Kamis, 17 Juli 2025

CARA BERSIKAP


CARA BERSIKAP

  • Bertamulah dengan cara yang baik, dan sambutlah tamu dengan penuh kehormatan.
    Adab dalam berinteraksi menjadi cerminan nilai diri dan budaya yang luhur.

  • "Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung."
    Pepatah ini mengajarkan kita untuk menyesuaikan diri dengan aturan, tata krama, dan adat setempat, sebagai bentuk penghargaan terhadap lingkungan yang kita masuki.

  • Terimalah kritik dengan lapang dada.
    Barangkali di balik kritik itu terdapat kebaikan yang dapat memperbaiki dan menguntungkan diri kita.

  • Berkatalah yang baik.
    Jika tak mampu, diam adalah pilihan yang lebih mulia.

  • Hadapilah perkataan atau perbuatan bodoh dengan senyuman bijak atau menjauhlah secara elegan.
    Jangan terjebak dalam hal yang hanya membuang waktu dan energi.

  • Berbuatlah kebaikan kepada sesama, meski hanya lewat doa.
    Bila belum mampu memberi, cukuplah dengan tidak menyakiti dan ucapkanlah maaf dengan tulus.

  • Selalu bersangka baik, terutama saat kita tidak tahu secara pasti kejadiannya.
    Jika ingin tahu kebenarannya, maka tempuhlah jalan yang bijak dan berakhlak: yakni bertabayyun (klarifikasi secara baik).

  • Pertengkaran adalah jalan yang dibentangkan oleh setan untuk memecah manusia.
    Maka jauhilah adu domba, karena itu awal dari kehancuran hubungan.

  • Iri dan benci adalah penyakit hati yang berat.
    Kerugiannya bukan pada orang lain, tapi pada diri sendiri yang memeliharanya.

  • Tuduhan tanpa bukti adalah perbuatan tidak bertanggung jawab.
    Kebenaran menuntut kejujuran, bukan prasangka.

  • Penghasut adalah orang yang paling dungu, dan yang terhasut adalah yang paling celaka.
    Karena keduanya sedang menjerumuskan diri dalam kezaliman.

  • Provokasi adalah kerja syetan dari kalangan manusia durjana.
    Yang mudah terprovokasi adalah mereka yang lalai — karena sesungguhnya mereka sedang mencelakai diri sendiri.


Salam Kerukunan dan Kesejahteraan untuk Semua.



0 komentar:

Posting Komentar