Siapa yang menentang atau menganggap Ibnu Al 'Arobi, Al Ghazali dan dan Jalaluddin Arruumi sebagai ajaran yang menyimpang dari Islam?
Beberapa kelompok dalam Islam yang mengkritik atau bahkan menganggap ajaran Ibnu Arabi, Al-Ghazali, dan Jalaluddin Rumi sebagai menyimpang dari Islam berasal dari kalangan Salafi/Wahabi, Ibnu Taymiyyah, Albani, Bin Baz, Utsaimin, Ibnu Rusyd dan sebagian ulama Hanbali, Ahlul Hadits, dan beberapa ulama Sunni konservatif.
Berikut adalah pandangan mereka:
1. Kritik terhadap Ibnu Arabi (Wahdatul Wujud)
Ibnu Arabi terkenal dengan konsep Wahdatul Wujud (kesatuan eksistensi), yang sering disalahpahami sebagai panteisme (menganggap segala sesuatu adalah Tuhan). Kritik utama datang dari:
Ibnu Taymiyyah (1263-1328 M)
- Menganggap ajaran Wahdatul Wujud sebagai bid’ah dan kufur, dia mengartikannya dengan pemahaman bahwa makhluk dan Tuhan tidak terpisah.
- Dalam Majmu’ al-Fatawa, ia menyebut pemikiran Ibnu Arabi sebagai ajaran zindiq (sesat).
Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792 M)
- Pendiri gerakan Wahabi menolak tasawuf secara umum, terutama konsep Wahdatul Wujud, karena dianggap bertentangan dengan versi tauhid yang mengetrapkan Model Trilogi Tauhid.
- Menganggap pengaruh Ibnu Arabi sebagai faktor penyebaran ajaran sufi yang menyimpang.
Ulama Salafi Kontemporer
- Albani, Bin Baz, dan Utsaimin sering mengkritik Ibnu Arabi dalam fatwa mereka, menolak ajarannya sebagai bagian dari Islam.
2. Kritik terhadap Al-Ghazali (Tasawuf dalam Filsafat)
Al-Ghazali adalah ulama besar yang membela tasawuf dalam Islam, tetapi ia juga mendapat kritik dari beberapa kalangan:
Filosof Islam seperti Ibnu Rusyd (Averroes)
- Dalam Tahafut al-Tahafut, Ibnu Rusyd menolak kritik Al-Ghazali terhadap filsafat dan menuduhnya sebagai menghancurkan akal dalam Islam.
- Menganggap Al-Ghazali terlalu banyak memasukkan elemen mistisisme dalam Islam.
Ibnu Taymiyyah
- Menghormati Al-Ghazali dalam beberapa aspek, tetapi mengkritik pemikirannya dalam tasawuf yang dianggap terlalu dekat dengan filsafat Yunani.
- Menganggap beberapa ajaran tasawufnya dapat menjurus ke ghuluw (berlebihan) dalam agama.
3. Kritik terhadap Jalaluddin Rumi (Sufi dan Puisi Mistis)
Jalaluddin Rumi terkenal dengan puisinya dalam Mathnawi dan konsep cinta mistik (ishq ilahi). Namun, beberapa kritik datang dari:
Ulama Wahabi dan Salafi
- Menganggap Rumi terlalu menyebarkan mistisisme yang jauh dari syariat Islam.
- Menolak konsep tarian sufi (Sema atau Whirling Dervishes), karena dianggap sebagai bid’ah.
Sebagian Ulama Sunni Klasik
- Beberapa ulama Sunni juga mengkritik penggunaan musik dan tarian dalam ibadah yang dipopulerkan oleh para pengikut Rumi.
- Menolak gaya bahasa metaforis Rumi, yang sering diartikan sebagai kesatuan manusia dengan Tuhan
Kesimpulan
- Ibnu Arabi paling banyak ditentang oleh ulama Salafi/Wahabi dan Ibnu Taymiyyah karena ajaran Wahdatul Wujud yang dianggap kufur.
- Al-Ghazali dikritik oleh para filosof (seperti Ibnu Rusyd) karena menolak filsafat, dan oleh ulama Salafi karena mendukung tasawuf.
- Jalaluddin Rumi ditolak oleh Wahabi dan sebagian ulama Sunni karena penggunaan musik, tarian, dan bahasa mistis dalam puisinya.
Namun, meskipun ada kritik, banyak ulama besar Sunni seperti Imam Nawawi, As-Suyuthi, dan Al-Ghazali sendiri tetap membela tasawuf sebagai bagian sah dari Islam.
Kalangan Salafi/Wahabi adalah kelompok yang paling keras dalam menolak ajaran Ibnu Arabi, Jalaluddin Rumi, dan sebagian pemikiran Al-Ghazali, terutama dalam aspek tasawuf yang mereka anggap menyimpang dari tauhid.
Namun, kritik terhadap mereka tidak hanya datang dari Salafi. Ada juga:
- Ibnu Rusyd (dari kalangan filsuf Islam) – Mengkritik Al-Ghazali karena menyerang filsafat dalam Tahafut al-Falasifah.
- Sebagian ulama Hanbali dan Ahlul Hadits – Menganggap ajaran sufi tertentu sebagai ghuluw (berlebihan).
- Beberapa ulama Sunni konservatif – Mengkritik penggunaan musik dan tarian dalam praktik sufi seperti yang dilakukan pengikut Rumi.
Jadi, Salafi/Wahabi adalah yang paling menentang, disamping itu ada juga ulama dari latar belakang lain yang mengkritik aspek tertentu dari ajaran mereka.







0 komentar:
Posting Komentar