Selasa, 02 Desember 2025

Hadits tentang Doa di Makam Rasulullah ﷺ

 

Hadits tentang Doa di Makam Rasulullah ﷺ

📜 Nabi ﷺ membolehkan doa di makamnya, tetapi Wahabi melarangnya dan menganggapnya sesat!

🔹 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang datang berziarah ke makamku, maka wajib baginya syafaatku."
(HR. Ad-Daraquthni dan Ibnu Asakir, dishahihkan oleh Ibnu Hajar)

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah ibadah yang dianjurkan.
  • Salafi/Wahabi justru melarang ziarah dan menuduhnya bid’ah atau syirik.
  • Jika memang ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah kesesatan, mengapa Rasulullah sendiri menjanjikan syafaat bagi yang melakukannya?

⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan ziarah ke makam Nabi ﷺ adalah batil dan bertentangan dengan hadits!



Hadits tentang Islam yang Mudah

 

Hadits tentang Islam yang Mudah

📜 Nabi ﷺ mengajarkan Islam yang mudah, tetapi Wahabi membuat agama menjadi sulit dan penuh larangan!

🔹 Allah berfirman : 

يُريدُ الله بكُمُ اليُسْرَ وَلا يُريدُ بِكُمُ العُسْر 

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah; 18

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا 

"Permudahlah dan jangan mempersulit. Gembirakanlah. Jangan bikin takut orang".

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan.
  • Salafi/Wahabi sering membuat banyak larangan yang tidak perlu, seperti mengharamkan doa berjamaah setelah shalat, mengharamkan dzikir bersama, dan sebagainya.
  • Nabi ﷺ mengajarkan untuk memudahkan agama, tetapi Wahabi justru mempersulit!

⏩ Jadi, pemahaman Wahabi yang keras dan kaku bertentangan dengan ajaran Nabi ﷺ!



Hadits tentang Mendekat kepada Orang Shalih

Hadits tentang Mendekat kepada Orang Shalih

📜 Nabi ﷺ mengajarkan untuk mencari keberkahan dari orang shalih, tetapi Wahabi mengharamkannya!

🔹 Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

عن أنس قال: قام رجل فقال: يا رسول الله، هلكت المواشي وتقطعت السبل، فادع الله أن يغيثنا، فرفع يديه وقال: (اللهمَّ اسْقِنَا، اللهمَّ اسْقِنَا، اللهمَّ اسْقِنَا) 

قال أنس: فلا والله لا نري في السماء من سحاب ولا قزعة ولا شيئا، فطلعت سحابة من وراء سلع مثل الترس، فلما توسطت السماء انتشرت ثم أمطرت إلي الجمعة 

فقال رجل: يا رسول الله، هلكت الأموال وانقطعت السبل، فادع الله يمسكها، فرفع رسول الله صلي الله عليه وسلم بيده وقال: (اللهمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا) فانجاب السحاب عن المدينة حتي أحدق بها كالإكليل

“Dari Anas, ia berkata: “Seorang laki-laki berdiri, ia berkata: ‘Wahai Rasulullah binatang ternak telah mati (kehausan) dan jalanan telah retak-retak, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami.” Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berdoa: Allahummas qinâ, Allahummas qinâ, Allahummas qinâ” (Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami).”

Anas berkata: “Demi Allah, kami tidak melihat awan mendung, gumpalan awan, dan sesuatu pun di langit, lalu muncullah awan mendung hitam dari belakang bukit Sala’ seperti lingkaran bergigi. Ketika awan hitam sampai di tengah dan menyebar, hujan turun sampai hari Jumat.

Kemudian laki-laki (yang sama) berkata: “Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur, dan jalanan terputus (karena banjir), maka berdoalah kepada Allah agar menghentikan hujan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya dan berdoa: Allahumma hawâlaynâ wa lâ ‘alainâ” (Ya Allah, [tunrunkanlah hujan] di sekeliling kami, bukan [azab] atas kami).” Kemudian awan mendung (mendadak) hilang dari (langit) Madinah sehingga (hanya) mengelilinginya seperti mahkota.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, h. 173)

(HR. Bukhari no. 1013, Muslim no. 897)

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

Hadits ini membuktikan bahwa meminta doa kepada orang shalih bukanlah syirik.

Salafi/Wahabi melarang meminta doa kepada wali atau ulama, tetapi hadits ini justru membuktikan bahwa hal itu diperbolehkan.

Para sahabat mendatangi Rasulullah ﷺ untuk meminta doa, dan itu bukan syirik!

⏩ Jadi, fatwa Wahabi yang mengharamkan meminta doa kepada orang shalih bertentangan dengan hadits Nabi.


Hadits tentang Doa dengan Perantara Rasulullah ﷺ setelah Wafatnya

 

Hadits tentang Doa dengan Perantara Rasulullah ﷺ setelah Wafatnya

📜 Para sahabat bertawassul dengan Rasulullah ﷺ setelah wafatnya, tetapi Wahabi mengharamkannya!

🔹 Dari Malik ad-Dar:
Suatu masa terjadi kekeringan di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Lalu seseorang pergi ke makam Nabi ﷺ dan berkata:

"Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, karena mereka sudah menderita!"

Kemudian dalam mimpi, orang itu melihat Nabi ﷺ berkata kepadanya:

"Pergilah kepada Umar, sampaikan salamku kepadanya, dan beritahukan bahwa mereka akan segera diberi hujan."

Orang itu pun pergi menemui Umar dan menyampaikan pesan tersebut. Setelah itu, Umar menangis dan berkata:

"Wahai Tuhanku, aku tidak akan meninggalkan apa yang mampu aku lakukan!"

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Mushannaf", Ibnu Hajar al-Asqalani dalam "Fathul Bari")

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini membuktikan bahwa para sahabat bertawassul dengan Rasulullah ﷺ meskipun beliau sudah wafat.
  • Jika tawassul dengan orang yang sudah wafat itu syirik, mengapa Umar bin Khattab tidak mengingkarinya?
  • Salafi/Wahabi menuduh tawassul dengan Nabi ﷺ setelah wafatnya sebagai syirik, padahal para sahabat justru mengamalkannya!

⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Wahabi terhadap tawassul adalah kesesatan dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah!



Hadits tentang Pahala Sedekah yang Dikirim kepada Orang yang Sudah Wafat

 

Hadits tentang Pahala Sedekah yang Dikirim kepada Orang yang Sudah Wafat

📜 Nabi ﷺ membolehkan hadiah pahala untuk orang yang sudah wafat, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah!

🔹 Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa memberikan wasiat. Dan aku mengira jika ia bisa berbicara (sebelum meninggal), maka ia akan bersedekah. Maka, apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya?" Nabi ﷺ menjawab, "Ya, bersedekahlah atas nama ibumu." 
(HR. Bukhari no. 2760, Muslim no. 1004)

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini membuktikan bahwa pahala dari perbuatan baik bisa dikirimkan kepada orang yang sudah wafat.
  • Salafi/Wahabi menolak tahlilan dan sedekah untuk mayit, padahal ini adalah ajaran Nabi ﷺ sendiri!
  • Para sahabat mengamalkan hal ini, dan tidak ada sahabat yang melarangnya.

⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Salafi/Wahabi terhadap hadiah pahala kepada orang mati bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!



Hadits tentang Keutamaan Dzikir Berjamaah

 

Hadits tentang Keutamaan Dzikir Berjamaah

📜 Nabi ﷺ menganjurkan dzikir bersama, tetapi Wahabi menganggapnya bid’ah!

🔹 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, kecuali mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat-Nya."
(HR. Muslim no. 2700)

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini membuktikan bahwa dzikir berjamaah adalah amalan yang dianjurkan.
  • Salafi/Wahabi melarang dzikir bersama dan menuduhnya bid’ah, padahal hadits ini justru menjelaskan keutamaannya!
  • Jika dzikir berjamaah adalah bid’ah, mengapa Rasulullah ﷺ menjanjikan keberkahan bagi mereka yang melakukannya?

⏩ Kesimpulan: Larangan Wahabi terhadap dzikir bersama adalah batil dan bertentangan dengan hadits Nabi ﷺ!



Hadist Perintah untuk mengikuti Ahlul Bait,

📜 Nabi ﷺ memerintahkan untuk mengikuti Ahlul Bait, tetapi Wahabi mengabaikannya!

Imam Malik dalam Kitab Al-Muwaththa’ meriwayatkan hadits sebagai berikut:

أَنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قال تَركْتُ فيكُمْ أَمْرَيْنِ مَا إِنْ تَمسَّكْتُمْ بِهِمَا لنْ تَضِلُّوا أَبَدًا: كِتَابَ اللهِ، وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Artinya, “Rasulullah saw bersabda, ‘Aku meninggalkan dua hal di tengah kalian; selama berpegang pada keduanya, kalian tidak akan tersesat selamanya: yaitu kitab Allah dan sunah rasul-Nya,’” (HR Imam Malik).

Adapun Imam Ahmad meriwayatkan hadits dalam Kitab Musnad sebagai berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي الثَّقَلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ الْآخَرِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي أَلَا وَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ

Artinya, “Dari sahabat Abu Said Al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh, aku meninggalkan dua hal penting di tengah kalian sesuatu yang jika berpegang pada keduanya, kalian tidak akan tersesat sepeninggalku. Yang satu lebih besar dari yang lain. Pertama, kitab Allah, sebuah tali panjang dari langit ke bumi. kedua, keturunanku ahli baitku. Ketahuilah, keduanya takkan terpisah sampai keduanya melewati telagaku,’” (HR Imam Ahmad).

✅ Bantahan terhadap Salafi/Wahabi:

  • Hadits ini membuktikan bahwa mengikuti Ahlul Bait adalah perintah Nabi ﷺ.
  • Salafi/Wahabi sering meremehkan kedudukan Ahlul Bait, padahal Rasulullah ﷺ sendiri yang memuliakan mereka!
  • Banyak ulama Ahlussunnah yang mengikuti Ahlul Bait, sementara Wahabi justru lebih condong kepada pemahaman yang menyimpang.

⏩ Kesimpulan: Pengingkaran Wahabi terhadap keutamaan Ahlul Bait bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ!