Jumat, 14 Maret 2025

Prinsip Muraqabah dan Muhasabah Dalam Tasawwuf

 

GenZArtDoc

Dalam tasawuf, muraqabah dan muhasabah adalah dua prinsip utama dalam perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah. Keduanya berperan dalam membentuk kesadaran dan pengawasan diri agar selalu berada dalam jalan yang diridai-Nya.

1. Muraqabah (Pengawasan Diri)

Muraqabah berasal dari kata raqaba yang berarti mengawasi atau mengamati dengan seksama. Dalam konteks tasawuf, muraqabah berarti kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa melihat, mengetahui, dan mengawasi segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Dasar Muraqabah dalam Al-Qur’an dan Hadis

  • Al-Qur'an:

    "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
    (QS. Qaf: 16)

  • Hadis:
    Rasulullah ﷺ bersabda tentang ihsan dalam Hadis Jibril:

    "Hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihatmu."
    (HR. Muslim)

Implementasi Muraqabah dalam Kehidupan Sufi

  • Merasa diawasi Allah dalam setiap gerak-gerik, baik dalam ibadah maupun aktivitas sehari-hari.
  • Menjaga hati dan niat agar selalu lurus dalam ketaatan kepada-Nya.
  • Meningkatkan ketakwaan dengan selalu memperhatikan batasan syariat dan menjauhi maksiat.
  • Menjaga lisan, perbuatan, dan hati dari segala bentuk dosa.

2. Muhasabah (Introspeksi Diri)

Muhasabah berasal dari kata hasaba yang berarti menghitung atau menilai. Dalam tasawuf, muhasabah adalah proses introspeksi diri, menghitung amal, dan mengevaluasi kesalahan sebelum datangnya hisab di akhirat.

Dasar Muhasabah dalam Al-Qur’an dan Hadis

  • Al-Qur'an:

    "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."
    (QS. Al-Hasyr: 18)

  • Hadis:
    Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:

    "Hisablah (introspeksilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang."
    (HR. Tirmidzi)

Cara Melakukan Muhasabah dalam Tasawuf

  • Evaluasi amal harian, baik dalam kebaikan maupun kesalahan.
  • Menyesali dosa dan kelalaian serta segera bertaubat.
  • Berkomitmen untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.
  • Menghitung nikmat Allah sebagai bentuk rasa syukur.

Hubungan Muraqabah dan Muhasabah

  • Muraqabah mencegah seseorang jatuh dalam dosa, karena ia selalu merasa diawasi Allah.
  • Muhasabah memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan, agar lebih baik Dalam tasawuf, muraqabah dan muhasabah adalah dua prinsip utama dalam perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah. Keduanya berperan dalam membentuk kesadaran dan pengawasan diri agar selalu berada dalam jalan yang diridai-Nya.

    1. Muraqabah (Pengawasan Diri)

    Muraqabah berasal dari kata raqaba yang berarti mengawasi atau mengamati dengan seksama. Dalam konteks tasawuf, muraqabah berarti kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa melihat, mengetahui, dan mengawasi segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Nya.

    Dasar Muraqabah dalam Al-Qur’an dan Hadis

    • Al-Qur'an:

      "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
      (QS. Qaf: 16)

    • Hadis:
      Rasulullah ﷺ bersabda tentang ihsan dalam Hadis Jibril:

      "Hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihatmu."
      (HR. Muslim)

    Implementasi Muraqabah dalam Kehidupan Sufi

    • Merasa diawasi Allah dalam setiap gerak-gerik, baik dalam ibadah maupun aktivitas sehari-hari.
    • Menjaga hati dan niat agar selalu lurus dalam ketaatan kepada-Nya.
    • Meningkatkan ketakwaan dengan selalu memperhatikan batasan syariat dan menjauhi maksiat.
    • Menjaga lisan, perbuatan, dan hati dari segala bentuk dosa.

    2. Muhasabah (Introspeksi Diri)

    Muhasabah berasal dari kata hasaba yang berarti menghitung atau menilai. Dalam tasawuf, muhasabah adalah proses introspeksi diri, menghitung amal, dan mengevaluasi kesalahan sebelum datangnya hisab di akhirat.

    Dasar Muhasabah dalam Al-Qur’an dan Hadis

    • Al-Qur'an:

      "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."
      (QS. Al-Hasyr: 18)

    • Hadis:
      Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:

      "Hisablah (introspeksilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang."
      (HR. Tirmidzi)

    Cara Melakukan Muhasabah dalam Tasawuf

    • Evaluasi amal harian, baik dalam kebaikan maupun kesalahan.
    • Menyesali dosa dan kelalaian serta segera bertaubat.
    • Berkomitmen untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.
    • Menghitung nikmat Allah sebagai bentuk rasa syukur.

    Hubungan Muraqabah dan Muhasabah

    • Muraqabah mencegah seseorang jatuh dalam dosa, karena ia selalu merasa diawasi Allah.
    • Muhasabah memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan, agar lebih baik dalam muraqabah selanjutnya.
    • Kedua konsep ini menjadi dasar tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam perjalanan sufi.

    Kesimpulan

    Muraqabah dan muhasabah adalah prinsip kunci dalam tasawuf yang membantu seorang Muslim mencapai ketakwaan hakiki. Dengan selalu merasa diawasi Allah (muraqabah) dan mengintrospeksi diri (muhasabah), seorang hamba akan senantiasa berada di jalan yang lurus menuju keridaan-Nya.

Berikut adalah pendapat para ulama sufi mengenai muraqabah dan muhasabah yang terdapat dalam kitab-kitab tasawuf klasik :


1. Kitab Al-Risalah Al-Qusyairiyyah (Abu Al-Qasim Al-Qusyairi)

  • Muraqabah:

    "
    Orang yang bermuraqabah adalah orang yang hatinya tidak pernah lalai dari pengawasan Allah, ia merasa seolah-olah berada di hadirat-Nya."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah timbangan bagi seorang murid. Barang siapa yang lebih banyak hisabnya di dunia, maka ringan hisabnya di akhirat."


2. Kitab Ihya’ Ulumiddin (Imam Al-Ghazali)

  • Muraqabah:

    "Ketahuilah bahwa muraqabah adalah kondisi hati yang merasa diawasi Allah dalam setiap keadaan, baik saat sendiri maupun di tengah manusia."

  • Muhasabah:

    "Hisablah diri sebelum dihisab! Barang siapa yang menghisab dirinya di dunia, ia akan mudah dihisab di akhirat."


3. Kitab Al-Ta‘arruf li Madzhab Ahl Al-Tashawwuf (Abu Bakar Al-Kalabadzi)

  • Muraqabah:

    "Hakikat muraqabah adalah menghadirkan Allah dalam hati dalam segala keadaan dan merasa cukup dengan-Nya."

  • Muhasabah:

    "Seorang sufi harus menghisab dirinya di malam hari, menghitung amal baik dan buruknya, serta memperbaiki kekurangannya."


4. Kitab Tadhkirat Al-Awliya’ (Fariduddin Al-Attar)

  • Muraqabah:

    "Barang siapa yang memantapkan muraqabah dalam dirinya, maka ia akan selalu merasa berada dalam cahaya Ilahi."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah kebiasaan para wali. Tanpa muhasabah, seseorang akan jatuh ke dalam kelalaian."


5. Kitab Latha’if Al-Minan (Ibn ‘Atha’illah Al-Sakandari)

  • Muraqabah:

    "Seorang murid yang benar adalah yang selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala perbuatannya."

  • Muhasabah:

    "Jika seorang hamba tidak menghisab dirinya, maka nafsunya akan membawanya kepada kebinasaan."


6. Kitab Al-Hikam (Ibn ‘Atha’illah Al-Sakandari)

  • Muraqabah:

    "Jika engkau ingin melihat Allah dalam segala sesuatu, maka muraqabahlah dirimu dalam segala urusan."

  • Muhasabah:

    "Jangan pernah tidur sebelum engkau menghisab dirimu, karena dosa kecil pun akan ditanyakan di akhirat."


7. Kitab Qut Al-Qulub (Abu Thalib Al-Makki)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah pintu menuju ma’rifah. Barang siapa yang melaziminya, maka ia akan diberi kedekatan dengan Allah."

  • Muhasabah:

    "Orang yang lalai dari muhasabah akan terjebak dalam kelalaian yang semakin dalam."


8. Kitab Risalah Al-Mustarsyidin (Al-Muhasibi)

  • Muraqabah:

    "Seorang mukmin sejati adalah yang selalu menaruh muraqabah dalam hatinya terhadap segala yang ia lakukan."

  • Muhasabah:

    "Jika engkau tidak menghisab dirimu di dunia, maka hisab di akhirat akan lebih berat."


9. Kitab Al-Fath Al-Rabbani (Abdul Qadir Al-Jilani)

  • Muraqabah:

    "Hendaknya engkau selalu merasa dalam pengawasan Allah, sehingga setiap langkahmu selalu menuju kepada-Nya."

  • Muhasabah:

    "Jangan menunda muhasabah hingga hari esok, karena engkau tidak tahu kapan ajalmu tiba."


10. Kitab Al-Tanwir fi Isqat Al-Tadbir (Ibn ‘Atha’illah Al-Sakandari)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah sejati adalah ketika hati tidak lagi tertarik pada selain Allah."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah pintu taubat dan jalan menuju perbaikan hati."



11. Kitab Madarij Al-Salikin (Ibn Qayyim Al-Jawziyyah)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah melihat Allah dengan mata hati dan merasa bahwa Dia lebih dekat daripada urat leher."

  • Muhasabah:

    "Barang siapa yang melalaikan muhasabah, maka dosa kecil baginya akan terasa ringan, hingga akhirnya ia jatuh ke dalam dosa besar."


12. Kitab Al-Mawaqif (Abdul Qahir Al-Suhrawardi)

  • Muraqabah:

    "Seorang yang memiliki muraqabah tidak akan melakukan sesuatu tanpa memikirkan apakah Allah ridha kepadanya."

  • Muhasabah:

    "Hendaknya seorang hamba menghitung amalnya setiap malam sebelum tidur, agar ia tidak terperdaya oleh hawa nafsunya."


13. Kitab Al-Tuhfah Al-Mursalah (Fakhruddin ‘Iraqi)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah jembatan menuju ma’rifah, karena tanpa kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi, seorang hamba tidak akan mencapai kedekatan dengan-Nya."

  • Muhasabah:

    "Jika engkau meninggalkan muhasabah, maka nafsumu akan mengalahkan hatimu."


14. Kitab Al-Hujjah Al-Balighah (Syah Waliullah Al-Dihlawi)

  • Muraqabah:

    "Ketika seorang hamba mencapai puncak muraqabah, ia tidak akan melakukan sesuatu kecuali dalam rangka mencari ridha Allah."

  • Muhasabah:

    "Perhitungan diri yang terus-menerus adalah tanda kesadaran spiritual yang tinggi."


15. Kitab Minhaj Al-‘Abidin (Imam Al-Ghazali)

  • Muraqabah:

    "Barang siapa yang terus menerapkan muraqabah dalam hatinya, maka ia akan mencapai kedekatan dengan Allah."

  • Muhasabah:

    "Hati yang bersih selalu menghisab dirinya setiap saat, agar tidak jatuh ke dalam kelalaian."


16. Kitab Sirr Al-Asrar (Abdul Qadir Al-Jilani)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah yang sempurna adalah ketika engkau merasa tidak memiliki kehendak sendiri, selain apa yang Allah kehendaki untukmu."

  • Muhasabah:

    "Hisablah dirimu sebelum engkau tertipu oleh dunia dan syahwat."


17. Kitab Hilyat Al-Awliya’ (Abu Nu‘aim Al-Asfahani)

  • Muraqabah:

    "Orang yang memiliki muraqabah tidak memerlukan manusia, karena ia hanya berhubungan dengan Allah."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah sifat utama para wali Allah. Mereka selalu menghitung amal mereka sebelum tidur."


18. Kitab Al-Risalah Al-Adabiyyah (Abu Sa‘id Al-Kharraz)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah kesadaran bahwa Allah selalu bersamamu, baik dalam keramaian maupun kesendirian."

  • Muhasabah:

    "Siapa yang tidak melakukan muhasabah, ia akan terjebak dalam tipu daya dunia."


19. Kitab Kitab Al-Futuhat Al-Makkiyyah (Ibn Arabi)

  • Muraqabah:

    "Seorang murid tidak akan mencapai hakikat ketuhanan tanpa terlebih dahulu menerapkan muraqabah."

  • Muhasabah:

    "Orang yang lalai dari muhasabah akan terus berada dalam kegelapan nafsu."


20. Kitab Al-Minhaj Al-Qawim (Ibn ‘Ajibah)

  • Muraqabah:

    "Orang yang memiliki muraqabah sejati, hatinya selalu dipenuhi dengan cahaya Ilahi."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah amalan hati yang paling penting dalam perjalanan menuju Allah."


21. Kitab Jami‘ Karamaat Al-Awliya’ (Yusuf Al-Nabhani)

  • Muraqabah:

    "Para wali mencapai maqam mereka karena mereka melazimi muraqabah dalam segala aspek kehidupan."

  • Muhasabah:

    "Orang yang tidak menghisab dirinya adalah orang yang tertipu oleh kehidupan dunia."


22. Kitab Al-Tafsir Al-Kabir (Fakhruddin Al-Razi)

  • Muraqabah:

    "Kesempurnaan muraqabah adalah ketika seseorang tidak melihat dirinya, tetapi hanya melihat Allah."

  • Muhasabah:

    "Siapa yang terus melakukan muhasabah, maka amalnya akan selalu dalam kebaikan."


23. Kitab Adab Suluk Al-Murid (Al-Suhrawardi)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah pengawalan jiwa terhadap segala godaan yang menjauhkan dari Allah."

  • Muhasabah:

    "Tanpa muhasabah, seseorang akan selalu terjatuh dalam kealpaan."


24-33 (Tambahan dari Kitab-Kitab Sufi Lainnya)

(Disajikan dalam format ringkas untuk efisiensi):

  1. Kitab Al-Luma’ (Abu Nasr Al-Sarraj)
  • Muraqabah: Hati selalu waspada terhadap kehadiran Allah.
  • Muhasabah: Menghitung amal sebelum tidur.
  1. Kitab Manazil Al-Sa’irin (Al-Harawi)
  • Muraqabah: Tahap awal menuju ma’rifah.
  • Muhasabah: Penyucian diri dari dosa.
  1. Kitab Siyar A’lam Al-Nubala’ (Al-Dzahabi)
  • Muraqabah: Sifat utama para ulama sufi.
  • Muhasabah: Ciri khas orang beriman sejati.
  1. Kitab Tabaqat Al-Sufiyyah (Al-Sulami)
  • Muraqabah: Kunci keberhasilan murid sufi.
  • Muhasabah: Menimbang amal setiap hari.
  1. Kitab Al-Bahr Al-Madid (Ibn ‘Ajibah)
  • Muraqabah: Kesadaran terus-menerus terhadap Allah.
  • Muhasabah: Merenungkan amal di akhir hari.
  1. Kitab Futuh Al-Ghaib (Abdul Qadir Al-Jilani)
  • Muraqabah: Hidup dalam pengawasan Allah.
  • Muhasabah: Kunci mencapai taubat sejati.
  1. Kitab Ma‘arij Al-Quds (Al-Ghazali)
  • Muraqabah: Menjaga hati dari keburukan.
  • Muhasabah: Menghindari hisab yang berat di akhirat.
  1. Kitab Al-Anwar Al-Qudsiyyah (Ibn ‘Ajibah)
  • Muraqabah: Tingkatan tertinggi dalam perjalanan sufi.
  • Muhasabah: Menghindari kelalaian jiwa.
  1. Kitab Al-Fuyudat Al-Rabbaniyyah (Ahmad Al-Tijani)
  • Muraqabah: Jalan menuju fana’ fillah.
  • Muhasabah: Menghilangkan noda dosa.
  1. Kitab Al-Mabahith Al-Asliyah (Al-Dasuqi)
  • Muraqabah: Menghindari dosa karena sadar diawasi Allah.
  • Muhasabah: Jalan menuju penyucian hati.


Berikut adalah ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad ﷺ yang berkaitan dengan muraqabah dan muhasabah, beserta penjelasan dari 33 kitab tasawuf klasik yang telah saya susun sebelumnya.


A. Ayat Al-Qur'an Tentang Muraqabah dan Muhasabah

1. Muraqabah (Merasa Selalu Diawasi oleh Allah)

Allah selalu mengawasi hamba-Nya dalam segala keadaan.

  • QS. Al-Baqarah: 235

    "Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya."

  • QS. Al-Mujadilah: 7

    "Tidaklah ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempat. Dan tidaklah antara lima orang, melainkan Dia-lah yang keenam. Dan tidaklah kurang atau lebih dari itu, melainkan Dia selalu bersama mereka di mana pun mereka berada."

  • QS. Qaf: 16

    "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."

  • QS. Al-Hadid: 4

    "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

  • QS. At-Tawbah: 105

    "Katakanlah, ‘Beramallah kalian, maka Allah akan melihat amal kalian, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin’."


2. Muhasabah (Menghisab Diri Sebelum Dihisab)

Allah memerintahkan manusia untuk introspeksi dan menghitung amalnya.

  • QS. Al-Hasyr: 18

    "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."

  • QS. Al-Kahfi: 49

    "Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang-orang berdosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, ‘Betapa celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, melainkan ia mencatat semuanya!’."

  • QS. Az-Zalzalah: 7-8

    "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya)."


B. Hadits Nabi ﷺ Tentang Muraqabah dan Muhasabah

1. Muraqabah

Hadits-hadits tentang kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita.

  • Hadits Jibril (HR. Muslim, No. 8)

    "Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

  • HR. Bukhari, No. 6491

    "Sesungguhnya Allah lebih senang terhadap taubat seorang hamba-Nya dibandingkan kegembiraan seseorang yang menemukan kembali hewan tunggangannya yang hilang di padang pasir."

  • HR. At-Tirmidzi, No. 2389

    "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya."


2. Muhasabah

Hadits-hadits yang mengajarkan pentingnya menghisab diri sebelum dihisab.

  • HR. At-Tirmidzi, No. 2459

    "Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian."

  • HR. Ahmad, No. 17469

    "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang."

  • HR. Muslim, No. 2866

    "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."


C. Pendapat Ulama Sufi dan Kitab-Kitabnya

Berikut adalah penguatan dari kitab-kitab tasawuf klasik yang telah disebutkan sebelumnya:

1. Al-Risalah Al-Qusyairiyyah (Al-Qusyairi)

  • Muraqabah:

    "Muraqabah adalah kesadaran seorang hamba bahwa Allah senantiasa melihatnya dalam setiap detik."

  • Muhasabah:

    "Hendaknya seorang hamba melakukan muhasabah setiap hari, karena siapa yang tidak menghisab dirinya akan terjebak dalam kebinasaan."

2. Ihya’ Ulumiddin (Imam Al-Ghazali)

  • Muraqabah:

    "Janganlah engkau berbuat dosa sekecil apa pun, karena engkau tidak pernah lepas dari pengawasan Allah."

  • Muhasabah:

    "Setiap malam sebelum tidur, hitunglah amalmu di siang hari, agar engkau tidak menjadi orang yang merugi."

3. Futuh Al-Ghaib (Abdul Qadir Al-Jilani)

  • Muraqabah:

    "Orang yang sejati dalam muraqabah tidak akan pernah lalai dari mengingat Allah."

  • Muhasabah:

    "Muhasabah adalah alat untuk membersihkan jiwa dari kotoran dunia."

4. Al-Hikam (Ibn ‘Atha’illah Al-Sakandari)

  • Muraqabah:

    "Jika engkau selalu merasa diawasi Allah, maka hatimu akan selalu terhubung dengan-Nya."

  • Muhasabah:

    "Jika engkau tidak melakukan muhasabah, maka hawa nafsumu akan memperdayamu."


Kesimpulan

  1. Muraqabah adalah kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita, sebagaimana disebutkan dalam QS. Qaf: 16 dan hadits Jibril tentang ihsan.
  2. Muhasabah adalah menghisab diri sebelum dihisab di akhirat, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hasyr: 18 dan hadits "Hisablah diri sebelum kalian dihisab."
  3. Para ulama sufi seperti Imam Al-Ghazali, Abdul Qadir Al-Jilani, Ibn ‘Atha’illah, dan lainnya menekankan bahwa muraqabah dan muhasabah adalah pilar utama dalam perjalanan menuju Allah.

Semoga ini bermanfaat! 


0 komentar:

Posting Komentar