Rabu, 04 Juni 2025

SLOGAN TIPUAN


SLOGAN TIPU TIPU

Salafi Wahabi suka menggunakan slogan yang kelihatannya islami, tapi kalau dipikir lebih dalam, banyak kontradiksinya. Jangan mudah terpengaruh!

✔ Islam itu luas, tidak sempit seperti pemahaman mereka.
✔ Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama’ah adalah pewaris ilmu Nabi ﷺ, bukan kelompok kecil yang mengklaim paling benar.
✔ Gunakan akal sehat, jangan asal ikut-ikutan tanpa berpikir!


Agar kaum muda makin paham dan gak gampang kejebak pemikiran Salafi Wahabi!



🔥 7 Sindiran Baru untuk Membedah Logika Salafi Wahabi 🔥


1️⃣ "Hanya Al-Qur’an dan Hadits" Tapi Nggak Bisa Bahasa Arab?!

📌 Salafi Wahabi: “Kami hanya berpegang pada Al-Qur’an dan Hadits, gak perlu ulama!”
📌 Ahlussunnah: “Kamu bisa bahasa Arab fusha?”
📌 Salafi Wahabi: “Ehm… belum lancar, sih.”
📌 Ahlussunnah: “Bisa ushul fiqih, ilmu tafsir, ilmu hadits?”
📌 Salafi Wahabi: “Belum belajar semua.”
📌 Ahlussunnah: “Lha terus kamu paham Al-Qur’an dan Hadits dari mana? Pakai Google Translate?”

👉 Kalau ilmunya masih nol, jangan sok merasa bisa memahami Islam sendiri tanpa bimbingan ulama!



2️⃣ "Anti Madzhab!" Tapi Pakai Pendapat Ulama Wahabi?!

📌 Salafi Wahabi: “Madzhab itu bikin perpecahan! Kami langsung ke dalil!”
📌 Ahlussunnah: “Jadi kalau ada masalah fiqih, kamu pakai pendapat siapa?”
📌 Salafi Wahabi: “Syaikh Albani, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin Baz…”
📌 Ahlussunnah: “Lha kok pakai ulama juga? Itu madzhab baru namanya.”

👉 Anti madzhab tapi malah bikin madzhab sendiri. Ironis banget!



3️⃣ "Semua yang Baru Itu Bid’ah!" Tapi Pakai Jam Tangan dan Mobil?!

📌 Salafi Wahabi: “Setiap yang baru dalam agama itu bid’ah! Bid’ah itu sesat!”
📌 Ahlussunnah: “Kalau gitu, naik mobil itu bid’ah dong? Pakai jam tangan juga bid’ah?”
📌 Salafi Wahabi: “Itu kan bukan ibadah.”
📌 Ahlussunnah: “Lha, maulid Nabi itu ibadah atau ekspresi cinta?”
📌 Salafi Wahabi: “Ehm… anu…”

👉 Mereka pilih-pilih bid’ah seenaknya sendiri. Kalau menguntungkan, boleh. Kalau nggak suka, dibilang sesat.



4️⃣ "Nabi Tidak Pernah Lakukan Itu!" Tapi Gak Mau Poligami?!

📌 Salafi Wahabi: “Kita harus mengikuti Nabi 100%! Apa yang Nabi tidak lakukan, jangan dilakukan!”
📌 Ahlussunnah: “Nabi poligami, kamu udah?”
📌 Salafi Wahabi: “Ehm, belum siap.”
📌 Ahlussunnah: “Lho, kok sunnah yang ini gak dijalankan?”

👉 Giliran sunnah yang menguntungkan, mereka kejar. Giliran yang berat, pura-pura gak tahu!


5️⃣ "Jangan Hormati Makam!" Tapi Ka’bah Dicium?!

📌 Salafi Wahabi: “Jangan cium makam Rasulullah! Itu syirik!”
📌 Ahlussunnah: “Tapi kamu cium Hajar Aswad di Ka’bah?”
📌 Salafi Wahabi: “Itu sunnah!”
📌 Ahlussunnah: “Berarti mencium batu boleh, tapi mencium makam Rasulullah ﷺ gak boleh?”

👉 Logika aneh: batu boleh dicium, tapi makam manusia paling mulia gak boleh dihormati?



6️⃣ "Jangan Tawassul dan Berdoa Lewat Orang Saleh!" Tapi Minta Doa ke Ustadz?!

📌 Salafi Wahabi: “Berdoa harus langsung ke Allah, jangan lewat perantara!”
📌 Ahlussunnah: “Kalau sakit, kamu minta doa ke ustadz gak?”
📌 Salafi Wahabi: “Iya, biar lebih mustajab.”
📌 Ahlussunnah: “Lha, kalau orang soleh yang sudah wafat lebih dekat ke Allah, kenapa gak boleh minta doa lewat mereka?”

👉 Tawassul itu bukan minta ke orang mati, tapi minta ke Allah lewat perantara. Beda jauh sama syirik!



7️⃣ "Jangan Ikut Imam Syafi’i, Imam Hanafi!" Tapi Ikut Ulama Wahabi?!

📌 Salafi Wahabi: “Jangan taklid ke imam madzhab! Harus langsung ke Al-Qur’an dan Hadits!”
📌 Ahlussunnah: “Terus kalau ada pertanyaan fiqih, kamu ikut siapa?”
📌 Salafi Wahabi: “Syaikh Albani, Syaikh Bin Baz.”
📌 Ahlussunnah: “Lha, kok ikut ulama juga? Bedanya apa sama kami yang ikut Imam Syafi’i?”

👉 Mereka bilang jangan ikut ulama, tapi malah ikut ulama mereka sendiri. Kontradiksi banget!


🔥 Kesimpulan: Jangan Mudah Tertipu! 🔥

💡 Salafi Wahabi sering pakai slogan yang kelihatan islami, tapi kalau dikaji lebih dalam, banyak kontradiksinya.

✔ Islam itu luas dan penuh rahmat, tidak sempit seperti pemahaman mereka.
✔ Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama’ah adalah pewaris ilmu Nabi ﷺ, bukan kelompok kecil yang suka mengklaim paling benar.
✔ Gunakan akal sehat, jangan asal ikut-ikutan tanpa berpikir




🔥 7 Sindiran Ringan untuk Membuka Mata Kaum Muda tentang Salafi Wahabi 🔥


1️⃣ "Kembali ke Al-Qur'an dan Hadits" tapi Malah Tinggalkan Ulama?!

📌 Salafi Wahabi: “Kami tidak ikut mazhab, kami langsung ke Al-Qur’an dan Hadits!”
📌 Ahlussunnah: “Kamu paham bahasa Arab? Kamu ngerti ilmu tafsir? Kamu bisa ijtihad sendiri?”
📌 Salafi Wahabi: “Ehhh… anu… kami ikut pendapat Syaikh Bin Baz dan Albani.”
📌 Ahlussunnah: “Jadi kamu tetap ikut ulama, cuma bukan ulama yang diakui mayoritas umat Islam.”

👉 Mau kembali ke Al-Qur’an dan Hadits tapi tetap butuh ulama, kan? Jadi kenapa tinggalkan mazhab yang sudah jelas sanadnya?”



2️⃣ Menuduh Bid’ah, Tapi Pakai HP dan Mikrofon?!

📌 Salafi Wahabi: “Maulid Nabi itu bid’ah! Ziarah kubur itu bid’ah! Sholawat nariyah itu bid’ah!”
📌 Ahlussunnah: “Lho, kamu ceramah pakai mikrofon, rekam pakai HP, terus upload ke YouTube… Itu ada di zaman Nabi gak?”
📌 Salafi Wahabi: “Ehhh, tapi ini beda…”
📌 Ahlussunnah: “Ooooh, jadi bid’ah yang menguntungkan boleh, ya?”

👉 Kalau semua yang baru disebut bid’ah sesat, kenapa Wahabi tetap pakai teknologi? Kok bisa pilih-pilih mana yang bid’ah dan mana yang tidak?”



3️⃣ "Kami Paling Benar!" Tapi Jumlahnya Paling Sedikit?!

📌 Salafi Wahabi: “Hanya kami yang paham Islam dengan benar! Mayoritas umat Islam sudah menyimpang!”
📌 Ahlussunnah: “Jadi 90% umat Islam salah, dan hanya kelompok kecil kalian yang benar?”
📌 Salafi Wahabi: “Iya! Kebenaran itu sedikit!”
📌 Ahlussunnah: “Terus katanya Islam rahmatan lil ‘alamin? Kok malah eksklusif buat grup kecil doang?”

👉 Logikanya aneh: mayoritas ulama dan umat Islam salah, tapi segelintir mereka yang benar?



4️⃣ "Jangan Tawassul!" Tapi Minta Doa ke Ustadz?

📌 Salafi Wahabi: “Tawassul itu syirik! Jangan minta doa ke orang yang sudah meninggal!”
📌 Ahlussunnah: “Tapi kalau kamu sakit, kamu minta doa ke ustadz dan teman-teman, kan?”
📌 Salafi Wahabi: “Iya.”
📌 Ahlussunnah: “Lah, bedanya apa? Kamu percaya doa orang saleh di dunia dikabulkan, tapi gak percaya doa orang saleh yang sudah wafat lebih mustajab?”

👉 Kalau minta doa ke orang hidup boleh, kenapa ke orang saleh yang sudah wafat tidak boleh? Bukankah mereka lebih dekat kepada Allah?”



5️⃣ "Jangan Ziarah Kubur!" Tapi Kuburan Ulama Wahabi Ramai?

📌 Salafi Wahabi: “Ziarah kubur itu bid’ah! Jangan tabarruk ke kuburan!”
📌 Ahlussunnah: “Tapi kok kuburan Syaikh Bin Baz dan Syaikh Albani ramai peziarah?”
📌 Salafi Wahabi: “Itu beda…”
📌 Ahlussunnah: “Lha, kalau ziarah ke ulama kalian boleh, kenapa ke makam Rasulullah ﷺ atau wali Allah gak boleh?”

👉 Aneh, ya? Ziarah ke kuburan ulama Wahabi boleh, tapi ke makam Rasulullah ﷺ malah dilarang?”



6️⃣ "Kami Mengikuti Salaf!" Tapi Ikut Muhammad bin Abdul Wahhab?!

📌 Salafi Wahabi: “Kami hanya ikut pemahaman salaf!”
📌 Ahlussunnah: “Terus siapa yang kamu ikuti?”
📌 Salafi Wahabi: “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.”
📌 Ahlussunnah: “Lah, dia hidup di abad ke-18. Salaf itu abad ke-3 Hijriyah. Kok bisa dia disebut salaf?”


👉 Salaf itu ulama terdahulu seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal. Kok bisa Muhammad bin Abdul Wahhab yang lahir belakangan disebut salaf?”



7️⃣ "Jangan Ikut Ulama Sufi!" Tapi Syaikh Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad Juga Punya Unsur Tasawuf?!

📌 Salafi Wahabi: “Jangan ikut tasawuf! Itu sesat!”
📌 Ahlussunnah: “Tapi Syaikh Ibnu Taimiyah juga membahas tasawuf di kitabnya.”
📌 Salafi Wahabi: “Ehhh, tapi…”
📌 Ahlussunnah: “Terus Imam Ahmad bin Hambal juga belajar tasawuf dari Imam Maruf al-Karkhi. Berarti mereka sesat juga?”

👉 Kalau benar-benar anti-tasawuf, kenapa tidak sekalian mengkritik Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad bin Hambal yang juga mengakui nilai-nilai tasawuf?”


🔥 Kesimpulan: Jangan Mudah Tertipu dengan Slogan Keras! 🔥

 💡 Islam adalah agama yang luas dan penuh kasih sayang. Jangan sampai Islam yang damai berubah menjadi agama yang keras dan penuh kebencian hanya karena mengikuti paham yang salah!

✔ Belajarlah dari ulama yang sanadnya jelas.
✔ Jangan mudah tertipu dengan slogan "Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits" tanpa ilmu yang benar.
✔ Jangan terjebak dengan pemikiran yang mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang lain.
✔ Islam itu rahmatan lil ‘alamin, bukan agama yang keras dan penuh kebencian!

0 komentar:

Posting Komentar