Ulama' terbanyak yaitu dari kalangan Sunni, sedangkan salafi wahabi sangat sedikit. Salafi tak diakui oleh para Ulama' Sunni sebagai ahlussunah wal Jama'ah.
Secara umum, Salafi/Wahabi tidak diakui sebagai bagian utama dari Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) oleh mayoritas ulama Sunni tradisional dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali Asy’ari/Maturidi.
Namun, Salafi sendiri mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama'ah, karena mereka mengaku mengikuti pemahaman salafus shalih (generasi awal Islam).
Pandangan Ulama Sunni tentang Salafi/Wahabi
Ulama Sunni Tradisional (Asy'ariyah & Maturidiyah)
- Mayoritas Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan sebagian Hanbali) tidak mengakui Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena:
- Mereka menolak tasawuf, sementara tasawuf diakui oleh banyak ulama Sunni.
- Mereka menolak akidah Asy'ariyah dan Maturidiyah, padahal dua akidah ini menjadi dasar keyakinan Sunni di dunia Islam.
- Mereka cenderung menganggap kelompok lain sebagai sesat atau bid’ah.
Ulama yang menolak Salafi sebagai bagian dari Aswaja:
- Syekh al-Azhar Ahmad Thayyib – Menegaskan bahwa Salafi Wahabi bukan bagian dari Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Syekh Ramadhan al-Buthi – Mengkritik keras Wahabi karena banyak melakukan takfir (menganggap Muslim lain kafir).
- Syekh Ali Jum'ah (mantan Mufti Mesir) – Menyebut Wahabi sebagai ajaran yang merusak persatuan Islam.
- Mayoritas Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan sebagian Hanbali) tidak mengakui Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena:
Ulama Hanbali Tradisional
- Meskipun Wahabi mengklaim mengikuti mazhab Hanbali, banyak ulama Hanbali justru menolak Wahabi, seperti:
- Imam Ibnul Qudamah – Ulama Hanbali klasik yang lebih condong kepada akidah Asy’ariyah.
- Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi – Ulama Hanbali yang menentang ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab.
- Meskipun Wahabi mengklaim mengikuti mazhab Hanbali, banyak ulama Hanbali justru menolak Wahabi, seperti:
Ulama Salafi Sendiri
- Mereka mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
- Menganggap banyak amalan kaum Sunni seperti tawassul, ziarah kubur, dan tasawuf sebagai bid’ah.
- Beberapa tokoh Salafi terkenal: Albani, Bin Baz, Utsaimin, dan Fawzan.
Kesimpulan
✔ Mayoritas ulama Sunni tidak mengakui Salafi/Wahabi sebagai representasi utama Ahlussunnah wal Jama’ah, karena berbeda dalam akidah dan manhaj.
✔ Salafi sendiri tetap mengklaim sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi menolak akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
✔ Dalam sejarahnya, Wahabi/Salafi lebih sering berselisih dengan ulama Sunni tradisional, terutama dalam soal takfir dan bid’ah.






0 komentar:
Posting Komentar