Tahlilan dan Doa untuk Mayit

 

Tahlilan dan Doa untuk Mayit

❌ Klaim Wahhabi:

“Tahlilan (doa bersama untuk mayit) adalah bid’ah karena tidak dilakukan Nabi ﷺ.”

✅ Bantahan Ahlussunnah:

Dalil Ahlussunnah:

🔹 QS. Al-Hasyr: 10

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berkata: ‘Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu dalam iman…’”

➡️ Ayat ini membolehkan bahkan memerintahkan doa untuk orang yang sudah wafat.

🔹 Hadits Sahih Muslim

“Mintalah ampunan untuk saudara kalian dan mohonkan keteguhan hati baginya, karena sekarang dia sedang ditanya.”
➡️ (HR. Muslim, no. 2877)

🔹 Ulama besar seperti Imam Nawawi, Imam as-Subki, Imam Ghazali, dll., menyatakan bahwa doa berjamaah untuk mayit adalah mubah dan tidak termasuk bid’ah dhalalah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (w. 333 H) terkait tauhid, sifat-sifat Allah, takwil, anti-tajsîm, iman, qadar, dan posisi mereka terhadap pemikiran Wahhabi

Alam Lahut Jabarut Malakut Nasut

PEMBAHASAN TENTANG HATI DAN RUH DALAM PANDANGAN ULAMA SUFI AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH