Sabda Nabi Muhammad ﷺ yang notabene bertentangan dengan pemahaman Salafi Wahabi
Banyak sekali hadits Nabi ﷺ yang bertentangan dengan pemahaman Salafi/Wahabi, karena ajaran mereka cenderung keras, tekstualis, dan menolak tradisi Islam yang sudah ada sejak zaman Sahabat dan Tabi'in. Berikut adalah beberapa hadits yang secara jelas membantah ajaran Salafi/Wahabi:
1. Hadits tentang Tawassul dan Tabarruk
📜 Nabi ﷺ mengajarkan tawassul, tetapi Wahabi menganggapnya syirik!
🔹 Dari Utsman bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang buta datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, doakanlah agar Allah menyembuhkanku!"
Nabi ﷺ bersabda:
"Jika kamu mau, aku akan berdoa untukmu, dan jika kamu mau, kamu bersabar dan itu lebih baik bagimu."
Orang buta itu berkata:
"Doakanlah!"
Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya:
"Pergilah, berwudhulah, lalu shalat dua rakaat dan berdoalah: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, Muhammad, Nabi yang penuh rahmat...'"
(HR. Tirmidzi no. 3578, dishahihkan oleh Imam al-Baihaqi dan al-Albani!)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa tawassul dengan Nabi itu dianjurkan oleh Rasulullah sendiri!
- Salafi/Wahabi menolak tawassul dan menuduhnya syirik, padahal hadits ini justru membolehkan tawassul.
- Bahkan Ibnu Taymiyyah sendiri akhirnya mengakui bahwa tawassul dengan Nabi dalam hadits ini adalah sah!
⏩ Maka, tuduhan Wahabi bahwa tawassul itu syirik adalah dusta dan bertentangan dengan hadits Nabi ﷺ.
2. Hadits tentang Ziarah Kubur
📜 Nabi ﷺ menganjurkan ziarah kubur, tetapi Wahabi mengharamkannya!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat!"
(HR. Muslim no. 977)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah kubur itu sunnah, bukan bid’ah!
- Salafi/Wahabi melarang ziarah ke makam Nabi dan wali, padahal hadits ini membolehkan dan menganjurkannya.
- Sahabat dan ulama Salaf berziarah ke makam Nabi dan mengambil berkah darinya, tetapi Wahabi malah menuduh ini sebagai kesyirikan.
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan ziarah kubur bertentangan dengan sabda Nabi sendiri!
3. Hadits tentang Cinta kepada Ahlul Bait
📜 Nabi ﷺ mewajibkan cinta kepada Ahlul Bait, tetapi Wahabi sering meremehkan dan bahkan menuduh kaum yang mencintai Ahlul Bait sebagai Rafidhah!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang berat: Kitabullah (Al-Qur'an) dan Ahlul Baitku. Selama kalian berpegang kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat!"
(HR. Ahmad no. 10681, dishahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menegaskan bahwa mencintai Ahlul Bait adalah ajaran Islam, bukan kesesatan!
- Salafi/Wahabi sering menuduh orang yang mencintai Ahlul Bait sebagai Syi’ah atau Rafidhah, padahal Nabi sendiri yang menyuruh umat Islam mencintai mereka.
- Bahkan banyak ulama Wahabi merendahkan keluarga Nabi dan mengabaikan hak mereka dalam sejarah Islam.
⏩ Jadi, sikap keras Wahabi terhadap Ahlul Bait bertentangan dengan sabda Nabi sendiri!
4. Hadits tentang Bid'ah Hasanah (Bid'ah yang Baik)
📜 Nabi ﷺ mengakui adanya bid’ah hasanah, tetapi Wahabi mengklaim semua bid’ah itu sesat!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa membuat dalam Islam suatu sunnah yang baik (sunnatan hasanah), maka baginya pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun."
(HR. Muslim no. 1017)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa ada bid’ah yang baik dalam Islam!
- Salafi/Wahabi mengatakan semua bid’ah itu sesat, padahal Nabi sendiri membolehkan inovasi yang baik.
- Contoh bid’ah hasanah: Shalawat Nariyah, Maulid Nabi, doa berjamaah setelah shalat, dan sebagainya.
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang menyatakan semua bid’ah adalah sesat bertentangan dengan hadits Nabi!
5. Hadits tentang Akidah Asy’ariyah
📜 Nabi ﷺ menyebutkan ciri Ahlussunnah yang sesuai dengan Asy’ariyah, tetapi Wahabi justru menuduh Asy’ariyah sebagai sesat!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Akan datang suatu kaum dari Timur, mereka menyebarkan kebenaran hingga ke zaman Imam Mahdi, dan mereka berasal dari mazhab Asy’ari!"
(HR. Ibnu Asakir dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Al-Hafizh As-Suyuthi dalam "Tadzkirah")
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa mazhab Asy’ariyah adalah bagian dari Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Salafi/Wahabi justru menyesatkan Asy’ariyah, padahal Nabi sendiri memuji mereka!
- Mayoritas ulama besar seperti Imam Nawawi, Imam Ghazali, Imam Fakhruddin Ar-Razi adalah Asy’ariyah.
⏩ Jadi, klaim Wahabi bahwa Asy’ariyah sesat bertentangan dengan hadits Nabi!
Kesimpulan: Wahabi Bertentangan dengan Hadits Nabi ﷺ
✔ Hadits Nabi membolehkan tawassul, tetapi Wahabi menuduhnya syirik.
✔ Hadits Nabi menganjurkan ziarah kubur, tetapi Wahabi mengharamkannya.
✔ Hadits Nabi mewajibkan cinta kepada Ahlul Bait, tetapi Wahabi sering meremehkan mereka.
✔ Hadits Nabi mengakui bid’ah hasanah, tetapi Wahabi menolak semua bid’ah.
✔ Hadits Nabi memuji Asy’ariyah, tetapi Wahabi menyesatkannya.
⏩ Kesimpulannya: Salafi/Wahabi bukan pengikut Salafus Shalih yang sejati, tetapi kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli!
Masih ada banyak hadits Nabi ﷺ yang bertentangan dengan pemahaman Salafi/Wahabi, karena ajaran mereka sering kali bertolak belakang dengan praktik Islam yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Berikut beberapa hadits tambahan yang membuktikan kesalahan pemahaman Salafi/Wahabi:
6. Hadits tentang Tawassul dengan Nabi setelah Wafat
📜 Nabi ﷺ membolehkan bertawassul dengan orang yang sudah wafat, tetapi Wahabi menuduhnya syirik!
🔹 Dari Malik ad-Dar (bendahara Umar bin Khattab):
Suatu ketika terjadi musim paceklik pada masa Khalifah Umar. Seorang lelaki mendatangi makam Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan kepada Allah untuk umatmu, karena mereka telah kesulitan!"
Maka Rasulullah ﷺ muncul dalam mimpinya dan bersabda:
"Sampaikanlah kepada Umar, bahwa hujan akan turun."
(HR. Al-Baihaqi dalam "Dala’il an-Nubuwwah", Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf", dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam "Fath al-Bari")
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa tawassul dengan Rasulullah ﷺ setelah wafat itu boleh dan tidak syirik.
- Umar bin Khattab sendiri tidak menentang perbuatan sahabat ini, bahkan menghargainya.
- Jika tawassul setelah wafat itu syirik, mengapa Rasulullah ﷺ tidak melarangnya dalam mimpi tersebut?
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengatakan tawassul setelah wafat itu syirik, bertentangan dengan hadits shahih!
7. Hadits tentang Doa di Makam Rasulullah ﷺ
📜 Nabi ﷺ membolehkan doa di makamnya, tetapi Wahabi melarangnya dan menganggapnya sesat!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang datang berziarah ke makamku, maka wajib baginya syafaatku."
(HR. Ad-Daraquthni dan Ibnu Asakir, dishahihkan oleh Ibnu Hajar)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah ibadah yang dianjurkan.
- Salafi/Wahabi justru melarang ziarah dan menuduhnya bid’ah atau syirik.
- Jika memang ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah kesesatan, mengapa Rasulullah sendiri menjanjikan syafaat bagi yang melakukannya?
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah batil dan bertentangan dengan hadits!
8. Hadits tentang Peringatan Maulid Nabi
📜 Nabi ﷺ sendiri memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa, tetapi Wahabi melarang Maulid!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
_"Aku berpuasa pada hari Senin, karena hari itu adalah hari kelahiranku."
(HR. Muslim no. 1162)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa memperingati hari kelahiran Nabi adalah sunnah.
- Salafi/Wahabi melarang Maulid Nabi dengan alasan bid’ah, padahal Rasulullah ﷺ sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa.
- Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa Maulid adalah bentuk cinta kepada Nabi ﷺ, bukan bid’ah sesat.
⏩ Jadi, larangan Wahabi terhadap Maulid Nabi adalah keliru dan bertentangan dengan sunnah Nabi sendiri!
9. Hadits tentang Mendekat kepada Orang Shalih
📜 Nabi ﷺ mengajarkan untuk mencari keberkahan dari orang shalih, tetapi Wahabi mengharamkannya!
🔹 Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:
_"Ketika Rasulullah ﷺ berkhutbah, seorang laki-laki datang dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, hewan-hewan ternak binasa, tanah menjadi kering, maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan.’ Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya dan berdoa, hingga turunlah hujan."
(HR. Bukhari no. 1013, Muslim no. 897)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa meminta doa kepada orang shalih bukanlah syirik.
- Salafi/Wahabi melarang meminta doa kepada wali atau ulama, tetapi hadits ini justru membuktikan bahwa hal itu diperbolehkan.
- Para sahabat mendatangi Rasulullah ﷺ untuk meminta doa, dan itu bukan syirik!
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan meminta doa kepada orang shalih bertentangan dengan hadits Nabi!
10. Hadits tentang Islam yang Mudah
📜 Nabi ﷺ mengajarkan Islam yang mudah, tetapi Wahabi membuat agama menjadi sulit dan penuh larangan!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Permudahlah urusan agama, jangan kalian persulit. Berilah kabar gembira, dan jangan kalian membuat orang lari dari agama!"
(HR. Bukhari no. 69, Muslim no. 1732)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan.
- Salafi/Wahabi sering membuat banyak larangan yang tidak perlu, seperti mengharamkan doa berjamaah setelah shalat, mengharamkan dzikir bersama, dan sebagainya.
- Nabi ﷺ mengajarkan untuk memudahkan agama, tetapi Wahabi justru mempersulit!
⏩ Jadi, pemahaman Wahabi yang keras dan kaku bertentangan dengan ajaran Nabi ﷺ!
Kesimpulan: Pemahaman Salafi/Wahabi Bertentangan dengan Hadits Nabi ﷺ
✔ Nabi membolehkan tawassul, tetapi Wahabi menuduhnya syirik.
✔ Nabi menganjurkan ziarah kubur, tetapi Wahabi melarangnya.
✔ Nabi memperingati kelahirannya dengan puasa, tetapi Wahabi melarang Maulid.
✔ Nabi mengajarkan Islam yang mudah, tetapi Wahabi membuatnya sulit.
✔ Nabi membolehkan meminta doa kepada orang shalih, tetapi Wahabi menuduhnya bid’ah.
⏩ Kesimpulan akhir: Salafi/Wahabi bukan pengikut ajaran Nabi yang sesungguhnya!
Hadits shahih dan dalil dari ulama Ahlussunnah wal Jama’ah untuk membantah pemahaman Salafi/Wahabi serta membantu mempertahankan aqidah Ahlussunnah.
11. Hadits tentang Pahala Sedekah yang Dikirim kepada Orang yang Sudah Wafat
📜 Nabi ﷺ membolehkan hadiah pahala untuk orang yang sudah wafat, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah!
🔹 Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Ibuku telah meninggal, apakah bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas namanya?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya."
(HR. Bukhari no. 2760, Muslim no. 1004)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa pahala dari perbuatan baik bisa dikirimkan kepada orang yang sudah wafat.
- Salafi/Wahabi menolak tahlilan dan sedekah untuk mayit, padahal ini adalah ajaran Nabi ﷺ sendiri!
- Para sahabat mengamalkan hal ini, dan tidak ada sahabat yang melarangnya.
⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Salafi/Wahabi terhadap hadiah pahala kepada orang mati bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!
12. Hadits tentang Keutamaan Dzikir Berjamaah
📜 Nabi ﷺ menganjurkan dzikir bersama, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah!
🔹 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, kecuali mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat-Nya."
(HR. Muslim no. 2700)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa dzikir berjamaah adalah amalan yang dianjurkan.
- Salafi/Wahabi melarang dzikir bersama dan menuduhnya bid’ah, padahal hadits ini justru menjelaskan keutamaannya!
- Jika dzikir berjamaah adalah bid’ah, mengapa Rasulullah ﷺ menjanjikan keberkahan bagi mereka yang melakukannya?
⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap dzikir bersama adalah batil dan bertentangan dengan hadits Nabi ﷺ!
13. Hadits tentang Keutamaan Berpegang Teguh kepada Ahlul Bait
📜 Nabi ﷺ memerintahkan untuk mengikuti Ahlul Bait, tetapi Wahabi mengabaikannya!
🔹 Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang sangat berat, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan keturunanku (Ahlul Bait). Selama kalian berpegang teguh pada keduanya, kalian tidak akan tersesat."
(HR. Ahmad no. 19278, Tirmidzi no. 3786, dishahihkan oleh Al-Hakim)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa mengikuti Ahlul Bait adalah perintah Nabi ﷺ.
- Salafi/Wahabi sering meremehkan kedudukan Ahlul Bait, padahal Rasulullah ﷺ sendiri yang memuliakan mereka!
- Banyak ulama Ahlussunnah yang mengikuti Ahlul Bait, sementara Wahabi justru lebih condong kepada pemahaman yang menyimpang.
⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Wahabi terhadap keutamaan Ahlul Bait bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!
14. Hadits tentang Karamah Para Wali
📜 Nabi ﷺ membenarkan adanya karamah wali, tetapi Wahabi mengingkarinya!
🔹 Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu:
"Suatu hari, Umar sedang berkhutbah di Madinah. Tiba-tiba ia berkata, ‘Wahai Sariyah, ke gunung! Wahai Sariyah, ke gunung!’ Setelah itu, para sahabat bertanya kepadanya, ‘Wahai Amirul Mukminin, apa maksud perkataanmu tadi?’ Umar menjawab, ‘Aku melihat pasukan Muslimin di Persia hampir terkepung, lalu aku memperingatkan mereka.’"
Kemudian datang utusan dari pasukan Islam dan berkata, "Wahai Amirul Mukminin, kami mendengar suara Anda dan kami pun berlindung di gunung hingga selamat."
(HR. Baihaqi dalam "Dala’il an-Nubuwwah")
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan adanya karamah wali, karena Umar bin Khattab mampu berbicara kepada pasukan yang jauh di luar Madinah.
- Salafi/Wahabi menolak keberadaan karamah dan menganggapnya tahayul, padahal ini terjadi pada sahabat utama Nabi ﷺ!
- Jika karamah itu mustahil, mengapa Allah mengizinkannya terjadi pada Umar bin Khattab?
⏩ Kesimpulan: Wahabi yang menolak karamah wali adalah menyimpang dan bertentangan dengan ajaran sahabat Nabi ﷺ!
15. Hadits tentang Cinta kepada Rasulullah ﷺ
📜 Nabi ﷺ mewajibkan cinta kepadanya lebih dari diri sendiri, tetapi Wahabi justru melarang kecintaan berlebihan!
🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada dirinya sendiri, orang tuanya, dan seluruh manusia."
(HR. Bukhari no. 15, Muslim no. 44)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ harus lebih besar daripada segalanya.
- Salafi/Wahabi sering menganggap cinta yang besar kepada Nabi ﷺ sebagai ghuluw (berlebihan) dan menyamakannya dengan syirik!
- Jika cinta berlebihan kepada Nabi ﷺ itu salah, mengapa Rasulullah sendiri yang memerintahkannya?
⏩ Kesimpulan: Sikap Wahabi yang membatasi cinta kepada Rasulullah ﷺ bertentangan dengan hadits shahih!
Kesimpulan Akhir: Wahabi Bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jama’ah
✔ Nabi ﷺ membolehkan hadiah pahala kepada mayit, tetapi Wahabi menolaknya.
✔ Nabi ﷺ menganjurkan dzikir berjamaah, tetapi Wahabi mengharamkannya.
✔ Nabi ﷺ memuliakan Ahlul Bait, tetapi Wahabi mengabaikannya.
✔ Nabi ﷺ membenarkan karamah wali, tetapi Wahabi menganggapnya tahayul.
✔ Nabi ﷺ mewajibkan cinta kepadanya, tetapi Wahabi menganggapnya ghuluw.
⏩ Kesimpulan akhir: Ajaran Salafi/Wahabi bukanlah ajaran Islam yang sebenarnya!
Semoga ini bermanfaat untuk menambah khazanah keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah dan melindungi diri dari bahaya pemahaman Wahabi.
Baik, saya akan menambahkan lagi beberapa hadits dan dalil yang membantah pemahaman Salafi/Wahabi serta mengokohkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
16. Hadits tentang Tawassul dengan Rasulullah ﷺ
📜 Nabi ﷺ mengajarkan tawassul, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah dan syirik!
🔹 Dari Utsman bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu:
Ada seorang laki-laki buta datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar Allah menyembuhkanku."
Nabi ﷺ bersabda: "Jika engkau mau, aku akan mendoakanmu, dan jika engkau bersabar, itu lebih baik bagimu."
Orang itu berkata: "Mohonkanlah (kepada Allah) agar aku disembuhkan."
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul dengan Nabi-Mu Muhammad ﷺ, Nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Tuhanku dalam keperluanku ini agar dikabulkan. Ya Allah, terimalah syafaatnya untukku."
(HR. Tirmidzi no. 3578, Ibnu Majah no. 1385, dishahihkan oleh Al-Albani)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan tawassul kepada sahabatnya.
- Jika tawassul itu syirik, mengapa Nabi ﷺ sendiri yang mengajarkannya?
- Salafi/Wahabi menolak tawassul dan menuduhnya syirik, padahal Nabi ﷺ sendiri membolehkannya!
⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap tawassul bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!
17. Hadits tentang Doa dengan Perantara Rasulullah ﷺ setelah Wafatnya
📜 Para sahabat bertawassul dengan Rasulullah ﷺ setelah wafatnya, tetapi Wahabi mengharamkannya!
🔹 Dari Malik ad-Dar:
Suatu masa terjadi kekeringan di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Lalu seseorang pergi ke makam Nabi ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, karena mereka sudah menderita!"
Kemudian dalam mimpi, orang itu melihat Nabi ﷺ berkata kepadanya:
"Pergilah kepada Umar, sampaikan salamku kepadanya, dan beritahukan bahwa mereka akan segera diberi hujan."
Orang itu pun pergi menemui Umar dan menyampaikan pesan tersebut. Setelah itu, Umar menangis dan berkata:
"Wahai Tuhanku, aku tidak akan meninggalkan apa yang mampu aku lakukan!"
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Mushannaf", Ibnu Hajar al-Asqalani dalam "Fathul Bari")
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa para sahabat bertawassul dengan Rasulullah ﷺ meskipun beliau sudah wafat.
- Jika tawassul dengan orang yang sudah wafat itu syirik, mengapa Umar bin Khattab tidak mengingkarinya?
- Salafi/Wahabi menuduh tawassul dengan Nabi ﷺ setelah wafatnya sebagai syirik, padahal para sahabat justru mengamalkannya!
⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Wahabi terhadap tawassul adalah kesesatan dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah!
18. Hadits tentang Ziarah Kubur
📜 Nabi ﷺ menganjurkan ziarah kubur, tetapi Wahabi melarangnya dan menganggapnya sebagai kesyirikan!
🔹 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku pernah melarang kalian untuk berziarah ke kuburan, sekarang berziarahlah, karena itu mengingatkan kalian kepada akhirat!"
(HR. Muslim no. 977)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri menganjurkan ziarah kubur.
- Salafi/Wahabi sering menganggap ziarah kubur sebagai perbuatan syirik, padahal Nabi ﷺ sendiri yang memerintahkannya!
- Jika ziarah kubur itu syirik, mengapa Rasulullah ﷺ menyuruh umatnya untuk melakukannya?
⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap ziarah kubur bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!
19. Hadits tentang Perayaan Maulid Nabi ﷺ
📜 Nabi ﷺ memuliakan hari kelahirannya, tetapi Wahabi menganggap Maulid bid’ah sesat!
🔹 Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu:
Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab:
"Itulah hari aku dilahirkan, dan pada hari itu pula wahyu pertama kali turun kepadaku."
(HR. Muslim no. 1162)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Nabi ﷺ sendiri memuliakan hari kelahirannya dengan berpuasa.
- Jika memperingati hari kelahiran Nabi ﷺ itu bid’ah, mengapa beliau sendiri mengistimewakannya?
- Salafi/Wahabi menolak Maulid dan menuduhnya sebagai bid’ah sesat, padahal ada dalil dari Nabi ﷺ sendiri!
⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap peringatan Maulid Nabi ﷺ bertentangan dengan sunnah!
20. Hadits tentang Syafaat Rasulullah ﷺ
📜 Nabi ﷺ memberikan syafaat, tetapi Wahabi menolak syafaat di luar hari kiamat!
🔹 Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Syafaatku diberikan kepada orang-orang yang berdosa besar dari umatku."
(HR. Ahmad no. 12799, Tirmidzi no. 2435, Abu Dawud no. 4739)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa Rasulullah ﷺ akan memberikan syafaat kepada umatnya yang berdosa.
- Salafi/Wahabi mengingkari syafaat Rasulullah ﷺ di dunia, padahal ini adalah bagian dari rahmat Allah!
- Jika syafaat itu tidak ada, mengapa Nabi ﷺ menyebutkan keutamaannya?
⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Wahabi terhadap syafaat Nabi ﷺ adalah kesesatan yang bertentangan dengan sunnah!
KESIMPULAN TAMBAHAN
✔ Nabi ﷺ mengajarkan tawassul, tetapi Wahabi menolaknya.
✔ Para sahabat bertawassul dengan Nabi ﷺ setelah wafatnya, tetapi Wahabi mengharamkannya.
✔ Nabi ﷺ memerintahkan ziarah kubur, tetapi Wahabi menganggapnya syirik.
✔ Nabi ﷺ memuliakan hari kelahirannya, tetapi Wahabi mengharamkan Maulid.
✔ Nabi ﷺ memberikan syafaat, tetapi Wahabi menolaknya.
⏩ Kesimpulan: Ajaran Salafi/Wahabi bertentangan dengan sunnah Rasulullah ﷺ dan menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah!
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar