Nasihat dari Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi رحمه الله, seorang ulama besar dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah, ahli tafsir, hadis, fikih, dan tasawuf. Beliau adalah salah satu imam besar dalam mazhab Syafi’i yang telah menulis lebih dari 600 kitab, termasuk dalam bidang tafsir dan hadis. Berikut adalah nasihat beliau yang berharga dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan dengan penuh keberkahan dan kemenangan ruhani.
1️⃣ "Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an menjadi cahaya yang menyinari hati orang-orang yang bertakwa."
"Barang siapa yang ingin meraih keberkahan Ramadhan, hendaklah ia menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabatnya. Bacalah dengan hati yang khusyuk, niscaya engkau akan memperoleh cahaya yang membimbing ke jalan keselamatan."
📖 Sumber: Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Gunakan bulan Ramadhan untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa meningkatkan hubungan dengan kitab suci ini.
2️⃣ "Jangan hanya lapar dan haus, tetapi puasakan juga hatimu dari segala penyakitnya."
"Puasa bukan sekadar meninggalkan makan dan minum, tetapi yang lebih utama adalah menahan diri dari segala bentuk penyakit hati seperti sombong, riya’, hasad, dan cinta dunia berlebihan."
📖 Sumber: Al-Hawi lil Fatawi – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin. Bersihkan diri dari iri hati, dengki, dan kecintaan berlebihan pada dunia agar puasa menjadi sempurna.
3️⃣ "Ramadhan adalah bulan mustajabnya doa, maka jangan sia-siakan satu detik pun tanpa munajat kepada Allah."
"Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Maka, gunakanlah bulan ini untuk memperbanyak doa, terutama di waktu berbuka dan sahur."
📖 Sumber: Tafsir Al-Durr Al-Mantsur – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Jangan biarkan waktu-waktu mustajab berlalu tanpa berdoa. Perbanyaklah memohon ampunan, kebaikan dunia dan akhirat, serta keberkahan hidup.
4️⃣ "Malam Lailatul Qadar adalah hadiah besar, tetapi hanya orang yang bersungguh-sungguh yang akan memperolehnya."
"Barang siapa yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah, dzikir, dan munajat, niscaya ia akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan."
📖 Sumber: Tafsir Al-Durr Al-Mantsur – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Jangan sia-siakan sepuluh malam terakhir Ramadhan. Perbanyak shalat malam, dzikir, dan munajat kepada Allah agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.
5️⃣ "Sedekah di bulan Ramadhan akan melipatgandakan rezeki dan menghapus dosa-dosa."
"Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Maka, jangan ragu untuk bersedekah, karena sedekah akan menghapus dosa-dosa seperti air memadamkan api."
📖 Sumber: Al-Jami’ Ash-Shaghir – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Perbanyaklah sedekah, baik dalam bentuk harta, makanan berbuka, atau bantuan kepada sesama. Allah akan melipatgandakan pahala dan memberikan keberkahan dalam hidup.
6️⃣ "Barang siapa yang tidak mendapat ampunan di bulan Ramadhan, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan kesempatan besar."
"Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barang siapa yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan, maka sungguh ia telah merugi. Sebab, bulan ini adalah bulan penuh rahmat dan maghfirah."
📖 Sumber: Al-Jami’ Ash-Shaghir – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa taubat yang tulus. Perbanyak istighfar, memohon ampunan, dan meninggalkan segala dosa agar Ramadhan benar-benar menjadi bulan keberuntungan.
7️⃣ "Ramadhan bukan hanya menahan diri dari makan, tetapi juga menahan lisan dari perkataan yang sia-sia dan dusta."
"Orang yang berpuasa tetapi masih menggunjing, berbohong, dan berkata kotor, maka puasanya tidak akan bernilai di sisi Allah."
📖 Sumber: Tanwir al-Halak fi Imdad al-Malik – Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
✨ Pesan: Jaga lisan selama berpuasa. Hindari ghibah, dusta, dan perkataan yang sia-sia agar puasa menjadi sempurna dan diterima di sisi Allah.
KESIMPULAN: RAMADHAN ADALAH MADRASAH KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Dari nasihat Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi رحمه الله, kita bisa mengambil pelajaran bahwa:
✅ Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, maka jangan tinggalkan tilawah dan tadabbur.
✅ Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan hati dari penyakit batin.
✅ Jangan sia-siakan waktu mustajab di bulan Ramadhan tanpa berdoa dan memohon ampunan.
✅ Lailatul Qadar adalah kesempatan emas, hanya yang bersungguh-sungguh yang akan mendapatkannya.
✅ Sedekah di bulan Ramadhan melipatgandakan pahala dan menghapus dosa.
✅ Gunakan bulan Ramadhan untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh, karena ia adalah bulan maghfirah.
✅ Jaga lisan selama berpuasa agar puasa menjadi sempurna di sisi Allah.
Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi (849-911 H / 1445-1505 M): Ulama Ensiklopedis dan Mujaddid Islam
1. Pendahuluan: Siapakah Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi?
Syaikh Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr As-Suyuthi adalah seorang ulama besar abad ke-9 Hijriyah yang dikenal sebagai seorang mujtahid, ahli hadis, tafsir, fiqh, tasawuf, sejarah, sastra, dan kedokteran Islam.
- Dilahirkan dan dibesarkan di Mesir.
- Menulis lebih dari 600 kitab dalam berbagai bidang ilmu.
- Dikenal sebagai Mujaddid (pembaharu) Islam pada abad ke-9 Hijriyah.
2. Latar Belakang dan Pendidikan
Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi lahir pada 1 Rajab 849 H / 1445 M di Kairo, Mesir.
- Ayahnya, Syaikh Abu Bakr As-Suyuthi, adalah seorang ulama besar tetapi wafat ketika As-Suyuthi masih kecil.
- Dibesarkan oleh ulama-ulama besar di Mesir dan menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
- Menguasai banyak cabang ilmu, termasuk tafsir, hadis, fiqh, tasawuf, kedokteran, sejarah, dan bahasa Arab.
Guru-Guru Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi:
- Beliau belajar kepada lebih dari 150 ulama besar di Mesir, Syam, Hijaz, Yaman, India, dan Maroko.
- Di antara gurunya yang terkenal:
- Syaikh Al-Bulqini (fiqh)
- Syaikh Al-Mahalli (penulis Tafsir Jalalain)
- Syaikh Al-Kafiji (usul fiqh)
Pada usia 17 tahun, As-Suyuthi telah menguasai ilmu hadis dan fiqh hingga diberikan izin untuk memberi fatwa.
3. Karier Ilmiah dan Perjalanan Dakwah
- Menjadi pengajar di Masjid Al-Azhar dan beberapa madrasah besar di Mesir.
- Banyak melakukan perjalanan ilmiah ke berbagai negeri Islam.
- Mengajar dan menulis banyak kitab yang menjadi rujukan hingga kini.
Pada usia 40 tahun, beliau memutuskan menyendiri dan lebih fokus menulis kitab.
- Menolak jabatan resmi dan lebih memilih hidup dalam ibadah dan keilmuan.
- Menulis kitab hingga lebih dari 600 karya dalam berbagai disiplin ilmu.
4. Karya-Karya Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi
Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi termasuk ulama yang sangat produktif dan meninggalkan lebih dari 600 kitab dalam berbagai cabang ilmu.
A. Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an
- Tafsir Jalalain – Disempurnakan oleh beliau setelah sebelumnya ditulis oleh gurunya, Syaikh Jalaluddin Al-Mahalli.
- Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an – Kitab ensiklopedia tentang ilmu-ilmu Al-Qur'an.
- Ad-Durrul Mantsur – Tafsir berdasarkan riwayat-riwayat hadis.
B. Hadis dan Ilmu Hadis
- Jami’us Shaghir – Kitab kumpulan hadis yang populer.
- Al-Jami’ Al-Kabir – Kitab besar yang mencakup ribuan hadis.
- Tadrib Ar-Rawi – Syarah (penjelasan) dari kitab Taqrib karya Imam An-Nawawi tentang ilmu hadis.
C. Fiqh dan Ushul Fiqh
- Al-Asybah wa An-Nazhair – Kitab tentang kaidah fiqhiyah dalam mazhab Syafi’i.
- Al-Hawi lil Fatawa – Kumpulan fatwa As-Suyuthi dalam berbagai masalah keagamaan.
- Tashil Al-Irsyad – Kitab ushul fiqh.
D. Tasawuf dan Akhlak
- Risalah fi Bayan Aqwal Sufiyah – Penjelasan tentang istilah-istilah dalam tasawuf.
- Ta’yidul Haqiqah Al-‘Aliyyah – Tentang hubungan antara syariat dan tasawuf.
E. Sejarah dan Biografi
- Tarikh Al-Khulafa – Sejarah para khalifah Islam dari Abu Bakar hingga dinasti Abbasiyah.
- Bughyatul Wu’ah – Kitab biografi para ulama dan tokoh Islam.
F. Bahasa dan Sastra Arab
- Al-Mazhar fi Ulumil Lughah – Kitab ensiklopedia ilmu bahasa Arab.
- Al-Iqtirah – Kitab ilmu balaghah dan uslub bahasa.
G. Kedokteran Islam dan Ilmu Alam
- At-Tibb An-Nabawi – Kitab tentang pengobatan Nabi ﷺ.
- Al-Mi’yar fi Anwa’ Al-Azhar – Kitab tentang tumbuhan dan manfaatnya dalam pengobatan.
5. Kedudukan As-Suyuthi dalam Dunia Islam
Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi dihormati sebagai salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam.
- Dianggap sebagai Mujaddid (pembaharu) abad ke-9 Hijriyah.
- Memiliki ilmu yang sangat luas dan mendalam dalam berbagai disiplin ilmu.
- Karyanya menjadi rujukan utama dalam berbagai cabang ilmu Islam.
Beliau menulis dalam segala bidang ilmu Islam, menjadikannya ensiklopedis seperti Imam As-Suyuthi disebut sebagai "Ibnu Sina dalam bidang keislaman".
6. Wafat dan Warisan Keilmuan
Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi wafat pada 18 Oktober 1505 M / 911 H di Kairo, Mesir.
- Meninggalkan ratusan kitab yang masih menjadi rujukan hingga kini.
- Murid-muridnya meneruskan ajaran beliau di berbagai penjuru dunia Islam.
7. Kesimpulan: Warisan Besar As-Suyuthi
- Seorang ulama besar dengan lebih dari 600 kitab dalam berbagai bidang ilmu.
- Seorang Mujaddid Islam yang berkontribusi besar dalam tafsir, hadis, fiqh, dan tasawuf.
- Meninggalkan karya-karya monumental yang masih digunakan hingga kini.
Semoga Allah merahmati beliau dan menjadikan kita semua termasuk dalam golongan pencari ilmu.







0 komentar:
Posting Komentar