Selasa, 02 Desember 2025

Banyak Pertentangan Antara Wahhabi Salafi dengan Salaf Al Sholih

Salafi Wahabi ini "kekeh" dengan pemahamannya yang sebenarnya nyata banyak pertentangan dengan Islam terutama pada sisi aqidahnya ?

Mengapa Salafi Wahabi "Kekeh" dengan Pemahamannya, Padahal Banyak Bertentangan dengan Islam?

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan Salafi Wahabi tetap bersikeras dengan pemahaman mereka, meskipun jelas bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan banyak dalil yang membantahnya. Berikut ini beberapa penyebab utama:


1. Pemahaman yang Kaku dan Literal terhadap Al-Qur’an dan Hadits

📜 Salafi Wahabi menolak tafsir ulama dan hanya memahami dalil secara tekstual (zhahir).

🔹 Contoh kesalahan pemahaman mereka:

  • Mereka memahami sifat Allah secara fisik (Tajsim/Anthropomorphisme), seperti Allah duduk di atas Arsy secara hakiki dan memiliki tangan, mata, serta wajah seperti makhluk.
  • Menolak tawassul, istighatsah, dan tabarruk, karena menganggapnya syirik, padahal ada banyak dalil yang membolehkannya.
  • Mengharamkan perayaan Maulid Nabi ﷺ, padahal para ulama Ahlussunnah telah menjelaskan kebolehannya dengan dalil yang kuat.

✅ Mengapa mereka bersikeras?
➡ Karena mereka hanya berpegang pada makna harfiah (tekstual) dan menolak pemahaman ulama Ahlussunnah yang lebih dalam.


2. Doktrin Ideologi yang Kuat dari Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab

📜 Salafi Wahabi menjadikan Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai sumber utama pemikiran mereka.

🔹 Ibnu Taimiyah (661–728 H)

  • Memiliki banyak pendapat kontroversial, termasuk menolak takwil ayat mutasyabihat dan memiliki pandangan tajsim tentang Allah.
  • Ditentang oleh banyak ulama Sunni seperti Imam Al-Subki, Imam Ibn Hajar Al-Haytami, dan lainnya.

🔹 Muhammad bin Abdul Wahhab (1703–1792 M)

  • Menganggap semua Muslim di luar pemahamannya sebagai musyrik dan halal darahnya.
  • Menghancurkan makam para sahabat dan ulama di Hijaz.
  • Bersikeras menolak ziarah kubur, tawassul, dan praktik yang telah diakui ulama Sunni sejak dahulu.

✅ Mengapa mereka bersikeras?
➡ Mereka mendewakan Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai kebenaran mutlak, sehingga sulit menerima kebenaran lain.


3. Didukung oleh Dana Minyak dan Kekuasaan Arab Saudi

📜 Penyebaran Wahabi sangat didukung oleh kekuatan politik dan ekonomi.

🔹 Fakta sejarah:

  • Wahabi berkembang pesat karena didukung oleh Kerajaan Saudi sejak didirikannya pada tahun 1744 melalui aliansi Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Saud.
  • Setelah Arab Saudi menemukan minyak, mereka mengucurkan dana miliaran dolar untuk menyebarkan paham Wahabi ke seluruh dunia.
  • Membangun universitas, media, dan buku-buku berisi paham Wahabi, serta memberikan beasiswa kepada para dai yang akan menyebarkan ajaran mereka.

✅ Mengapa mereka bersikeras?
➡ Mereka memiliki kepentingan politik dan finansial, sehingga tetap mempertahankan ajaran mereka meskipun bertentangan dengan Islam yang sebenarnya.


4. Pola Dakwah yang Agresif dan Eksklusif

📜 Salafi Wahabi menggunakan metode dakwah yang fanatik dan tidak menerima perbedaan pendapat.

🔹 Ciri khas dakwah mereka:

  • Mudah menyesatkan, membid’ahkan, dan mengkafirkan Muslim lain.
  • Menggunakan dalil secara sepotong-sepotong untuk membenarkan pemahaman mereka.
  • Membuat orang-orang yang baru belajar Islam menjadi fanatik dan menganggap semua ulama lain sesat.

✅ Mengapa mereka bersikeras?
➡ Karena mereka dilatih untuk tidak menerima pendapat lain dan menganggap hanya mereka yang benar.


5. Memanfaatkan Kebodohan dan Minimnya Ilmu Umat Islam

📜 Salafi Wahabi berkembang pesat di kalangan Muslim yang kurang ilmu agama.

🔹 Bagaimana mereka memanfaatkan ini?

  • Mereka menyasar orang-orang awam yang tidak memiliki pemahaman agama mendalam.
  • Mengajarkan Islam secara sederhana dan emosional, misalnya dengan mengatakan:
    • "Kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits!"
    • "Ulama zaman sekarang sudah banyak menyimpang!"
    • "Ajaran ini murni, semua yang lain adalah bid’ah!"
  • Membuat orang awam terkesan dengan kesederhanaan ajaran mereka, padahal sebenarnya sangat dangkal.

✅ Mengapa mereka bersikeras?
➡ Karena mereka tidak memiliki ilmu mendalam, tetapi merasa sudah paling benar setelah mendengar ceramah-ceramah Salafi.

Kelemahan dan Kontradiksi dalam Sikap Salafi/Wahabi

Meskipun ada beberapa aspek yang tampak logis, banyak sikap mereka yang justru bertentangan dengan prinsip Islam sendiri dan tidak masuk akal jika dikaji lebih dalam.

  1. Mengklaim Kembali ke Islam Murni, tapi Justru Tafsir Mereka Sendiri yang Dipaksakan

    • Mereka menolak madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah, padahal dua madzhab ini yang menyusun dasar akidah Sunni selama berabad-abad.
    • Mengklaim kembali ke Islam asli, tetapi metodologi mereka justru hasil ijtihad sendiri yang tidak diikuti mayoritas ulama sejak dulu.
  2. Menolak Bid’ah, tapi Banyak Hal yang Mereka Gunakan adalah Bid’ah

    • Mereka mengatakan "Setiap bid’ah sesat", tetapi mereka sendiri menggunakan mobil, mikrofon, kamera, dan internet, yang juga tidak ada di zaman Nabi.
    • Mereka menolak peringatan Maulid Nabi karena dianggap bid’ah, tetapi membuat kajian tahunan dan seminar tentang tauhid yang juga tidak ada di zaman Nabi.
  3. Sering Menuduh Muslim Lain Sesat atau Syirik

    • Mereka menganggap tawassul, tabarruk, dan ziarah kubur sebagai syirik, padahal para sahabat juga pernah melakukannya.
    • Menganggap hampir semua kelompok di luar mereka sebagai sesat, meskipun para ulama besar Islam justru tidak berpandangan demikian.
  4. Mengaku Mengikuti Salaf, tapi Banyak Ulama Salaf Justru Tidak Sependapat dengan Mereka

    • Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan para ulama besar lainnya tidak memiliki pemikiran seperti Salafi Wahabi.
    • Mereka sering mengutip Ibnu Taymiyyah, tetapi mayoritas ulama Hanbali klasik justru berbeda pendapat dengan Ibnu Taymiyyah dalam banyak hal.
  5. Menolak Tasawuf, Padahal Ulama Besar Sunni Mendukungnya

    • Mereka menganggap tasawuf sesat, tetapi tasawuf diakui oleh Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Suyuthi, dan banyak ulama Sunni lainnya.
    • Tasawuf yang benar tetap berpegang pada syariat, bukan seperti yang mereka tuduhkan sebagai penyimpangan.

Kesimpulan: 

Pendekatan ekstrem, penolakan terhadap tradisi Islam yang sah, dan kontradiksi dalam logika mereka sendiri.

Pendekatan Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah & Maturidiyah) lebih masuk akal, karena:
✅ Menjaga kemurnian Islam, tetapi tetap menggunakan akal dalam memahami nash.
✅ Menghormati tradisi Islam yang berkembang selama 14 abad, bukan hanya memahami Islam secara tekstual saja.
✅ Mengikuti para ulama besar yang memang sudah diakui dalam sejarah Islam.

Jadi, kalau kita lihat dari logika, pendekatan Salafi/Wahabi memiliki banyak kelemahan dan tidak konsisten dalam penerapannya.

KESIMPULAN: 

Mengapa Salafi Wahabi Tetap Bersikeras?

✔ Pemahaman yang dangkal dan tekstual terhadap Al-Qur’an dan Hadits.
✔ Taklid buta kepada Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab.
✔ Didukung oleh kekuatan politik dan ekonomi Arab Saudi.
✔ Menggunakan metode dakwah yang fanatik dan eksklusif.
✔ Memanfaatkan kebodohan umat Islam yang kurang memahami agama.

⏩ Ahlussunnah wal Jama’ah harus waspada terhadap pemikiran ini dan membentengi diri dengan ilmu yang benar!

💡 Solusi:

  • Pelajari aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah & Maturidiyah).
  • Ikuti madzhab fiqih yang benar (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali).
  • Jangan mudah terpengaruh oleh dakwah Salafi/Wahabi yang cenderung keras dan menyesatkan

0 komentar:

Posting Komentar