Hadits tentang Tawassul dengan Nabi setelah Wafat
📜 Nabi ﷺ membolehkan bertawassul dengan orang yang sudah wafat, tetapi Wahabi menuduhnya syirik!
🔹 Dari Malik ad-Dar (bendahara Umar bin Khattab):
Suatu ketika terjadi musim paceklik pada masa Khalifah Umar. Seorang lelaki mendatangi makam Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan kepada Allah untuk umatmu, karena mereka telah kesulitan!"
Maka Rasulullah ﷺ muncul dalam mimpinya dan bersabda:
"Sampaikanlah kepada Umar, bahwa hujan akan turun."
(HR. Al-Baihaqi dalam "Dala’il an-Nubuwwah", Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf", dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam "Fath al-Bari")
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa tawassul dengan Rasulullah ﷺ setelah wafat itu boleh dan tidak syirik.
- Umar bin Khattab sendiri tidak menentang perbuatan sahabat ini, bahkan menghargainya.
- Jika tawassul setelah wafat itu syirik, mengapa Rasulullah ﷺ tidak melarangnya dalam mimpi tersebut?
⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengatakan tawassul setelah wafat itu syirik, bertentangan dengan hadits shahih!
Hadits tentang Tawassul dengan Rasulullah ﷺ
📜 Nabi ﷺ mengajarkan tawassul, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah dan syirik!
🔹 Dari Utsman bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu:
Ada seorang laki-laki buta datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar Allah menyembuhkanku."
Nabi ﷺ bersabda: "Jika engkau mau, aku akan mendoakanmu, dan jika engkau bersabar, itu lebih baik bagimu."
Orang itu berkata: "Mohonkanlah (kepada Allah) agar aku disembuhkan."
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul dengan Nabi-Mu Muhammad ﷺ, Nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Tuhanku dalam keperluanku ini agar dikabulkan. Ya Allah, terimalah syafaatnya untukku."
(HR. Tirmidzi no. 3578, Ibnu Majah no. 1385, dishahihkan oleh Al-Albani)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan tawassul kepada sahabatnya.
- Jika tawassul itu syirik, mengapa Nabi ﷺ sendiri yang mengajarkannya?
- Salafi/Wahabi menolak tawassul dan menuduhnya syirik, padahal Nabi ﷺ sendiri membolehkannya!
⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap tawassul bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!
Hadits tentang Tawassul dan Tabarruk
📜 Nabi ﷺ mengajarkan tawassul, tetapi Wahabi menganggapnya syirik!
🔹 Dari Utsman bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang buta datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Wahai Rasulullah, doakanlah agar Allah menyembuhkanku!"
Nabi ﷺ bersabda:
"Jika kamu mau, aku akan berdoa untukmu, dan jika kamu mau, kamu bersabar dan itu lebih baik bagimu."
Orang buta itu berkata:
"Doakanlah!"
Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya:
"Pergilah, berwudhulah, lalu shalat dua rakaat dan berdoalah: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, Muhammad, Nabi yang penuh rahmat...'"
(HR. Tirmidzi no. 3578, dishahihkan oleh Imam al-Baihaqi dan al-Albani!)
✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:
- Hadits ini membuktikan bahwa tawassul dengan Nabi itu dianjurkan oleh Rasulullah sendiri!
- Salafi/Wahabi menolak tawassul dan menuduhnya syirik, padahal hadits ini justru membolehkan tawassul.
- Bahkan Ibnu Taymiyyah sendiri akhirnya mengakui bahwa tawassul dengan Nabi dalam hadits ini adalah sah!
⏩ Maka, tuduhan Wahabi bahwa tawassul itu syirik adalah dusta dan bertentangan dengan hadits Nabi ﷺ.






0 komentar:
Posting Komentar