Kamis, 17 Juli 2025

AKIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

 

Manhaj Imam Abul Hasan al-Asy’ari secara konsisten


Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

(Mengikuti Manhaj Imam Abul Hasan al-Asy’ari)

TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

Allah tidak disifati dengan sifat-sifat benda, karena Dia bukan benda dan tidak menyerupai benda dalam bentuk apa pun.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
"Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya."
(QS. Asy-Syura: 11)


Makna Istawa dan Nuzul dalam Al-Qur’an

Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an tentang nuzul (turunnya Allah) dan istawa (bersemayam di atas ‘Arsy). Namun:

  • Makna hakikinya telah diketahui oleh Rasulullah ﷺ.
  • Hanya Allah yang mengetahui hakikat keadaan-Nya.
  • Kita tidak boleh menafsirkan secara spekulatif karena Allah:
    • Bukan makhluk,
    • Bukan benda,
    • Tidak terikat oleh ruang dan arah.

Sikap yang benar:
Mengimani sebagaimana diturunkan, tanpa:

  • Tahrif (menyelewengkan makna),
  • Takyif (membayangkan bentuknya),
  • Tamtsil (menyerupakan dengan makhluk),
  • Ta’thil (meniadakan sifat-sifat).

Inilah akidah para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ari.


Kedekatan Allah kepada Makhluk-Nya

Allah bersama makhluk-Nya, namun:

  • Bukan berarti menyatu (hulul),
  • Bukan pula terpisah secara tempat, karena Allah tidak terikat ruang dan arah.

Allah:

  • Maha Dekat namun juga Maha Tinggi,
  • Tak terjangkau oleh pancaindra,
  • Tidak dapat disentuh,
  • Tidak berjenis,
  • Tidak serupa dengan makhluk dalam bentuk apa pun.

PERINGATAN PENTING: JANGAN MEMBAYANGKAN DZAT ALLAH!

Bayangan terhadap Dzat Allah:

  • Berasal dari khayalan makhluk,
  • Dapat merusak akal, dan
  • Membatalkan tauhid secara batin.

Hal-Hal yang Ditiadakan dari Allah:

No Yang Ditiadakan Penjelasan Singkat
1. Tasybih Allah tidak menyerupai makhluk
2. Hulul Allah tidak menyatu dalam makhluk
3. Intiqal Allah tidak berpindah-pindah tempat
4. Infishal Allah tidak terpisah sebagai zat yang terpecah
5. Mumalatsah Allah tidak bersentuhan secara fisik
6. Mutajanis Allah tidak memiliki pasangan atau jenis

Maha Suci Allah dari segala bentuk sifat yang disematkan oleh akal manusia yang terbatas.


Dzat Allah adalah Ghaib Mutlak

  • Dzat Allah tidak dapat dijangkau oleh logika.
  • Tidak dapat dianalisis oleh pikiran manusia.
  • Maka, jangan memikirkan Dzat-Nya, karena:

"Bagaimana mungkin akal manusia menjangkau Dzat Allah,
sementara langit saja—ciptaan-Nya—tidak bisa dijangkau dengan sempurna oleh manusia?"


Yang Dapat Kita Kenali:

  1. Asmaul Husna – Nama-nama Allah yang indah dan sempurna.
  2. Af’alullah – Perbuatan-perbuatan Allah yang tampak dalam ciptaan.
  3. Shifatullah – Sifat-sifat Allah yang Dia tetapkan dalam wahyu.

Adapun Dzat Allah, adalah perkara ghaib mutlak yang tidak boleh dibayangkan, dipikirkan, atau dianalisis.


Tingkatan Kedekatan Allah kepada Hamba-Nya:

  1. Qurbul Birr – Kedekatan berupa kebaikan Allah kepada hamba-Nya.
  2. Qurbur Rahmah – Kedekatan dalam bentuk kasih sayang dan rahmat-Nya.
  3. Qurbul Luthf – Kedekatan melalui kelembutan dan kehalusan takdir-Nya.

Tingkatan Penyertaan Allah terhadap Hamba-Nya:

  1. Dengan Ilmu-Nya – Allah mengetahui segala keadaan hamba-Nya.
  2. Dengan Perlindungan-Nya – Allah melindungi, menjaga, dan memelihara hamba-Nya.
  3. Dengan Pendengaran dan Penglihatan-Nya – Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengawasi.

Penutup

Semoga penjelasan ini:

  • Meneguhkan tauhid kita kepada Allah,
  • Menjaga kita dari kesesatan berupa tasybih (penyerupaan) maupun ta’thil (peniadaan sifat),
  • Dan meneguhkan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam manhaj Imam Abul Hasan al-Asy’ari.

اللهم ثبتنا على عقيدة السلف الصالح ووفاتنا على ملة نبيك محمد ﷺ



0 komentar:

Posting Komentar