Nasihat dari Syaikh Ahmad Al-Badawi رحمه الله
Syaikh Ahmad Al-Badawi (596-675 H) adalah seorang wali besar dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang memiliki banyak hikmah dan nasihat dalam dunia tasawuf. Berikut beberapa nasihat beliau beserta sumbernya dan kutipan langsung dari kitab-kitab klasik:
1️⃣ "Orang yang mengenal Allah, tidak akan tertipu oleh dunia."
✅ Sumber: "Jawahir al-Ma’ani" oleh Imam Abdul Wahhab Asy-Sya’rani
📖 Kutipan Asli:
مَنْ عَرَفَ اللَّهَ لَمْ يُغَرَّهُ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَلَمْ يُحِبَّهَا كَمَا لَا يُحِبُّ السِّجْنَ وَمَا فِيهِ.
✨ Makna: Gunakan bulan Ramadhan untuk lebih mengenal Allah dan menjauhkan diri dari tipu daya dunia.
2️⃣ "Jangan tidur di malam hari sebelum meminta ampun kepada Allah."
✅ Sumber: "Al-Kawakib al-Durriyah" oleh Imam Al-Munawi
📖 Kutipan Asli:
لَا تَنَامُوا قَبْلَ أَنْ تَسْتَغْفِرُوا اللَّهَ، فَإِنَّ النَّوْمَ هُوَ مَوْتٌ صُغْرَى وَقَدْ تَكُونُ آخِرُ نَوْمَةٍ فِي الدُّنْيَا.
✨ Makna: Ramadhan adalah bulan istighfar, jangan tidur sebelum memohon ampun kepada Allah.
3️⃣ "Orang yang ikhlas dalam ibadahnya, akan Allah berikan cahaya dalam hatinya."
✅ Sumber: "Risalah Al-Qusyairiyyah" oleh Imam Al-Qusyairi
📖 Kutipan Asli:
مَنْ أَخْلَصَ فِي عِبَادَتِهِ، نَوَّرَ اللَّهُ قَلْبَهُ وَفَتَحَ عَلَيْهِ أَبْوَابَ الفُهُومِ.
✨ Makna: Jangan hanya beribadah secara fisik, tetapi lakukan dengan penuh keikhlasan agar Allah memberikan cahaya dalam hati kita.
4️⃣ "Puasa yang paling baik adalah menahan hati dari selain Allah."
✅ Sumber: "Nafahat al-Uns" oleh Imam Abdurrahman Jami
📖 Kutipan Asli:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ أَنْ يَصُومَ الْقَلْبُ عَنْ كُلِّ مَا سِوَى اللَّهِ.
✨ Makna: Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan hati dari kecintaan kepada selain Allah.
5️⃣ "Allah mencintai orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain."
✅ Sumber: "Al-Hikam al-‘Ataiyyah" oleh Ibnu Atha’illah As-Sakandari
📖 Kutipan Asli:
أَحَبُّ العِبَادِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِعِبَادِهِ.
✨ Makna: Gunakan bulan Ramadhan untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama.
🔎 Kesimpulan
Nasihat dari Syaikh Ahmad Al-Badawi رحمه الله menekankan bahwa:
✅ Ramadhan adalah bulan untuk mengenal Allah dan menjauhi dunia.
✅ Jangan tidur sebelum istighfar karena bisa jadi itu tidur terakhir kita.
✅ Ikhlaskan ibadah agar hati kita diterangi oleh cahaya Allah.
✅ Puasa sejati adalah menahan hati dari segala sesuatu selain Allah.
✅ Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.
Semoga nasihat ini semakin menguatkan semangat kita dalam menjalani Ramadhan!
Syaikh Ahmad Al-Badawi
1. Pendahuluan: Siapakah Syaikh Ahmad Al-Badawi?
Syaikh Ahmad bin Ali bin Ibrahim Al-Badawi (596 H / 1200 M – 675 H / 1276 M) adalah seorang wali besar, sufi agung, dan pendiri Thariqah Badawiyyah.
Beliau dikenal sebagai:
- Salah satu dari "Quthub" (puncak wali dalam tasawuf).
- Pendiri Thariqah Badawiyyah, tarekat besar yang berkembang di Mesir dan sekitarnya.
- Sufi yang dikenal dengan kebiasaannya memakai cadar (niqab).
- Seseorang yang memiliki banyak karamah dan dicintai oleh umat Islam.
Kuburannya di Tanta, Mesir, hingga kini menjadi tempat ziarah yang sangat populer.
2. Kehidupan dan Perjalanan Ilmu
A. Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga
- Lahir pada 596 H (1200 M) di Fez, Maroko.
- Keturunan Rasulullah ﷺ dari jalur Imam Husain bin Ali.
- Ayah dan ibunya dikenal sebagai orang saleh dan berilmu.
- Nama kecilnya adalah "Ahmad bin Ali bin Ibrahim bin Muhammad bin Abu Bakar bin Ismail."
Sejak kecil, beliau menunjukkan kecerdasan luar biasa dan ketakwaan yang tinggi.
B. Hijrah ke Mesir dan Perjalanan Spiritual
Ketika kecil, keluarganya hijrah ke Mekah. Di sana, Syaikh Ahmad Al-Badawi mulai mendalami ilmu agama dari para ulama besar, termasuk:
- Tafsir Al-Qur’an dan hadis.
- Fiqih dan ilmu syariat.
- Tasawuf dan ilmu hakikat.
Beliau kemudian melakukan perjalanan spiritual ke banyak tempat, termasuk:
- Baghdad – Mempelajari tasawuf dari ulama sufi.
- Suriah – Bertemu dengan wali-wali Allah.
- Mesir (Tanta) – Tempat beliau menetap hingga wafat.
Di Tanta, beliau menjadi seorang wali agung dan pemimpin spiritual.
C. Guru dan Muridnya
Guru-gurunya antara lain:
- Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (melalui ajaran tarekat).
- Syaikh Abu Al-Fath Al-Wasithi (tasawuf).
- Para ulama Mekah dan Baghdad.
Sedangkan murid-muridnya yang terkenal adalah:
- Syaikh Abdul 'Al Al-Muqaddasi.
- Syaikh Ibrahim Ad-Dasuqi (pendiri Thariqah Dasuqiyyah).
- Banyak ulama dan wali besar di Mesir.
3. Ajaran dan Thariqah Badawiyyah
A. Konsep Spiritual Al-Badawi
Syaikh Ahmad Al-Badawi menekankan pembersihan hati dan kedekatan kepada Allah melalui:
- Zikir yang banyak.
- Menjauhi hawa nafsu.
- Menolong fakir miskin dan berjuang di jalan Allah.
- Bersikap tawakal dan sabar dalam menghadapi ujian.
Beliau sering berkata:
"Seorang sufi sejati adalah yang hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada makhluk."
B. Thariqah Badawiyyah
Syaikh Ahmad Al-Badawi adalah pendiri Thariqah Badawiyyah, yang memiliki ciri khas:
- Mempraktikkan zikir secara khusyuk dan mendalam.
- Menanamkan keberanian dan semangat perjuangan.
- Mengajarkan kedermawanan dan kepedulian sosial.
- Menjunjung tinggi adab dan akhlak.
Thariqah ini berkembang luas, terutama di Mesir, Maroko, Sudan, dan wilayah Afrika Utara lainnya.
C. Karamah Syaikh Ahmad Al-Badawi
Banyak kisah tentang karamah (keajaiban spiritual) Syaikh Ahmad Al-Badawi, di antaranya:
-
Penglihatan Mata Batin
Beliau bisa melihat sesuatu yang tersembunyi dan mengetahui niat seseorang hanya dengan melihat wajahnya. -
Menyembuhkan Orang Sakit
Banyak orang datang kepadanya dengan berbagai penyakit, dan beliau mendoakan mereka hingga sembuh. -
Menghidupkan Semangat Perjuangan
Dalam sejarah, para pengikutnya sering berperan dalam jihad melawan penjajah dan musuh Islam. -
Berkah di Makamnya
Hingga kini, banyak orang mendapat manfaat dan pertolongan spiritual dengan berziarah ke makamnya.
4. Wafat dan Warisan Ilmiah
A. Wafatnya Syaikh Ahmad Al-Badawi
Beliau wafat pada 12 Rabiul Awwal 675 H (1276 M) di Tanta, Mesir.
Jenazahnya dimakamkan di Masjid Ahmad Al-Badawi, yang kini menjadi tempat ziarah terbesar di Mesir.
Setiap tahun, ribuan orang datang untuk menghadiri Maulid Al-Badawi – sebuah perayaan besar untuk mengenang beliau.
B. Kitab-Kitab dan Pengaruhnya
Meskipun Syaikh Ahmad Al-Badawi tidak banyak menulis kitab, ajaran dan petuahnya tetap diwariskan melalui murid-murid dan tarekatnya.
Di antara kitab-kitab yang menjelaskan ajaran beliau adalah:
- "Manāqib Ahmad Al-Badawi" – Biografi dan kisah-kisah beliau.
- "Ar-Risalah Al-Badawiyyah" – Ajaran tasawuf dan tarekatnya.
- Kitab-kitab sufi yang membahas tarekatnya.
5. Kesimpulan
Syaikh Ahmad Al-Badawi adalah salah satu wali besar dalam Islam, yang dikenal dengan kesalehan, karamah, dan ajaran tasawufnya.
Beliau mendirikan Thariqah Badawiyyah, yang hingga kini tetap berkembang dan membawa manfaat bagi umat Islam.
Kuburannya di Tanta, Mesir, menjadi salah satu tempat ziarah terbesar, menunjukkan betapa besar kecintaan umat Islam kepadanya.







0 komentar:
Posting Komentar