CARA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN SECARA ISLAMI
1. Jangan Tergesa dalam Menjatuhkan Penilaian — Lakukan Tabayyun
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti..."
(QS. Al-Hujurat: 6)
- Jangan mudah menilai seseorang hanya dari sisi lahiriah tanpa klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.
- Bila kita menerima informasi yang buruk, periksalah kebenarannya secara cermat dan objektif.
- Tabayyun (klarifikasi) adalah syariat untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.
Konsekuensi dosa dari penilaian atau pembicaraan yang terburu-buru:
- Jika tuduhan salah → FITNAH (dosa besar)
- Jika tuduhan benar tapi disebarkan → GHIBAH (menggunjing)
- Jika penilaian buruk tanpa dasar kuat → SU’UZH-ZHONN (prasangka buruk)
2. Beriktikad Baik dalam Setiap Urusan
- Jangan memaksakan cara dan aturan sendiri ketika berada di wilayah atau urusan orang lain.
- Usahakan memahami posisi dan keadaan orang lain dalam interaksi kita.
- Hormati aturan yang berlaku atau yang telah disepakati bersama.
- Biasakan menghadapi persoalan dengan tenang, tidak reaktif. Tetaplah bersikap etis, sabar, dan beradab.
3. Tanggap dan Sopan dalam Menerima Tamu
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
- Sambutlah tamu dengan cepat, terlebih jika mereka datang dari jauh dan dalam kondisi lelah.
- Jangan bersikap keras atau kasar kepada tamu, bahkan jika ia tidak sepenuhnya sopan.
- Bila ingin mengadakan pertemuan, lakukanlah kesepakatan waktu dan tempat secara baik dan jelas.
Penutup:
Menghadapi permasalahan dalam hidup harus ditempuh dengan adab Islami:
✓ Bertabayyun sebelum menilai,
✓ Beriktikad baik dalam urusan,
✓ Memuliakan tamu dan menjaga etika sosial.






0 komentar:
Posting Komentar