Berikut ini adalah dalil-dalil dari Ahlussunnah Wal Jama’ah yang secara khusus membantah dan menggugurkan dalil-dalil Wahhabi/Salafi yang melarang tawassul, tabarruk, istighatsah, dan ziarah kubur. Fokus kita adalah mementahkan tuduhan syirik dan bid’ah yang sering dilontarkan oleh mereka.
🟨 1. Masalah Tawassul
Klaim Wahhabi:
“Bertawassul kepada Nabi ﷺ atau wali = syirik, karena meminta kepada selain Allah.”
✅ Bantahan Ahlussunnah:
Dalil Ahlussunnah:
🔹 Hadits Orang Buta – Tawassul Diajarkan Langsung oleh Nabi ﷺ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ...
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad..."
➡️ (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Hakim dan al-Thabrani)
🔸 Nabi tidak melarang tawassul kepada dirinya, justru mengajarkan lafaznya.
🔸 Bahkan setelah wafatnya Nabi ﷺ, sahabat Utsman bin Hunaif mengajarkan doa yang sama kepada orang lain, tanpa dianggap bid’ah (lihat dalam Musnad Ahmad dan Mu'jam Kabir al-Thabrani).
🟨 2. Masalah Tabarruk (mencari berkah dari peninggalan Nabi)
Klaim Wahhabi:
“Tabarruk kepada bekas tubuh atau peninggalan Nabi = bid’ah syirik.”
✅ Bantahan Ahlussunnah:
Dalil Ahlussunnah:
🔹 Para Sahabat Bertabarruk dengan Air Wudhu Nabi ﷺ
"Jika Nabi berwudhu, mereka berebut bekas airnya dan mengusapkannya ke wajah dan kulit."
➡️ (HR. Bukhari no. 186 & Muslim no. 232)
🔹 Bilal membawa rambut Nabi ﷺ ke Damaskus dan dijadikan azimat
→ Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, juga disebut oleh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari.
🔸 Ini bukan hanya “diizinkan”, tapi dipraktikkan langsung oleh para sahabat Nabi.
🟨 3. Masalah Istighatsah (minta tolong kepada selain Allah dalam perkara ghaib)
Klaim Wahhabi:
“Istighatsah kepada Nabi atau wali = syirik akbar, karena meminta kepada selain Allah.”
✅ Bantahan Ahlussunnah:
Dalil Ahlussunnah:
🔹 QS. Al-Ma’idah: 35
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) kepada-Nya.”
➡️ Ulama tafsir seperti Imam al-Qurtubi, Imam Nawawi, menyatakan bahwa wasilah bisa melalui Nabi dan orang saleh.
🔹 Hadits: "Jika kalian kehilangan sesuatu, mintalah pertolongan kepada hamba-hamba Allah."
➡️ Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dan disebut oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam al-Fath.
➡️ Digunakan oleh Imam al-Subki dan as-Suyuthi untuk membolehkan istighatsah selama dalam bentuk "doakan saya di sisi Allah".
🟨 4. Masalah Ziarah Kubur dan Bertawassul di Makam Nabi ﷺ
Klaim Wahhabi:
“Ziarah ke kubur Nabi atau wali lalu berdoa di sana = bid’ah syirik.”
✅ Bantahan Ahlussunnah:
Dalil Ahlussunnah:
🔹 Hadits Nabi ﷺ:
"Dulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang ziarahlah, karena itu mengingatkan akhirat."
➡️ (HR. Muslim)
🔹 Hadits:
"Barang siapa berziarah kepadaku setelah aku wafat, maka dia seolah-olah menziarahiku saat hidup."
➡️ (HR. al-Bazzar dan ad-Daruquthni — Hasan lighairihi menurut sebagian ulama)
🔹 Imam Malik ketika ditanya apakah berdoa di dekat makam Nabi dibenci, beliau menjawab:
"Bagaimana mungkin tidak mencari perantara dan bertawassul dengan beliau? Beliau adalah perantara kita dan perantara umatnya!"
➡️ (Lihat: al-Shifa’ oleh Qadhi Iyadh)
📌 Tambahan Bantahan Terhadap Klaim Wahhabi dari Ulama Besar Ahlussunnah
Imam al-Subki (Syafi’iyah) dalam Syifa’ as-Saqam:
“Orang yang mengharamkan tawassul dan tabarruk adalah orang yang menyempitkan rahmat Allah tanpa dalil.”
Imam Ibn Hajar al-Haitami dalam al-Jawahir al-Mudhiyyah:
“Mengingkari tawassul dengan Nabi ﷺ adalah kedunguan dan penyimpangan dari ijma’ ulama.”
Imam as-Suyuthi dalam al-Khasais al-Kubra dan al-Durr al-Mantsur:
Menjelaskan praktik para sahabat dan tabiin yang tabarruk dan bertawassul kepada Nabi ﷺ setelah wafat.
✅ Kesimpulan:
Wahhabi menyatakan “syirik dan bid’ah” karena keliru dalam:
- Mencampur antara tawassul dengan ibadah kepada selain Allah.
- Menolak dalil-dalil praktik sahabat dan tabi'in.
- Menafsirkan Qur'an dan Hadits secara zhahir tanpa qawaid ushul.
Sebaliknya, Ahlussunnah Wal Jama’ah:
- Memiliki dalil eksplisit dari hadits sahih dan amal sahabat.
- Menggunakan kaidah:
"Setiap yang dilakukan sahabat dan tidak dilarang Nabi ﷺ, maka itu bagian dari syariat."






0 komentar:
Posting Komentar