninggalkan sholat dengan sengaja
- Menunda sholat tanpa uzur
- Sholat dalam keadaan tidak suci (tanpa wudhu atau masih dalam hadas besar)
- Sholat dengan pakaian atau tempat yang najis
- Melakukan gerakan yang berlebihan dalam sholat
- Berbicara dalam sholat tanpa darurat
- Melihat ke kanan dan kiri dengan sengaja
- Sholat dengan tergesa-gesa tanpa tuma’ninah
- Tidak membaca Al-Fatihah dalam sholat
- Mendahului atau terlambat dari gerakan imam dalam sholat berjamaah
- Menggerakkan tangan atau tubuh tanpa keperluan mendesak
- Sholat dengan mengantuk berat
- Sholat dalam keadaan sangat lapar atau menahan buang hajat
- Melewatkan sholat sunnah yang dianjurkan secara rutin
- Membaca bacaan sholat dengan sangat pelan hingga tidak terdengar sendiri
- Menyela shaf dalam sholat berjamaah tanpa alasan syar’i
- Bermain-main dalam sholat
- Sholat di tempat yang tidak bersih
- Memakai pakaian yang tidak menutup aurat dalam sholat
- Membatalkan sholat tanpa alasan syar’i
- Mengganggu orang lain yang sedang sholat
- Melakukan sholat dengan gerakan yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ
- Tidak memperhatikan adab sebelum dan sesudah sholat
- Melakukan sholat sunnah saat iqamah sholat wajib sudah dikumandangkan
- Sholat tanpa memahami makna bacaan dan doa yang diucapkan
Perintah dan Anjuran dalam Thaharah (Bersuci)
- Berwudhu sebelum shalat
- Mandi wajib setelah junub, haid, atau nifas
- Menggunakan air bersih dan suci untuk bersuci
- Mengusap anggota tubuh dalam tayamum jika tidak ada air
- Menjaga kebersihan pakaian, tubuh, dan tempat ibadah
- Menyikat gigi atau bersiwak
- Memotong kuku dan mencukur rambut yang disunnahkan
- Beristinja' setelah buang air kecil atau besar
- Berwudhu sebelum membaca Al-Qur'an (lebih utama jika memegang mushaf)
- Berwudhu sebelum tidur (sunnah Nabi ﷺ)
- Menggunakan wewangian yang halal dan suci
- Membersihkan mulut dan hidung saat berwudhu
- Memastikan air mencapai seluruh anggota wudhu atau mandi wajib
- Menghilangkan najis dari tubuh, pakaian, dan tempat shalat
- Membasuh tangan sebelum makan dan setelah makan
- Membaca doa setelah wudhu
- Menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran atau najis
- Membersihkan tubuh setelah berhubungan suami istri
- Menutup tempat makanan dan minuman di malam hari (menjaga kebersihan)
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
- Membasuh kaki setelah berjalan di tempat yang kotor
- Memulai wudhu dari bagian kanan terlebih dahulu
- Menghindari penggunaan air yang terlalu berlebihan
- Membersihkan debu di pakaian setelah duduk di tempat kotor
- Menghindari bau tidak sedap dengan membersihkan badan secara rutin
Larangan dalam Thaharah (Bersuci)
- Menggunakan air najis untuk bersuci
- Bersuci dengan benda najis atau haram
- Berlebihan dalam penggunaan air saat berwudhu atau mandi
- Meninggalkan anggota wudhu yang harus dibasuh
- Meninggalkan wudhu dalam keadaan hadas kecil sebelum shalat
- Melakukan tayamum padahal ada air yang cukup
- Tidak beristinja' setelah buang air kecil atau besar
- Menggunakan tangan kanan untuk istinja'
- Melakukan wudhu atau mandi wajib dengan cara yang tidak sempurna
- Tidak mandi wajib setelah junub, haid, atau nifas
- Menyentuh mushaf Al-Qur'an dalam keadaan hadas besar
- Buang air di tempat yang mengganggu orang lain (jalan, sumur, dll.)
- Meninggalkan kebersihan pakaian dan badan
- Mengabaikan najis di pakaian atau tempat shalat
- Meludah atau membuang ingus sembarangan
- Memasuki masjid dalam keadaan junub tanpa keperluan mendesak
- Minum atau makan dengan tangan yang kotor
- Tidur dalam keadaan hadas tanpa berwudhu terlebih dahulu
- Menggunakan wudhu atau mandi wajib sebagai ajang pamer (riya')
- Tidak menggosok gigi atau bersiwak sehingga mulut berbau tidak sedap
- Membiarkan kuku, rambut, atau tubuh dalam keadaan kotor
- Menggunakan benda berbahaya atau najis untuk membersihkan diri
- Menggunakan pakaian najis untuk shalat tanpa mencucinya terlebih dahulu
- Menggunakan wewangian yang berasal dari bahan haram atau najis
- Melakukan thaharah dengan tergesa-gesa tanpa memastikan kebersihan yang sempurna
Perintah dan Anjuran dalam Istinja'
- Membersihkan najis setelah buang air kecil atau besar
- Menggunakan air atau benda suci untuk istinja’
- Menggunakan tangan kiri saat istinja’
- Membasuh hingga benar-benar bersih
- Beristinja’ dengan jumlah yang ganjil jika menggunakan benda kering
- Mencuci tangan setelah istinja’
- Berdoa sebelum masuk dan keluar dari toilet
- Masuk toilet dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan
- Menutup aurat saat buang hajat
- Menghindari percikan najis
- Berjongkok saat buang air (lebih dianjurkan)
- Menggunakan tangan kanan untuk menuangkan air saat bersuci
- Menggunakan air secukupnya, tidak berlebihan
- Membersihkan area sekitar tempat istinja’ agar tidak ada najis tertinggal
- Memastikan tempat yang digunakan bersih dari najis sebelum meninggalkannya
Larangan dalam Istinja'
- Menggunakan tangan kanan untuk istinja’
- Beristinja’ dengan benda yang dihormati (seperti makanan atau tulang)
- Beristinja’ di tempat umum tanpa tertutup aurat
- Menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air di tempat terbuka
- Buang air di tempat yang digunakan orang lain, seperti jalan atau di bawah pohon yang berbuah
- Berbicara saat buang air
- Membawa atau membaca Al-Qur’an di dalam toilet
- Menghadap atau membelakangi arah shalat tanpa keperluan di toilet tertutup
- Buang air di air yang diam (seperti kolam atau sumur)
- Meninggalkan najis tanpa dibersihkan dengan baik
- Beristinja’ dengan benda najis atau benda yang tidak menyerap (seperti kaca atau logam halus)
- Beristinja’ secara berlebihan hingga menyakiti diri sendiri
- Bermain-main atau bercanda saat istinja’
- Menyentuh kemaluan tanpa keperluan setelah istinja’ tanpa mencuci tangan
- Meninggalkan toilet dalam keadaan kotor
Perintah dan Anjuran dalam Menuntut Ilmu
- Ikhlas karena Allah
- Menuntut ilmu sebagai kewajiban bagi setiap Muslim
- Mencari ilmu yang bermanfaat
- Mengamalkan ilmu yang dipelajari
- Mengajarkan ilmu kepada orang lain
- Bersikap rendah hati dalam menuntut ilmu
- Menghormati guru dan ulama
- Mencari ilmu dari sumber yang terpercaya
- Membaca dan menelaah kitab-kitab yang bermanfaat
- Bersabar dalam proses belajar
- Mencatat ilmu yang didapat
- Menghadiri majelis ilmu
- Berdiskusi dengan adab yang baik
- Bertanya jika belum memahami sesuatu
- Menghafal ilmu yang penting
- Menggunakan ilmu untuk kebaikan
- Berdoa agar ilmu diberkahi
- Menjauhi kesombongan dalam ilmu
- Mengutamakan ilmu agama di atas ilmu duniawi
- Menuntut ilmu dengan kesungguhan
- Memanfaatkan waktu dengan baik dalam belajar
- Membaca Al-Qur’an dan hadits sebagai sumber ilmu utama
- Menyebarkan ilmu dengan cara yang baik
- Meneliti dan mendalami ilmu dengan cermat
- Berteman dengan orang-orang yang berilmu
Larangan dalam Menuntut Ilmu
- Menuntut ilmu untuk kesombongan
- Menuntut ilmu untuk mencari pujian
- Menuntut ilmu untuk kepentingan dunia semata
- Menggunakan ilmu untuk menipu atau menyesatkan
- Menyembunyikan ilmu yang bermanfaat
- Membanggakan diri dengan ilmu tanpa amal
- Menyebarkan ilmu yang tidak benar
- Menghina orang yang kurang berilmu
- Berdebat tanpa tujuan yang baik
- Malas dalam menuntut ilmu
- Tidak menghormati guru dan ulama
- Meremehkan ilmu agama
- Menyepelekan pentingnya ilmu dunia yang bermanfaat
- Menuntut ilmu tanpa memahami dasar-dasarnya
- Mengklaim ilmu tanpa belajar yang cukup
- Menggunakan ilmu untuk tujuan yang merugikan orang lain
- Menunda-nunda belajar dengan alasan yang tidak perlu
- Memutuskan belajar sebelum ilmu dikuasai dengan baik
- Menjual ilmu demi keuntungan dunia tanpa mempertimbangkan maslahat
- Berdusta atas nama ilmu
- Menjadikan ilmu sebagai alat untuk membodohi orang lain
- Menghina ilmu atau orang yang berilmu
- Menolak ilmu yang benar karena hawa nafsu
- Menyebarkan kesesatan dengan dalih ilmu
- Tidak mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari
Perintah dan Anjuran dalam Beramal
- Ikhlas karena Allah
- Beramal sesuai dengan tuntunan syariat
- Beramal dengan niat yang baik
- Bersedekah dengan harta yang halal
- Membantu orang yang membutuhkan
- Memberikan nafkah kepada keluarga
- Menutupi aib orang lain
- Mengajarkan ilmu yang bermanfaat
- Membantu orang lain tanpa pamrih
- Menolong saudara seiman dalam kesulitan
- Membantu membangun fasilitas umum yang bermanfaat
- Mengajarkan Al-Qur'an kepada orang lain
- Menyebarkan kebaikan dan dakwah
- Menjaga lingkungan dan kebersihan
- Memberi makanan kepada fakir miskin
- Memuliakan tamu
- Menggunakan harta untuk kepentingan umat
- Berinfak di jalan Allah
- Menyegerakan amal kebaikan
- Menjalankan amanah dengan jujur
- Membantu orang yang terlilit hutang
- Menolong anak yatim dan dhuafa
- Menyebarkan salam dan mempererat ukhuwah
- Menolong hewan yang membutuhkan
- Menanam pohon atau melakukan amal jariyah
Larangan dalam Beramal
- Riya’ (beramal untuk dilihat orang lain)
- Sum’ah (ingin dipuji karena amalnya)
- Beramal tanpa niat yang benar
- Mengungkit-ungkit kebaikan yang telah diberikan
- Menunda-nunda amal kebaikan
- Bersedekah dengan harta haram
- Bersedekah dengan niat untuk kesombongan
- Beramal tetapi meremehkan orang lain
- Mengharapkan balasan dunia dari amal
- Menggunakan amal untuk tujuan politik atau kepentingan pribadi
- Memamerkan amal di depan umum untuk kebanggaan diri
- Tidak menunaikan amanah dengan baik
- Menghalangi orang lain dari berbuat baik
- Melakukan amal dengan cara yang tidak sesuai syariat
- Bersikap kikir dan enggan beramal
- Memperjualbelikan amal kebaikan dengan kedudukan atau keuntungan pribadi
- Beramal dengan niat untuk merugikan orang lain
- Memalsukan atau mengada-adakan amal kebaikan
- Meninggalkan kewajiban dan hanya fokus pada amalan sunnah
- Mendukung kemaksiatan dengan harta atau tenaga
- Merusak amal baik dengan perkataan atau perbuatan buruk
- Berinfak dengan niat merugikan pihak lain
- Tidak memperhatikan hak orang yang lebih berhak menerima amal
- Membantu dalam kezaliman
- Mengabaikan hak Allah dan hak makhluk dalam beramal
Perintah dan Anjuran dalam Berbicara
- Berkata yang baik atau diam
- Berbicara dengan jujur
- Menggunakan kata-kata yang sopan
- Berbicara dengan lembut
- Menjaga lisan dari perkataan buruk
- Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
- Menyampaikan kebenaran dengan hikmah
- Menepati janji dalam perkataan
- Berbicara dengan penuh kasih sayang
- Menyampaikan ilmu yang bermanfaat
- Memilih waktu yang tepat untuk berbicara
- Menggunakan nada yang tidak berlebihan
- Menjauhi debat yang tidak bermanfaat
- Menghindari mengganggu orang saat berbicara
- Menyebut nama Allah dalam percakapan yang baik
- Memuji Allah setelah mendapat nikmat
- Menyebarkan salam
- Berkata dengan adab kepada orang tua
- Menjaga rahasia orang lain
- Menghindari perkataan yang menyakiti hati
- Menjaga perkataan agar tidak mendukung kebatilan
- Menyampaikan kabar baik dengan wajah ceria
- Mengingatkan kebaikan dengan cara yang lembut
- Menjaga pembicaraan dalam majelis
- Meminta izin sebelum berbicara dalam forum
Larangan dalam Berbicara
- Berdusta
- Menggunjing (ghibah)
- Mengadu domba (namimah)
- Berbicara kasar dan menyakitkan
- Memfitnah orang lain
- Bersumpah palsu
- Berbicara tanpa ilmu
- Mengolok-olok orang lain
- Berbohong meskipun bercanda
- Menghina atau mencaci orang lain
- Menyebarkan berita bohong (hoaks)
- Memotong pembicaraan orang lain dengan kasar
- Berbicara dengan nada sombong
- Menghina agama atau syariat
- Mengungkit-ungkit kebaikan yang telah diberikan
- Berbicara dengan niat merendahkan orang lain
- Membicarakan hal yang tidak berguna
- Menceritakan rahasia tanpa izin
- Berbicara tanpa mendengarkan lawan bicara
- Bersumpah dengan selain nama Allah
- Menggunakan kata-kata kotor
- Memprovokasi orang lain untuk berbuat buruk
- Mengungkap aib orang lain
- Membicarakan keburukan seseorang tanpa alasan syar’i
- Memuji seseorang secara berlebihan hingga menyesatkan
Perintah dan Anjuran dalam Makan dan Minum
- Makan dan minum yang halal dan thayyib
- Makan dengan niat ibadah
- Membaca basmalah sebelum makan
- Makan dengan tangan kanan
- Mengambil makanan yang terdekat
- Makan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa
- Mengunyah makanan dengan baik
- Makan secukupnya, tidak berlebihan
- Berhenti makan sebelum kenyang
- Bersyukur atas makanan yang ada
- Membaca doa setelah makan
- Minum dengan tangan kanan
- Minum dengan tiga tegukan
- Duduk saat makan dan minum
- Makan bersama-sama lebih utama
- Mengambil makanan yang jatuh, jika masih bersih
- Membersihkan sisa makanan di piring
- Menghindari mencela makanan
- Menjaga adab saat makan di depan orang lain
- Memberi makan kepada orang lain sebagai sedekah
- Mengutamakan orang lain jika diperlukan
- Memulai makan dengan yang paling tua atau yang lebih dihormati
- Berbagi makanan dengan tetangga dan tamu
- Memilih makanan yang sehat dan bergizi
- Menghindari pemborosan dalam makanan
Larangan dalam Makan dan Minum
- Memakan makanan haram
- Makan atau minum dengan tangan kiri
- Meniup makanan atau minuman panas
- Makan atau minum dalam keadaan berdiri (tanpa uzur)
- Berlebihan dalam makan dan minum
- Membuang makanan dengan sia-sia
- Mencela makanan
- Mengambil makanan orang lain tanpa izin
- Serakah dalam mengambil makanan
- Makan dengan rakus dan tidak sopan
- Makan sendirian jika ada orang lain yang kelaparan
- Menggunakan peralatan makan dari emas dan perak
- Makan makanan yang berlebihan bumbu atau membahayakan kesehatan
- Minum dengan sekali teguk dalam jumlah banyak
- Mengotori tempat makan dan minum
- Makan atau minum di tempat yang najis
- Makan dari hasil mencuri atau menipu
- Makan atau minum tanpa memastikan kehalalannya
- Makan dengan berlebihan saat orang lain kelaparan
- Mengambil makanan orang lain tanpa izin
- Makan sambil berbicara buruk atau tertawa berlebihan
- Menggunakan makanan sebagai alat permainan
- Makan makanan yang mendatangkan penyakit
- Tidak menghabiskan makanan yang diambil sendiri
- Makan dengan cara yang tidak beradab
Perintah dan Anjuran dalam Pergaulan
- Bertakwa kepada Allah
- Menjaga Akhlak yang Baik
- Bersikap Jujur
- Menepati Janji
- Menjaga Lisan
- Berbicara dengan Santun
- Menghormati Orang Lain
- Menjaga Silaturahmi
- Memaafkan Kesalahan Orang Lain
- Menghindari Ghibah (Menggunjing)
- Menghindari Namimah (Mengadu Domba)
- Bersikap Rendah Hati
- Menolong Orang Lain
- Menyebarkan Salam
- Bersikap Dermawan
- Menjaga Tata Krama
- Bersikap Sabar dalam Pergaulan
- Menjauhi Permusuhan
- Menjalin Persaudaraan Sesama Muslim
- Menghormati Tetangga
- Menjaga Hak Orang Lain
- Bersikap Adil
- Menyayangi yang Lebih Muda
- Menghormati yang Lebih Tua
- Memilih Teman yang Baik
- Mengajak kepada Kebaikan
- Menolak Keburukan dengan Cara yang Baik
- Menjalin Persaudaraan atas Dasar Iman
- Menjaga Perasaan Orang Lain
- Menunjukkan Wajah yang Ramah
Larangan dalam Pergaulan
- Berdusta
- Menggunjing (Ghibah)
- Mengadu Domba (Namimah)
- Bersikap Sombong
- Merendahkan Orang Lain
- Menipu dalam Pergaulan
- Menghina atau Mencaci Maki
- Memutus Silaturahmi
- Bersikap Dengki dan Iri Hati
- Menindas atau Menzalimi Orang Lain
- Membuat Fitnah
- Menebarkan Permusuhan
- Menyombongkan Diri dalam Pergaulan
- Menghina Suku, Bangsa, atau Golongan Lain
- Bersikap Kasar Tanpa Alasan
- Mengganggu Orang Lain
- Menipu dalam Pergaulan
- Bersikap Kikir dalam Tolong-Menolong
- Mengejek atau Merendahkan Fisik Orang Lain
- Menjadi Teman yang Buruk dan Menyesatkan
Perintah dan Anjuran dalam Tanggung Jawab terhadap Anak
- Menafkahi dengan Halal
- Memberi Nama yang Baik
- Mengadzani Saat Lahir
- Menyusui dan Menjaga Gizi Anak
- Mendidik dengan Ilmu Agama
- Mengajarkan Tauhid
- Mengajarkan Al-Qur'an
- Mengajarkan Akhlak Mulia
- Memberi Kasih Sayang
- Bersikap Lembut dan Sabar
- Menyediakan Pendidikan yang Baik
- Menjadi Teladan dalam Ibadah
- Mengenalkan Sunnah Rasulullah ﷺ
- Menjaga Anak dari Lingkungan Buruk
- Mengajarkan Adab dan Tata Krama
- Membantu Anak Mengenali Bakatnya
- Mendoakan Kebaikan Anak
- Memberikan Keadilan pada Semua Anak
- Mengajarkan Kemandirian
- Menanamkan Rasa Tanggung Jawab
- Menjaga Kesehatan Anak
- Mengajarkan Rasa Syukur
- Mengajarkan Kedisiplinan
- Menjaga Anak dari Pergaulan Bebas
- Mengajarkan Adab kepada Orang Tua
- Membantu Anak Mengenal Masyarakat
- Mengajarkan Anak Tentang Perjuangan Hidup
- Mengajarkan Kejujuran
- Mengenalkan Konsep Rezeki dari Allah
- Memberikan Cinta Tanpa Berlebihan
Larangan dalam Tanggung Jawab terhadap Anak
- Mengabaikan Nafkah Anak
- Memberi Makanan Haram
- Tidak Mengajarkan Tauhid
- Bersikap Kasar dan Keras
- Mendoakan Keburukan kepada Anak
- Bersikap Tidak Adil di Antara Anak-Anak
- Membiarkan Anak dalam Kebodohan
- Tidak Mengajarkan Al-Qur'an
- Membiarkan Anak Bergaul dengan Keburukan
- Meninggalkan Anak Tanpa Perhatian
- Tidak Mendoakan Anak
- Meremehkan Pendidikan Anak
- Membiarkan Anak Tanpa Pengawasan
- Memberikan Contoh Buruk
- Memanjakan Secara Berlebihan
- Menjadikan Anak Sumber Beban Emosional
- Membiarkan Anak dalam Kemalasan
- Membiasakan Anak Hidup dalam Kemewahan Berlebihan
- Tidak Mengajarkan Tanggung Jawab
- Menyebabkan Anak Durhaka karena Perlakuan yang Salah
Perintah dan Anjuran dalam Pernikahan
- Menikah karena Allah
- Menjaga Niat yang Benar
- Memilih Pasangan yang Shalih/Shalihah
- Memperhatikan Kafa’ah (Kesesuaian Pasangan)
- Memudahkan Pernikahan
- Mahar yang Wajar
- Mengadakan Walimah
- Menjaga Hak dan Kewajiban Suami-Istri
- Saling Mencintai karena Allah
- Bersikap Lembut dan Sabar
- Menjalin Komunikasi yang Baik
- Saling Menjaga Kesetiaan
- Menjalankan Hak dan Kewajiban dalam Rumah Tangga
- Menafkahi Keluarga dengan Halal
- Mendidik Anak dengan Ilmu Agama
- Saling Menghormati Keluarga Pasangan
- Saling Menutupi Aib Pasangan
- Menjaga Kehormatan Pasangan
- Bergaul dengan Baik
- Memimpin Keluarga dengan Hikmah
- Menghindari Kekerasan dalam Rumah Tangga
- Bersikap Adil dalam Rumah Tangga
- Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu
- Berkonsultasi dalam Keputusan Keluarga
- Menjaga Romantisme dalam Pernikahan
- Menjalankan Ibadah Bersama
- Membantu Pekerjaan Rumah Tangga
- Menyelesaikan Konflik dengan Bijaksana
- Menjaga Hubungan Intim yang Baik
- Mencari Solusi yang Islami saat Menghadapi Masalah
Larangan dalam Pernikahan
- Menikah dengan Niat Buruk
- Menikah dengan Orang yang Diharamkan
- Memaksa Seseorang untuk Menikah
- Menikah dalam Masa Iddah
- Menikah dengan Mahar yang Berlebihan
- Membebani Pernikahan dengan Syarat yang Berat
- Meremehkan Tanggung Jawab dalam Pernikahan
- Menelantarkan Istri atau Suami
- Mengkhianati Pasangan
- Tidak Menafkahi Keluarga
- Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga
- Membuka Aib Pasangan
- Mengabaikan Hak dan Kewajiban Pasangan
- Bersikap Kasar dan Tidak Sopan terhadap Pasangan
- Menyebarkan Rahasia Rumah Tangga
- Meninggalkan Pasangan Tanpa Alasan yang Jelas
- Bersikap Zalim dalam Rumah Tangga
- Mengutamakan Dunia daripada Keharmonisan Pernikahan
- Mengabaikan Pendidikan Anak
- Melakukan Talak Sembarangan
Perintah dan Anjuran dalam Pernikahan
- Menikah karena Allah
- Menjaga Niat yang Benar
- Memilih Pasangan yang Shalih/Shalihah
- Memperhatikan Kafa’ah (Kesesuaian Pasangan)
- Memudahkan Pernikahan
- Mahar yang Wajar
- Mengadakan Walimah
- Menjaga Hak dan Kewajiban Suami-Istri
- Saling Mencintai karena Allah
- Bersikap Lembut dan Sabar
- Menjalin Komunikasi yang Baik
- Saling Menjaga Kesetiaan
- Menjalankan Hak dan Kewajiban dalam Rumah Tangga
- Menafkahi Keluarga dengan Halal
- Mendidik Anak dengan Ilmu Agama
- Saling Menghormati Keluarga Pasangan
- Saling Menutupi Aib Pasangan
- Menjaga Kehormatan Pasangan
- Bergaul dengan Baik
- Memimpin Keluarga dengan Hikmah
- Menghindari Kekerasan dalam Rumah Tangga
- Bersikap Adil dalam Rumah Tangga
- Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu
- Berkonsultasi dalam Keputusan Keluarga
- Menjaga Romantisme dalam Pernikahan
- Menjalankan Ibadah Bersama
- Membantu Pekerjaan Rumah Tangga
- Menyelesaikan Konflik dengan Bijaksana
- Menjaga Hubungan Intim yang Baik
- Mencari Solusi yang Islami saat Menghadapi Masalah
Perintah dan Anjuran dalam Perceraian
- Menyelesaikan masalah rumah tangga dengan musyawarah sebelum mengambil keputusan cerai
- Berusaha mempertahankan pernikahan jika masih ada harapan kebaikan
- Jika harus bercerai, lakukan dengan cara yang baik dan tidak zalim
- Memberikan hak-hak pasangan sesuai syariat setelah perceraian
- Menjaga adab dan etika dalam perpisahan
- Memberikan nafkah kepada mantan istri yang masih dalam masa iddah
- Tetap menjaga silaturahmi jika ada anak yang harus dibesarkan bersama
- Bersikap adil dalam pengasuhan anak setelah perceraian
- Menghormati keputusan cerai tanpa menyebarkan aib pasangan
- Memahami hukum iddah dan menerapkannya sesuai aturan syariat
- Tetap menjaga kehormatan mantan pasangan setelah perceraian
- Menghindari dendam dan permusuhan setelah perceraian
- Berserah diri kepada Allah dan mencari hikmah dari perpisahan
- Memperbaiki diri setelah perceraian agar lebih baik di masa depan
- Tetap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua jika memiliki anak
Larangan dalam Perceraian
- Menceraikan istri tanpa alasan yang dibenarkan syariat
- Melakukan perceraian dalam keadaan emosi tanpa berpikir matang
- Menyebarkan keburukan atau aib mantan pasangan
- Menghalangi mantan pasangan dari hak-haknya setelah perceraian
- Mengabaikan nafkah anak setelah perceraian
- Memanfaatkan perceraian untuk menzalimi pasangan
- Menghina atau mencela mantan pasangan setelah cerai
- Menghalangi anak dari bertemu orang tuanya setelah perceraian
- Menyebarkan fitnah tentang penyebab perceraian
- Menceraikan istri dalam keadaan haid atau saat hamil tanpa alasan yang jelas
- Memutus komunikasi dengan anak akibat perceraian
- Menggunakan anak sebagai alat untuk membalas dendam kepada mantan pasangan
- Mengambil harta mantan pasangan dengan cara yang tidak adil
- Menyebabkan perceraian orang lain dengan fitnah atau hasutan
- Melakukan rujuk hanya untuk menyakiti atau mempermainkan pasangan







0 komentar:
Posting Komentar