Hadits-Hadits tentang Nur Muhammad dan Penjelasannya
Berikut beberapa hadits yang sering dikaitkan dengan konsep Nur Muhammad, beserta penjelasan dari para ulama tasawuf:
1. Hadits Jabir tentang Penciptaan Nur Muhammad
✦ مَا أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللَّهُ؟ قَالَ: نُورُ نَبِيِّكَ يَا جَابِرُ
➤ "Apakah yang pertama kali diciptakan oleh Allah?" Beliau menjawab, "Cahaya (Nur) Nabimu, wahai Jabir."
✦ Sumber:
- Diriwayatkan dalam beberapa kitab tasawuf seperti Al-Mawahib al-Ladunniyyah karya Imam al-Qasthalani dan Tafsir Ruh al-Bayan karya Ismail Haqqi.
- Sebagian ulama hadits menyatakan statusnya dha'if (lemah), tetapi diterima dalam tasawuf sebagai makna kasyf (penyingkapan spiritual).
✦ Penjelasan:
- Hadits ini menjadi dasar utama konsep Nur Muhammad, bahwa cahaya kenabian Muhammad ﷺ adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah.
- Dalam Al-Futuhat al-Makkiyyah, Ibnu Arabi menjelaskan bahwa Nur Muhammad adalah asal dari seluruh makhluk, termasuk para malaikat, arsy, dan alam semesta.
2. Hadits tentang Nur Muhammad sebagai Sebab Penciptaan Alam
✦ لَوْلَاكَ لَمَا خَلَقْتُ الْأَفْلَاكَ
➤ "Seandainya bukan karena engkau (Muhammad), Aku tidak akan menciptakan alam semesta."
✦ Sumber:
- Disebutkan dalam kitab Ad-Dur al-Mantsur karya Imam As-Suyuthi dan dalam kitab-kitab tasawuf.
- Status hadits ini diperselisihkan, tetapi banyak digunakan dalam tasawuf sebagai makna isyarat.
✦ Penjelasan:
- Hadits ini menegaskan bahwa Muhammad ﷺ adalah tujuan utama penciptaan alam, karena melalui beliau, risalah dan hidayah Allah diturunkan.
- Konsep ini sejalan dengan Nur Muhammad sebagai makhluk pertama, yang darinya seluruh ciptaan berasal.
- Imam al-Busiri dalam Qasidah Burdah menulis:
✦ "Muhammad adalah matahari keutamaan, sedangkan para nabi sebelum beliau adalah bintang-bintang yang mengambil cahaya darinya."
3. Hadits tentang Nabi sebagai Cahaya
✦ أَنَا مِنْ نُوْرِ اللَّهِ وَكُلُّ خَلْقِ مِنْ نُوْرِي
➤ "Aku berasal dari cahaya Allah, dan seluruh makhluk berasal dari cahayaku."
✦ Sumber:
- Disebut dalam beberapa kitab tasawuf seperti Tafsir Ruh al-Bayan.
- Status hadits ini dha'if, tetapi digunakan dalam tasawuf sebagai pemahaman spiritual.
✦ Penjelasan:
- Hadits ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar manusia biasa, tetapi memiliki asal penciptaan yang istimewa.
- Para ulama sufi seperti Imam al-Jili dalam "Al-Insan al-Kamil" menafsirkan bahwa Nur Muhammad adalah bentuk pertama dari tajalli (manifestasi) cahaya Allah dalam alam makhluk.
Kesimpulan dari Hadits-Hadits tentang Nur Muhammad
Penjelasan Ulama Tentang Konsep Nur Muhammad
Imam Al-Ghazali dalam "Ihya' Ulumuddin"
✦ "Hakikat Muhammad telah ada sebelum penciptaan dunia, karena ia adalah sebab penciptaan segala sesuatu."
→ Ini sesuai dengan hadits "Lau laka" bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah tujuan penciptaan alam.Ibnu Arabi dalam "Fusus al-Hikam"
✦ "Muhammad adalah manifestasi pertama dari wujud mutlak yang dikenal dalam tajalli cahaya pertama."
→ Ini menunjukkan bahwa Nur Muhammad adalah bentuk pertama dari manifestasi Ilahi dalam alam makhluk.Syaikh Abdul Karim al-Jili dalam "Al-Insan al-Kamil"
✦ "Nur Muhammad adalah hakikat segala yang ada, sebab dari segala keberadaan."
→ Beliau mengajarkan bahwa hakikat kenabian Muhammad adalah pusat dari segala makhluk yang ada.
Kesimpulan Akhir
- Hadits-hadits tentang Nur Muhammad banyak digunakan dalam tasawuf, meskipun beberapa di antaranya berstatus dha'if atau diperselisihkan dalam ilmu hadits.
- Konsep Nur Muhammad bukan sekadar hadits, tetapi juga hasil kasyf (penyingkapan spiritual) para sufi, seperti Ibnu Arabi dan Imam al-Jili.
- Maknanya bukan berarti Nabi Muhammad adalah Tuhan, tetapi beliau adalah makhluk pertama yang menerima tajalli Ilahi dan menjadi sumber penciptaan alam.
Hubungan Antara Nur Muhammad dengan Alam Lahut Jabarut Malakut dan Nasut
Konsep Alam Nur Muhammad sering dikaitkan dengan berbagai tingkatan alam dalam kosmologi Islam, khususnya dalam ajaran tasawuf. Hubungan antara Alam Nur Muhammad dengan Alam Lahut, Jabarut, Malakut, dan Nasut bisa dijelaskan sebagai berikut:
1. Alam Nur Muhammad
- Alam ini dianggap sebagai sumber segala penciptaan, yaitu cahaya pertama yang diciptakan Allah sebelum segala sesuatu.
- Dalam banyak ajaran sufi, Nur Muhammad adalah manifestasi pertama dari tajalli (penampakan) Ilahi, yang darinya segala makhluk diciptakan.
2. Alam Lahut (اللاهوت) – Alam Ketuhanan
- Alam tertinggi yang murni berada dalam realitas keesaan Allah (Ahadiyyah).
- Di sini, tidak ada makhluk, hanya Zat Allah yang mutlak.
- Alam Nur Muhammad memiliki kedekatan dengan Lahut dalam arti bahwa ia adalah manifestasi pertama dari Nur Ilahi, tetapi tetap tidak identik dengan Allah.
3. Alam Jabarut (الجبروت) – Alam Kekuasaan Mutlak
- Alam yang lebih rendah dari Lahut, tetapi masih dalam tingkat ketuhanan dan kehendak mutlak.
- Disebut juga sebagai alam roh murni, tempat asal ruh sebelum ditiupkan ke dalam makhluk.
- Alam ini adalah alam perintah (kun fayakun), di mana takdir dan qadha’ Allah ditentukan.
- Alam Nur Muhammad sering dikaitkan dengan Jabarut sebagai perantara tajalli (manifestasi) Ilahi sebelum turun ke alam-alam di bawahnya.
4. Alam Malakut (الملكوت) – Alam Ruh dan Gaib
- Alam yang lebih rendah dari Jabarut, mencakup ruh, malaikat, dan makhluk gaib.
- Di sini, hukum sebab akibat mulai terlihat, tetapi masih dalam ranah metafisik.
- Alam ini adalah tempat ruh sebelum masuk ke jasad.
- Alam Nur Muhammad disebut sebagai cahaya yang mengisi Alam Malakut karena semua ruh mendapat pancaran dari Nur Muhammad sebelum turun ke dunia.
5. Alam Nasut (الناسوت) – Alam Fisik dan Materi
- Alam yang kita tinggali sekarang, yaitu alam jasad dan materi.
- Alam ini ditandai dengan hukum fisik, waktu, dan keterbatasan makhluk.
- Dalam ajaran tasawuf, manusia yang sempurna (Insan Kamil) adalah yang mampu menyatukan Alam Nasut dengan realitas Nur Muhammad, sehingga ia dapat mencapai hakikat makrifatullah.
Kesimpulan Hubungan Alam Nur Muhammad dengan Alam-Alam Lain
- Nur Muhammad adalah cahaya pertama yang diciptakan Allah, yang kemudian menjadi sumber segala ciptaan.
- Alam Lahut tetap tidak tersentuh oleh makhluk, tetapi Alam Nur Muhammad menjadi perantara manifestasi Ilahi dari Lahut ke alam-alam di bawahnya.
- Alam Jabarut, Malakut, dan Nasut adalah tingkatan realitas yang dilalui oleh Nur Muhammad dalam manifestasinya hingga akhirnya sampai kepada dunia fisik (Nasut).
- Manusia yang mencapai kesempurnaan spiritual (Insan Kamil) adalah yang mampu mengenali hakikat Nur Muhammad dalam dirinya dan menyadari hubungan semua alam ini.
Berikut beberapa referensi dari kitab-kitab tasawuf yang membahas Alam Nur Muhammad dan hubungannya dengan Alam Lahut, Jabarut, Malakut, dan Nasut:
1. Kitab "Al-Insan al-Kamil" – Syaikh Abdul Karim al-Jili
- Dalam kitab ini, Syaikh Al-Jili menjelaskan bahwa Nur Muhammad adalah hakikat tertinggi dari Insan Kamil dan merupakan bentuk pertama dari tajalli Ilahi sebelum turun ke alam-alam di bawahnya.
- Ia menyebut Lahut sebagai sumber mutlak keesaan, sementara Nur Muhammad adalah tajalli pertama dalam Jabarut sebelum berproses ke Malakut dan Nasut.
2. Kitab "Fusus al-Hikam" – Ibnu ‘Arabi
- Ibnu ‘Arabi dalam kitab ini membahas konsep Haqq al-Haqiqat (Hakikat Mutlak) yang bertajalli melalui Hakikat Muhammad.
- Ia menjelaskan bahwa Nur Muhammad adalah perantara antara Allah dan seluruh makhluk dalam semua alam.
- Dalam konsepnya, Jabarut adalah wilayah ketuhanan dalam bentuk kehendak (Iradah), Malakut adalah alam ruhani, dan Nasut adalah alam fisik.
3. Kitab "Al-Mawaqif" – Syaikh Abdul Qadir al-Jazairi
- Dalam kitab ini, Syaikh Abdul Qadir menjelaskan bahwa Alam Lahut adalah alam ketuhanan murni yang tidak bisa disentuh oleh makhluk.
- Alam Nur Muhammad berada dalam tingkatan Jabarut sebagai manifestasi dari Nama-Nama dan Sifat Allah sebelum turun ke Malakut dan Nasut.
4. Kitab "Al-Futuhat al-Makkiyyah" – Ibnu ‘Arabi
- Kitab ini menjelaskan secara rinci bagaimana Nur Muhammad merupakan asal dari segala ruh dan makhluk.
- Dalam salah satu bagian, disebutkan bahwa Alam Lahut adalah realitas absolut Allah, Jabarut adalah perintah (kun fayakun), Malakut adalah dunia ruh, dan Nasut adalah dunia fisik.
5. Kitab "Al-Burhan" – Imam al-Suyuthi
- Imam al-Suyuthi membahas hadits-hadits terkait Nur Muhammad sebagai makhluk pertama.
- Ia menegaskan bahwa semua makhluk mendapat bagian dari Nur Muhammad, termasuk para nabi, malaikat, dan ruh manusia sebelum turun ke alam Nasut.
Kesimpulan dari Kitab-Kitab Tasawuf
- Nur Muhammad adalah hakikat pertama dalam penciptaan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Insan al-Kamil dan Fusus al-Hikam.
- Lahut adalah realitas mutlak Allah, sementara Jabarut adalah kehendak-Nya yang menampakkan Nur Muhammad.
- Malakut adalah alam ruh yang mendapat pancaran dari Nur Muhammad sebelum masuk ke Nasut.
- Nasut adalah alam fisik, di mana manusia bisa mengenal hakikat Nur Muhammad melalui makrifat dan kesempurnaan rohani.
Hubungan Antara Nur Muhammad dengan Alam Ahadiyyah Wachdah Wahidiyyah
Konsep Nur Muhammad dalam kaitannya dengan Alam Ahadiyyah, Wahdah, dan Wahidiyyah merupakan bagian dari pemahaman dalam tasawuf mengenai tingkatan tajalli (manifestasi) Allah dalam penciptaan. Berikut penjelasan hubungan antara Nur Muhammad dengan ketiga alam tersebut:
1. Alam Ahadiyyah (عالم الأحدية) – Tingkat Keesaan Mutlak
- Ahadiyyah adalah tingkat tertinggi dalam realitas Ilahi, yang menunjukkan keesaan Allah dalam bentuk yang mutlak dan tidak tersentuh oleh makhluk.
- Pada tingkatan ini, tidak ada nama, sifat, atau perbedaan apapun—hanya Allah dalam keesaan-Nya yang absolut.
- Nur Muhammad belum termanifestasi dalam tingkat ini, karena Ahadiyyah adalah Zat Allah yang belum memasuki proses tajalli.
✦ Hubungan dengan Nur Muhammad:
- Dalam Ahadiyyah, Nur Muhammad masih dalam bentuk potensial (ghaib mutlak), karena belum ada perbedaan antara Tuhan dan makhluk.
- Nur Muhammad baru muncul dalam tajalli ketika Allah memasuki tingkat Wahdah.
2. Alam Wahdah (عالم الوحدة) – Tingkat Kesatuan Awal
- Wahdah adalah tingkat pertama dari tajalli Ilahi, di mana Allah mulai menampakkan Nama-Nama dan Sifat-Nya.
- Ini adalah awal mula penciptaan, di mana Nur Muhammad mulai muncul sebagai manifestasi pertama dari kesatuan Ilahi.
- Alam ini adalah perpindahan dari Ahadiyyah yang mutlak ke bentuk pertama tajalli yang dapat dikenal.
✦ Hubungan dengan Nur Muhammad:
- Dalam Alam Wahdah, Nur Muhammad mulai menampakkan dirinya sebagai sumber seluruh makhluk.
- Ibnu Arabi menyebut ini sebagai "Haqiqat al-Haqa'iq" (Hakikat Segala Hakikat), yaitu asal mula dari seluruh ciptaan.
- Dari Wahdah inilah Nur Muhammad kemudian berkembang menjadi sumber bagi segala ruh dan alam-alam di bawahnya.
3. Alam Wahidiyyah (عالم الواحدية) – Tingkat Kesatuan dengan Nama-Nama dan Sifat Allah
- Wahidiyyah adalah alam di mana Nama-Nama dan Sifat Allah mulai tampak secara nyata dalam realitas makhluk.
- Jika dalam Wahdah masih berupa kesatuan awal, dalam Wahidiyyah mulai tampak perbedaan antara Tuhan, makhluk, dan sifat-sifat-Nya.
- Di sini, Nur Muhammad semakin nyata sebagai sumber segala yang ada, karena ia merupakan refleksi dari Nama dan Sifat Allah.
✦ Hubungan dengan Nur Muhammad:
- Dalam Wahidiyyah, Nur Muhammad menjadi sumber segala roh, malaikat, dan cahaya para nabi.
- Dari sini, Alam Jabarut, Malakut, dan Nasut terbentuk, karena Nur Muhammad bertajalli dalam berbagai bentuk hingga mencapai dunia fisik.
Kesimpulan Hubungan Nur Muhammad dengan Ahadiyyah, Wahdah, dan Wahidiyyah
Ahadiyyah adalah keesaan mutlak Allah, di mana tidak ada perbedaan antara Tuhan dan makhluk.
- Nur Muhammad belum termanifestasi di sini, karena belum ada proses penciptaan.
Wahdah adalah awal tajalli, di mana Allah mulai menampakkan kehendak-Nya untuk mencipta.
- Nur Muhammad pertama kali muncul di sini sebagai hakikat awal dari semua makhluk.
Wahidiyyah adalah tahap di mana Nama dan Sifat Allah mulai terwujud dalam makhluk.
- Nur Muhammad bertajalli lebih lanjut dalam berbagai bentuk, menjadi sumber segala realitas makhluk.
Jadi, Nur Muhammad adalah perantara antara keesaan mutlak (Ahadiyyah) dan penciptaan makhluk di alam-alam yang lebih rendah (Wahidiyyah dan seterusnya).
Berikut beberapa kitab tasawuf yang membahas hubungan Nur Muhammad dengan Alam Ahadiyyah, Wahdah, dan Wahidiyyah:
1. "Fusus al-Hikam" – Ibnu Arabi
- Ahadiyyah: Ibnu Arabi menyebut bahwa Ahadiyyah adalah tingkat keesaan mutlak Allah yang tidak dapat dipahami makhluk.
- Wahdah: Dari Ahadiyyah, muncullah tingkat Wahdah, yang merupakan awal tajalli (manifestasi) di mana Nur Muhammad pertama kali muncul sebagai hakikat segala sesuatu.
- Wahidiyyah: Pada tingkat Wahidiyyah, Nur Muhammad menjadi sumber segala Nama dan Sifat Allah yang berhubungan dengan makhluk.
✦ Kutipan dari Fusus al-Hikam:
"Hakikat Muhammad adalah cahaya pertama yang memancarkan segala bentuk keberadaan dari keesaan mutlak (Ahadiyyah) menuju keberagaman makhluk (Wahidiyyah)."
2. "Al-Futuhat al-Makkiyyah" – Ibnu Arabi
- Dalam kitab ini, Ibnu Arabi membahas bahwa Ahadiyyah adalah tingkat yang tidak bisa ditembus makhluk, karena di sana hanya ada Allah dalam keesaan-Nya yang absolut.
- Ia menegaskan bahwa Nur Muhammad pertama kali muncul dalam Wahdah, yang kemudian berkembang menjadi Wahidiyyah sebagai sumber seluruh alam makhluk.
- Pada Wahidiyyah, Nama-Nama Allah mulai tampak secara nyata, dan segala yang ada berasal dari Nur Muhammad.
3. "Al-Insan al-Kamil" – Syaikh Abdul Karim al-Jili
- Syaikh Al-Jili menjelaskan bahwa Nur Muhammad adalah bentuk pertama dari manifestasi Ilahi sebelum semua alam diciptakan.
- Ahadiyyah adalah hakikat mutlak Allah yang tidak bisa dipahami makhluk, sementara Wahdah adalah tahap di mana Allah mulai menampakkan Nur Muhammad.
- Pada Wahidiyyah, Nur Muhammad menjadi sumber segala sesuatu, termasuk ruh para nabi, malaikat, dan seluruh makhluk di alam-alam di bawahnya.
✦ Kutipan dari Al-Insan al-Kamil:
"Hakikat Muhammad adalah awal dari segala awal, ia adalah Nur pertama yang memancar dari Cahaya Ilahi sebelum semua yang ada."
4. "Miftah al-Falah" – Imam Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
- Dalam kitab ini, Imam Ibnu Athaillah menjelaskan bahwa Ahadiyyah adalah tingkat keesaan mutlak yang tidak dapat dijangkau akal.
- Nur Muhammad pertama kali muncul dalam Wahdah sebagai hakikat awal makhluk, lalu dalam Wahidiyyah ia menjadi perantara segala tajalli Allah kepada makhluk.
- Ia menekankan bahwa mengenal hakikat Nur Muhammad adalah mengenal asal-usul segala ciptaan.
5. "Tanwir al-Qulub" – Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi
- Kitab ini membahas bahwa Ahadiyyah adalah tahap ketuhanan yang hanya Allah yang mengetahuinya.
- Wahdah adalah tajalli pertama, di mana Allah menampakkan kehendak-Nya untuk mencipta, dan di sini Nur Muhammad pertama kali muncul.
- Wahidiyyah adalah tingkat di mana Nur Muhammad menjadi sumber segala ruh dan makhluk yang ada di bawahnya.
Kesimpulan dari Kitab-Kitab Tasawuf
Ahadiyyah adalah keesaan mutlak Allah yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk.
- Nur Muhammad belum muncul di tingkat ini karena belum ada tajalli.
Wahdah adalah tahap awal manifestasi Ilahi, di mana Allah mulai menampakkan kehendak-Nya.
- Nur Muhammad pertama kali muncul di sini sebagai hakikat awal penciptaan.
Wahidiyyah adalah tahap di mana Nama dan Sifat Allah mulai nyata dalam makhluk.
- Nur Muhammad menjadi perantara bagi segala makhluk, termasuk malaikat, ruh, dan manusia.
✦ Dengan kata lain, Nur Muhammad adalah jembatan antara Ahadiyyah yang mutlak dan Wahidiyyah yang beragam.
Hubungan Antara Nur Muhammad dengan Sifat Nafsiyyah, Sifat Salbiyyah, Sifat Ma‘ani, dan Sifat Ma‘nawiyyah
Dalam ilmu tauhid, Sifat Nafsiyyah, Sifat Salbiyyah, Sifat Ma‘ani, dan Sifat Ma‘nawiyyah adalah bagian dari sifat-sifat Allah yang menjadi dasar dalam memahami keberadaan-Nya. Dalam tasawuf, khususnya dalam ajaran wahdatul wujud dan nur Muhammad, hubungan antara Nur Muhammad dan sifat-sifat tersebut sangat erat karena Nur Muhammad dipandang sebagai tajalli pertama dari esensi Allah sebelum alam semesta diciptakan. Berikut adalah hubungan antara Nur Muhammad dengan keempat kategori sifat Allah:
1. Sifat Nafsiyyah (Sifat Dzat Allah yang Mesti Ada)
- Sifat Nafsiyyah hanya satu, yaitu wujud (keberadaan Allah).
- Dalam konsep Nur Muhammad, wujud Allah adalah asal segala sesuatu, dan Nur Muhammad adalah tajalli pertama dari wujud-Nya.
- Para sufi menyebut bahwa Nur Muhammad adalah bentuk pertama dari "kun fayakun" dalam perwujudan makhluk, sehingga ia adalah perantara antara wujud Allah yang mutlak dengan alam yang diciptakan.
✦ Keterkaitan:
- Nur Muhammad adalah manifestasi pertama dari sifat Wujud Allah, sehingga segala sesuatu yang ada bersumber darinya.
2. Sifat Salbiyyah (Sifat yang Menafikan Kekurangan dalam Allah)
Sifat-sifat ini menunjukkan kesempurnaan Allah dan menafikan segala kekurangan, yaitu:
- Qidam (Allah tidak berpermulaan)
- Baqa' (Allah kekal)
- Mukhalafatu lil-hawadits (Allah berbeda dengan makhluk)
- Qiyamuhu binafsihi (Allah berdiri sendiri, tidak bergantung pada apa pun)
- Wahdaniyyah (Allah Maha Esa)
✦ Keterkaitan dengan Nur Muhammad:
- Nur Muhammad diciptakan pertama kali oleh Allah, tetapi tidak memiliki sifat-sifat Salbiyyah secara hakiki karena sifat ini hanya milik Allah.
- Namun, Nur Muhammad menjadi perantara manifestasi sifat-sifat Salbiyyah dalam makhluk:
- Qidam → Nur Muhammad adalah ciptaan pertama, mendahului yang lain.
- Baqa' → Nur Muhammad tetap ada sebagai cahaya hakikat kenabian di dunia dan akhirat.
- Mukhalafah lil-hawadits → Meskipun makhluk, hakikat Nur Muhammad memiliki keistimewaan yang berbeda dari makhluk lainnya.
- Qiyamuhu binafsihi → Hanya Allah yang mandiri, sementara Nur Muhammad bergantung pada-Nya.
- Wahdaniyyah → Segala sesuatu berasal dari Allah melalui Nur Muhammad.
3. Sifat Ma‘ani (Sifat-Sifat Allah yang Berhubungan dengan Perbuatan-Nya)
Sifat Ma‘ani adalah sifat yang menunjukkan kekuasaan dan kehendak Allah dalam mencipta, yaitu:
- Qudrah (Maha Kuasa)
- Iradah (Maha Berkehendak)
- Ilmu (Maha Mengetahui)
- Hayat (Maha Hidup)
- Sama‘ (Maha Mendengar)
- Basar (Maha Melihat)
- Kalam (Maha Berfirman)
✦ Keterkaitan dengan Nur Muhammad:
- Nur Muhammad adalah manifestasi pertama dari kehendak Allah (Iradah).
- Sebelum segala sesuatu diciptakan, Allah telah mengetahui segala sesuatu dalam Ilmu-Nya, dan penciptaan Nur Muhammad adalah awal dari perwujudan ilmu-Nya dalam bentuk cahaya makhluk pertama.
- Nur Muhammad sebagai hakikat kenabian juga merupakan manifestasi sifat Kalam, karena melalui para nabi, Allah berbicara kepada manusia.
- Para wali dan arif billah meyakini bahwa Nur Muhammad memiliki hubungan erat dengan Qudrah (Kekuasaan Allah) dalam menciptakan segala sesuatu dari cahaya pertama ini.
4. Sifat Ma‘nawiyyah (Sifat yang Mengikuti Sifat Ma‘ani)
Sifat Ma‘nawiyyah adalah sifat yang menunjukkan eksistensi dan keaktifan Sifat Ma‘ani, yaitu:
- Kaunuhu Qadiran (Allah dalam keadaan berkuasa)
- Kaunuhu Muridan (Allah dalam keadaan berkehendak)
- Kaunuhu ‘Aliman (Allah dalam keadaan mengetahui)
- Kaunuhu Hayyan (Allah dalam keadaan hidup)
- Kaunuhu Sami‘an (Allah dalam keadaan mendengar)
- Kaunuhu Bashiran (Allah dalam keadaan melihat)
- Kaunuhu Mutakalliman (Allah dalam keadaan berfirman)
✦ Keterkaitan dengan Nur Muhammad:
- Nur Muhammad menjadi perantara dalam tajalli sifat-sifat ini kepada makhluk.
- Dalam ajaran tasawuf, Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang menerima ilmu, kehendak, dan firman Allah sebelum diturunkan ke dunia melalui para nabi dan wali.
- Para nabi sebagai pewaris Nur Muhammad mencerminkan sifat-sifat Ma‘nawiyyah dalam kehidupan mereka, misalnya:
- Nabi Muhammad ﷺ sebagai "Kaunuhu Mutakalliman", di mana wahyu turun kepadanya sebagai bentuk Kalam Allah.
- Para nabi sebagai "Kaunuhu Bashiran", karena mereka diberi kemampuan untuk melihat kebenaran spiritual.
Kesimpulan Hubungan Nur Muhammad dengan Sifat-Sifat Allah
✦ Kesimpulan Utama:
- Nur Muhammad bukanlah Allah, tetapi ia adalah manifestasi pertama dari kehendak-Nya.
- Melalui Nur Muhammad, sifat-sifat Allah tampak dalam penciptaan, terutama dalam diri para nabi dan wali.
- Segala bentuk kesempurnaan makhluk adalah refleksi dari Nur Muhammad yang merupakan perantara antara Allah dan makhluk.
Berikut adalah kutipan dari kitab-kitab tasawuf yang membahas hubungan Nur Muhammad dengan sifat Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma‘ani, dan Ma‘nawiyyah secara lebih rinci:
1. "Al-Futuhat al-Makkiyyah" – Ibnu Arabi
Wujud (Sifat Nafsiyyah) dan Nur Muhammad
✦ "Ketika Allah berkehendak untuk dikenal, maka Dia menciptakan Nur Muhammad sebagai tajalli pertama dari wujud-Nya. Dari cahayanya, alam diciptakan."
→ Ini menunjukkan bahwa Nur Muhammad adalah manifestasi pertama dari sifat Wujud Allah dalam alam makhluk.Qidam & Baqa’ (Sifat Salbiyyah) dan Nur Muhammad
✦ "Cahaya Muhammad telah ada sebelum waktu dan akan tetap ada setelah waktu berakhir."
→ Nur Muhammad tidak bersifat qadim (karena hanya Allah yang qadim), tetapi ia adalah ciptaan pertama yang mendahului segala sesuatu.Qudrah & Iradah (Sifat Ma‘ani) dan Nur Muhammad
✦ "Allah menciptakan segala sesuatu melalui Nur Muhammad, yang dengannya Iradah dan Qudrah Allah berfungsi dalam penciptaan."
→ Ini menegaskan bahwa Nur Muhammad adalah alat tajalli kehendak (Iradah) dan kekuasaan (Qudrah) Allah dalam penciptaan makhluk.
2. "Fusus al-Hikam" – Ibnu Arabi
Nur Muhammad sebagai sumber ilmu Allah dalam makhluk
✦ "Ilmu Allah telah tertulis di Lauh Mahfuzh, tetapi hakikatnya telah tersimpan dalam Nur Muhammad sebelum ia diberikan kepada para nabi dan wali."
→ Ini berkaitan dengan Kaunuhu ‘Aliman (Sifat Ma‘nawiyyah), di mana ilmu Allah mulai terlihat dalam makhluk melalui Nur Muhammad.Nur Muhammad sebagai manifestasi Wahdaniyyah Allah
✦ "Wahdaniyyah-Nya menyatu dalam Nur Muhammad, sehingga seluruh alam adalah cerminan dari satu hakikat ini."
→ Ini menjelaskan bahwa Nur Muhammad adalah refleksi keesaan Allah dalam bentuk makhluk pertama.
3. "Al-Insan al-Kamil" – Syaikh Abdul Karim al-Jili
Nur Muhammad sebagai manifestasi sifat Hayat (Kehidupan Allah)
✦ "Ketika Allah ingin menghidupkan sesuatu, Dia meniupkan sebagian dari Nur Muhammad ke dalamnya, karena Nur Muhammad adalah sumber segala kehidupan."
→ Ini menunjukkan hubungan Nur Muhammad dengan Kaunuhu Hayyan (Allah Maha Hidup).Nur Muhammad sebagai sebab pendengaran dan penglihatan makhluk
✦ "Makhluk dapat mendengar (Sama‘) dan melihat (Basar) karena menerima sebagian dari Nur Muhammad, yang berasal dari sifat pendengaran dan penglihatan Allah."
→ Ini berkaitan dengan Kaunuhu Sami‘an dan Kaunuhu Bashiran dalam Sifat Ma‘nawiyyah.
4. "Miftah al-Falah" – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
- Nur Muhammad sebagai manifestasi sifat Kalam Allah
✦ "Ketika Allah berbicara kepada para nabi, Ia berbicara melalui Nur Muhammad, karena ia adalah sumber Kalam Allah yang diterjemahkan ke dalam wahyu."
→ Ini menunjukkan hubungan Nur Muhammad dengan Kaunuhu Mutakalliman (Allah Maha Berfirman).
5. "Tanwir al-Qulub" – Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi
- Nur Muhammad sebagai alat tajalli Sifat Ma‘ani
✦ "Nur Muhammad adalah wadah tajalli segala sifat Ma‘ani, karena ia diciptakan sebagai penyampai Qudrah, Iradah, dan Ilmu Allah ke alam semesta."
→ Ini menegaskan bahwa Nur Muhammad adalah jembatan antara Allah dan makhluk dalam manifestasi sifat-sifat Ma‘ani dan Ma‘nawiyyah.
Kesimpulan dari Kutipan Kitab-Kitab Tasawuf
Kesimpulan Utama
- Nur Muhammad adalah perantara tajalli sifat-sifat Allah dalam penciptaan.
- Ia bukan Tuhan, tetapi makhluk pertama yang menjadi media penampakan sifat-sifat Ilahi dalam alam semesta.
- Segala bentuk kesempurnaan makhluk adalah refleksi dari Nur Muhammad, yang merupakan sumber kehidupan, ilmu, dan firman Allah di alam ini.


















0 komentar:
Posting Komentar