Rabu, 16 Juli 2025

BANGGA & MALU PADA RASULULLAH ﷺ


BANGGA & MALU PADA RASULULLAH ﷺ

1. Hubungan Antara yang Hidup dan yang di Alam Barzakh


Peristiwa Isra’ Mi’raj menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ bertemu dengan para Nabi lain yang telah wafat. Ini menjadi dalil bahwa ada hubungan antara orang-orang yang masih hidup dengan mereka yang berada di alam barzakh. Para Nabi tetap hidup dalam bentuk kehidupan barzakhiyyah yang mulia, dan mereka dapat berinteraksi dengan cara yang Allah kehendaki.

2. Manfaat Rasulullah ﷺ Semasa Hidup


Ketika masih hidup di dunia, Rasulullah ﷺ sangat bermanfaat bagi umatnya. Banyak dari umat beliau yang:

  • Meminta fatwa dan nasihat,
  • Meminta obat atau kesembuhan,
  • Meminta dicarikan jodoh,
  • Meminta makanan,
  • Meminta solusi atas persoalan,
  • Meminta didoakan langsung oleh beliau ﷺ.

3. Manfaat Rasulullah ﷺ Setelah Wafat


Setelah wafat pun, Rasulullah ﷺ masih tetap bermanfaat bagi umatnya. Dengan izin Allah:

  • Beliau memonitor keadaan umatnya,
  • Beliau merasa senang saat melihat amal shalih umatnya,
  • Beliau mendoakan ampunan saat melihat amal yang buruk dilakukan oleh umatnya.

Ini menunjukkan betapa cinta dan perhatiannya Rasulullah ﷺ tidak pernah terputus walaupun beliau telah kembali ke sisi Allah.

4. Orang-Orang Shalih Dapat Terhubung dengan Rasulullah ﷺ


Dengan izin Allah, para hamba yang shalih pun dapat merasakan kehadiran Rasulullah ﷺ, sebagaimana beliau bertemu dengan para Nabi di alam barzakh dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Perlu diketahui bahwa barzakh para Nabi berada di langit karena kemuliaan derajat mereka, berbeda dengan manusia biasa.

Ini menunjukkan bahwa hubungan antara orang shalih yang masih hidup di dunia dengan mereka yang telah wafat tetap mungkin terjadi dengan cara-cara yang Allah kehendaki.

📌 Catatan tambahan: Dalam banyak kisah ulama salaf dan auliya’, mereka bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ atau mendapat petunjuk dan teguran dari beliau dalam keadaan terjaga (yaqdzoh), yang menunjukkan bahwa hubungan ruhani ini adalah perkara yang dikenal di kalangan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.



0 komentar:

Posting Komentar