Hukum Peringatan 100 Hari, 1000 Hari Kematian

 Hukum Peringatan 100 Hari, 1000 Hari Kematian

❌ Tuduhan Wahhabi:

Ini adalah bid’ah yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.

✅ Jawaban Ahlussunnah:

🔹 Kaidah Usul:

“ما لا يخالف الشرع ولا فيه ضرر، فهو مباح أو مستحب إن قصد به الخير”

“Sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariat dan diniatkan kebaikan, maka hukumnya mubah atau sunnah.”

🔹 Dalil Umum Anjuran Doa dan Sedekah untuk Mayit:

  • HR. Muslim: “Amal anak Adam terputus kecuali tiga: ...anak shalih yang mendoakannya.”

  • HR. Ahmad dan Abu Dawud:
    Nabi ﷺ bersabda, “Jika seseorang meninggal, maka (pahala) sedekah dari keluarganya untuknya diterima.”

🔹 Penjelasan Ulama:

  • Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ dan Imam Suyuthi dalam Al-Hawi membolehkan acara berkumpul mendoakan mayit berulang-ulang selama tidak diisi dengan hal haram.

➡️ Maka peringatan 7, 40, 100, 1000 hari hanyalah kemasan waktu yang tidak mengubah esensi ibadah doa & sedekah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (w. 333 H) terkait tauhid, sifat-sifat Allah, takwil, anti-tajsîm, iman, qadar, dan posisi mereka terhadap pemikiran Wahhabi

Alam Lahut Jabarut Malakut Nasut

PEMBAHASAN TENTANG HATI DAN RUH DALAM PANDANGAN ULAMA SUFI AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH