Rabu, 04 Juni 2025

BENANG MERAH SALAFI WAHABI

 


Benang Merah Pertentangan antara Salafi Wahabi dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah, dan Imam Ahmad bin Hambal

Salafi Wahabi mengklaim mengikuti pemikiran Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, dan Muhammad bin Abdul Wahhab, tetapi banyak pendapat mereka sendiri yang bertentangan dengan ajaran tiga tokoh tersebut. Berikut ini beberapa benang merah pertentangan utama:



1. Mudah Mengkafirkan Umat Islam (Takfir), Padahal Pendiri Mereka Tidak Seekstrem Itu


📜 Salafi Wahabi sering mengkafirkan umat Islam yang bertawassul dan berziarah, tetapi Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri lebih berhati-hati dalam masalah ini!

🔹 Pendapat Muhammad bin Abdul Wahhab:
"Aku tidak mengkafirkan orang yang melakukan syirik karena kebodohan atau karena ia tidak tahu dalilnya." (Risalah Asy-Syubuhat, hal. 72)

🔹 Kesalahan Salafi Wahabi:

  • Mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang yang bertawassul, padahal pendiri mereka sendiri tidak langsung mengkafirkan.
  • Menganggap semua Muslim di luar pemahaman mereka sebagai musyrik dan ahli bid’ah.

✅ Benang Merah: Salafi Wahabi lebih ekstrem daripada Muhammad bin Abdul Wahhab dalam mengkafirkan umat Islam.



2. Menolak Takwil, Padahal Ibnu Taimiyah Sendiri Menggunakan Takwil dalam Beberapa Hal

📜 Salafi Wahabi menolak takwil ayat mutasyabihat, tetapi Ibnu Taimiyah sendiri dalam beberapa kasus menggunakan takwil!

🔹 Pendapat Ibnu Taimiyah dalam "Majmu’ Fatawa" (5/261):
"Kalimat 'yadullah' (tangan Allah) bisa bermakna kekuasaan-Nya dalam beberapa konteks."

🔹 Kesalahan Salafi Wahabi:

  • Mereka menolak semua bentuk takwil, sehingga cenderung jatuh ke dalam tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk).
  • Menganggap orang yang mentakwil ayat sifat sebagai menyimpang dan tidak mengikuti sunnah.

✅ Benang Merah: Ibnu Taimiyah masih mentakwil dalam beberapa kasus, tetapi Salafi Wahabi menolak semua bentuk takwil, bahkan menyalahkan ulama yang mentakwil.



3. Mengaku Mengikuti Imam Ahmad bin Hambal, tetapi Menyalahi Madzhab Hanbali

📜 Salafi Wahabi mengklaim sebagai pengikut Imam Ahmad, tetapi banyak ajaran mereka justru bertentangan dengan madzhab Hanbali!

🔹 Pendapat Imam Ahmad bin Hambal tentang Tawassul:
"Bertawassul dengan Rasulullah ﷺ adalah hal yang diperbolehkan dan dianjurkan." (Al-Manaqib, Ibnul Jauzi)

🔹 Kesalahan Salafi Wahabi:

  • Menganggap tawassul sebagai syirik dan bid’ah, padahal Imam Ahmad sendiri membolehkannya.
  • Tidak mengikuti madzhab Hanbali secara utuh, tetapi memilih pendapat tertentu yang sesuai dengan paham mereka.

✅ Benang Merah: Salafi Wahabi menyeleweng dari ajaran Imam Ahmad bin Hambal dan tidak mengikuti madzhab Hanbali dengan benar.



4. Sikap Anti Mazhab, Padahal Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad Bermazhab

📜 Salafi Wahabi menolak taqlid kepada madzhab, tetapi Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad tetap berpegang pada madzhab!

🔹 Pendapat Imam Ahmad:
"Mengikuti madzhab itu penting, karena tidak semua orang mampu berijtihad sendiri."

🔹 Kesalahan Salafi Wahabi:

  • Menganggap bermazhab sebagai taqlid buta dan sering mengatakan "Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits" tanpa memahami fiqih secara mendalam.
  • Mengabaikan empat madzhab fiqih (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) yang merupakan pilar utama Ahlussunnah wal Jama’ah.

✅ Benang Merah: Salafi Wahabi anti-mazhab, sementara Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad masih berpegang pada madzhab.



5. Sikap Keras dan Intoleran, Padahal Pendiri Mereka Tidak Seekstrem Itu

📜 Salafi Wahabi terkenal dengan dakwah yang keras dan sering memecah belah umat Islam, tetapi para tokoh yang mereka klaim ikuti lebih bijaksana dalam dakwahnya.

🔹 Pendapat Muhammad bin Abdul Wahhab:
"Aku tidak menginginkan kecuali perbaikan dan kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa orang Islam harus meninggalkan mazhab mereka."

🔹 Kesalahan Salafi Wahabi:

  • Menyerang ulama-ulama Sunni yang berbeda pendapat dengan mereka.
  • Menganggap perayaan Maulid Nabi ﷺ sebagai bid’ah sesat, padahal banyak ulama Sunni membolehkannya.

✅ Benang Merah: Salafi Wahabi lebih kaku dan ekstrem dalam berdakwah, sementara pendiri mereka sendiri masih lebih moderat.


KESIMPULAN: Salafi Wahabi Tidak Konsisten dengan Tokoh yang Mereka Klaim Ikuti


💡 Kesimpulan Akhir:
✔ Salafi Wahabi bukan pengikut sejati Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, atau Muhammad bin Abdul Wahhab.
✔ Mereka hanya mengambil sebagian pendapat yang sesuai dengan kepentingan mereka, sementara menolak pendapat lain yang tidak sesuai.
✔ Salafi Wahabi lebih ekstrem dan tidak konsisten dibandingkan dengan ulama yang mereka klaim ikuti.


0 komentar:

Posting Komentar