Rabu, 02 Juli 2025

SANAD

 

SANAD

Penting bersanad dalam mengaji adalah dikarenakan adanya pemahaman mengenai agama yang hanya bisa didapatkan MELALUI PEMBELAJARAN GURU, tidak bisa sebatas dipelajari melalui kitab-kitab tertulis atau dengan cara membaca (otodidak). *Sanad yaitu silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah* . Sanad berasal dari bahasa Arab, *sanada yasnudu sunuudan* yang maknanya bersandar, naik, berpegang. Jika dibaca dalam bentuk tsulasi mazid dengan wazan af’ala menjadi *asnada yusnidu isnadan* atau biasa disebut juga dengan isnad maka maknanya membebankan, menopang, menyandarkan, menisbatkan, tergantung pada konteks kalimat (Mu’jam al-Ghaniy).

*PENTINGNYA BERTALAQQI DIHADAPAN GURU*  Sebagaimana apa yang diajarkan dan dimaksudkan Rosulullaah. Maka tak mungkin seseorang akan bisa sesuai dengan Rosulullaah selain harus menerima ilmu yang benar-benar bersumber dari Rosulullaah yang telah diajarkan kepada sahabat lalu ke para ulama atau tuan guru atau kyai.  Yaitu *JALUR ILMU YANG TAK TERPUTUS !* Jika hanya memahami sendiri segala kitab-kitab / segala tulisan dibuku-buku / segala tontonan di video-video YouTube *TANPA BIMBINGAN SEORANG GURU* yaitu manusia nyata .... Maka selain tak bersambung dan juga sangat mungkin bisa berbeda pemahaman atau penafsiran antara maksud si penyampai dengan si pendengar. Dan itulah TITIK BAHAYANYA.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN BERSANAD ?

Sebagai umat yang beragama memang sangatlah penting untuk selalu menambah ilmu terutama mengenai agama.  Pentingnya memperoleh ilmu dari sumber yang jelas dan pasti kebenarannya harus sangat diperhatikan. Apakah anda mengetahui apa itu bersanad? simak penjelasannya dibawah ini. 

PENGERTIAN BERSANAD 

Dalam khazanah keilmuan agama Islam ada istilah yang bernama sanad.  Sanad yaitu silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah. 

Sangat penting kedudukan sanad dalam ilmu beragama, banyak para ulama yang terkenal sebagai pakar berkat dari sanad guru-guru mereka.  Tradisi sanad masih sangat kental dilestarikan di berbagai pesantren di Indonesia.

Sanad berasal dari bahasa Arab, sanada-yasnudu-sunuudan yang maknanya bersandar, naik, berpegang (Kamus Al-Munawwir, hlm. 1554).
Jika dibaca dalam bentuk tsulasi mazid dengan wazan af’ala menjadi asnada-yusnidu-isnadan atau biasa disebut juga dengan isnad maka maknanya membebankan, menopang, menyandarkan, menisbatkan, tergantung pada konteks kalimat (Mu’jam al-Ghaniy).

Secara esensi, sanad adalah sistem yang berfungsi menjaga kemurnian agama.  Perkataan Ibn al-Mubarak mengenai kedudukan sanad, jika saja tanpa sanad, maka seseorang akan mengatakan apa pun yang dia mau bebas semaunya. 

Dalam beberapa kesempatan, Gus Baha menjelaskan bahwa alasan penting bersanad dalam mengaji adalah dikarenakan adanya pemahaman mengenai agama yang hanya bisa didapatkan melalui pembelajaran guru, tidak bisa sebatas dipelajari melalui kitab-kitab tertulis atau dengan cara membaca (otodidak).

*

0 komentar:

Posting Komentar