Selasa, 02 Desember 2025

Tahlilan: Membaca Tahlil dan Doa untuk Mayit secara berjamaah

 

Tahlilan: Membaca Tahlil dan Doa untuk Mayit secara berjamaah

❌ Tuduhan Wahhabi:

Tahlilan adalah bid’ah karena Nabi ﷺ tidak pernah mengajarkan acara ini.

✅ Jawaban Ahlussunnah:

🔹 Dalil Al-Qur'an:

  • QS. Al-Hasyr: 10
    “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: ‘Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman...’”
    ➤ Ini dalil doa untuk orang mati dianjurkan.

🔹 Dalil Hadis:

  • HR. Muslim:
    “Apabila seseorang meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
    ➤ Doa anak shalih dan orang lain untuk mayit diperbolehkan dan dianjurkan.

🔹 Dalil dari Sahabat:

  • Dalam “Musannaf Ibn Abi Syaibah”, sahabat Nabi, Sayyidina Ibn Mas’ud, menganjurkan untuk berkumpul dan membaca Al-Qur’an dan berdoa untuk mayit.

🔹 Ijma’ Ulama:

  • Ulama mazhab Syafi’i seperti Imam Nawawi dan Imam As-Suyuthi membolehkan berkumpul untuk membaca Al-Qur’an dan mendoakan mayit.


0 komentar:

Posting Komentar