Ijma' itu terbanyak Ulama', bukan semua Ulama' (tidak harus seluruh Ulama'). Bilamana ada segelintir Ulama' yang tidak bersepakat ... apalagi yang tak bersepakat itu adalah ULAMA' YANG TAK MU'TABAR, maka hal itu tak manafikan ketetapan Para Ulama' Aswaja sama sekali ‼️
Tanpa Ulama' "yang tak muktabar" pun ... hal itu sudah masuk ke kategori IJMA' menurut para Ulama' Aswaja.
Tapi kalau Ulama' Mu'tazillah - Khowarij - Wahhabi & Syi'ah harus dipersyaratkan sebagai kelengkapan bagian Ulama' yang harus juga bersetuju atau bersepakat... lalu BARU BISA DIBILANG IJMA' maka hal itu tak sesuai dengan kesepakatan para aswaja sebagai JUMHUR ULAMA'.
Jika hendak memaksakan... maka silahkan buktikan KONSEP ULAMA' MANA yang Mendefinisikan secara KHUSUS seperti apa yang dikatakan oleh Syi'ah ???
COBA PAKAI LOGIKA KEMUNGKINAN...
Bahwa bisa saja Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan jalan keluar terbaik bagi sahabat-sahabat-Nya yakni "Jalan kepada Taubat An_Nashuuchaa."
atau
BISA PAKAI LOGIKA KEBIASAAN ...
Jika ada yang hendak memasukkan sebagai *Kategori Sahabat Kita* tapi koq ternyata mereka berencana hendak membunuh kita, .... maka kenyataan seperti itu NGGAK MASUK DI AKAL KEBIASAAN KITA‼️
sebab orang yang jahat tak mungkin bisa dikategorikan sebagai YANG DAPAT DIKATAKAN TERMASUK SEBAGAI SAHABAT KITA‼️ Begitu 😊
Jika dalam kehidupan kita sendiri saja ... tak mungkin orang-orang yang memusuhi kita apalagi sampai mau mencelakai kita itu masih bisa dianggap sebagai sahabat kita ?
KESIMPULANNYA ...
Pastinya kita tak akan pernah mau *mengkategorikan orang-orang yang mau menjahati kita itu sebagai sahabat kita!* Apalagi mereka telah secara nyata hendak mencelakai diri kita ... Pastilah takkan mungkin begitu!
Makanya....
Syi'ah sangat dimungkinkan telah SALAH MENAFSIRKAN atau SALAH DALAM LOGIKANYA!
Jedduuarr🔥💥 Inilah yang kita takutkan dari akibat "MEMIKIR-MIKIR SENDIRI" tanpa mengambil Pedoman Ulama' Aswaja, ya bisa dipastikan *BERTENTANGAN DENGAN IJMA' ULAMA' ‼️ ... By the way ... Dengan kata lain seseorang Syi'ah sedang memposisikan sebagai Mujatahid Baru. ... Jadi ingat Muhammad bin Abdul Wahhab ya 😂😂😂 atau Paling Jelas & Nyata adalah SEKTE KHAWARIJ BARU sebab telah dengan kokoh MENYELISIHI AS_SAWAAD AL_A'ZHOM‼️
Mengapa Rifidhoh Pengen Banget Mencela Para Sahabat Sih?
Ini dengan Berani beraninya membahas Sayyidina Abu Bakar Shiddiq dalam perspektif yang tidak benar (sesat !) dan dengan tanpa canggung mengatakan Abu Bakar Shiddiq sebagai anak haram. Ini perkataan sudah sangat keterlaluan. Sebab Nabi sendiri tapi pernah membahas apalagi menekankan hal itu sebab itu sebagai perkara yang telah berlalu sebelum keislaman Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ‼️
Inilah perlunya memahami cara mempelajari Ilmu Chadits terlebih Al Qur'an sebagai pedoman kehidupan berfiqh dan ber-'aqidah. Tidak asal comot dan pakai secara sembarangan ! TERLEBIH lagi untuk tujuan yang menyimpang dari tuntutan Nabi Muhammad ﷺ lebih khusus lagi untuk maksud Mendiskreditkan PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD ﷺ
Sekarang bukannya bisa sadar kesalahan eh tapi malah melanjutkan kedunguan dan kekurangan ajarannya terhadap para sahabat Nabi Muhammad ﷺ‼️
Sudah dikasih tahu untuk tidak mencela sahabat‼️Dan itu artinya diam! Makanya jangan mencela Nabi, Jangan mendahului Nabi dengan mencela paa sahabat Muhammad ﷺ.
Para Ulama' Sunni tidak membahas bagaimanapun soal sahabat, berdasarkan Sabda Nabi "Jangan mencela sahabat."
Kontek:
• Subyek sahabat adalah yang diakui keialmaan dan keimanannya.
• Yang dilaknat orang dengan perbuatannya saat kapan dilakukan oleh yang masih belum Islam & Iman. Sebab waktu kejadian adalah perkara yang sangat menentukan pemahaman lurus lho!
Tidak boleh menggunakan semua baik Al-Qur'an dan Al-Chadist Shohih sekalipun! Karena semuanya ada syaratnya dikaitkan dengan waktu‼️
Mitsaal....
Saat pemberlakuan "Hukum Minum Khamr" pada saat sebelum dan sesudah diharamkan.
Al Qur'an dan Al Chadits Shohih jika sudah Di Nasakh dan itu artinya tidak lagi diberlakukan hukumnya ... walaupun Al-Qur'an & Al-Chadits nya masih tertera dan bisa dibaca‼️
Maka seseorang yang hidup dizaman dan di haul Nabi ada:
1. Kaum kafirin dan Musyrikin yaitu kalangan yang menentang Nabi dan Muslimin.
2. Kaum Munafiq yaitu yang berpura-pura Islam.
Kedua golongan itu memang hidup disaat Nabi Hidup tapi bukanlah yang dimaksudkan sebagai Para Sahabat Nabi Muhammad ﷺ ‼️
Saat para Ulama' Sunni tidak sepemahaman dengan Syi'ah makanya para Ulama' Sunni tidak membenci dan mengikuti pemahaman yang Membolehkan Mencela Para Sahabat.
Sedangkan sahabat adalah orang-orang muslim mu'min setelah kekafiran dan kemunafikannya.
Maka kejadian Pencelaan terhadap seseorang yang EKS MUNAFIQ & KAFIR MUSYRIK di saat masih munafik kekafiran atau musyrik.
Maka itulah Para Ulama' Sunni Aswaja (bukan ahroor) mau mencela para sahabat! Dan kita adalah kaum yang mengikuti Para Ulama' Sunni Aswaja saja bukan mengikuti pemahaman liar dan sesatnya Syi'ah Rifidhoh.
*







0 komentar:
Posting Komentar