Rabu, 04 Juni 2025

Salafi Wahabi Tak Diakui Oleh Para Ulama' Sunni Sebagai wal Jama'ah?

 



Dalam hal ini Ulama' terbanyak yaitu dari kalangan Sunni, sedangkan salafi wahabi sangat sedikit. Apakah salafi diakui oleh para Ulama' Sunni sebagai ahlussunah wal Jama'ah?


Secara umum, Salafi/Wahabi tidak diakui sebagai bagian utama dari Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) oleh mayoritas ulama Sunni tradisional dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali Asy’ari/Maturidi.

Namun, Salafi sendiri mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama'ah, karena mereka mengaku mengikuti pemahaman salafus shalih (generasi awal Islam).

Pandangan Ulama Sunni tentang Salafi/Wahabi

  1. Ulama Sunni Tradisional (Asy'ariyah & Maturidiyah)

    • Mayoritas Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan sebagian Hanbali) tidak mengakui Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena:
      • Mereka menolak tasawuf, sementara tasawuf diakui oleh banyak ulama Sunni.
      • Mereka menolak akidah Asy'ariyah dan Maturidiyah, padahal dua akidah ini menjadi dasar keyakinan Sunni di dunia Islam.
      • Mereka cenderung menganggap kelompok lain sebagai sesat atau bid’ah.

    Ulama yang menolak Salafi sebagai bagian dari Aswaja:

    • Syekh al-Azhar Ahmad Thayyib – Menegaskan bahwa Salafi Wahabi bukan bagian dari Ahlussunnah wal Jama’ah.
    • Syekh Ramadhan al-Buthi – Mengkritik keras Wahabi karena banyak melakukan takfir (menganggap Muslim lain kafir).
    • Syekh Ali Jum'ah (mantan Mufti Mesir) – Menyebut Wahabi sebagai ajaran yang merusak persatuan Islam.
  2. Ulama Hanbali Tradisional

    • Meskipun Wahabi mengklaim mengikuti mazhab Hanbali, banyak ulama Hanbali justru menolak Wahabi, seperti:
      • Imam Ibnul Qudamah – Ulama Hanbali klasik yang lebih condong kepada akidah Asy’ariyah.
      • Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi – Ulama Hanbali yang menentang ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab.
  3. Ulama Salafi Sendiri

    • Mereka mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
    • Menganggap banyak amalan kaum Sunni seperti tawassul, ziarah kubur, dan tasawuf sebagai bid’ah.
    • Beberapa tokoh Salafi terkenal: Albani, Bin Baz, Utsaimin, dan Fawzan.

Kesimpulan

✔ Mayoritas ulama Sunni tidak mengakui Salafi/Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena berbeda dalam akidah dan manhaj.
✔ Salafi sendiri tetap mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
✔ Dalam sejarahnya, Wahabi/Salafi lebih sering berselisih dengan ulama Sunni tradisional, terutama dalam soal takfir dan bid’ah.


0 komentar:

Posting Komentar