Selasa, 03 Juni 2025

TALQIN DALAM ISLAM

 


 Talqin dalam Islam, dilengkapi dalil, praktik ulama salaf, serta koreksi terhadap penolakan kalangan Salafi-Wahabi terhadapnya:


TALQIN DALAM ISLAM

(Pengajaran Langsung dan Bimbingan Ruhani dari Guru ke Murid)


1. Pengertian Talqin

Talqin secara bahasa berarti: “menyampaikan sesuatu ke dalam hati atau pikiran orang lain dengan lembut”.

Dalam istilah agama, talqin adalah proses pengajaran langsung oleh seorang guru kepada murid, khususnya dalam aspek:

  • Zikir dan tauhid, untuk masuk ke dalam tarekat atau mengamalkan zikir tertentu.
  • Syahadat saat sakaratul maut, sebagai pengingat kalimat tauhid.
  • Penanaman ruhani dan pembimbingan spiritual dalam ilmu tasawuf.

Talqin bukan sekadar pelafalan, tetapi pemindahan cahaya ilmu, adab, dan ruhaniyah dari guru kepada murid melalui sanad yang bersambung.


2. Dalil dan Legitimasi Talqin

a. Dari al-Qur’an

  • QS. Al-Mujadilah [58]:11
    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
    ➤ Ilmu ditanamkan dan diwariskan melalui bimbingan, bukan dibaca sendiri semata.

b. Dari Hadis

  • Hadis riwayat Abu Dawud & Ahmad:
    "Talqinlah orang yang akan meninggal di antara kamu dengan ‘Laa ilaha illallah’."
    ➤ Ini adalah bentuk talqin langsung, bahkan pada saat kritis ruh akan meninggalkan jasad.

  • Riwayat pengajaran Nabi ﷺ kepada para sahabatnya dalam bentuk zikir, doa, dan bacaan menunjukkan bahwa talqin adalah metode utama Nabi dalam mentransfer ilmu ruhani.

c. Dari Praktik Sahabat dan Tabi’in

  • Para sahabat seperti Abu Hurairah, Ali, Ibn Mas’ud membimbing murid-muridnya dengan mengulang-ulang dzikir, doa, dan ilmu, bukan sekadar menyuruh mereka membaca buku.

3. Talqin dalam Tasawuf dan Tarekat

Dalam dunia tasawuf, talqin adalah awal dari suluk (perjalanan ruhani). Melalui talqin, seorang murid:

  • Ditanamkan kalimat zikir (biasanya Laa ilaha illallah) secara langsung oleh mursyid.
  • Diberikan metode dzikir, adab dalam suluk, dan rahasia batin dari guru.
  • Menerima “ruh sanad” yang menghubungkan dirinya dengan Nabi ﷺ.

Imam Junaid al-Baghdadi berkata:
"Ilmu ini (tasawuf) tidak bisa diambil hanya dari bacaan, tapi dari sohbah (pergaulan dengan guru) dan talqin."


4. Pentingnya Talqin dalam Pendidikan Ruhani

  • Menjaga kemurnian ilmu: Sanad dan talqin memastikan bahwa pemahaman tidak melenceng.
  • Menanamkan adab, bukan hanya ilmu formal.
  • Mewujudkan hubungan murid-guru, seperti antara Nabi dan sahabat, sahabat dan tabi’in.

Tanpa talqin, umat akan mudah terjebak pada:

  • Penafsiran literal yang kering.
  • Ekstremisme karena tidak ada pembimbing ruhani.
  • Fanatisme terhadap teks tanpa bimbingan pemahaman maqashid (tujuan syariah).

5. Salafi-Wahabi Menolak Talqin, Mengapa Ini Bermasalah?

Salafi-Wahabi menolak talqin dalam zikir dan tarekat dengan alasan:

  • Tidak ada dalam sunnah (padahal ada).
  • Dianggap bid’ah (padahal para ulama salaf melakukannya).
  • Mengklaim semua bisa dipelajari sendiri dari buku atau langsung dari Qur'an dan hadits.

Kritik terhadap pandangan ini:

  • Bertentangan dengan praktik para sahabat dan salaf.
  • Menyebabkan kerusakan adab kepada guru dan ilmu.
  • Melahirkan generasi yang mengklaim tahu agama tapi tidak punya bimbingan ruhani, kering, bahkan bisa kasar dan merasa paling benar.

6. Kesimpulan

Talqin adalah metode pewarisan ilmu yang paling sahih dan mendalam dalam Islam. Ia menjamin kesinambungan sanad, kejernihan pemahaman, dan penjagaan adab ruhani.

Menolak talqin secara mutlak berarti:

  • Menolak metode Rasulullah ﷺ dalam mendidik sahabat.
  • Merusak jalur sanad dan tradisi keilmuan Islam.
  • Menutup pintu pembersihan jiwa yang benar melalui bimbingan ruhani.


0 komentar:

Posting Komentar