MASIH TERUS HIDUP, TAPI DI ALAM BARZAKH – DAN MAMPU MENDOAKAN YANG HIDUP DI DUNIA
Rasulullah Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam telah wafat dari kehidupan dunia. Demikian pula para ulama pewaris para nabi (العلماء ورثة الأنبياء) — mereka telah mengalami perpisahan dari dunia fana ini. Namun sesungguhnya mereka tidak mati dalam arti lenyap atau hilang, melainkan hidup di alam lain: alam barzakh.
Kematian bukanlah akhir dari kehidupan,
melainkan pintu gerbang menuju kehidupan yang lain —
kehidupan di alam barzakh.
Karena itulah ketika kita menziarahi makam Rasulullah ﷺ atau para shalihin, kita mengucapkan salam:
"As-salāmu ‘alaikum ahlad-diyār..."
dan mereka — yang hidup di alam barzakh — menjawab salam itu.
Ini menjadi bukti jelas bahwa mereka masih hidup,
meskipun bukan di alam yang sama dengan kita.
Bahkan mereka dapat melihat dan mendengar siapa saja yang mengunjungi dan menyapa mereka.
Jawaban Salam adalah Doa
Ketika mereka menjawab salam, seperti
"Wa ‘alaykumus-salām...",
itu bukan hanya ungkapan balasan — itu adalah doa!
Dan tentu bukan hanya sebatas menjawab salam.
Rasulullah ﷺ di alam barzakh mendoakan umatnya.
Dan para pewaris beliau pun — para ulama — juga dapat mendoakan umat Nabi Muhammad ﷺ dari alam barzakh.
Apakah kita mengira doa hanya bisa dipanjatkan dari dunia fisik?
Apakah begitu sulit memahami bahwa orang-orang pilihan Allah tetap memiliki peran dalam rahmat-Nya meski mereka telah wafat?
"Janganlah kamu mengatakan ‘mereka mati’ terhadap orang-orang yang terbunuh di jalan Allah. Sungguh, mereka itu hidup di sisi Allah dan mendapatkan rezeki."
(QS. Ali ‘Imrān: 169)
Mereka hidup.
Mereka mendapat rezeki.
Mereka mendapat kehormatan.
Mereka masih berperan dalam limpahan rahmat dan doa.
Siapa yang Sebenarnya Mati?
Adapun yang benar-benar "mati", adalah mereka yang hidup di dunia tapi hatinya mati.
Allah berfirman:
"Mereka punya mata tapi tidak melihat,
punya telinga tapi tidak mendengar,
dan punya hati tapi tidak menggunakannya untuk memahami.
Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Itulah orang-orang yang lalai."**
(QS. Al-A‘rāf: 179)
Mereka hidup secara jasmani,
tapi ruhani mereka mati.
Itulah orang mati yang sebenarnya — bahkan saat mereka masih berjalan di atas bumi.
Penutup Doa
Semoga Allah menyingkap hijab hati kita,
memberikan pemahaman yang jernih dan penuh cahaya,
agar kita tidak menjadi orang yang hidup secara fisik, tapi mati secara maknawi.
Āmīn, Yā Rabbal-‘Ālamīn.






0 komentar:
Posting Komentar