Rabu, 04 Juni 2025

SALAFI WAHABI ABAIKAN ...?



Pendapat Iman Ahmad bin Hambal dan Abdul Wahhab dan Ibnu Taimiyah yang sebenarnya selaras dengan Ahlussunah tapi tak dihiraukan oleh salafi Wahabi yang mengaku sebagai pengikut mereka ?

Pendapat Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, dan Muhammad bin Abdul Wahhab yang Sebenarnya Selaras dengan Ahlussunnah wal Jama’ah Tetapi Tidak Dihiraukan oleh Salafi Wahabi

Salafi Wahabi mengklaim mengikuti Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, dan Muhammad bin Abdul Wahhab. Namun, ada beberapa pendapat mereka yang sebenarnya sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah tetapi justru diabaikan oleh Salafi Wahabi sendiri.



1. Imam Ahmad bin Hambal: Tidak Mengkafirkan Orang yang Bertawassul dan Tabarruk

📜 Salafi Wahabi mengharamkan tawassul dan tabarruk, padahal Imam Ahmad membolehkannya!

🔹 Imam Ahmad bin Hambal dalam kitabnya "Al-Manaqib" meriwayatkan:
"Aku tidak melihat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang yang mengalami kesulitan selain bertawassul dengan Rasulullah ﷺ."

✅ Fakta:

  • Imam Ahmad membolehkan bertawassul dengan Rasulullah ﷺ setelah wafatnya.
  • Salafi Wahabi menganggap tawassul sebagai syirik, padahal ini bertentangan dengan pendapat Imam Ahmad sendiri.

⏩ Kesimpulan: Salafi Wahabi mengaku mengikuti Imam Ahmad, tetapi mereka menolak pendapatnya tentang tawassul dan tabarruk.



2. Ibnu Taimiyah: Tidak Menganggap Orang yang Salah dalam Takwil sebagai Kafir

📜 Salafi Wahabi mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang lain, tetapi Ibnu Taimiyah justru melarang hal ini!

🔹 Ibnu Taimiyah berkata dalam "Majmu' Fatawa" (3/229):
"Siapa saja yang melakukan takwil dalam hal sifat Allah berdasarkan ijtihadnya, maka tidak boleh dikafirkan, meskipun ia salah."

✅ Fakta:

  • Ibnu Taimiyah tidak mengkafirkan ulama yang mentakwil sifat Allah, seperti Asy’ariyah dan Maturidiyah.
  • Salafi Wahabi justru sering mengkafirkan dan menyesatkan ulama Asy’ariyah, seperti Imam Al-Ghazali dan Imam An-Nawawi.

⏩ Kesimpulan: Salafi Wahabi tidak konsisten dengan Ibnu Taimiyah karena mereka gemar menyesatkan Ahlussunnah yang berbeda pendapat.



3. Muhammad bin Abdul Wahhab: Tidak Mengkafirkan Muslim yang Bertawassul

📜 Salafi Wahabi menyesatkan umat Islam yang bertawassul, tetapi pendiri mereka sendiri tidak mengkafirkan!

🔹 Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam "Risalah Asy-Syubuhat" (hal. 72):
"Aku tidak mengkafirkan orang yang beribadah kepada berhala karena kebodohannya, apalagi orang yang bertawassul kepada wali."

✅ Fakta:

  • Muhammad bin Abdul Wahhab tidak langsung mengkafirkan orang yang bertawassul.
  • Salafi Wahabi lebih ekstrem daripada pendiri mereka sendiri, dengan mudahnya menuduh syirik bagi Muslim yang bertawassul.

⏩ Kesimpulan: Bahkan Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri lebih lunak daripada Salafi Wahabi zaman sekarang.



KESIMPULAN AKHIR

✔ Salafi Wahabi tidak sepenuhnya mengikuti Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, atau bahkan Muhammad bin Abdul Wahhab.
✔ Mereka lebih ekstrem dan sering mengabaikan pendapat ulama yang mereka klaim ikuti.
✔ Salafi Wahabi adalah kelompok yang tidak konsisten dengan dalil dan sejarah mereka sendiri.

💡 Solusi bagi Ahlussunnah wal Jama’ah:

  • Tetap berpegang pada madzhab fiqih yang benar (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali).
  • Mengikuti aqidah Asy’ariyah & Maturidiyah, yang merupakan aqidah mayoritas ulama Islam.
  • Tidak mudah terpengaruh oleh propaganda Salafi Wahabi yang sering menyesatkan ulama Sunni.


0 komentar:

Posting Komentar