Rabu, 12 Maret 2025

KISAH NABI SULAIMAN 'ALAIHISSALAM

 

Gambaran Syurgawi GenZArtDoc

Kitab Qashash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir adalah salah satu referensi utama dalam kisah para nabi. Dalam kitab ini, Nabi Sulaiman ‘alayhis salam disebut sebagai salah satu nabi yang dianugerahi kerajaan, kekuatan luar biasa, dan ilmu yang luas oleh Allah ﷻ. Berikut adalah beberapa poin utama terkait Nabi Sulaiman ‘alayhis salam dalam kitab tersebut:

1. Anugerah dan Mukjizat Nabi Sulaiman

Allah ﷻ memberikan Nabi Sulaiman beberapa keistimewaan yang luar biasa:

  • Kekuasaan atas jin dan manusia: Jin tunduk padanya dan diperintahkan untuk membangun berbagai bangunan besar, menyelam di lautan, serta melakukan tugas-tugas berat.
  • Mengerti bahasa hewan: Nabi Sulaiman memahami bahasa burung, semut, dan makhluk lainnya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. An-Naml: 18-19).
  • Angin yang tunduk kepadanya: Allah menundukkan angin untuk membawa Nabi Sulaiman ke berbagai tempat dengan cepat (QS. Saba’: 12).
  • Sumber air dan logam yang melunak: Allah memberinya kemampuan untuk mengendalikan tembaga cair yang terus mengalir (QS. Saba’: 12).

2. Kisah Ratu Bilqis dan Kebijaksanaan Nabi Sulaiman

Ibnu Katsir meriwayatkan kisah terkenal tentang bagaimana Nabi Sulaiman mengundang Ratu Bilqis dari negeri Saba’ setelah burung Hud-hud membawa kabar tentangnya. Nabi Sulaiman menguji kecerdasan Bilqis dengan cara:

  • Mentransfer singgasananya dengan bantuan seorang yang memiliki ilmu dari kitab (QS. An-Naml: 40).
  • Mengubah sedikit singgasana itu untuk melihat apakah Bilqis menyadarinya.
  • Mengajak Bilqis untuk masuk ke istana dengan lantai kaca yang sangat bening, yang awalnya dikira sebagai air.
    Dari kisah ini, Bilqis akhirnya menyadari kekuasaan Allah dan masuk Islam.

3. Kewafatan Nabi Sulaiman dan Pengungkapan Jin

Menurut riwayat dalam Qashash al-Anbiya’, Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri dengan bertumpu pada tongkatnya. Jin yang bekerja tidak menyadari kematiannya sampai rayap menggerogoti tongkatnya, menyebabkan tubuhnya jatuh (QS. Saba’: 14). Hal ini menunjukkan bahwa jin tidak mengetahui hal gaib, sebagaimana mereka mengira Nabi Sulaiman masih hidup dan mengawasi mereka.

Kesimpulan

Kisah Nabi Sulaiman dalam kitab Qashash al-Anbiya’ menampilkan keagungan dan hikmah kepemimpinannya. Ibnu Katsir banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an serta riwayat dari sumber-sumber tafsir untuk menggambarkan betapa besar kekuasaan yang Allah berikan kepadanya.

Baik, saya akan menjelaskan secara lengkap kisah Nabi Sulaiman ‘alayhis salam dalam kitab Qashash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir. Kisah ini mencakup asal-usul, anugerah luar biasa, kepemimpinan, mukjizat, serta wafatnya Nabi Sulaiman.


1. Asal-Usul Nabi Sulaiman ‘alayhis salam

Nabi Sulaiman adalah putra Nabi Dawud ‘alayhis salam. Allah ﷻ memilihnya sebagai nabi dan raja setelah ayahnya. Dalam Qashash al-Anbiya’, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Sulaiman mendapatkan hikmah dan ilmu sejak usia muda, sehingga Nabi Dawud sering melibatkannya dalam peradilan dan pemerintahan.

Dalil:
Allah ﷻ berfirman:

"Dan Kami telah menganugerahkan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-Nya yang beriman.'" (QS. An-Naml: 15)


2. Mukjizat dan Kekuasaan Nabi Sulaiman

Allah ﷻ memberikan Nabi Sulaiman kekuasaan luar biasa yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya. Mukjizatnya meliputi:

a. Menguasai Jin dan Manusia

Allah menundukkan jin untuk bekerja di bawah perintah Nabi Sulaiman. Mereka membangun istana, patung-patung (sebelum diharamkan dalam syariat Islam), kolam besar, dan berbagai bangunan megah. Jika ada jin yang membangkang, mereka akan dihukum.

Dalil:

"Dan Kami tundukkan jin-jin untuk bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang menyala-nyala." (QS. Saba’: 12)

b. Memahami Bahasa Hewan

Salah satu mukjizat unik Nabi Sulaiman adalah kemampuannya memahami bahasa hewan, termasuk burung, semut, dan makhluk lainnya.

Dalil:

"Dan Sulaiman berkata, 'Hai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya ini benar-benar karunia yang nyata.'” (QS. An-Naml: 16)

Contoh kisahnya adalah ketika Nabi Sulaiman mendengar seekor semut memperingatkan koloninya agar menghindar dari pasukannya (QS. An-Naml: 18-19).

c. Menundukkan Angin

Allah menundukkan angin untuk membawa Nabi Sulaiman ke tempat yang diinginkannya dalam waktu singkat.

Dalil:

"Dan (Kami tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan..." (QS. Saba’: 12)

d. Mengendalikan Logam Cair

Allah memberikan mukjizat lain, yaitu mengalirkan tembaga cair bagi Nabi Sulaiman untuk membuat peralatan perang dan bangunan megah.

Dalil:

"...dan Kami alirkan cairan tembaga untuknya..." (QS. Saba’: 12)


3. Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman

Kisah ini adalah salah satu yang paling terkenal. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa burung Hud-hud membawa kabar tentang seorang ratu dari negeri Saba’ yang menyembah matahari. Nabi Sulaiman mengirim surat kepadanya, mengundangnya kepada tauhid.

a. Pengiriman Surat

Ratu Bilqis, setelah menerima surat Nabi Sulaiman, berkonsultasi dengan para pembesarnya. Mereka siap berperang, tetapi Bilqis memilih mengirim hadiah untuk menguji Nabi Sulaiman.

Dalil:

"Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isinya): 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dalam keadaan berserah diri.'" (QS. An-Naml: 30-31)

b. Pemindahan Singgasana Bilqis

Sebelum Bilqis datang, Nabi Sulaiman ingin menunjukkan kekuasaannya. Ia bertanya siapa yang bisa membawa singgasana Bilqis dari negeri Saba’ ke istananya.

"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitab, 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.'" (QS. An-Naml: 40)

Singgasana itu pun dipindahkan dalam sekejap. Nabi Sulaiman mengubah sedikit bentuknya untuk menguji apakah Bilqis mengenalinya.

c. Lantai Kaca di Istana Nabi Sulaiman

Saat Bilqis memasuki istana Nabi Sulaiman, ia mengira lantainya adalah air dan mengangkat pakaiannya. Nabi Sulaiman menjelaskan bahwa itu adalah lantai kaca bening. Ini semakin menyadarkan Bilqis akan kebesaran Allah, dan akhirnya ia masuk Islam.

Dalil:

"Ia (Bilqis) berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.'" (QS. An-Naml: 44)


4. Wafatnya Nabi Sulaiman

Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri dengan bersandar pada tongkatnya. Jin terus bekerja karena mengira beliau masih hidup. Setelah beberapa waktu, rayap menggerogoti tongkatnya hingga tubuhnya jatuh.

Dalil:

"Maka ketika Kami telah menetapkan kematiannya, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika ia telah jatuh, jin pun menyadari bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." (QS. Saba’: 14)


5. Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman

Dari kisah Nabi Sulaiman, terdapat banyak pelajaran:

  1. Kekuasaan sejati hanya milik Allah. Nabi Sulaiman diberikan kekuasaan besar, tetapi ia tetap bersyukur kepada Allah dan tidak menyombongkan diri.
  2. Kecerdasan dan kebijaksanaan sangat penting dalam kepemimpinan. Nabi Sulaiman menunjukkan cara mengatasi masalah dengan diplomasi, seperti dalam kasus Ratu Bilqis.
  3. Jin tidak mengetahui perkara gaib. Hal ini dibuktikan dengan wafatnya Nabi Sulaiman yang tidak mereka sadari.

Kesimpulan

Kisah Nabi Sulaiman dalam Qashash al-Anbiya’ menunjukkan bahwa beliau adalah nabi dan raja yang diberikan kekuasaan luar biasa oleh Allah. Mukjizatnya meliputi mengendalikan jin, memahami bahasa hewan, menundukkan angin, dan lainnya. Kisahnya penuh dengan hikmah tentang tauhid, kepemimpinan, dan kebijaksanaan.


0 komentar:

Posting Komentar