Selasa, 02 Desember 2025

Siapakah Aswaja?

 

Ulama' terbanyak yaitu dari kalangan Sunni, sedangkan salafi wahabi sangat sedikit. Salafi tak diakui oleh para Ulama' Sunni sebagai ahlussunah wal Jama'ah.

Secara umum, Salafi/Wahabi tidak diakui sebagai bagian utama dari Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) oleh mayoritas ulama Sunni tradisional dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali Asy’ari/Maturidi.

Namun, Salafi sendiri mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama'ah, karena mereka mengaku mengikuti pemahaman salafus shalih (generasi awal Islam).

Pandangan Ulama Sunni tentang Salafi/Wahabi

  1. Ulama Sunni Tradisional (Asy'ariyah & Maturidiyah)

    • Mayoritas Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan sebagian Hanbali) tidak mengakui Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena:
      • Mereka menolak tasawuf, sementara tasawuf diakui oleh banyak ulama Sunni.
      • Mereka menolak akidah Asy'ariyah dan Maturidiyah, padahal dua akidah ini menjadi dasar keyakinan Sunni di dunia Islam.
      • Mereka cenderung menganggap kelompok lain sebagai sesat atau bid’ah.

    Ulama yang menolak Salafi sebagai bagian dari Aswaja:

    • Syekh al-Azhar Ahmad Thayyib – Menegaskan bahwa Salafi Wahabi bukan bagian dari Ahlussunnah wal Jama’ah.
    • Syekh Ramadhan al-Buthi – Mengkritik keras Wahabi karena banyak melakukan takfir (menganggap Muslim lain kafir).
    • Syekh Ali Jum'ah (mantan Mufti Mesir) – Menyebut Wahabi sebagai ajaran yang merusak persatuan Islam.
  2. Ulama Hanbali Tradisional

    • Meskipun Wahabi mengklaim mengikuti mazhab Hanbali, banyak ulama Hanbali justru menolak Wahabi, seperti:
      • Imam Ibnul Qudamah – Ulama Hanbali klasik yang lebih condong kepada akidah Asy’ariyah.
      • Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi – Ulama Hanbali yang menentang ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab.
  3. Ulama Salafi Sendiri

    • Mereka mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
    • Menganggap banyak amalan kaum Sunni seperti tawassul, ziarah kubur, dan tasawuf sebagai bid’ah.
    • Beberapa tokoh Salafi terkenal: Albani, Bin Baz, Utsaimin, dan Fawzan.

Kesimpulan

✔ Mayoritas ulama Sunni tidak mengakui Salafi/Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena berbeda dalam akidah dan manhaj.
✔ Salafi sendiri tetap mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
✔ Dalam sejarahnya, Wahabi/Salafi lebih sering berselisih dengan ulama Sunni tradisional, terutama dalam soal takfir dan bid’ah.


0 komentar:

Posting Komentar